
Di Region, semua orang dari berbagai kalangan termasuk rakyat Demi-human yang dibebaskan Rigel dari perbudakan dan mereka yang diselamatkan Asoka berkumpul di depan istana dengan penuh rasa kekhawatiran.
Bagaimana tidak? Kabar bahwa para Pahlawan termasuk Rigel dan Raja Region kembali sudah sampai di telinga mereka begitu Leo memberikan siaran tentang keberhasilan penaklukan naga.
Leo menyebutkan bahwa akan ada beberapa pemberitahuan lain nantinya, namun untuk sekarang ini cukupkan dengan fakta bahwa mereka berhasil mengalahkan Malapetaka terakhir.
“Kira-kira bagaimana keadaan Pahlawan Rigel dan Yang Mulia Asoka, ya?”
“Entahlah, tidak ada pemberitahuan tentang kematian ataupun siapa saja yang selamat. Hanya ada fakta bahwa para pejuang berhasil membebaskan dunia dari Monster Malapetaka.”
“Bagaimana menurutmu tentang para prajurit yang ikut andil? Jika para Pahlawan kembali langsung ke istana dengan teleportasi, apa mungkin para prajurit ikut bersama mereka??”
“Aku pikir tidak. Meskipun ada alat teleportasi yang diciptakan Tuan Rigel, seharusnya suara bisik mereka sudah terdengar sekarang ini.”
“Selain itu, tidak ada kebahagiaan apapun yang tersirat dari pengumuman sebelumnya.”
Seperti apa yang dibicarakan para warga bahwa suasana istana terlalu hening sampai-sampai seakan kosong. Jika saja para prajurit kembali bersama Pahlawan, seharusnya armor yang berdenting dapat terdengar.
Meski kecil, mayoritas penduduk Region adalah Demi-human. Dengan pendengaran hewani mereka dapat mendengar suara dari kejauhan.
Mengenai pengumuman yang diberikan Leo sebelumnya, memang fakta bahwa nada suaranya tidak terdengar bahagia seperti karakternya yang biasa. Belum lagi pengumuman yang dia sampaikan berupa:
“Semuanya tolong dengarkan. Ini adalah berita yang akan segera tersebar, tetapi sebagai warga Region ada baiknya kalian diberitahu terlebih dahulu. Penaklukan berhasil, Acnologia telah dikalahkan berkat para Pahlawan. Pengumuman lebih lanjut akan diberikan nanti setelah semua membaik.”
‘Setelah semua membaik’ kata-kata itu meninggalkan kesan bahwa sekarang semuanya sedang tidak baik saja. Untuk hal itu warga Region berkumpul di depan gerbang istana tanpa diperintah, mereka tidak tahan untuk mengetahui keselamatan Raja dan Pahlawan Creator.
Mereka sama sekali tidak mengharapkan pesta atau semacamnya, karena mendapatkan kesejahteraan dari perbudakan adalah kepuasan terbesar mereka sampai tidak menginginkan apapun lagi dari Pahlawan Creator ataupun Raja mereka.
Yang ingin diketahui penduduk Region adalah keselamatan Raja Asoka, Pahlawan Rigel, dan para eksekutif Region lainnya.
Sementara itu di dalam istana yang kini diisolasi agar orang luar tidak berkepentingan masuk, suasananya cukup suram. Para pelayan dan kesatria yang berada di sana seakan muram, tidak ada kebahagiaan meski terpapar fakta bahwa penaklukan berhasil.
__ADS_1
Bagaimana tidak dikarenakan kondisi para Pahlawan, eksekutif Region dan kandidat Kaisar Surgawi pulang dengan keadaan tidak bisa dibilang baik. Belum lagi ketidakhadiran kesatria yang ikut andil, jelas ditebak bahwa mereka semua gugur.
Tidak hanya itu tetapi Gahdevi ikut gugur, dan pemimpin Adventure Assosiasi, Evankhell sedang sekarat dan menuju kematiannya.
Mereka jelas takut hingga muram, dunia ini sangat keras dan entah perlu berapa kali mereka ditampar kenyataan. Hanya karena benda-benda canggih yang dibuat Rigel membuat manusia berpikir bahwa memenangkan perang sudah dipastikan.
Namun dari peristiwa ini mereka perlu ingat satu hal. Tidak peduli seberapa hebat senjata yang mereka miliki, dua ras lainnya masihlah sangat kuat untuk dikalahkan.
“Bagaimana kondisi Tuan Rigel?” Tanya Ray dengan tergesa-gesa begitu melihat tabib istana keluar dari kamar Rigel.
Meskipun kondisi yang dimiliki Ray tidak begitu baik sampai harus dibantu berjalan oleh seorang pengawal, kekhawatirannya kepada Rigel sangat besar lebih dari kepeduliannya kepada kondisinya sendiri.
“Saya tidak bisa berbuat banyak untuk membantu beliau sadar. Tetapi kondisinya dijamin baik, mungkin Pahlawan Rigel akan tertidur selama beberapa waktu.” Tabib tersebut sedikit bermasalah dan merasa tidak berguna.
Awalnya dia sudah bersemangat karena akan menjadi orang terpilih untuk menyembuhkan para Pahlawan. Namun begitu melihat kondisi mereka, sungguh dia menyesalinya.
Pertarungan macam apa yang mereka lalui hingga semua babak belur? Dua Pahlawan diselimuti kutukan kuat, dua termasuk Rigel tidak sadarkan diri, sisanya membutuhkan istirahat dalam waktu yang tidak sebentar.
Ray seharusnya salah satu dari orang yang harus beristirahat, tetapi dia mengabaikan hal itu, menganggap dirinya baik-baik saja setelah meminum potion penyembuhan.
Mendengar apa yang dikatakan prajurit itu, Ray menggigit bibirnya dengan pahit. Benar fakta bahwa tidak ada orang yang mampu menyelesaikan situasi di luar untuk saat ini.
Kandidat Kaisar butuh dua hari istirahat, sementara Natalia tanpa istirahat sibuk menyiapkan orang untuk menyebarkan kabar tentang berhasilnya penaklukan dan tentang pengumuman penting yang akan diberitahukan saat Rigel sadarkan diri.
“Baiklah. Bagaimana dengan penjagaan istana?”
“Semuanya baik. Jendral Odin dan Tuan Fang menyebarkan prajurit dipenjuru istana serta negara. Lalu, Leo juga telah mengoperasikan sistem yang mana hanya dia dan Tuan Rigel yang memiliki kendali atasnya.”
Cukup disyukuri bahwa orang-orang di sekitar Rigel sangatlah kompeten, termasuk Leo yang masih seorang anak-anak dalam masa pertumbuhan.
Mungkin ada banyak kekhawatiran, tetapi membuat kondisinya pulih agar bisa bertugas adalah apa yang perlu diprioritaskan Ray saat ini. Mau tidak mau, dia harus menghabiskan waktu berbaring di kasurnya..
...**...
__ADS_1
Ruang tempat Ozaru beristirahat. Terdapat dua ksatria yang menjaga di depan pintu menuju kamar Ozaru. Mereka dalam kondisi siaga penuh dan mencegah orang tidak berkepentingan untuk masuk.
Suasana awal tenang-tenang saja sampai sesuatu terjadi di sekitar mereka. Udara seakan menipis, suasana di sekitar kamar Ozaru sangat mencekam hingga membuat dua prajurit itu kesulitan bernapas.
“Phak! Apa, yang ... Terjadi?” Rintih seorang prajurit.
Kondisi aneh tersebut hanya berlangsung selama beberapa detik. Begitu semua sudah tenang, mereka dengan penuh khawatir mendobrak pintu kamar Ozaru.
“Pahlawan Ozaru!”
Apa yang mereka temukan adalah anomali yang tidak pernah terjadi. Kasur dan segala benda di kamarnya hancur, Ozaru tertutupi aura emas dan melayang di udara. Matanya putih seutuhnya, jelas kesadarannya belum kembali.
Bulu yang disekitar tangan dan wajahnya seharusnya sudah di potong, ekornya juga seharusnya tidak ada. Namun entah bagaimana semuanya tumbuh secara perlahan, termasuk ekornya.
Prajurit yang menyaksikan itu tidak memahami apa yang sedang terjadi, mereka khawatir hal buruk akan terjadi karena Ozaru tidak kunjung membaik, malah tubuhnya sekarang menggeliat.
“Apa kita harus memanggil Pahlawan lain?!”
“Tidak, kondisi mereka tidak memungkinkan! Kita tidak bisa membebani mereka lebih dari ini, segera panggilkan prajurit dan eksekutif yang masih bisa bertarung jika diperlukan!”
“Baik!”
Salah satu prajurit tersebut berlari keluar untuk mencari pertolongan, menyisakan satu prajurit memandang Ozaru yang menjadi aneh.
Baik prajurit itu, atau siapapun mereka tidak akan tahu apa yang sedang terjadi selain Ozaru itu sendiri. Bagaimanapun, sesuatu sedang terjadi di dalam dirinya, di mana dua kesadaran saling menatap.
Note Author.
Saya cukup puas untuk ilustrasi di atas dan ke depannya mungkin saya akan membuat ilustrasi character di novel ini meskipun mungkin menyewa jasanya tidak murah. Yah tidak perlu khawatir persoalan itu lagipula ini keinginan pribadi saya.
Tambahan, bila kalian ingin memberikan saya dukungan atau menginginkan ilustrasi Amatsumi Rigel, kalian bisa mendapatkannya di K.A.R.Y.A.K.A.R.S.A.
Di masa depan saya juga berencana upload beberapa konten termasuk perjalanan Priscilla di Labyrinth neraka sampai bertemu Rigel, hingga bahkan side story yang berlatar sama di cerita ini namun tidak saya ceritakan.
__ADS_1
https://\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*.com/YatoNime