
Lucifer, pemimpin para iblis sekaligus sosok yang terbilang Raja para iblis dan yang akan memimpin perang Ragnarok. Kehadirannya membuat kegemparan diantara para Pahlawan, bahkan peri.
Sylph sama sekali tidak menyadari bahwa Lucifer ada di tempat ini, dia terlalu fokus kepada Acnologia dan sosok berjubah yang menculik Priscilla.
Sosok berjubah emas tersebut memancarkan aura menenangkan yang mengerikan. Aura itu seakan memberikan halusinasi tentang dia sosok yang seharusnya dipuja oleh manusia.
“Padahal ini pertemuan pertama kita, tapi kamu sudah sangat membenciku.” ujarnya dengan sedikit mengejek, meski tahu alasan Rigel membencinya.
“Ya, bahkan saking bencinya aku ingin memutilasi tubuhmu.”
Rigel mengernyitkan alis, dia merasakan bahwa sosok itu bukanlah orang remeh. Paling tidak dia sama merepotkannya dengan Lucifer, sialan. Dia memiliki firasat yang teramat tidak mengenakan.
Bahkan dengan kekuatannya saat ini, Void Tahap Empat, Rigel tidak begitu yakin bisa menghadapi mereka berdua secara bersamaan. Bahkan jika dia menggunakan Sylph untuk membalas hutang budinya, keraguan akan keberhasilan melawannya tidak mencapai 50.
‘Tahap Empat memang kekuatan yang sangat besar. Meski ini kali pertama menggunakannya, aku langsung tahu bagaimana cara kerja serta kekuatannya.’
Selama di tahap ini, bisa dibilang setiap luka yang akan dia terima dapat disembuhkan hingga meregenerasi bagian tubuh yang hilang tanpa terbatas, selama itu bukan kepala atau tubuhnya dimutilasi.
Asal kekuatannya sendiri berasal dari sekitar, semua hal yang hidup akan diserap dan menjadi kekuatan baginya, seperti yang terjadi sebelumnya. Rigel menarik cukup banyak kehidupan dan komponen terpenting kekuatan Void, adalah jiwa.
Singkatnya, selama Rigel menggunakan Void Tahap Empat, ada kemungkinan regenerasi tidak terbatas, kekuatan tanpa dasar, dan tingkat kematian yang rendah. Mudahnya, tahap ini membuat Rigel ‘Abadi’ selama dia menggunakan tahap empat.
‘Di Labyrinth Neraka, mereka, para Pangeran menggunakan inti jiwa yang berasal dari jiwa manusia itu sendiri sebagai bahan untuk memperkuat kunci yang nyatanya adalah Void.’
Dari apa yang bisa Rigel pahami, kekuatan Void berasal dari kumpulan jiwa manusia yang telah Rigel bunuh dan dikorbankan oleh Pangeran Neraka, serta kekuatan aneh yang ditanamkan Azartooth melalui kunci jiwa tersebut.
Dia tidak pernah memikirkannya lebih jauh, tapi kekuatan ini sungguh misteri. Pemahaman Rigel tentangnya cukup sedikit, yang dia ketahui kekuatan ini milik Azartooth dan jiwa adalah energi yang dikonsumsi kekuatan ini.
__ADS_1
‘Kekuatan ini mungkin tertanam di jiwaku, bukan tangan kanan. Dikarenakan sekarang aku memiliki kedua tangan secara utuh, mungkin ini sebabnya kemampuan Void dapat dengan maksimal kugunakan.’ Pikir Rigel selagi mengamati lawannya.
Meskipun dia mungkin terbilang sedikit mencapai keabadian di tahap empat, tapi tidak menjadi arti baginya untuk lengah. Rigel justru semakin berwaspada dan memilih berhati-hati dengan sesuatu yang tidak dia pahami betul.
Selain itu ada hal lain yang entah benar atau tidak bahwa tahap empat ini jauh lebih mengerikan dari tiga tahap lainnya. Dia belum pernah menggunakan tahap empat, tapi entah bagaimana dia mengetahui semua kemampuan tahap ke empat, seakan sudah ditanam langsung ke otaknya begitu mengaktifkannya.
“Katakan, bagaimana menurut kalian tentang tirai awal yang sengaja kuciptakan ini? Pemandangan yang indah bukan??” seru sosok berjubah keemasan dengan nada bangga.
“Apa-apaan kau ini, memangnya apa bagusnya dengan bencana semacam ini!” Umpat Marcel, menggertak giginya dengan kuat.
Para Pahlawan bersiap untuk menyerangnya jika saja Lucifer, sosok berjubah emas, atau Rigel memerintahkan untuk menyerang.
Alasannya tidak langsung menyerang sangatlah sederhana, bertarung melawan Acnologia sudah teramat sangat menguras tenaga mereka. Belum lagi Takumi dan Hazama, mereka jelas paling lelah.
“Siapa kau memangnya? Aku tidak berbicara kepadamu, ikan teri. Tak pantas berbicara dengan cecunguk.” Balas pria berjubah dengan dingin tanpa menoleh sedikitpun.
“Tirai awal, ya. Berarti ini adalah panggung yang telah direncanakan, sebelum tirai dari panggung sesungguhnya terbuka, yare-yare. Aku bahkan tidak begitu kejam untuk membuat kekacauan besar.” Lucifer tertawa geli dan menggelengkan kepalanya.
“Hah! Omong kosong yang konyol tentang kekacauan besar mengingat kamu adalah pelaku yang membuka gerbang dunia bawah.” Rigel menyela percakapan mereka.
Dia sudah memikirkan dengan baik-baik tentang menggunakan tahap empat lebih jauh. Tahap yang berisikan elemen kehidupan, bekerja sama persis dengan kemampuan Necromancer miliknya. Dan juga berbicara tentang Necromancer, Rigel memiliki pasukan yang sepadan dengan pengorbanan ini.
“Aku hanya sekedar membuka, tindakan mereka berdasarkan keinginan pribadi. Tidak ada paksaan dariku, hanya si bodoh tangan empat itu kesepian dan ingin mengacau.” Lucifer berkata seakan itu hal yang wajar.
“Omong kosong tetaplah omong kosong, bahkan jika kamu mengelak, itu tetaplah dosa yang harus kau tanggung. Selain itu, bajingan penculik sepertimu harus menerima dosa.” Rigel mengalihkan perhatiannya ke sosok berjubah emas.
Meski dendam tapi dia tidak melupakan prioritas utama dari misi ini, menyelamatkan Priscilla. Entah apa yang terjadi setelahnya dia tidak peduli, selama Priscilla berhasil direbut kembali maka tidak perlu lagi menahan.
__ADS_1
“Hahaha, berbicara tentang dosa membuatku geli, itu tidak pantas dibicarakan denganku. Lain halnya dengan seseorang yang ditendang dari surga—” Perkataannya tidak benar-benar selesai.
Cahaya hitam kuat disertai petir hitam menyambar, sosok berjubah emas itu hanya sedikit memiringkan kepalanya untuk menghindar, sejak awal serangan itu tidak ditunjukkan untuk dengan serius membunuhnya.
Rigel yang melihat itu, terkejut bukan main. Serangan yang dilemparkan Lucifer bukanlah apa-apa, tapi perkataan sosok berjubah emas sungguh mengguncangnya.
Tidak hanya dia, tetapi Sylph, Pahlawan dan orang lain yang tersisa sama terkejutnya. Diantara mereka sudah menjadi rahasia umum bahwa Lucifer adalah sang Fallen Angel.
“Jaga bicaramu, kebanggaan sebagai penguasa tidaklah hilang. Bahkan sekalipun Yggdrasil murka kepadaku, pendirianku tidak akan hancur.”
Apapun itu, sejak dia hidup Lucifer tidak pernah mengubah kebanggaannya. Dikarenakan kebanggaannya, dengan trik licik seseorang yang bisa dibilang saudara yang lahir bersamanya dan menipunya untuk diturunkan dari langit.
Dendamnya tanpa dasar, tentu saja. Kepada orang yang mengusirnya dan pohon yang menarik kekuatannya, dia tidak akan mengabaikan dendamnya.
“Di peperangan bodoh ini, aku akan membuat para Dewa yang menjadikan iblis sebagai pion untuk membantuku mengambil kembali kekuatan yang direbut dariku, dan menghancurkan Yggdrasil.”
Tercengang tanpa bisa mengatakan apapun, serempaj semua orang memiliki pemikiran yang sama. Bagaimana tidak, pembahasan tentang diusir dari surga, kekuatan surgawi, yang tinggal di langit.
“Jadi begitu, ini benar-benar kemungkinan terburuk bahwa malaikat turun sebelum perang dimulai.” Rune di tubuh Rigel menyala semakin terang, seakan siap menyerang.
Seakan mengetahui bahwa tidak lagi ada gunanya menyembunyikan identitasnya, jubah emas yamg dia kenakan menghilang menjadi partikel cahaya.
Delapan sayap putih dengan aura keemasan tumbuh dari punggung, pakaian tempur serba emas dengan ukiran kepala merpati, begitu megah dan sedikit norak.
Rambut panjang berwarna coklat keemasan yang mencapai punggung dan tampak seperti rambut wanita. Wajahnya sendiri begitu menawan, lebih ke arah pria cantik ketimbang tampan.
Rigel dan Sylph yang sudah memiliki tebakan mustahil bahwa yang menculik Priscilla adalah malaikat, mengingat jejak elemen suci yang tertinggal.
__ADS_1
“Izinkan aku mahkluk yang jauh lebih tinggi dari babi rendahan seperti kalian memperkenalkan diri. Anggaplah ini sebagai kehormatan terbesar dalam hidup kalian. Saya, pemimpin absolute Malaika, Raja dari langit, Supreme Angel, Michael.”