Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
Dika Pulang


__ADS_3

Satu Minggu berlalu...


Melisa masih diam terbaring tak sadarkan diri di kamar rawatnya, Gondrong dan Wawan mulai panik dengan kondisi Melisa yang semakin memburuk, jika beberapa hari kemarin dia masih bisa merespon apa yang didengarnya, hari ini sama sekali tak bergeming, bahkan seakan Melisa sudah melepas dunia nya...


Bayi mungil yang belum memiliki nama itu pun masih di tempat yang sama, syukurnya berat badan nya mulai naik dan keadaannya stabil menandakan bayi itu baik baik saja, setiap saat Gondrong menengoki ponakan nya yang sama sekali belum di gendong dan diciumi nya, Gondrong memastikan jika bayi manis itu dalam keadaan baik baik saja


Tiba tiba seorang laki laki tinggi jangkung cenderung kurus, dengan rambut acak acakan, kulit gelap lusuh berjalan menghampiri Mereka, jalan nya yang gontai menandakan gairah hidupnya sudah tak ada lagi, pelan pelan lelaki itu berdiri tepat dihadapan Gondrong dan Wawan


" Bang... Wan...!!!" panggil laki laki itu dengan suara lemah, dia yang tak lain adalah Dika, keluar dari persembunyian nya datang menemui mereka berdua dan membuat keduanya diam mematung untuk beberapa saat


" Dik...!!!" Wawan yang langsung menyadari jika itu adalah sahabat terbaiknya langsung berdiri dari tempat duduk dan memeluk Dika erat


" Wan aku pulang... aku mau ketemu istri dan anak ku..." jawab Dika sambil membalas pelukan Wawan


" Dik... bener lu ini..!!!" Gondrong setengah tak percaya dengan apa yang dilihatnya, takut dia sedang berhalusinasi atau terbawa ngelamun


Dika melepas pelukan Wawan, lalu menatap Gondrong dengan tatapan penuh sesal, murung dan meminta maaf


" Iya bang ini aku... aku pulang..." sahut Dika


" Kau yakin keluar dari persembunyian mu adalah jalan yang terbaik...???" tanya Gondrong langsung, tanpa basa basi lagi


" Aku juga gak tau bang....!!! tapi aku bisa pastikan Melisa tidak akan ikut menanggung bahaya yang sudah ku perbuat... aku pastikan dia dan bayinya baik baik saja..." sahut Dika mantap


" Aku cuman kangen sama mereka... aku pengen ketemu mereka... selagi aku masih bisa bertemu..."


Wawan menepuk bahu Dika menguatkan


" Melisa sedang di periksa dokter... aku temani kamu ketemu anak mu dulu aja ya...!!!!" ajak Wawan pada Dika, Dika hanya mengangguk dan mengikuti langkah Wawan


" Itu anak mu Dik... lihat ... kemarin berat badan nya masih sangat kecil hari ini kata dokter sudah stabil dan mulai normal... lihatlah anak mu... pasti dia sudah menunggu digendong dan kamu adzani..." tunjuk Wawan pada bayi mungil didalam ruangan inkubator

__ADS_1


" Anak ku...!!!" Dika meraba kaca pembatas ruangan dengan tatapan sayu pilu


" Papa yakin kamu pasti jadi anak yang kuat nak... kamu bisa melewati semua rintangan mu ini... kamu bisa melewatinya dengan baik... kamu kuat nak kamu hebat... kamu kebanggaan papa dan mama mu..." tangis Dika pada darah dagingnya yang masih lemah tak berdaya


" Mungkin papa tidak bisa menemanimu setiap hari... menggendongmu setiap saat atau mungkin tak bisa melihatmu sampai kau tumbuh dewasa... tapi percayalah nak cinta papa akan selalu ada dan hidup dihatimu... papa sangat menyayangi mu nak... lekas pulih ya jagoan papa...."


" Jangan pesimis Dik... kamu harus yakin kalau semua akan kembali baik baik saja... kamu bahkan bisa menemani Melisa merawat anak kalian sampai tua..." Wawan memberi semangat penuh dan harapan baik pada Dika


" Entahlah Wan... semua terasa sudah buntu... nyawaku sekarang berada diujung tanduk... aku punya banyak sekali musuh yang selama ini mungkin keluarga nya, bos nya, atau komplotan nya sudah ku bunuh atas perintah bos Reyden... ada banyak orang yang menginginkan nyawaku .. bukan hanya pihak berwajib...." sahut Dika putus asa


" Kau tau kenapa aku meminta mu untuk menikahi Melisa...??? karena aku yakin cuman kamu yang bisa menerima istri dan anak ku dengan tulus... aku takut Melisa jatuh ditangan orang yang salah lagi... dia akan diperlakukan kasar lagi... disakiti lagi...." terang Dika


" Aku sudah gagal membuatnya bahagia... aku sudah gagal memberinya kesempurnaan cinta... jadi aku minta kamu yang akan bersedia memberikan kebahagiaan itu...!!!!"


" Tapi tak semudah itu Dik... kamu tau apa yang membuat Melisa syook dan akhirnya mengalami kontraksi dini dan melahirkan cesar sebelum waktunya...??? ya karena dia kaget waktu tau kabar kebenaran tentang mu... dan dia lebih terluka saat tau kamu mau melepaskan dia dan meminta ku menikahinya...!!!" sahut Wawan


" Dia sangat terluka Dik... Melisa sangat mencintaimu... tak bisa digantikan oleh siapapun...!!!"


" Yuuukkk kita jenguk Melisa... kamu harus lihat kondisinya saat ini...!!!" tepuk Wawan dibahu Dika menyadarkan, lalu mengajak Dika kembali ke ruang perawatan Melisa


Gondrong menatap Dika dengan tatapan yang sulit diartikan, dia hanya diam tanpa berucap apapun lagi


" Bang apa aku boleh menjenguk istriku...???" tanya Dika yang dia rasa sepertinya memang harus meminta persetujuan dari Gondrong


" Masuk lah... kau memang harus lihat istrimu saat ini..." jawab nya datar


" Makasih...!!!"


Wawan segera mengajak Dika masuk ke kamar rawat Melisa, membuka pintu pelan, sampai Dika bisa melihat wanita yang sangat mencintainya itu, yang selalu menungguinya tanpa putus asa tengah berbaring tak berdaya dengan selang infus yang menempel di tubuhnya, dia sedang beristirahat dari semua kemelut kesedihan yang tidak adil untuk nya


Dika tak sanggup lagi menahan tangis, jantungnya seperti teriris melihat keadaan Melisa saat ini, Dika berjalan mendekatinya

__ADS_1


" Sayaaang...."


" Apa kabar sayang....kamu rindu aku kah...???? aku pulang... aku datang untuk mencium mu seperti biasanya... maaf yaaahhh mas lama pulang nya... membiarkan kamu selama hamil sendirian...." tangis Dika sembari menciumi tangan Melisa yang lemah, lalu mencium kening nya dengan penuh ketulusan hati


" Mas pulang sayang.... mas pengen lihat senyum mu .. pengen denger lagi manja mu... bangun sayang... mas udah pulang...."


Wawan tak sanggup mendengar ratapan Dika pada Melisa, dia duduk menangis di sofa pojok ruangan Melisa


" Kamu pasti lelah ya... kamu capek nunggu mas tiap hari... kamu panik... kamu khawatir... jangan lama lama tidurnya ya sayang... aku butuh kamu... anak kita juga butuh kamu...."


" Haiii .. kamu sekarang sudah jadi ibu sayang... kamu sudah berhasil melahirkan jagoan tampan untuk ku... dia anak mu buah cinta kita.... kamu sudah mewujudkan keinginan ku... ayoo sayang bangun... kita temui anak kita sama sama... kita gendong dia dan kita rawat dia sama sama... kamu masih mau kan...????"


" Kamu masih mau memberikan kesempatab untuk ku kan...???? hiks hiks hiks....."


Tangis pilu kesakitan, Dika menangis sesenggukan, dia bahkan tak menyangka hidupnya akan seperti sekarang ini, ini semua salahnya... salah karena dia terlalu ambisius hingga sampai salah jalan dan mengakibatkan semua ini terjadi...


Andai dulu Dika tak terlalu ambisius... dia tak sampai salah jalan masuk ke dunia mafia... maka seharusnya dia sedang berbahagia dengan Melisa saat ini, menyambut kedatangan malaikat kecil pembawa kebahagiaan dan penyempurna cinta Mereka...


Sayang nya semua harus seperti ini karena keegoisan nya....


" Ayo sayang bangun... buka mata mu... lihat wajah mas... pegang dan belai pipi mas kayak dulu... bukan kah kamu selalu senang jika membelai pipi ku ini... aku masih tampan seperti dulu bukan...??? aku masih manis seperti kemarin kan..!!!! hiks hiks hiks...."


" Aku gak sanggup ditinggal kamu Mel... aku gak bisa jalani hari tanpa senyum kamu... ayo sayang kasih mas kesempatan lagi untuk bisa menatap senyum mu....pleaseee...."


Dika menunduk menangis di sebelah Melisa, menenggelamkan kesedihan nya yang entah sudah tak bisa terukur lagi, sakit yang teramat sangat sakit, takut yang teramat sangat takut...


Tanpa mereka sadari... jari tangan Melisa mulai bergerak pelan seiring dengan air matanya yang jatuh dari sudut kelopak matanya yang terpejam...


Bersambung~


Jangan lupa Vote nya ya Readers

__ADS_1


Happy Reading....


__ADS_2