Creator Hero : The Last Hero

Creator Hero : The Last Hero
Ch. 121 — Epilog & Afterword


__ADS_3

Bell berbunyi, waktu bagi anak-anak TK untuk pulang dan mereka mengucapkan salam kepada guru mereka.


“Sampai jumpa besok, Bu!”


“Ya. Kalian juga hati-hati dalam perjalanan.”


“Yuri, mau main ke taman setelah ini?”


“Ayo! Mari ajak Nadia, Hazama, Ray dan yang lainnya!”


“Ya!”


Melihat kepergian mereka, guru tersebut tersenyum lembut, wanita yang terlihat sudah cukup tua dan berusia hampir empat puluhan. Selesai mengerjakan tugasnya dia segera menuju ke rumahnya.


Dalam perjalanan dia sempat berhenti di depan panti asuhan, terdapat sosok yang ingin dia jumpai namun tak pernah bisa. Dia merasa malu untuk menemuinya dan takut akan dibenci. Mengamati dari kejauhan adalah kebiasaannya, tanpa pernah menyapanya karena rasa takut.


“Ke mana dia? Lima tahun belakangan ini tak terlihat.” Tatapannya sedih karena telah merindu cukup lama, ada dorongan untuk memeluknya namun rasa takut kerap menguasai.


Dia segera pergi karena menyerah untuk melihatnya kali ini, tetapi tak lama seseorang memanggilnya dari belakang.


“Apa kamu mencari sesuatu?”


Wanita itu segera berbalik dan membalas, “Ah, tidak. Aku hanya kebetulan teringat sesuatu ...”


Wanita itu terdiam ketika menatap pria yang berbicara dengannya. Wajah tampan rupawan dengan rambut putih dan mata berbeda warna. Kakinya panjang dan tubuhnya sangat langsing, pakaian kemeja putih dan celana hitam panjang.


Baik tua atau muda, wanita manapun akan tertarik kepadanya dan langsung jatuh hati sekali pandang, tetapi wanita itu tak bisa memiliki perasaan tersebut karena pria tersebut memiliki hubungan dengannya.


“Apa kamu Rigel? Kamu berubah drastis dengan dirimu ketika sekolah dasar.”


“Ya, Bu Fortuna masih tampak cantik seperti dulu.”


“Ha ha ha, kamu terlalu memuji. Omong-omong apa yang kamu lakukan sekarang?”

__ADS_1


“Aku? Tidak ada. Aku hanya ingin menemuimu ... Ibu.”


Mendengar kata yang sungguh dirindukan dan diinginkannya, wanita itu tak kuasa menahan air matanya. Dia berusaha menyangkal tetapi apa daya, yang keluar tak bisa kembali.


“Aku telah mengetahui segalanya. Ibu meninggalkanku karena tak mampu merawatku setelah kematian Ayah, dan harus menjual diri lalu akhirnya menjadi guru.”


“Kamu ... sudah besar, Rigel!” Tak kuasa menahannya Fortuna membuang buku yang dia bawa dam berlari memeluk putra semata wayang yang lama tidak dia temui.


...—Afterword—...


21 - 09 - 2020 ~ 17 - 04 - 2022.


Butuh hampir dua tahun untuk menyelesaikan cerita ini. Dalam prosesnya ada begitu banyak sula dan duka, banyak pengalaman yang saya ambil dari menuliskan cerita ini.


The Legends Of Creator Hero dan sekuel kedua The Last Of Hero, novel pertama yang saya kerjakan. Begitu banyak kekacauan dan plot yang tidak terselesaikan namun saya berterima kasih karena kalian bertahan sampai ke titik ini.


Endingnya mungkin cukup absurd dan karena itu saya ingin menjabarkannya.


Pahlawan Creator, dan skill Creator. Alasan mengapa hanya Creator Hero yang tak memiliki senjata karena di generasi sebelumnya senjata pahlawan pernah hancur oleh Aludra. Awalnya saya ingin membuat trilogi dan menuliskan kisahnya, tetapi ada cerita lain yang membuat saya mengurungkan niat. Sebagai ganti hancurnya senjata tersebut, sosok yang lebih tinggi dan menciptakan Dewa-dewa, Absolute Creation, menunjukkan kuasanya kepada Azartooth dengan memberikan skill Creator untuk menggantikan senjata yang hancur.


Dia berkeinginan membuktikan apakah sosok yang lebih tinggi darinya ada atau tidak. Karena itu sia memulai perang diantara Dewa-dewi tetapi karena tak ada respon, dia memutuskan membunuh semuanya. Singkatnya, cerita tentang Ragnarok, tiga fraksi dewa, hannyalah kiasan yang dibuat olehnya.


Dewa akan bereinkarnasi ketika mati, tetapi Void dengan kekuatan penuh bisa melenyapkan unsur reinkarnasi.


Absolute Creation.


Sosok yang menciptakan keseluruhan alam semesta dan para Dewa. Mudahnya, Rigel makhluk 2D, Azartooth dan para dewa makhluk 3D, dan Absolute Creation makhluk 4D.


Pillar Of Creation.


Seperti maknanya, Pillar Penciptaan. Ini akan menjadi hal yang tak bisa saya ceritakan karena nantinya, tempat ini akan menjadi penghubung diantara cerita fantasi yang saya buat.


Kesimpulan.

__ADS_1


Apa kesimpulan dari cerita ini? Bukan saya yang akan menyimpulkannya, tetapi kalian. Spekulasi yang kalian miliki akan menjadi kesimpulan dari cerita ini. Kalian bebas mengartikannya seperti apa karena tujuan saya adalah membuat kalian memikirkan makna dari cerita ini.


Namun jika harus, saya akan mengungkapkan pemikiran awal ketika memasukkan Void ke dalam kisah ini.


Tentang keabadian dan kehidupan.


Sejujurnya kehidupan itu menyedihkan di berbagai hal. Dalam perjalanan hidup ini kita akan selalu menemukan yang namanya kehilangan. Baik itu harta benda, keluarga, hingga teman-teman. Setelah mengalami hal-hal tersebut, suatu waktu, di masa depan kita akan menghilang. Orang-orang yang mengenal kita akan hilang hingga akhirnya kalian akan dilupakan oleh waktu yang terus berputar. Lalu apa yang kalian temukan dan rasakan bila kematian tiba? Itulah kehampaan, kekosongan dan ketiadaan.


Keabadian bukan juga hal indah. Berumur panjang tanpa pernah mati sama artinya kalian akan melihat orang-orang yang kalian kenal dan sayangi gugur.


Lalu ketika buku besar berjudul manusia, yang dimulai adam dan hawa berakhir. Apa yang akan ditemukan makhluk yang abadi? Kekosongan, kehampaan, dan ketiadaan. Dan Rigel, mengemban satu tugas terakhir untuk menemukan jawaban ketika segala yang ada menjadi tiada.


Kehidupan menyedihkan, tidak pernah hidup sama sekali juga mengerikan. Sebagai bagian dari buku berjudul Manusia, kita hanya perlu menjalani kehidupan tanpa membuang-buang waktu. Jadilah berguna bagi orang lain dan dunia.


Big bang adalah awal, dan pastinya setiap awal akan memiliki akhirnya. Alam semesta penuh anomali dan misterius. Kalian yang harus menyimpulkan kisah ini karena itu akan menunjukkan pemikiran kalian tentang dunia, dan kehidupan.


Saya memilih Creator, karena segala sesuatu yang ada di dunia ini pasti ada yang menciptakannya.


Lalu Void, atau kehampaan. Segala sesuatu akan lenyap dan hanya ada kekosongan, kehampaan abadi. Itulah arti Void, di mana akan tiba waktu segala sesuatu hancur dan menjadi tempat yang kosong sepenuhnya.


Jika kalian masih ada yang tak dipahami, katakan saja di komentar karena saya terbuka untuk pertanyaan. Jika kalian memiliki spekulasi tentang cerita ini, tolong berikan komentar.


Waktu yang luas dan tak terlukiskan akan berputar berulang kali, menuntun untuk saling menjangkau dan bertemu, hanya untuk berpisah.


Creator Hero selesai sampai sini, perpisahan tiba. Tetapi bagi mereka yang menyukai karya-karya saya, ini bukanlah akhir. Lalu bagi kalian yang berharap kemunculan Rigel, di karya fantasi lain, dia mungkin ada.


Lalu jangan lupa baca karya saya dengan judul The Degree yang sedang saya ikut lombakan. Lalu ada juga Tujuh Kunci Pleiades yang bisa kalian baca.


Sekian, di lain kesempatan kita akan bertemu. Sampai jumpa.


^^^...17 April 2022...^^^


^^^Penulis^^^

__ADS_1


Sempatkan diri mampir ke karya saya yang lainnya.



__ADS_2