
(Source: Tate no yuusha)
Sang kebanggaan bangkit, perisai singa keemasan muncul dan membutakan mata. Wajah serta tubuh bersimbah darah namun tidak ada rasa sakit yang dia rasakan, untuk saat ini. Garis-garis misterius yang dialiri kekuatan dingin menyebar ke pori-porinya.
Hazama merasakan sakit yang luar biasa, tetapi disertai kekuatan hebat yang belum dia rasakan. Meski begitu, bibirnya melengkung, dia tersenyum senang. Telah lama dia mendamba untuk menggunakannya, perasaannya sungguh campur aduk.
Disertai perasaan campur aduk dalam dada, Hazama mengangkat perisai tinggi-tinggi dan siap sedia menahan serangan yang mendekat.
"Untukmu yang disingkirkan dunia, wahai sang kebanggaan, engkau yang bersikap sombong bahkan kepada Dewa sekalipun, beri aku jalan keselamatan!" Hazama berteriak dan mengaktifkan Skill kutukan Kebanggaan miliknya.
Hazama tahu dia tidak dapat menggunakan kutukan Kebanggaan dalam waktu yang lama, mengingat apa yang terjadi pada Takumi, dia tidak berharap efek sampingnya akan menjadi ringan.
Seperti namanya, seri kutukan adalah kekuatan yang mengambil energi negatif dan mengutuk penggunanya, baik itu senjata Pahlawan ataupun Skill seperti halnya Rigel, tidak mungkin tidak mendapatkan efek samping dari mengandalkan kutukan.
Bola cahaya besar hitam dan putih menghantam perisai Hazama, bentrokan besar mereka menghancurkan tanah dan menghempaskan segala macam benda di sekitarnya.
Semua orang hanya bisa menyaksikan dalam diam ketika melihat bentrokan itu, mereka memiliki harapan yang sama untuk Rigel bangkit lebih cepat dan mengatasi situasi ini.
Mereka semua sadar bahwa tidak ada hal apapun yang bisa mereka lakukan jika tidak ada Rigel, satu-satunya orang yang mungkin memiliki kekuatan serangan paling kuat dari mereka, terutama pada kekuatan Rune aneh yang mereka pikir hanya memiliki tiga garis namun kenyataannya ada garis lain.
“Bertahanlah Rigel, aku tidak mengizinkan kematian mendatangimu.” Takumi memandang sedih ke bola cahaya yang menutupi Rigel.
Bagaimana mungkin dia bisa membiarkan sahabatnya mati untuk kedua kalinya, Takumi sadar bahwa dia dan yang lainnya terlalu bergantung kepada Rigel, sampai lupa bahwa Rigel juga seorang manusia yang bisa mengalami lelah dan rasanya kematian.
“Jangan lengah, bersiaplah untuk benturan selanjutnya!” Sylph memperingkatkan dengan suara lantang.
Hazama berhasil menahan serangannya dengan sekuat tenaga, beruntung bahwa dia masih memiliki banyak tenaga, tetapi bahkan dengan kekuatan kutukan, Hazama tidak akan mampu bertahan sebanyak enam serangan.
‘Sepertinya manusia satu ini menggunakan kekuatan negatif, dia bahkan mampu menahannya tanpa banyak usaha namun ada batas seberapa banyak dia bisa melakukannya...’ Acnologia berpikir mungkin dia akan melontarkan satu serangan lain untuk mengetahui seberapa boleh manusia satu ini.
Dia mengumpulkan kekuatan hitam dan putih yang jauh lebih kuat lagi, dengan segera dia melemparkannya kepada Acnologia dan diam-diam dia berniat mendekatinya.
__ADS_1
Hazama mengangkat perisainya dengan postur yang sama, perbedaannya kali ini dia terdorong beberapa meter karena menahannya, semuanya menyadari bahwa Hazama tidak dapat bertahan lama.
“Kau pikir aku tidak menyadarinya?" Hazama mendengus dan mengejek Acnologia yang diam-diam berniat menikamnya.
Cahaya yang menyelimuti perisai Hazama mulai menyelimuti serangan Acnologia, pada detik berikutnya, serangan Acnologia kembali meluncur beberapa kali lebih kuat menuju Acnologia itu sendiri.
“Pembalik serangan?!” Acnologia terkejut akan serangannya yang dikembalikan kepadanya.
‘Tidak, kekuatannya sendiri lebih kuat dari yang aku keluarkan...’ Acnologia menyadari bahwa Hazama tidak hanya menahan, tetapi memiliki trik yang membuatnya menyerap serangan lawan dan mengembalikannya berkali-kali lipat lebih kuat.
Acnologia melangkah mundur dan menghindari serangannya sendiri, dia tidak berpikir ingin terluka dengan serangannya sendiri dan menghindar menjadi jalan yang tidak sepenuhnya salah.
Dia tidak berencana berlama-lama dengan manusia lainnya, dia ingin secepatnya menghentikan manusia bernama Rigel yang ditelan cahaya dan membunuhnya karena memiliki perasaan tidak enak.
Namun sayangnya dengan keberadaan banyak manusia dan bahkan Ratu peri berada di sisinya untuk melindungi dirinya, tidak mudah menghadapi mereka bersamaan.
‘Aku tidak berencana menggunakannya karena menyebalkan, tetapi tidak ada pilihan lain...’ Acnologia telah membuat keputusannya dan dengan segera mengaktifkan kekuatannya sebelum mendapat gangguan.
Acnologia mulai diselimuti kekuatan cahaya, sementara bayangan yang menyelimuti tubuhnya menjadi samar sebelum menghilang seutuhnya dan digantikan cahaya.
“Hikari, Matahari Penyembah Dewa.” Acnologia menggunakan kekuatannya dan beralih dari yang awalnya kegelapan ke cahaya.
Hazama tidak peduli perubahan apapun yang dilakukan Acnologia, bahkan jika Acnologia menggunakan super seiya tidak akan membuatnya gentar, selama waktu yang dia batasi sendiri untuk menggunakan Kutukan Kebanggaan masih tersedia, dia akan terus menghadang.
’Satu menit..., akan aku akhiri dalam satu menit!’ Hazama dan Acnologia memikirkan hal yang sama dalam rentang waktu yang bersamaan.
Hazama yang seharusnya mengambil posisi bertahan melesat cepat, menyisakan jejak angin kencang di tempatnya berada.
Acnologia juga melakukan yang sama dan menggunakan cakar untuk membelah Hazama menjadi lima potongan. Hazama memahami niatnya dan berhasil menahannya, gelar Pahlawan Perisai bukanlah gelar kosong, persoalan pertahanan tidak akan pernah menjadi kelemahannya.
Cakar dan perisai saling menghantam, menimbulkan percikan api kecil dan getaran hebat yang merusak tanah, berkat sepak terjang mereka.
Acnologia menduga serangannya akan ditangkis namun dia memiliki cakar lain, karena itulah kegunaannya memiliki dua tangan yang merupakan senjatanya.
__ADS_1
Sepersekian detik berikutnya, Takumi menerjang dan menahan cakar lainnya, “Sayangnya ini bukan pertarungan satu lawan satu!" Takumi mendorong tombaknya semakin kuat.
Acnologia hendak mengumpat, tetapi hantaman keras di kepalanya, "Ergh!" Acnologia mengerang, berencana mengeluarkan napasnya tetapi orang yang mencengkram kepalanya dengan tangan kecilnya bukan orang sembarangan.
“Peri kecil sialan!” Acnologia mengumpat dan berusaha menyerangnya, tetapi anehnya kedua tangan tidak bisa digerakkan.
“Kebanggaan Sang Singa mengutuk dirimu melalui tangan kanan, selama itu tersambung, tubuhmu akan perlahan membusuk!" Hazama memberi sedikit pencerahan kepada Acnologia, dia berniat membuatnya memutuskan tangannya sendiri.
“Kristal Naga dalam tubuhmu juga memanfaatkan energi alam dan sayangnya aku penguasa energi tersebut dan akan aku serap habis energi itu sampai ke cangkangnya!" Sylph mencengkram kepala Acnologia semakin kuat dan mengalirkan kekuatannya.
Sebagai Ratu peri yang nomor satu dalam penguasaan energi alam, bukan hal sulit dia menyerap energi itu selama kekuatannya bisa mencapai tempatnya.
Sylph perlu waktu mencari Kristal Naga di dalam tubuh Acnologia namun setelah menemukannya dia segera menghisap energinya dalam jumlah besar.
“Yamikari!” Acnologia menggunakan kekuatan cahaya dan gelap yang menyatu dan meledakan daerah sekitarnya dalam radius 20 meter.
Acnologia berhasil melepaskan diri, dengan segera dia melontarkan serangan lain untuk mengulur waktu baginya mencabut tangannya.
“Full Counter!" Hazama menelan seluruh serangannya dan mengembalikannya.
Acnologia hanya mengumpat dalam hati karena tidak memiliki waktu untuk sekedar melepas tangan kanan yang perlahan membusuk, tidak hanya tangan kanannya, tetapi perlahan menjalar ke tubuhnya.
“Manusia rendahan memang begitu menyebalkan saat berkumpul!” Acnologia mengumpulkan energinya, sampai menguras setengah kekuatan tersisa.
Acnologia tidak lagi peduli jika para naga bodoh yang awalnya dia ingin mereka memujanya musnah, sekarang yang perlu dia lakukan adalah membinasakan seluruh kehidupan yang ada, termasuk Rigel yang masih menyerap cahaya dari kehidupan lain.
‘Di mana sikampret itu? Apa dia benar-benar hanya menyaksikan pertarungan ini?! Aku tidak lagi peduli jika dia mati terhadap serangan ini.’ Acnologia mengeluarkan energi super kuat di sekitar tubuhnya, ‘Aku tidak yakin manusia Rigel itu akan mati dengan ledakan, sepertinya memang dia yang perlu diurus.’
Acnologia menyatu dengan angin dalam sekejap mata, telah berada di tempat Rigel yang memiliki titik buta tanpa pertahanan.
Tidak ada yang dapat mengikuti sepak terjangnya sebelumnya, semua orang terkejut dan sekuat tenaga berusaha menghentikan, tetapi tidak perduli seberapa kuat mereka mencoba, tidak akan pernah sempat.
“Berakhir di sini!” Acnologia secepat kilat menggunakan cakarnya untuk menusuk tubuh Rigel.
__ADS_1
Sepersekian detik yang ada, bayangan gadis datang ke lintasan cakar Acnologia, beberapa saat kemudian tubuhnya berlubang dan bersimbah darah, bersamaan dengan itu Pahlawan lain bersamaan memutus tangan Acnologia.
Beruntung Rigel selamat, cakar Acnologia hanya perlu beberapa centimeter untuk mencapai bola cahaya itu, tetapi hal itu tidak patut dibanggakan karena mereka perlu menukar nyawa Rigel dengan nyawa orang lain.