Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
Harus Menyerah....??


__ADS_3

Tuan Hermawan bersama bu Resinda tiba di rumah sakit, setelah Gondrong memberi kabar kalau Melisa sudah melahirkan mereka dengan antusias segera datang untuk bertemu dengan cucu mereka, Wajah Resinda tampak bahagia campur haru akhirnya anak yang selama ini ditinggalkan nya telah menjadi seorang ibu


" Mama....!!!" panggil Gondrong menyambut kedatangan kedua orang tua nya, Gondrong langsung mencium tangan mama dan memeluknya erat


" Melisa di ruang perawatan mah kondisinya baik baik aja..."


Gondrong juga menyalami tuan Hermawan, rasanya masih cukup canggung dan belum terbiasa


" Bagaimana kondisi cucu kami...???" tanya tuan Hermawan


" Masih diruangan inkubator pah karena Melisa melahirkan prematur..." terang Gondrong


" Mari aku antar ke ruang perawatan Melisa...." Gondrong mengajak kedua orang tua nya menemui Melisa


Rasanya air mata Resinda hampir tumpah, doa berdiri menatap anak perempuan nya yang masih terbaring lemah sehabis diperiksa dokter, dia bagaikan dejafu, flasback dirinya dulu .. bahkan Resinda ketika melahirkan Melisa pun sempat dilarikan kerumah sakit karena pecah ketuban dini, untung nya usia kandungan nya sudah sembilan bulan jadi Melisa tidak lahir prematur


" Ooohhh putri ku... putri kecil ibu yang selama ini ibu tinggalkan... rupanya kau telah menjadi seorang ibu nak...." ratap Resinda membatin


Resinda berjalan pelan mendekati ranjang Melisa, begitu melihat ibu nya datang Melisa langsung girang dan tersenyum lebar, matanya tampak berbinar bahagia


" Ibu....!!!" panggil Melisa


" Sayang....!!!!" Resinda langsung berhambur memeluk Melisa dan menciumi nya


" Selamat ya sayang kamu sudah menjadi seorang ibu... kamu sudah memberikan cucu untuk ibu... gimana kabar mu nak...????" ucap Resinda penuh haru


" Aku baik bu.. makasih ya sudah menyempatkan datang menengok Melisa dan bayi ku..." sahut Melisa


" Ibu sangat menghawatirkan mu nak... ibu dengar kamu lahiran prematur...."


" Ibu gak usah khawatir... semuanya sudah baik baik saja... anak ku juga sudah stabil berat badan nya juga sudah ideal..."


" Melisa... selamat ya nak kamu sudah menambah cucu lagi untuk kami..." tuan Hermawan juga ikut mengucapkan selamat pada Melisa dengan suka cita


" Kamu sudah jadi seorang ibu nak sekarang... semoga anak mu sehat dan jadi orang yang berguna kebanggaan keluarga...!!!"


" Terimakasih pah... papa sudah bersedia datang menjenguk kami...." sahut Melisa sambil tersenyum


" Maaf ya papa sama ibu belum bisa menggendong Valdi karena belum diijinkan dokter..."


" Siapa anak mu nak...???" tanya Resinda

__ADS_1


" Mas Dika memberinya nama VALDI ARJUNA bu... anak laki laki tampan yang penuh kekuatan..." sahut Melisa


" Di..Dika...!!!" Resinda tampak kaget dengan wajah panik, Gondrong memang tak memberitahukan jika Dika sudah kembali, sebab dia tau Mama nya sudah mengetahui soal masalah yang sedang Dika hadapi


" Apakah anak itu sudah kembali...????"


Tepat ketika Resinda menanyakan itu Dika muncul masuk bersama Wawan ke ruang perawatan Melisa, mereka baru saja kembali menengok Valdi di ruang inkubator


Resinda dan tuan Hermawan langsung menoleh menatap Dika dengan tatapan yang tidak bisa dipahami, apalagi bu Resinda, wajahnya tegang, kaku dengan tatapan tajam waspada, tuan Hermawan juga sepertinya melakukan hal yang sama


" Ibu... eee... tu... tuan..." Dika menyapa mereka dengan Canggung, apalagi tatapan mereka yang begitu tegang membuat Dika merasa tak nyaman


" Di... Dika...!!!!" panggil Resinda samar


Dika langsung menyalami mereka yang masoh diam mematung menatapnya


" Kapan datang bu...???" tanya Dika basa basi


" B... baru saja... kau kapan kembali...???" tanya Resinda balik


" Sudah dua hari yang lalu... begitu saya dapat kabar kalau Melisa melahirkan saya langsung pulang..." sahut Dika


" Apa ibu sama papa udah tau masalah yang mas Dika hadapi...???"


Resinda dan tuan Hermawan beralih menatap Melisa heran


" Kau... kau sudah tau kah nak...???" tanya tuan Hermawan


" Iya pah aku sudah tau... aku sempet syok juga..." sahut Melisa datar


" Maafkan saya tuan.. ibu... saya tau saya salah... saya sudah melakukan kesalahan yang besar... tapi saya janji saya pastikan apapun masalah saya tidak akan pernah melibatkan Melisa maupun anak kami... saya akan pastikan Melisa aman dan baik baik saja..." sahut Dika memberi penjelasan


" Aku sudah membaca di berita soal beritamu itu... aku cukup kaget dan syok... terlebih mama juga sempat syok... tetapi apakah kamu yakin semua telah aman...??? bukan kah menurut pemberitaan kau sedang bersembunyi kabur dari tanggungjawab mu...!!!" tanya tuan Hermawan


" Saya datang karena istri dan anak saya tuan... saya pastikan mereka akan aman..." sahut Dika


" Aku tau.. tapi bagaimana dengan mu...???"


" Saya akan selesaikan masalah saya ini dengan baik....tanpa melibatkan siapapun... karena ini memang salah saya... saya yang sudah salah jalan... terlalu berambisi hingga tak memikirkan resiko lagi tuan...!!!" jawab Dika dengan penuh rasa tanggungjawab


" Jujur ibu syok ketika melihat berita mu itu... awalnya ibu gak percaya kalau itu adalah kamu... anak ibu bisa terjerumus masalah kriminal tapi... nasi sudah menjadi bubur nak... kamu harus bisa menyelesaikan semua nya..." ucap Resinda dengan sedih

__ADS_1


" Aku mau tanya... apa rencana mu untuk menyelesaikan masalahmu ini...???" tanya Tuan Hermawan serius


" Dimana mana berita mu sudah tersebar... banyak pihak berwajib yang mencari mu karena status mu sekarang adalah buronan.... belum lagi aku yakin sisa anak buah klan mafia yang kau bunuh pasti akan mencari mu bukan...!!!"


" Jujur saya juga bingung tuan...!!! saya tidak tau apa yang harus saya lakukan... saya datang kesini menjenguk Melisa sekaligus ingin melihat anak kami... sebelum mungkin segala kemungkinan terjadi dan saya tak bisa bertemu mereka lagi..." jawab Dika pasrah


" Jika waktunya itu tiba saya minta pada kalian untuk menyelamatkan anak istri saya tuan... jangan sampai mereka kenapa kenapa... karena mungkin saya tak bisa menjaga mereka lagi..." pinta Dika pada semua yang ada diruangan ini


" Apa mas Dik mau ninggalin aku lagi...??? mas Dika gak mau ngerawat Valdi sama sama...!!!" tanya Melisa dengan hati gusar


Dika menatap Melisa dalam


" Aku ingin hidup bersama mu... menikmati kebahagiaan kita bersama Valdi... tapi... mas juga tau konsekuensi atas apa yang sudah mas lakukan... jangan berkecil hati Mel... kamu masih bersama orang orang yang sayang sama kamu...."


Melisa langsung menangis sesenggukan, Resinda memeluk anak nya menenangkan


" Maafkan aku.. aku sudah salah... aku sudah menghancurkan semua nya... aku terlalu bodoh..."


" Aku akan pikirkan apa yang harus kita lakukan... solusi terbaik adalah kamu harus menyerahkan dirimu Dika... jika kau mau menyerahkan dirimu dengan baik baik maka kau juga tak akan celaka... tapi kalau kau terus bersembunyi menjadi buronan seperti ini... kau justru akan dianggap menentang dan itu sangat berbahaya untuk mu....aku akan membantu mu untuk menyerahkan diri... dengan kekuatan yang ku miliki kau akan mendapat keringanan...." saran solusi dari tuan Hermawan


Wawan menepuk bahu Dika menguatkan, seakan Wawan ingin menyampaikan kalau saran tuan Hermawan adalah saran terbaik, sampai kapan pun kasus besar Dika ini akan terus ditangani, dan selama dia masih terus bersembunyi selama itu dia akan terus menjadi buronan aparat, dan masa hukuman bisa jadi semakin berat untuknya


" Kalau memang itu yang terbaik saya pasrah tuan... tapi sebelum itu ijinkan saya beberapa hari ini bersama Melisa dan Valdi... saya ingin menikmati sisa waktu saya sebagai seorang ayah..." pinta Dika dengan pilu


" Baiklah... aku akan memberi mu beberapa waktu... setelah itu aku sendiri yang akan mengantarkan mu menyerahkan diri...." sahut Tuan Hermawan menyanggupi permintaan Dika


Resinda hanya bisa diam memeluk Melisa yang terus meraung perih, pada akhirnya dia akan terpisah lagi dengan lelaki yang sangat dicintainya


Gondrong pun hanya diam, karena memang... tidak ada kesalahan yang tidak diadili... semakin kita membantu menyembunyikan orang salah maka kita juga sudah menyulitkan hukum....


" Tenang Mel... ingat kondisi kesehatan mu... kami harus bisa menguasai emosional mu..." Gondrong mengingatkan


" Hiks hiks hiks...."


Bersambung~


Cuman mau ngasih tau ya Readers hari ini author ulang tahun hihihiiii


Jangan lupa kasih Vote yang banyak yaaa


Happy Reading...

__ADS_1


__ADS_2