Creator Hero : The Last Hero

Creator Hero : The Last Hero
Ch. 41 — Pria Yang Mencari Kematian


__ADS_3

“Makanmu sangat banyak meskipun baru terbangun setelah beberapa waktu tak sadarkan diri, Rigel.”


Menyaksikan pemandangan menakjubkan di mana koki Region kewalahan datang-pergi hanya untuk menghidangkan makanan untuk Rigel. Tidak ada yang salahnya dengan makan karena termasuk kebutuhan penting manusia namun nafsu makannya melampaui manusia!


Berbicara tentang ruang makan, terdapat Takumi, Yuri, Hazama dan dua gadis lain di sisi Rigel. Sisa Pahlawan lainnya tampak sedang berkeliling di Region.


“Dua minggu? Mungkin hampir sebulan lebih aku tidak sadarkan diri. Sungguh wajar rasa lapar menghantui perutku.”


“Yang paling tidak wajar adalah kamu tetap sehat meski tidur seperti orang mati!” Melihat temannya sehat Takumi tentu bersuka cita namun begitu memperhatikan tumpukan piring di kedua sisi dia hanya bisa menggelengkan kepala, “Bahkan di anime Jepang, orang kuat identik dengan makan banyak.”


Tanpa makan atau minum, bahkan buang air. Rigel tidur, mungkin lebih tepatnya tidak sadarkan diri dalam waktu yang lama. Akibat pertarungan terakhir menguras lebih banyak tenaganya dan terpaksalah dia memainkan hal yang biasanya tidak dia lakukan.


Bukan kebutuhan yang krusial namun ini adalah salah satu bentuk perlawanan Rigel terhadap sesuatu yang menantinya.


“Makanlah secara perlahan, Rigel. Sini, aku akan menyuapimu.” Di sisi kanan terdapat Priscilla dengan wujud dewasa yang tidak pergi semenjak Rigel bangun, dengan lembut dia mengambil sendok dan berniat menyuapinya.


Rigel tak menolak dan dengan sukarela memakannya, membuat Tirith di sisinya yang lain menggembungkan pipi.


“Jangan bermesraan dengan priaku!” Tirith menepis tangan Priscilla yang berniat memasukkan daging ke mulut Rigel, “Ini hakku untuk menyuapinya!”


“Ara, gadis kecil. Sungguh tidak sopan menolak orang yang dengan tulus menunjukkan kasih sayangnya kepada pria yang dia cintai. Lagipun umurmu belum cukup untuk bersanding dengannya, lihatlah betapa menyedihkannya buah itu.” Priscilla berdiri serentak, membusungkan dada dan membuatnya bergoyang.


Tirith mengernyitkan alis begitu melihat kedua buah itu bergoyang. Memang miliknya tidak besar namun mau bagaimanapun Rigel memandangnya bahwa itu hanyalah tonjolan lemak, teramat besar justru aneh dilihat.


“Bagimu yang sudah hidup sejak seribu tahun lalu, jelas aku adalah anak kecil.” Tirith mengakui hal itu mengingat Priscilla telah hadir sejak Pahlawan generasi sebelumnya, “Namun tidakkah tahu malu nenek tua seribu tahun mengincar pria muda? Entah riasan apa yang kamu pakai di wajah namun bagian bawah itu pasti keriput!”

__ADS_1


“K—Sialan kamu gadis kecil!” Priscilla berniat memulai perkelahian kecil dengan Tirith.


“Hah~, menjengkelkan.” Rigel menghela napas lelah, menjentikkan jari dan memunculkan duri besi tajam yang nyaris menusuk leher Priscilla dan Tirith hingga membungkam mulut mereka, “Ini lebih baik.” Rigel tersenyum puas dan mengangguk.


Yuri dan Takumi saling memandang, mereka tersenyum kecut melihat tindakan Rigel yang terbilang berlebihan.


Beberapa menit setelah keheningan dan Rigel menyelesaikan makanannya, wajahnya yang santai kembali serius seperti sedia kala. Rigel paham melewatkan banyak hal dan karena itu setidaknya dia ingin waktu santai saat makan sebelum memutar otaknya dengan keras.


“Sekarang, mari jelaskan padaku apa yang terjadi sejak pertarungan itu.”


Takumi dan Yuri menjelaskan secara bergantian tentang banyak peristiwa yang dilewati Rigel. Dimulai dari. terpilihnya Asoka sebagai Kaisar Surgawi, bersatunya umat manusia di bawah kendalinya dan bahkan Demi-human memberikan uluran tangan karena Asoka membebaskan perbudakan di dunia ini.


Pembentukan pasukan Legion Of Liberation menjadi hal yang paling mengejutkan Rigel dari segala hal yang dia lewati, dia tidak menyangka bahwa akan terkumpul empat pasukan besar yang akan membawa mereka ke Ragnarok.


“Di bawah perintah Kaisar Surgawi, Asoka. Para Raja lain melatih pasukan sampai waktunya tiba, Kaisar Surgawi juga memberikan perintah berlatih penggunaan senjata modern di bawah naungan bangsawan Ainsworth dan veteran yang telah mahir menggunakannya.”


Dia sudah meramalkan jika Asoka akan menjadi Kaisar Surgawi, sekalipun bukan dia, kandidat lain cukup mudah dimanipulasi.


“Pilihan bijaksana untuk menyuruh Natalia dan keluarga Ainsworth mengingat mereka adalah Weapon Master, sekumpulan orang hebat yang mampu menggunakan berbagai senjata sekalipun asing di tanah ini.”


Tanpa keberadaan Rigel, dunia ini takkan pernah tahu betapa mengerikannya nuklir dan timah panas dari bumi, senjata yang mampu memusnahkan umat manusia. Meski sihir jauh lebih kuat namun penggunaannya sendiri bukan tidak terbatas.


Semakin kuat sihir yang digunakan semakin banyak konsumsi mana.


“Selain itu, ada hal lain yang penting untuk disampaikan. Salah satunya adalah apa yang ingin Nona Natalia sampaikan hanya ketika kamu sadarkan diri, Rigel.” Yuri tampak serius dengan perkataannya.

__ADS_1


Rigel tidak tahu apa itu namun dari penjelasan kecil Takumi, ada sosok misterius yang menghampiri Rigel saat dia terkapar selepas pertarungan.


Tidak diketahui apa atau siapa itu namun dari spekulasi saat ini sosok itu berasal dari seribu tahun yang lalu dan keanehan nyata adalah dia mengenali Rigel.


“Ada banyak hal yang ganjil, segalanya merujuk pada seribu tahun di masa lalu.” Gumam Rigel ketika menemukan banyak hal yang tak dimengerti.


Banyak misteri tak terjawab sampai-sampai dia ingin kembali ke masa lalu untuk menjawab semua pertanyaan yang ada. Segera dia melewati sesuatu yang penting, Rigel undur diri dan menarik Priscilla ke ruang kendali Ciel.


Dia dapat melihat wajah Tirith yang tampak sedih dan khawatir, seolah dirinya diduakan namun Rigel tidak begitu peduli dengan apa yang dia rasakan.


...***...


“Sekarang aku ingin memberitahumu hal penting, Priscilla. Kuyakin kamu sadar bahwa aku Raja Peri, pria yang menikahi Sylph Ibumu.” Melihat Priscilla mengangguk Rigel melanjutkan penjelasannya, “Maka kamu tahu bahwa cepat atau lambat upacara penobatanmu sebagai Ratu akan dilaksanakan namun sebelum itu ... Apakah kamu ingat segala hal yang terjadi di Labyrinth Neraka? Melihat kamu masih mengenaliku cukup menjelaskan kamu tidak melupakan tempat itu.”


Masalahnya adalah sejauh mana dia bisa mengingatnya, kata-kata terakhir yang diberikannya saat perpisahan terakhir tak bisa dilupakan olehnya, selain itu Rigel kini menahan maknanya.


Priscilla menarik napas dalam, sejak awal dia memang ingin menyampaikan hal menyedihkan ini.


“Kamu pasti tahu kisahku yang mengorbankan tubuh untuk menyegel Tortoise. Seharusnya itu merenggut nyawa hingga jiwaku.”


“Faktanya tubuhmu hanya tertidur dan jiwamu sampai ke tempat itu.” Rigel melengkapi kata-kata Priscilla.


Dia yang seharusnya mengorbankan semua untuk menyegel Tortoise harusnya takkan lagi memiliki kesempatan melihat dunia, namun entah bagaimana jiwanya pergi ke tempat bernama Labyrinth Neraka.


Suatu kebetulan? Jika begitu kebetulan yang sangat lucu bahwa ada lebih dari sepuluh juta jiwa terkumpul di sana.

__ADS_1


“Ya, faktanya aku tetap hidup. Meski hanya jiwa dan di tempat asing, aku hidup.” Priscilla memejamkan mata, membukanya dan terlihat pahit serta sedih, “Setibanya di sana, aku bukanlah yang pertama. Tempat itu sudah memiliki cukup banyak orang. Diantara semuanya, orang yang pertama kutemui adalah ... Pria yang meniadakan segalanya, sosok yang mencari kematian.”


__ADS_2