Creator Hero : The Last Hero

Creator Hero : The Last Hero
Ch. 40 — Jangan Mati


__ADS_3

“Ketika langit tak lagi berwarna sama, darah akan menghiasi dunia. Tempat tanah suci, menjadi tanah kematian, neraka dunia, terbentuk berkat permainan bodoh seseorang yang mencari akhir. Dunia— alam semesta hanya berisikan kehidupan, serta kematian.”


Suara mencapai telinga, tubuh mengapung di tempat yang tampak seperti sungai biru dipenuhi kabut, hanya berisikan kesadarannya, alam bawah sadar Rigel.


‘Di mana ini?’ Dia menatap langit-langit hitam tanpa batas, matanya tak lagi memancarkan cahaya kehidupan.


“Akhirnya kita bertemu lagi setelah sekian lama, dan ini akan jadi perjumpaan terakhir kita.”


Suara yang dia akrab dengannya, sungguh tak asing bagi Rigel. Namun masalahnya adalah bagaimana dia bisa ada di sini padahal seharusnya dia takkan pernah muncul lagi.


“Kamu dan pria itu benar-benar keparat ya, menggunakan bagian inti dari jiwaku sebagai wadah dan menghapus jejak jiwa yang kutinggalkan di tubuhmu. Yah biarlah, entah rencana Ayah berhasil atau tidak bukan urusanku lagi.”


Entah apa yang membuatnya kesal dia tampak membenci Rigel selama beberapa saat sebelum wajahnya melunak.


“Dengarlah, kamu tak bisa lari dari takdir. Semenjak kekuatan itu menjadi milikmu, akhir perjalananmu telah ditentukan. Tidak ada jalan keluar, yang tersisa darimu hanyalah tubuh bernyawa, hal terpenting yang dimiliki manusia tidak lagi kamu miliki. Ini perpisahan, tahun-tahun yang kita jalani bersama cukup menyenangkan, saudaraku.”


Suara, bahkan wajahnya begitu identik sama. Itu adalah suara dan wajah Rigel, perbedaannya hanya pada rambutnya yang masih hitam sepenuhnya, berbeda dengan Rigel yang putih seutuhnya.


“Sungguh aneh dipanggil saudara, pada kenyataannya kamu dan keparat itu memanfaatkanku.” Rigel sudah tahu semuanya, tentang apa yang menanti dirinya diakhir.


Mengambil jalan berbeda dengan harapan mendapat akhir berbeda sudah mustahil, seperti apa yang dia katakan bahwa tidak ada lagi jalan untuk melarikan diri.


“Untuk beberapa hal sebagai imbalan telah bersama selama ini, aku membiarkannya meninggalkan beberapa jejak. Di waktu yang jauh hal itu akan muncul dan terkadang tidak, kamu hanya perlu mencarinya. Hal yang dimiliki semua manusia.” Perlahan tubuhnya menghilang seperti debu yang disapu angin, “Selamat tinggal Rigel.” Diakhir dia dengan tulus mengucapkan perpisahan.


Rigel sendirian dengan keheningan. Tidak ada perasaan kesepian, dia tidak merasakan emosi khusus yang biasanya akan dimiliki manusia. Rigel tidak merasa kesepian, atau bahkan sedih begitu mengetahui akhir yang dia tempuh.

__ADS_1


“Sekarang aku paham, mengapa manusia tidak dibiarkan tahu kapan dan seperti apa mereka berakhir.”


Ketakutan, sedih dan tidak tenang dalam hidup akan dirasakan. Semua kehidupan takut akan kenyataan dunia bahwa yang hidup akan menemui kematian.


Perlahan siluet cahaya menyelimutinya, penuh kehangatan yang membawa nostalgia. Tubuhnya terangkat, kesadarannya kembali menuju tubuhnya.


***


Di waktu yang sama, Tirith yang sudah mencapai Region tengah membersihkan tubuh Rigel dengan handuk basah. Tatapannya tampak sedih campur khawatir lantaran Rigel tak memiliki tanda-tanda mencapai kesadarannya.


“Banyak hal terjadi, dimulai Kaisar Surgawi, Legion Of Liberation dan empat pasukan besar terbentuk selama kamu terbaring. Mau sampai kapan kamu tertidur? Ini sudah cukup, jadi cepatlah bangun.” Tirith memohon pelan selagi memindahkan air yang dia gunakan untuk membasahi handuk.


Matanya tampak hitam seperti panda. Tidak hanya kurang tidur karena mengurus banyak dokumen kerajaan, Tirith cukup banyak menangis saat tahu bahwa lagi dan lagi Rigel yang berkorban banyak.


Dia bahkan sempat mengumpat kepada para Pahlawan yang terlalu lemah hingga terus-menerus bergantung kepada Rigel, menempatkannya ke tempat berbahaya.


“Abaikan dua tahun kekosongan, dua tahun saat ini waktu yang kamu habiskan untuk dirimu sendiri sangat sedikit. Kamu terus berjuang, tak kenal lelah seakan hanya ada kamu di dunia ini.”


Itu kenyataannya, sejak muncul dan menghancurkan pernikahannya dengan Takatsumi, Rigel membuat kegemparan dengan pembelian budak besar-besaran hingga bahkan untuk pertama kalinya, ada sosok yang menumbangkan Malapetaka.


Membangun Region, menciptakan banyak teknologi mutakhir yang perlahan membangun peradaban di mana hidup tanpa bergantung kepada sihir dimungkinkan.


Bahkan sampai kini banyak peneliti dan Alchemist hebat berkumpul di Region atas undangan Asoka untuk membantu mempelajari teknologi yang dibuat Rigel dan menyebarkan ilmunya.


Peradaban manusia perlahan berubah pesat. Tidak hanya itu, Demi-human membeli kebebasan dengan percaya kepada Rigel dan Asoka yang membawa perubahan bagi mereka. Meski hanya rumor, ada yang mengatakan bahwa beberapa ras mendewakan Rigel dan Asoka sebagai Apostle.

__ADS_1


“Peradaban mulai berubah, dunia ikut berubah. Kekacauan yang ditinggalkan Ibuku takkan selesai sampai kamu bangun, Raja Peri.”


Cahaya merah muda berkumpul di sisi lain Rigel, membentuk sosok gadis kecil dengan rambut kemerahan yang cantik. Tatapannya sedih campur kecewa dan pahit.


Kenyataannya bahwa Rigel adalah Raja Peri menunjukkan bahwa dia bisa disebut Ayah tiri Priscilla. Meski Sylph dan dirinya tidak memiliki hubungan darah, tapi jiwa dan hati mereka sudah saling terikat seakan Ibu-anak sesungguhnya.


Tirith tidak lagi terkejut, dia telah mengenal Priscilla. Beberapa waktu belakangan ini Priscilla kerap mengunjungi Rigel dan mereka sering bertengkar tentang siapa yang akan merawat Rigel.


“Ada hal penting yang kamu perlu dengar Rigel, tentang hal yang kukatakan di Labyrinth terakhir kali. Nasibmu, adalah apa yang harus kamu ketahui, harus kamu rubah.”


Dia masih ingat pemandangan di mana tidak ada kehidupan yang tersisa di dunia ini, sebuah tempat diantara kehidupan dan kematian, penciptaan dan penghancuran.


Masing-masing dari mereka menggenggam tangan Rigel yang uniknya tumbuh seperti ekor cicak, bahkan matanya tak lagi sesuatu yang terbuat dari logam dan kaca.


“Jangan mati, Rigel.”


“Aku takkan mati ... Tanpa melakukan apapun kepada kalian para wanita.”


Suara yang membawa nostalgia, mata biru yang terbuka sedikit, sedikit seringai kecil di bibirnya, Rigel tersadar.


...***...


Yo, ini Author. Mungkin tidak mengejutkan dengan betapa seringnya saya menghilang tanpa update dan tanpa peringatan. Namun kali ini maafkan atas ketidaknyamanannya karena saya akan menghilang kembali, setidaknya yang terburuk hingga akhir tahun.


Bukan untuk melanjutkan Creator Hero ataupun kondisi kesehatan, bukan juga putus cinta atau patah hati. Namun ini sesuatu yang saya tunda selama beberapa waktu yaitu adaptasi.

__ADS_1


Waktunya tak bisa lagi ditunda, saya tidak bisa berleha-leha. Seseorang takkan bisa mendayung dua perahu seorang diri. Sekali lagi maaf atas hal ini.


__ADS_2