Creator Hero : The Last Hero

Creator Hero : The Last Hero
Ch. 69 — Pertarungan Ozaru


__ADS_3

Ozaru terdiam menatap iblis dan malaikat yang berhadapan dengannya di waktu yang sama. Dia memiliki dua orang musuh tanpa kawan yang harus dia kalahkan. Meskipun pada awalnya baik Petra atau Aland ingin membantunya namun situasinya tidak mudah.


Di tempat yang jauh di mana peperangan utama berada Ozaru dapat mendengar suara yang berisik seperti nyanyian yang penuh kehancuran, dia tidak tahu apa yang terjadi di sana sampai-sampai Aland dan Petra tidak bisa meninggalkan tempat itu.


“Si Kalkydras itu, dia sudah memulainya. Untungnya aku tidak ada di sana, kalian berdua juga seharusnya bersyukur karena kita berada jauh dari jangkauan serangannya.” Malaikat bernama Sandalphone menyeringai selagi memasang wajah angkuh.


Malaikat dengan sandal kayu yang memiliki pisau di ujungnya, pria aneh yang hanya menutupi bagian selangkangannya dengan cawat dan telanjang dada. Di jari-jari pada tangannya terdapat cincin berbentuk singa dan hewan lainnya, serta gelang seperti seekor ular yang menelan ekornya sendiri, sementara di dadanya terdapat kalung berupa kuda pegasus.


Penampilannya tidak lebih jauh dari penampilan orang aneh, terutama dirinya yang seorang Seraphim namun tidak ada sayap apapun di punggungnya. Entah dia tidak menunjukkannya dengan sengaja atau bukan, yang jelas sayap adalah kebanggaan tertentu bagi malaikat.


‘Dengan dirinya yang mengabaikan sayapnya maka jelas dia yang paling aneh diantara para malaikat.’ Leviathan menatap tajam dan berwaspada karena mau bagaimanapun orang aneh adalah yang paling berbahaya.


Dia tidak akan pernah memahami jalan pikir orang aneh. Bahkan diantara Pilar Iblis ada banyak orang aneh, si aneh Marionette yang telah binasa juga memiliki pikiran yang tidak dapat Leviathan ketahui.


Ozaru bergumam,“Serangan?” dengan wajah yang tidak memahami situasi. Sekalipun berkat Batu Ramalan dia mampu bersatu dengan bagian dirinya yang lain, Ozaru tetaplah Ozaru. Kepribadian bodohnya memungkinkan dirinya tidak menggunakan otak dari kepribadian cerdasnya.


Namun itu wajar karena meskipun dua kepribadian itu bersatu pada kenyataannya yang memegang kendali hanya Ozaru bodoh, lantaran bagian cerdasnya sedang dalam proses duka mendalam.


“Aku tidak mengerti apa yang kalian mahkluk aneh bicarakan. Namun singkatnya kalian adalah musuh yang harus dilenyapkan, bukan?” Ozaru bertanya dengan riang dan memutar tongkatnya.


“Khahaha, tidak lucu di sebut aneh oleh orang yang lebih aneh dariku!” Sandalphone mungkin tertawa dengan tangan menutup wajah, namun dari sela-sela jari dia menatap Ozaru seperti menatap sesuatu yang kotor.

__ADS_1


“Meski tidak lucu namun kamu tertawa, apa kamu bodoh?” Leviathan terlihat terkejut dan menanyakannya.


“Kamu baru tahu?” Ozaru berkata seolah-olah hal itu sudah wajar dan membuat Sandalphone sangat terprovokasi.


Wajahnya memerah akan amarah dan segera dia menghilang, sekejap dirinya sudah berada tepat di depan Ozaru selagi mengulurkan kaki kanannya, “Thunder Stamp!”


Disertai halilintar biru dia bergerak cepat dan menendang Ozaru, tentunya serangan tersebut cukup mudah untuk dibaca. Ozaru sudah siap sejak awal dan menyilangkan tongkatnya. Dia menggunakan kaki kanan untuk menahan bagian bawah sementara tangan kanan memegang tongkat bagian atasnya.


Dengan dua kepribadian yang bersatu Ozaru kini tidak lagi menggunakan gerakan sia-sia dalam pertempuran, pengalamannya— mungkin lebih tepatnya dia sudah mampu menggunakan pengalaman sebagai pelajaran.


Melihat mereka yang seakan-akan bersenang-senang Leviathan terlihat cemberut, “Jangan bersenang-senang tanpaku!” Dia melemparkan ratusan jarum air dan bayangan hitam besar di waktu yang sama.


Bayangan hitam tersebut mengaburkan jarum air sehingga Ozaru tidak mampu melihatnya. Dia merasa merinding di ekornya dan melempar Sandalphone menjauh, lalu melompat menjauh dari tempatnya berada. Ratusan jarum air menghantam tanah tempatnya berpijak belum lama, tempat itu sekarang penuh kehancuran dan ditelan oleh bayangan hitam yang menyembunyikan jarum air.


Untuk menggambarkannya lebih jelas penampilan Sandalphone lebih seperti Raja Binatang Buas ketimbang seorang Seraphim. Meski terlihat aneh kenyataannya Leviathan dan Ozaru semakin berwaspada kepadanya.


Leviathan berwaspada karena perubahan semacam itu adalah pertanda meningkatnya Kekuatan seseorang, sementara Ozaru berwaspada karena dia merasakan aura seorang Raja.


Sebelum datang ke dunia ini dia adalah Raja Para Kera dan membangun kerajaan paling hebat diantara banyak spesies lainnya. Dia telah bertemu bermacam-macam Raja termasuk Rigel yang dia anggap Raja Sejati. Namun baginya ini adalah kali pertama menemukan Raja seperti ini.


“Kamu bukan manusia, bukan juga kera. Mahkluk apa kamu? Tidak mungkin sebuah pisang, kan?” Dia bertanya sungguh-sungguh meski Leviathan tertawa dan Sandalphone marah besar.

__ADS_1


“Dasar mahkluk rendahan. Berani-beraninya kamu menghinaku?!” Sandalphone bergetar dengan marah dan mengatupkan gigi kuat-kuat.


“Kuhakahakaka ... Pahlawan yang satu ini cukup menarik. Tidak ada lagi penyesalan karena aku tidak bisa berhadapan dengan manusia bernama Rigel atau si tombak.”


Menghadapi Sandalphone dan Ozaru di waktu yang sama adalah kesenangan yang lebih besar ketimbang menghadapi Rigel atau Pahlawan tombak. Mengapa? Tentu saja karena melawan dua orang kuat kesenangannya akan dua kali lebih hebat!


“Meski kamu lebih terlihat aneh namun peduli amat. Karena kalian berdua adalah musuh maka aku harus membunuh kalian.” Ozaru menggaruk kepalanya dan mencabut sehelai rambutnya, “Mau bagaimanapun aku tidak mau bertarung sendiri.”


Dia melemparkan sehelai rambutnya ke arah Sandalphone. Rambut yang awalnya satu helai tersebut bersinar terang dan berubah menjadi debu emas yang menutupi tempat sekitar. Baik Leviathan atau Sandalphone harus menjaga agar mereka tidak menghirup atau mata terkena debu tersebut.


Meski tidak dipastikan apakah hal itu beracun atau tidak namun tidak masalah untuk berjaga-jaga. Di waktu ketika debu emas menghilang, Leviathan melebarkan matanya karena merasakan sakit di perutnya. Dia melihat sebuah tendangan keras diarahkan padanya. Tendangan tersebut membuatnya terdorong beberapa meter ke belakang.


Segera tongkat panjang menyusul, Leviathan menyilangkan tangan selagi membentuk dinding air namun semuanya sia-sia karena tongkat itu mampu menembusnya.


“Ouyaa!” Ozaru melompat tinggi selagi berteriak seperti kera.


Leviathan terlalu sibuk menahan tongkat ketika Ozaru datang, dia mau tidak mau harus menjauh dari lintasan serangan tongkat tersebut.


“Apa yang sedang malaikat itu lakukan?” Dia tentu penasaran karena Sandalphone tidak bergabung dalam pertempuran mereka, bahkan dia tidak terlihat melakukan perlawanan apapun.


Di sana dia segera menemukan Sandalphone sedang sibuk membersihkan lumpur emas yang terus tumbuh dari tubuhnya.

__ADS_1


“Apa-apaan benda menjijikan ini ... dia menyerap kekuatanku?!” Sandalphone tampak geram, berbagai cara dia lakukan namun tak satupun berhasil.


__ADS_2