
“Hoargh!” Ozaru mengaum keras dengan wujud sejatinya.
Berkat kematian gadis terkasihnya dia menjadi makhluk yang seakan hilang akal dan menghajar naga besar yang dikenal Acnologia dengan liar. Dengan tubuh sebesar itu, mereka saling bertukar pukulan dengan kecepatan diluar nalar.
Mereka berdua semakin menjauh dari medan perang utama, sebuah tempat yang masih dihiasi pepohonan dan sangat cocok untuk menjadi lokasi pertarungan mereka yang penuh kehancuran.
Acnologia mengaum dan memanjangkan cakarnya namun Ozaru membaca serangannya dan menyilangkan tinjunya. Dia berhasil menghindari serangan Acnologia yang tertuju pada wajahnya, tetapi tangan yang menahan serangan tersebut tetaplah terluka.
“Aku menduga kamu memiliki aura berbeda, ternyata kamu bukan seorang manusia, ya ... ” Acnologia terbang ke udara selagi menatap Ozaru.
Di kehidupannya yang terbilang panjang, tidak sekalipun dia menemukan sosok seperti Ozaru, bahkan pendahulunya Pahlawan tongkat adalah seorang manusia biasa sehingga Ozaru adalah mahkluk lain selain manusia yang dipanggil untuk menjadi Pahlawan.
Kekuatannya sendiri jelas bukan berasal dari senjata yang umumnya langsung diberikan kepada mereka yang dipanggil dari dunia lain untuk menjadi Pahlawan, hanya saja—
‘Kekuatan tongkatnya jelas bukan senjata Pahlawan, aku tidak ingat tongkat itu bisa memanjangkan dan memperbesar sesukanya ... ’ Acnologia menajamkan matanya selagi mengirimkan tebasan besar terus menerus.
Pernah suatu ketika dia berhadapan dengan Pahlawan tongkat generasi sebelumnya, dia akui bahwa Pahlawan itu memiliki kekuatan yang sangat mengerikan, mengingat dia tiga terkuat diantara Pahlawan.
Meskipun kekuatannya mengerikan, tingkat yang dia gunakan tidak dapat berubah menjadi sangat besar ataupun memanjang.
“Terpampang jelas dalam ingatanku bahwa senjata kalian sama persis dengan pendahulunya, hanya tongkatmu yang berbeda. Sepertinya senjata dunia ini dan tongkat dari asalmu bergabung.” Acnologia mengambil kesimpulan sepihak.
Dia tidak memiliki bukti namun bukannya tidak mungkin hal seperti itu terjadi. Spirit Heroes adalah satu dari beberapa misteri dunia yang tidak dapat terpecahkan, bahkan para peri sendiri tidak tahu menahu tentang Spirit Heroes, mereka hanya menganggap Spirit Heroes berasal dari Dewa.
Lain halnya dengan mereka, Acnologia justru mencurigai asal-usul Spirit Heroes, dia sendiri pernah mencoba menyelidikinya namun tidak ada jawaban yang dia dapatkan.
‘Sama seperti halnya Kuil Kebenaran yang telah dihancurkan pria itu seribu tahun lalu, ada sangat banyak misteri yang terkubur bersama dengan jawabannya.’ Acnologia hanya bisa mengumpat, meskipun dia telah hidup dari jaman para Dewa turun namun pengetahuannya tidaklah luas.
__ADS_1
“Hoaargh!” Ozaru melompat tinggi dan mengayunkan tongkat raksasanya.
Acnologia yang merenungkan pikirannya sendiri tersentak dan menjauh dari lintasan serangan Ozaru. Acnologia mengirimkan puluhan bola hitam dan putih namun tidak satupun berhasil mengenai Ozaru.
“Ku ... Bunuh kau-!” Ozaru mengerang dan menatap sinis Acnologia.
Matanya berkilau merah, tubuhnya menciptakan sengatan listrik yang berkumpul di sekitarnya dan mengalir masuk ke tongkatnya. Awan keemasan berkumpul dan memadat di bawah kakinya, membuat Ozaru melayang bebas di udara.
“Kinton!” petir menyambar hebat dan seketika Ozaru menghilang dari tempatnya.
Begitu dia menyadarinya, Ozaru sudah berada di belakangnya dan tongkat panjangnya memukul Acnologia ke darat. Acnologia mengerang dan memberikan serangan balasan yang sangat kuat, cukup kuat menghancurkan awan Kinton Ozaru dan mereka berdua sama-sama terjun bebas.
Acnologia berniat melancarkan serangan lain namun tongkat besar Ozaru memanjang dan mendorong tubuhnya jatuh lebih cepat.
‘Meskipun tidak akan membunuhku, dampak yang kuterima tidak akan ringan!’ Ozaru mengumpat dalam hatinya.
Acnologia tidak pernah menduga bahwa selain Rigel, terdapat Pahlawan lain yang cukup kuat untuk berimbang dengannya. Dia sadar tidak akan dapat menyimpan banyak kekuatan di pertarungan ini, alasannya menahan diri karena lawannya mungkin bukan para Pahlawan saja.
‘Orang itu masih belum bergerak, sepertinya dia sedang menunggu sesuatu atau hal lainnya ... Aku harap dia tidak menungguku kelelahan dan menjadi musuhku.’ Acnologia berdecak kesal dan mengumpulkan energi dalam jumlah besar.
Dia tidak tahu apakah orang itu ada di pihaknya atau tidak, namun jika dia ingin tetap menyaksikannya sampai akhir, dia perlu mengeluarkan kekuatannya sekarang.
“Cahaya Pembalik Surga!” Acnologia mengeluarkan sinar, sekejap dia sudah menghilang dan berada di atas Ozaru.
Acnologia menggunakan taringnya untuk menggigit tengkuk Ozaru meskipun tidak benar-benar tepat menggigit di tengkuknya. Dia sedikit meleset dari tempat dia menuju namun tidak masalah. Lagipula niatnya sangat jelas yaitu memenggal kepala Ozaru. Dia sangat yakin dengan kekuatan rahangnya yang bahkan sanggup menghaluskan Adamantite.
“Groaawr!” Ozaru mengerang keras dan membuka mulutnya selebar yang dia bisa.
__ADS_1
Acnologia yang awalnya di atas angin kini mengalirkan lebih banyak kekuatan ke rahangnya. Dia tidak pernah berpikir bahwa Ozaru akan menggigitnya balik dan sama-sama berusaha memenggal kepala satu sama lainnya.
‘Bagaimana bisa monyet ini masih memiliki kekuatan sebesar ini?!’ Acnologia mulai merasakan hangatnya darah di punggungnya.
Awalnya Acnologia berpikir bahwa Ozaru tidak akan memiliki kekuatan yang besar, mengingat dia menggunakan banyak kekuatan sejak awal. Sayangnya dia terlalu meremehkannya, dia selalu berpikir bahwa hanya Rigel yang mampu menyainginya.
Tanpa pernah dia sadari, monsternya monster berada di belakang punggung orang yang paling dia waspadai. Jika harus membandingkannya, perbedaan kekuatan antara Ozaru dan Rigel di tahap tiga bisa dibilang imbang.
‘Aku tidak bisa terus berlama-lama, perasaanku tidak enak!’
Acnologia mencakar-cakar tubuh Ozaru dengan putus asa, sesekali dia mengeluarkan energi hitam dan putih untuk melemahkan Ozaru, namun yang mengejutkannya petir menyambar mereka dari langit.
‘Petir ini membuatku sedikit lemas...’
Acnologia menyadari bahwa nampaknya Ozaru mengambil tindakan yang sama dengan tujuan melemahkan lawan di depannya. Kekuatan mereka saat ini berimbang, mereka jelas bisa bertahan dalam posisi seperti ini selama setengah jam, namun mereka yang terjun bebas akan jatuh lebih cepat.
‘Benar! Jika aku membuat monyet jelek ini menghantam tanah, kekuatannya pasti akan berkurang dan menjadi kemenanganku!’ Acnologia berusaha membuat Ozaru jatuh duluan.
Seakan menyadari niat masing-masing, mereka kembali mengerahkan seluruh kekuatan untuk menjatuhkan satu sama lain. Ozaru berusaha memanggil tongkatnya, namun Acnologia menahannya.
Lima ratus kaki mencapai daratan, Acnologia berhasil membuat Ozaru berada di bawahnya. Seketika melihat daratan tanah sangat dekat, dia sedikit lengah sehingga Ozaru memanfaatkannya dan membalikkan posisi.
Acnologia jatuh dengan sangat keras, seperti meteor logam yang menembak atmosfer.
“Groawrr!!” Ozaru berteriak dengan sangat kuat sampai memekakkan telinga.
Di bawahnya, terdapat tubuh seekor naga yang berjalan dengan kedua kaki. Pemandangan itu tentunya membuat semuanya terperangah dan tidak bisa menutup mulut mereka.
__ADS_1
Pemandangan sang Raja kera menginjak tubuh naga tanpa kepala, mengangkat kepala naga tersebut ke langit, seakan menunjukkannya kepada gadis terkasih yang sekarang berada di surga, bahwa dirinya berhasil membalaskan dendam