Creator Hero : The Last Hero

Creator Hero : The Last Hero
Ch. 14 — Benturan Tiga Raja


__ADS_3

Ozaru berteriak keras, bumi bergetar akan suaranya yang mencapai langit. Kemarahan dan kesedihan bercampur menjadi satu kesatuan utuh, membuat dunia ini menangis.


Sorak dan haru bisa saja pecah, kalau seluruh pasukan manusia yang mengikuti pertempuran ini masihlah hidup. Alasan kematian mereka bukan karena Acnologia, melainkan Rigel yang sampai kini masihlah ditelan cahaya kebiruan.


Tidak ada seorangpun yang tahu apa dan sampai kapan hal tersebut berlalu, hanya saja mereka memahami bahwa ketika itu berakhir ..., bukan pelangi yang mereka temukan.


Hujan mungkin berlalu, namun bukan mentari, langit biru ataupun pelangi yang menanti setelahnya melainkan badai petir yang berkecamuk yang kemungkinan menanti mereka.


Bahkan jika pertarungan dengan Acnologia berakhir, ini bukanlah sebuah akhir. Mereka perlu mendaki tebing terakhir yang menjadi alasan utama mereka dipanggil ke dunia ini. Tebing akhir itu adalah sesuatu yang dikenal dengan perang besar, Ragnarok.


“Kepalanya terpenggal ...” Petra menjadi yang pertama buka suara.


Matanya terbuka lebar, air mata nyaris saja jatuh dengan deras jika dia tidak segera menyekanya. Pertarungan singkat yang seakan berlangsung selamanya berakhir, harap saja begitu.


“Ah~, pemandangan yang sungguh mengharukan. Namun kita tidak boleh lengah.” Merial mengingatkan dan tetap bersiaga.


“Ya, barangkali cicak itu bisa menumbuhkan kepalanya dengan sendirinya.” Takumi berkesimpulan.


Tidak mengherankan jika mahkluk sekelas Acnologia dapat melakukannya, lagipula tidak ada satupun Monster Malapetaka yang bisa ditebak dengan akal sehat.


Dimulai dari Hydra yang mampu mengendalikan seluruh lautan di bawah kendalinya. Meskipun diantara Pahlawan hanya Takumi dan Rigel yang menghadapinya, butuh usaha yang sangat keras untuk mengalahkannya. Belum lagi Takumi harus turun level yang tidak sedikit.


Tortoise dengan parasit dan butuh dua kali untuk membunuhnya. Mungkin mahkluk itu yang memiliki tingkat kesulitan paling tinggi untuk di bunuh. Mereka perlu melepaskan segel, menghancurkan jantung dan memenggal kepalanya di waktu yang bersamaan. Penaklukan Tortoise memakan nyawa Pahlawan.


Phoenix dengan ledakan dan panas apinya yang tidak masuk akal, hampir nyaris melenyapkan seluruh Pahlawan karena pengkhianatan Takatsumi. Beruntungnya bahwa Rigel sudah menyiapkan tindakan penanggulangan sehingga mereka bisa meloloskan diri.


Lalu White Tiger yang memiliki kecepatan benar-benar tidak masuk akal, bukan perkara mudah menghadapinya.


“Simpanlah kekuatan kalian selagi bisa, jika saja Acnologia mati pertarungan ini belumlah berakhir.” Sylph berdiri di depan semua orang dan bersiap akan apapun yang terjadi.


Meskipun memasang wajah tegar, nyatanya Sylph sangat mengkhawatirkan Rigel di tempat kedua, yang pertama adalah putrinya yang menjadi tawanan, Priscilla.

__ADS_1


Alasannya masih berdiam diri semenjak awal karena firasatnya sangatlah buruk, sesuatu yang benar-benar tidak menyenangkan dan tanpa diharapkan mungkin sedang mendekat.


Meskipun Acnologia benar-benar dikalahkan di sini, bukan berarti pertempuran ini berakhir, masih ada masalah yang tidak sedikit untuk diatasi.


Belum lagi, tidak seorangpun yang mengetahui apa yang akan terjadi kepada Rigel setelah cahaya yang menelannya menghilang. Entah Rigel memiliki kekuatan luar biasa dan tetap pada kesadarannya ataupun tidak.


Sylph sendiri tidak bisa menjamin bahwa Rigel setelah ini akan tetap menjadi Rigel.


‘Setidaknya jika dia menjadi orang lain ...,’ dia tidak ingin melakukannya, mengatakannya saja begitu memberatkan hatinya, namun dengan pahit dia harus tegaskan, ’Aku akan membunuhnya.’


“!!!” Ozaru tertegun, sekejap kemudian dia melompat menjauh dari Acnologia yang seharusnya menjadi mayat.


Kepalanya seharusnya sudah terpenggal, tetapi entah bagaimana caranya itu mulai tumbuh kembali meskipun wujudnya berbeda dari sebelumnya.


“Sudah kubilang bukan? Hal semacam ini pasti saja terjadi. Aku sudah tidak terkejut dengan plot twist semacam ini.” Takumi berdecak kesal dan mulai duduk bersila.


Dia tidak berpikir akan menggunakan kekuatan kutukannya, jika mendesak dia harus menggunakannya. Namun untuk saat ini dia hanya perlu menghemat energi sebanyak mungkin dan bersiap menggunakan Tombak Penghakiman sesering mungkin.


Tindakannya jelas membuat yang lain terkejut, namun tidak ada seorangpun berniat menegurnya karena tahu semua orang memiliki rencana masing-masing.


Sungguh memalukan bagi dirinya sebagai Ketua Adventure Asosiasi tidak banyak berguna di pertempuran ini. Bahkan dirinya nyaris mati saat menghadapi enam naga murni disertai beberapa darah campuran.


‘Pendarahanku juga tidak berhenti ... Sepertinya hanya menunggu waktu saja ya.’ Evankhell tersenyum kecut, setidaknya dia ingin berguna bagi para Pahlawan sampai akhir.


Beruntungnya bahwa dia sudah menentukan penerusnya, bahkan jika dia mati di sini, Adventure Asosiasi akan baik-baik saja.


“Kamu juga sebaiknya beristirahat. Meskipun lukamu bisa disembuhkan, kamu sudah terlalu banyak kehilangan darah.” Natalia memperingatkan.


Sekecil apapun itu, bantuan sangatlah diperlukan sekarang, karena Acnologia mulai berdiri tegak.


“Rwwrghh ... Beraninya kau, mahkluk rendahan!”

__ADS_1


Naga yang seharusnya sudah tewas kini berdiri tegak dengan kepala barunya yang keemasan. Entah apa yang dia lakukan sampai bisa menumbuhkan kepala lagi, yang jelas Acnologia sudah melampaui akal sehat itu sendiri.


Tidak. Semua Monster Malapetaka memang seperti ini, tidak cukup hanya membunuh mereka satu kali.


Ozaru yang berada paling dekat dengannya, sosok yang memenggal kepalanya menjadi sasaran kemarahan serta kebenciannya yang membara.


Acnologia tidak berpikir bisa dipojokkan sampai seperti ini. Dia hanya mewaspadai Rigel karena selain kekuatan misteriusnya, kemampuan Creator jelas meresahkan.


Siapa sangka, ternyata terdapat seekor macan di balik punggung singa. Pada kenyataannya meremehkan lawan adalah kesalahan terbesar yang pernah dilakukan mahkluk kuat, tanpa terkecuali Acnologia.


“Hah, sudahlah. Jika keparat itu juga hanya ingin menonton ... Maka kuhancurkan saja semuanya.” sekejap sosoknya berkedip, menghilang bak ilusi.


Acnologia kembali muncul, namun Ozaru terlambat bereaksi sehingga Acnologia berhasil melukai perutnya cukup dalam. Beruntungnya dia dalam wujud kera raksasa sehingga Ozaru tidak akan mati meskipun perutnya berlubang.


“Ozaru!” seru Takumi yang masih mengumpulkan kekuatannya.


Ozaru segera membalas dan mengulurkan kakinya, tetapi Acnologia sudah berpindah dan kini tepat berada di belakangnya— jauh di belakangnya.


Acnologia sudah menyilangkan cakarnya dengan kekuatan penuhnya. Wajahnya terlihat menyeramkan, seolah dia sudah benar-benar menggila.


Ozaru di sisi lain berlutut, luka di perutnya lebih dari cukup untuk membuat akal sehatnya goyah karena rasa sakit.


“Gawat! Jika dibiarkan Ozaru akan terpenggal!” Yuri menarik busurnya tanpa harapan dapat melukai Acnologia.


“GAHDEVI! Bantulah Ozaru!” Asoka dengan panik berteriak, seketika Gahdevi memahaminya dan berlari cepat.


Gahdevi melepaskan zirah dan baju yang dia gunakan. Dia mulai melepaskan segel rantai yang selalu dia gunakan untuk menahan wujud dan kekuatannya.


‘Sepertinya aku harus mempertaruhkan segalanya di sini!’ Gahdevi membulatkan tekadnya dan bersamaan dengan bulatnya tekad, rantainya terlepas.


“Atas nama ibu para raksasa, Gaiya! Aku Gahdevi, keturunan terakhir ras raksasa dan pewaris terakhir Raja Legia akan menunjukkan kegagahannya! Juggernaut!”

__ADS_1


Kilat petir turun, sosok manusia raksasa muncul dan menghadang cakar Acnologia dengan tangan kosongnya. Pertarungan antara mahkluk besar setelah sekian lama.


Monster Malapetaka serta Raja Naga Acnologia, Kaisar Langit Ozaru dan Pewaris Terakhir Gahdevi. Bisa dibilang pertarungan tiga raja dari kekuasaan yang masing-masing berbeda akan saling berbenturan.


__ADS_2