
" Mah....!!!!" panggil Delon pelan
Nyonya Hermawan menoleh kearah anaknya,
Hatinya langsung terenyak, Jantung nya berdetak tak beraturan, tubuhnya gemetar hebat, membenarkan masker wajahnya segera
" Hallo nyonya..." sapa Gadis cantik dengan mata bulat lentik
Mata itu....
Mata itu adalah mata milik mas Sasmito, mata bulat besar dengan tatapan teduh penuh kelembutan,
Senyum manis itu adalah senyum miliknya, wajah bulat chuby persis seperti dirinya dua puluh tahun silam
Tak terasa Resinda meneteskan air mata nya,
Tangan nya ingin meraih wajah gadis itu, mencium nya lalu memeluknya melepas segals rindu dan sesal yang beradu
Melisa meraih tangan Resinda yang diam mematung, Air mata Resinda langsung jatuh tak terbendung lagi
" Nyonya saya Melisa... anak buah bos Delon sekaligus teman hihi... salam kenal nyonya..."
" Melisa...???? nama mu begitu cantik nak.. secantik wajah mu..." puji Resinda sembari memegangi dadanya yang sesak
" Kau begitu mengingatkan ku pada seseorang..."
" Ahhh nyonya menangis... "
" Jangan panggil aku nyonya nak.. panggil aku ibu..."
Delon hanya diam, menyaksikan pertemuan antara ibu dan anak yang terpisah puluhan waktu, memberikan mereka jeda untuk saling mengenal dan merasakan betapa besar ikatan yang ada diantara mereka
" Ibu.. ???" Melisa nampak ragu dan heran
Resinda menyeka air matanya, berusaha mengendalikan perasaan nya, jika dia langsung memperkenalkan diri sebagai ibu Melisa, mungkin gadis itu akan syok dan malah tidak bisa menerimanya dengan baik
" Kamu kan teman Delon bukan...??? panggil saya ibu atau mama seperti Delon memanggil saya..." jelas Resinda sambil tersenyum
" Apa... apa gak papa nyonya...???"
" Tak perlu sungkan...ayooo silahkan duduk..." Resinda mempersilahkan Melisa dan Delon duduk
Melisa duduk dengan canggung, yang ada di pikiran nya sekarang adalah apa yang harus di jawabnya ketika ibu bang Delon menanyakan soal Delon padanya, sedang dia sendiri saja tak banyak tau, mana dia sudah memperkenalkan diri sebagai teman lagi....
" Melisa tinggal dimana...???" tanya Resinda berbasa basi
__ADS_1
" Di kontrakan deket pasar tempat bang Delon tinggal buk..." sahut Melisa
" Ada saudara...???"
Melisa menggeleng sambil tersenyum
" Sama... ee sama su.. suami..." sahut Melisa bimbang
" Tepat nya calon suami mah..." Delon menyahut
" Melisa baru mau nikah sama laki laki itu kalau Melisa sudah berhasil ketemu ibu kandung nya..."
Delon sengaja bicara jujur takut ibu Resinda salah paham, bagaimana pun Resinda harus tau kondisi sebenarnya putri nya itu
" Ohhh calon suami..." Resinda menanggapi sambil tersenyum
" I.. iya buk.." Melisa menjawab dengan malu, bisa bisa nya bang Gondrong buka aib nya didepan mama nya
" Memang ibu mu kemana nak...???" Resinda kembali bertanya pada Melisa, pertanyaan yang dia sendiri lebih tau jawaban nya
" Sebenernya saya kurang tau buk ibu saya dimana... dari kecil saya sudah ditinggal ibu... ibu pergi ninggalin saya dan bapak... saya pun tau kenyataan itu baru kemarin ini buk..." Melisa bercerita, Resinda langsung tertampar mendengar penuturan Melisa, mata nya langsung berkaca kaca menahan tangis
" Selama ini saya kira bu Murni dan pak Marjo adalah orang tua ku... sebab dari kecil saya tinggal bersama mereka, mereka lah yang mengasihi saya dan peduli sama saya... sampai pada titik dimana saya harus dipaksa untuk menikah dengan seorang laki laki tua dan dijadikan istri ke 4 nya... dulu saya pikir saya dijadikan bapak sebagai jaminan hutang hutang nya karena selalu kalah judi dan sambung ayam....tapi kenyataan yang lebih pahit saya terima kemarin..."
" Meskipun bapak harus membayar mahar yang tinggi pada orang tua bu Murni sampai bapak harus terlilit hutang pada rentenir... yang akhirnya menjadikan saya sebagai jaminan atas hutang bapak...."
Bu Resinda menangis sesenggukan, betapa hancur dan pilu hatinya mendengar cerita hidup yang dijalani anak nya, itu semua karena ulah nya, keputusan nya yang membuat derita anak tak berdosa ini
" Saya baru tau kalau bapak kandung saya namanya Sasmito... menikahi seorang istri pengusaha batu bara yang kaya dan tersohor di Jakarta... membawa nya pulang ke kampung bapak dan memulai hidup sederhana dan bahagia... Tapi mungkin cinta ibu pada bapak hanya sebatas itu saja... ibu akhirnya lebih memilih kembali ke Suami kaya nya dan meninggalkan ku yang masih bayi dan sangat membutuhkan dia... ibu meninggalkan cinta bapak yang dibawa nya hingga mati..."
Entah kenapa Melisa begitu nyaman bercerita, seakan dia sedang diberi kesempatan untuk meluapkan segala sesuatu yang dipendam didadanya, tanpa dia sadari bu Resinda menangis pilu, menggelengkan kepalanya berkali kali, sembari bilang maaf dan maaf
" Ja... jadi ayah mu namanya Sasmito dan dia sudah meninggal..???" tanya Resinda
Melisa pikir tangis bu Resinda karena terhanyut dalam cerita nya itu
" Iya buk... saya juga baru tahu kemarin... pas saya pulang rencana mau nyari wali nikah... " jawab Melisa datar
" Karena perjalanan pahit itulah buk akhirnya saya bertemu dengan mas Dika laki laki baik yang mau mengorbankan harta benda nya demi menebus aku dari jerat hutang mas Ghani...makanya mau tak mau aku harus tahu diri dan menbalas budi atas kebaikan nya... meskipun... meskipun aku harus rela tinggal serumah dengan nya tanpa ikatan status apapun..." lanjut Melisa sambil menunduk, malu rasa nya menceritakan aib nya sendiri
Resinda menutup mulutnya rapat rapat, tangisnya hampir pecah mendengar semua penuturan anak gadisnya, anak nya yang malang...
" Apa kamu tau nama ibu mu nak...???" tanya Resinda
" Aku tak begitu paham... bahkan wajahnya saja aku baru lihat di foto album yang nenek simpan sengaja untuk ku..."
__ADS_1
Sekedar author kasih tau jadi sedari tadi Resinda bertemu dengan Melisa sengaja memakai masker, jadi Melisa tak begitu mengenali wajah beliau
" Resinda.... yahhh nama ibu adalah Resinda...??? apa ibu mengenal nya bu... kata bang Gondrong eehh Delon ibu sering kumoul kumpul arisan dengan sesama istri pengusaha... siapa tau ada nama Resinda teman ibu...!!!"
Resinda menahan sesak didadanya, Delon hanya memperhatikan mama nya yang tak bisa lagi menahan semua gejolak di dadanya
" Apa kau ingin bertemu dengan nya nak...??? kau tak membenci ibu mu...???" tanya Resinda gamang
" Aku sangat rindu... sangat ingin memeluk ibu... sekedar melepas lelah atas beratnya hidup ini tanpa nya buk... aku hanya mau bawa ibu untuk menemui bapak... agar bapak bisa tenang di alam nya..." sahut Melisa mencoba tersenyum meski dia juga mulai menitikkan air mata
Delon menantikan saat saat yang paling menegangkan, saat mama mengakui jati dirinya dan melepas masker nya, lalu dia juga ingin melihat respon Melisa saat tau itu semua
" Aku Resinda.... aku istri mas Sasmito..." ucap bu Resinda sembari menatap dalam Melisa dan melepas masker yang menutupi wajahnya
Seketika seluruh tubuh Melisa kaku, Melisa terpaku tak mampu bergerak sedikitpun, otaknya rasanya berhenti bekerja, diam mematung
" Maafkan ibu nak... ibu telah membuat mu menjalani hidup yang sebegitu menyakitkan nya... penuh penderitaan... ibu salah... tolong maafkan ibu... beri ibu kesempatan untuk menebus semua dosa dosa ibu padamu nak..." tangis bu Resinda memohon pada Melisa
" Ijinkan ibu memelukmu nak... mencium mu... ibu sangat rindu... sangat ingin memeluk bayi kecil ibu...."
Bu Resinda menceritakan semua kejadian yang sebenarnya seperti beliau menceritakan nya pada Delon,
Melisa makin sulit berfikir, rasanya otaknya buntu tak mampu merespon apapun
Semua terlihat tak nyata, semua terasa seperti mimpi...
Apakah dia sedang di permainkan lagi...
Apakah ini adalah khayalan nya yang seakan mempengaruhi alam bawah sadar nya....
" Ibu.....!!!" panggil Melisa lirih
Bu Resinda langsung meraih tubuh Melisa didekapnya erat sembari menumpahkan semua tangis nya
Bersambung~
Spesial hari ini Author kasih double Up ya buat kalian
Biar malam mingguan kalian nyenyak dan happy ngeliat Melisa udah ketemu ibu nya
Jangan lupa Vote nya juga ya guys...
Biar makin seru dan makin rame
Happy Reading....
__ADS_1