Creator Hero : The Last Hero

Creator Hero : The Last Hero
Ch. 26 — Warth Of Fairyqueen


__ADS_3

Sylph membawa Michael pergi ke tempat yang cukup jauh dari tempat Rigel dan Lucifer. Dua dari mereka tidak mengejar, memilih menghadapi satu sama lain untuk menjajal kedalaman kekuatan masing-masing.


“Baiklah, haruskah kita mulai sekarang?” Lucifer tersenyum sinis, tangannya yang seakan terbakar mengeluarkan suhu panas.


“Bagus, setidaknya aku ingin mengambil kepalamu beberapa kali.” Rigel memasang kuda-kuda dan siap bertempur.


Dilain tempat, Sylph menyerang Michael dengan menerbangkan cahaya kehijauan, sementara Michael hanya mengulurkan tangannya tanpa banyak usaha.


“Seberapa berharga bocah setengah-setengah ini sampai kau menentang kami?!”


Michael tentunya geram ditentang, permainan yang dia buat untuk menghadapi Lucifer dan Pahlawan manusia kacau total saat Sylph ikut campur.


Rencana awalnya adalah dia menculik Priscilla untuk memancing Rigel kemari. Bahkan jika Sylph ikut terlibat, dia berharap Sylph akan berada di pihaknya. Namun siapa yang bisa menebak bahwa yang terjadi justru sebaliknya?


Bahkan jika memang Sylph tidak akan berpaling ke pihaknya, Michael memiliki keyakinan bahwa dia tidak akan berani menentang, apalagi memberontak.


“Lebih berharga dari apapun hingga aku menentang langit! Rageforest!”


Pepohonan tumbuh dari dalam tanah dan uniknya mereka hidup. Lebih tepatnya mereka dapat berjalan dan bahkan mengaum dengan keras. Menggunakan akar untuk melangkah dan menyerang, dedaunannya runtuh dan setiap cabang yang ada menjadi hujan duri bak anak panah yang ditembakkan.


“Ya, tak apalah jika kamu memberontak. Sebagai gantinya akan kulenyapkan dirimu.”


Tanpa gentar dengan murkanya alam di depan mata, Michael mengibas-ngibaskan tangannya dam menciptakan gelombang cahaya yang memotong semua pohon dalam satu gerakan.


Segera dia mengeluarkan cermin dan memperlihatkan kacanya, menampilkan seorang gadis dengan rambut merah kehitaman menyaksikan pertarungan sejak tadi.


“Priscilla!” Jerit Sylph selagi memanggil para peri lain untuk membantunya.


Para peri tingkat tinggi turun tangan dan mengeluarkan lima elemen berbeda dari lima peri tingkat tinggi.


“Usahamu sungguh sia-sia.” Dengan satu gerakan sederhana, Michael mengulurkan jarinya, memperagakan gerakan menembak dan bola cahaya raksasa muncul.

__ADS_1


Semua serangan yang tertuju ke arahnya lenyap ditelan cahaya, begitu juga ke-lima peri tingkat tinggi yang musnah bersama serangannya. Kawah tercipta, tidak ada asap debu berkepul karena yang terkena serangan tersebut, hilang tanpa menyisakan debu.


Sylph sudah menduga akan seperti itu, dia sengaja mengorbankan mereka dan mengambil kesempatan ini untuk mendekati Michael. Dia hanya memiliki satu kesempatan kecil yang tidak bisa di sia-siakan.


Satu kesempatan ini akan menentukan segalanya. Tujuannya adalah cermin di tangan lain Michael, maka tidak ada cara selain memotong tangannya. Mungkin sulit, tapi tidaklah mustahil.


Mengumpulkan seluruh kekuatan di ujung tangannya, terbentuk lingkaran sihir raksasa di langit. Dengan ukurannya, semua orang yang merasakan berbagai benturan hebat pertarungan, mampu melihat lingkaran sihir raksasa itu.


“Sihir apa ... itu?” Tirith yang berada di Britannia, menyaksikan dengan jelas lingkaran sihirnya.


Di medan tempur lain, Rigel yang bertukar serangan api neraka dengan cahaya biru, berhenti sejenak dengan kehadiran kekuatan maha dahsyat yang mereka rasakan.


“Tidak kuduga, ternyata dia memiliki kartu truf semengerikan ini.” Lucifer mengernyitkan alisnya, sadar betul bahwa kekuatan ini hanya dimiliki oleh Sylph.


Rigel juga demikian terkejutnya, bukan dengan betapa besarnya lingkaran sihir dan kekuatan yang berkumpul di dalamnya. Tetapi dengan bagaimana cara sihir itu mendapatkan Kekuatannya.


“Sihir itu ... menyerap kekuatan alam. Baik itu dari dunia ataupun tumbuhan dan roh dari mahkluk yang mati.”


‘Tidak kuduga wanita lembut nan ramah Seperti Sylph memiliki kekuatan yang kejam. Selain itu ... ini mirip dengan apa yang kulihat.’ Pikir Rigel, menyipitkan alisnya.


Apa yang dia lihat ketika menggunakan mata Agamoto dari Takumi, dapat diingat dengan jelas bahwa ada juga sesuatu seperti ini. Dan jika benar begitu, tidak diragukan kekuatan ini mampu menghancurkan Region tanpa jejak.


“Aku harus ke sana ... Aku akan ke sana!” Rigel meninggalkan Lucifer dan terbang menuju Sylph, rasa khawatir menguasainya.


Namun sebuah serangan kuat melesat dan menghentikannya. Jelas hanya Lucifer yang berani mencoba menahan Rigel.


“Meninggalkanku sendiri, betapa tidak sopannya. Setidaknya bermainlah denganku selama beberapa waktu.” Lucifer tersenyum sinis, sungguh menyukai wajah putus asa Rigel.


“KEPARAT!” Teriak Rigel, menyerang Lucifer dengan tujuan menyelesaikan pertarungan secepat mungkin.


Kembali ke pertempuran besar itu. Sayap Sylph terbuka lebar, dirinya berada tepat di depan lingkaran sihir besar tersebut dengan kedua tangan direntangkan.

__ADS_1


“Itu langkah buruk untuk dilakukan, peri rendah. Kamu tidak berpikir mampu membunuhku dengan kekuatan seperti itu, kan?” Dengan tenang, Michael tersenyum mengejek.


Dia yakin perisai ilahi miliknya mampu menahan kerusakan yang bisa terjadi dari serangan Sylph. Sungguh dirinya tidak pernah takut akan hal apapun. Bahkan dengan sihir skala besar itu, di hadapannya hanya teknik rendah.


“Tidak. Namun aku yakin kamu tidak akan lolos tanpa luka.”


Kemungkinan Sylph untuk menang terbilang kecil, terutama waktu di mana matahari bersinar. Malaikat sangat kuat ketika matahari menyinari dunia ini.


Belum lagi dengan pertarungannya melawan Acnologia, Sylph tidak berada di kondisi emasnya. Cukup menguras tenaga melawan Acnologia, untuk itu dia melakukan langkah putus asa dengan menggunakan serangan ini.


“Kalau begitu cobalah serang aku dengan kekuatan jelek itu. Sebagai gantinya aku akan melepaskan cermin ini dari tanganku.” Jelas meremehkan serangan besar milik Sylph, Michael tidak ragu untuk menerimanya.


Merasa jengkel dan terprovokasi ketika Michael memutar-mutar cermin di tangannya, Sylph murka dan tidak memiliki keraguan menggunakan serangannya. Sekalipun merusak dunia ini, sungguh dia tidak lagi mempedulikannya.


Apa yang dia inginkan hanyalah anggota keluarga yang dia anggap demikian. Lantaran tidak begitu memperhatikan apapun yang terjadi kepada manusia, sekalipun serangannya ini menciptakan bencana, selama tidak mempengaruhi hutan peri maka tidak ada masalah.


“Sesuai keinginanmu ... Dengan air mata, terbentuk dan lahirlah kehidupan, saksikanlah murka dari Ratu kehidupan itu sendiri ... Warth Of Fairyqueen!”


Dari langit muncullah cahaya yang berbentuk cabang pohon super besar, terdapat beberapa batang yang memiliki sebuah daun, segera cabang pohon itu menyebar dan memberikan ledakan super masif.


Michael hanya diam dan tersenyum, dia tidak berniat melakukan pergerakan apapun yang berarti selagi puluhan cahaya yang mengirimkan ledakan super masif mendekati.


“Aku penasaran, sekuat apa kekuatan besar yang bergerak sangat lambat itu.”


Selagi cabang besarnya mendekat, senyumnya tidak menghilang. Bahkan ketika bagian paling ujung serangan Sylph mendekat, senyumannya sama sekali tidak menghilang. Diantara senyumannya, beberapa patah kata terucap lembut:


“Pinjamkan aku perisaimu, Kemuel.”


Akar yang mendekat menghantam tanah, ledakan yang lebih besar terbentuk, bayangan pohon super besar terbentuk dan mencapai angkasa hingga bahkan menembus langit.


Tidak hanya meledak, akar tersebut menjerat Michael dan menjalar ke tanah, menyerap segala hal yang tersentuh. Baik itu mahkluk hidup, benda mati, bahkan roh sekalipun akan lenyap terhisap dan diakhir akar itu meledak. Menghancurkan segala hal disekitarnya hingga bahkan melukai semua orang yang ada di sana termasuk Pahlawan dan Pilar iblis.

__ADS_1


__ADS_2