Creator Hero : The Last Hero

Creator Hero : The Last Hero
Ch. 37 — Cerita Dari Masa Lampau


__ADS_3

“Satu-persatu masalah terus berdatangan seakan tidak ada habisnya, berilah aku istirahat.” Aland bergumam lelah.


Semenjak bersatunya para Pahlawan di bawah kepemimpinan Rigel, masalah selalu saja berdatangan. Tirai awal dibuka ketika penaklukan Tortoise, selanjutnya gerbang menuju Underworld, Monster Malapetaka dan bahkan pertarungan melawan pemimpin dua ras perang.


Masalah terus berdatangan bertubi-tubi dan tidak membiarkan mereka istirahat lebih lama untuk menaikkan level atau memulihkan tenaganya.


“Karena kamu mengatakan sosok misteri, artinya kamu tidak tahu siapa dia kan?” Tanya Marcel, menyilangkan tangannya selayak berpikir.


“Ya, saya belum pernah melihat sosok seperti itu sebelumnya. Sejujurnya saya berpikir bahwa sosok itu anomali, tubuhnya hanya diselimuti bayangan dan menyisakan wajahnya saja. Pendapat jujur saya, sosok itu lebih condong ke arah iblis.”


Natalia menjelaskan sosoknya sesuai dengan yang dia lihat. Dengan aura kegelapan pekat, matanya yang tampak menyeramkan jelas bukan sesuatu yang dimiliki manusia.


Sangat wajar bahwa menganggap sosok seperti itu lebih condong ke Iblis, mengingat kegelapan adalah kekuasaannya para Iblis.


“Begitu, lalu apa yang dia katakan sampai kamu ingin membahasnya?”


Jeda sesaat, Natalia sedikit ragu untuk mengatakannya. Mungkin yang lain akan menganggap hal tersebut sebagai omong kosong belaka, terutama dua kerajaan yang mungkin bersangkut paut.


“Sesuai permintaan Pahlawan sabit. Saya akan mengulang dengan tepat apa yang disampaikan sosok itu. Ringkasnya dia mengatakan sesuatu seperti ... ‘Si bodoh Arthur pasti akan berhasil membangun kerajaannya. Kamu tidak tahu Etherbelt pastinya, artinya seluruh jejak tersebut telah dibersihkan si bodoh itu. Berbeda dengannya, Hoshin pasti bermain bersih dan berhasil membangun kepercayaan religius di dunia ini yang pada dasarnya menyembahku’.”


“Dunia ini sudah sepatutnya terpuruk, karena itu kuciptakan berbagai hal mengerikan seperti perbudakan dan Monster Malapetaka. Namun siapa duga hal ini akan terjadi. Seandainya aku tidak tahu bahwa Rigel, yang kucintai dan rindukan akan mengalami nasib serupa. Mana mungkin kubiarkan sehingga hal itu kulakukan... Begitulah dengan tepatnya apa yang dia sampaikan kepada saya.”


“Omong kosong!”


Bukan Pahlawan, Asoka atau yang lainnya, melainkan sosok yang sangat bisa menjaga ketenangannya justru yang menggebrak meja. Siapa lagi jika buka Pendeta Tertinggi agama Ruberios, Alexei.

__ADS_1


Sebagai pengikut paling setia ajaran Ruberios dia tentunya tidak terima apa yang baru saja dia dengarkan. Namun bagian terpentingnya kemarahan tersebut tidak kepada Natalia karena dia tahu bahwa Natalia tidak membuat kebohongan, karena itulah kemarahan tersebut tertuju pada apa yang diucapkan sosok itu.


“Sosok jahat semacam itu, berani-beraninya mengakui diri sebagai suci yang kami sembah! Pendosa semacam itu, siapa dia?!”


“Yeah, tenang dulu. Untuk sekarang kita harus mendengarkan apa saja yang disampaikan mahkluk itu. Lagipula ada sebuah nama yang membuatku tertarik, sama persis dengan nama leluhurku Arthur Pendragon.”


Mendengar perkataan Altucray membuat Alexei duduk kembali dari kursinya dan kembali tenang. Faktanya tidak hanya dia, tetapi semua yang ada di sini tampak cukup geram dengan tanda petaka baru ini.


“Maaf aku lepas kendali lantaran nama bijak yang membawa agama Ruberios, Pendeta Hoshin disebut dengan lancangnya oleh sosok jahat tersebut.”


Nama yang disebutkan tampaknya memiliki kemiripan dengan dua leluhur dari kerajaan berbeda dan membuat perkataan tersebut bukanlah omong kosong belaka.


Ini adalah misteri lain untuk dipecahkan meskipun banyak misteri besar yang belum terpecahkan.


“Sosok misteri ini mungkin saja dia berasal dari masa lalu atau semacamnya?” Yuri berusaha mengalihkan pembicaraan ke arah lain.


“Apa mungkin dia berada dari generasi yang sama dengan Pahlawan dari generasi sebelumnya?” Petra ikut bertanya.


“Mungkin saja.” Bukan Natalia, tetapi Rudeus yang sedari tadi diam menjawabnya. “Aku ingat pernah membacanya dicatatan kuno yang diukir disebuah berlian, harta keluargaku yang diwariskan turun-temurun.”


Rudeus membuka index dan mengeluarkan sebuah berlian sebesar kepala manusia. Semuanya terkesima dengan betapa besar dan cantiknya Diamond tersebut yang berwarna pelangi. Di dalamnya tampak ada sebuah ukiran yang menuliskan nama.


“Bahkan meski kalian Pahlawan, sayangnya saku tidak dapat memberikannya. Ini sangat berharga bagiku.” Rudeus tersenyum ketir saat melihat para Pahlawan membuat wajah seakan ingin memilikinya.


“Heaven Diamond, harta paling langka yang hanya ada satu di dunia ini. Sungguh nostalgia saat kita berperang untuk benda itu.” Altucray sedikit tertawa saat mengingat masa lalu.

__ADS_1


“Abaikan persoalan itu, sekarang kita perhatikan kepada apa yang tertulis di dalamnya.” Rudeus meletakkan Diamond tersebut di tengah meja. “Tertulis di dalamnya Eternal Kingdom, Etherbelt. Kerajaan besar yang tak tertandingi. Menurut catatan keluargaku Diamond ini didapatkan sekitar generasi Pahlawan sebelumnya yang dikenal, masa kekacauan.”


“Ini pertama kalinya saya melihat benda ini. Jika begitu benar bahwa sosok itu dan Etherbelt terhubung di masa lalu?” Tanya Asoka dengan terkesan.


Rudeus hanya mengangguk dan dengan cepat menyimpan kembali hartanya dengan rasa takut dicuri oleh Pahlawan.


Fakta perlahan mulai terungkap sedikit demi sedikit dan kenyataan mengejutkan adalah sosok misteri yang menemui Rigel datang dari masa lalu.


“Mendengar hal ini aku jadi teringat sebuah kisah yang kubaca disebuah buku. Mungkin tidak memberikan informasi berharga namun cerita tersebut menceritakan tentang kekacauan di masa lalu.” Ray angkat bicara persoalan ini.


“Silahkan katakan, Ray. Sekecil apapun kemungkinannya kita perlu mencobanya karena barangkali ada informasi tersirat di dalamnya.” Asoka tersenyum ramah.


Pada situasi buntu informasi di mana peninggalan masa lalu ditelan waktu, sesuatu sekecil apapun sangatlah berarti. Ray hanya mengangguk dan mulai bercerita.


“Cerita ini bermula dari sebuah kerajaan yang menggunakan sihir untuk melahirkan dua belas manusia dengan kekuatan hebat...”


Singkat cerita sihir tersebut berhasil dan dua belas orang dengan kekuatan hebat terlahir. Namun terdapat anomali, sihir yang seharusnya hanya memilih dua belas orang kenyataannya melahirkan 13 orang dengan kekuatan.


12 orang lainnya berhasil mendapatkan kekuatan hebat yang tidak tertandingi, namun orang ke-13 hanya mendapatkan separuh dari kekuatannya dan diremehkan banyak orang.


Entah bagaimana dia jatuh dalam keputusasaan dan tenggelam dalam lautan kegelapan karena dikhianati kerajaan yang membuatnya memiliki kekuatan tersebut.


Pada akhirnya dia menuntut pembalasan dengan membuat banyak pembunuhan sampai dunia memburunya, bahkan iblis dan peri tidak berkutik di hadapannya.


“Kala itu dunia diambang kehancuran, peradaban musnah. Hanya satu kalimat yang menggambarkan peristiwa di dalam cerita tersebut, neraka jatuh ke dunia. Orang ke-13 tersebut berhasil membunuh empat dari dua belas orang dengan kekuatan besar. Disaat-saat terakhir ketika delapan orang dengan kekuatan hebat berhasil mengepungnya, keajaiban dunia terjadi. Kalimat terakhir yang tertulis dibuku hanyalah, dewa turun ke dunia ini.”

__ADS_1


***


Yo, lama tidak bersua. Mohon jangan lupa meninggalkan like dan komen karena hal tersebut sangat berarti buat saya.


__ADS_2