Creator Hero : The Last Hero

Creator Hero : The Last Hero
Ch. 24 — Sylph, Rigel Vs Lucifer Vs Michael


__ADS_3

“M-malaikat ... mungkinkah Ragnarok dimulai?!” Natalia terkejut bukan main, begitu juga yang lainnya.


Wajar saja begitu karena malaikat hanya akan turun dari surga ketika peperangan terakhir dimulai. Namun tetap saja kontradiksi dengan apa yang tertulis dalam legenda.


Saat peperangan Ragnarok dimulai, maka Delapan Batu Ramalan akan bersinar terang sampai semua kehidupan menyadarinya. Namun ini membingungkan, karena tidak ada pertanda apapun dari Batu Ramalan.


Apa mungkin legenda itu palsu dan kegunaan Batu Ramalan sesuatu yang dibuat-buat? Lantaran belum banyak hal yang muncul darinya, teori tentang orang membuat legenda palsu semakin kuat.


“Jika benar ini Ragnarok, lantas pasukan bajingan itu seharusnya berkumpul. Pasti ada suatu cara yang membuatnya bisa menyelinap keluar dari gerbang surga.”


Rigel akan menyangkal dengan sangat jika ini adalah Ragnarok. Itu adalah situasi terburuk untuk dipikirkan dan kemungkinan bagi umat manusia menang sangatlah sedikit karena tidak memiliki persiapan apapun.


Akan jauh lebih mudah menganggap bahwa ada cara tertentu baginya untuk turun ke dunia ini.


“Itu benar. Apa kamu tidak berpikir aneh? Jika ada gerbang dunia bawah di dunia ini, maka ada gerbang yang terhubung ke surga.” Michael menjawab dengan tawa geli seakan itu hal yang wajar.


Rigel tidak pernah mendengar hal itu, bahkan tidak ada siapapun yang membahasnya. Melihat reaksi Alexei dan bahkan Sylph, mereka jelas baru mendengarnya.


“Gerbang surga, aku yakin ini ulah bajingan keparat di 1000 tahun yang lalu.” Lucifer menambahkan.


Bagi mereka yang masih hidup dari 1000 tahun yang lalu, siapa yang tidak mengenal bajingan ini? Satu-satunya sosok yang membuat kekacauan di semua ras yang akan andil dalam perang. Bahkan ras peri yang tidak termasuk juga terkena imbasnya.


“Yeah, ini hanyalah permulaan. Sungguh mengecewakan sebagai manusia kotor yang membuat masalah, umurnya terbatas. Andai dia masih hidup mungkin situasi jauh lebih menyenangkan dan dia akan jadi yang pertama kuhabisi.” Michael tersenyum mengejek, tatapannya merendahkan.


Baik itu manusia atau iblis, dari pandangan Michael mereka hanyalah produk gagal yang diciptakan berdasarkan kegagalan. Wajar mereka tidak akan pernah pantas tinggal di langit.


“Tidak lagi perlu bagimu banyak bicara, pasti pertarungan adalah apa yang kamu inginkan. Kebetulan sekali, aku ingin mencoba tangan kiri ini.”


Dia mengelus tangannya yang berbeda dari sebelumnya. Seakan termakan oleh api, tangan itu hitam dengan beberapa retakan magma. Kekuatan yang didapatkan dari underworld, Tangan Kiri Hades.


Mendengar kata ‘Pertarungan’ membuat Rigel berwaspada akan segala kemungkinannya. Situasi kali ini tentunya berbeda karena dia mampu menggunakan kekuatan penuh Void.


Belum lagi masih ada dukungan dari skill Creator miliknya yang jika digunakan dengan sangat tepat, Rigel mampu memiliki dukungan yang sangatlah kuat.


‘Ada batasan menggunakan nuklir, sementara misil dari Region akan butuh waktu lama untuk sampai. Tidak ada pilihan, otakku harus bekerja keras membuatnya.’


Butuh usaha yang tidak mudah membuat sesuatu tanpa diketahui pihak manapun. Rigel diam-diam memfokuskan segalanya untuk membayangkan dan membentuk sesuatu dalam waktu yang sangat cepat.


Membiarkan otaknya bekerja dua kali lebih cepat menimbulkan rasa sakit yang luar biasa, tapi dia masih kuasa menahannya.


“Kamu memang tidak sabaran seperti dulu, Lucifer.

__ADS_1


Karena itulah kamu dikeluarkan dari surga!”


Dengan senyuman yang tak pantas untuk malaikat sepertinya, gelombang cahaya besar melesat menuju Lucifer dan Rigel di waktu bersamaan. Bagi Rigel itu hal mudah, dia hanya perlu menghapusnya, sementara Lucifer menghindarinya.


“Kalian hadapi manusia lainnya, kematian tidak diizinkan.” Lucifer memerintah para Pilar iblis yang segera membungkuk.


Meski para Pahlawan mungkin dalam kondisi terlemahnya, mereka masih memiliki kemungkinan yang cukup besar untuk membunuh satu atau dua pilar iblis.


Ada banyak kartu truf yang tersembunyi, bahkan Pahlawan sekelas Ozaru memiliki kartu yang sangat kuat. Keberadaannya jelas akan merepotkan.


Meninggalkan pertarungan para Pahlawan lain, Rigel melompat masuk ke pertempuran melawan Michael dan Lucifer yang mulai memanas.


“Hellfire — Heat Of Hades!” Api merah kehitaman yang sangat panas dan berisikan kutukan menerjang Rigel dan Michael.


“Hahaha, ini menarik. Justice Of Absolute!”


Michael mengerahkan perisai bundar tembus pandang yang mengelilinginya, tampak sangat efisien. Sementara Rigel hanya menggunakan tahap satu untuk menghapus serangan, dia tidak ingin menjadi samsak dan segera menyerang balik.


“Pertama, kembalikan Priscilla!” Rigel bergerak cepat dan sudah berada tepat di atas kepala Michael tanpa disadari.


“Mana Hand — Palm Of Budhist!”


“Menyebalkan ketika seseorang ingin membuatku menginjak tanah yang sama dengan mahkluk tolol nan jelek.”


Cahaya emas memotong telapak tangan raksasa yang Rigel buat dalam waktu yang tidak dipercaya. Dia telah menduga bahwa ini tidak akan mudah, tetapi kesulitannya lebih dari yang diharapkan.


“Thorn Of Rose!”


Akar hijau kehitaman menjalar dan melilit perisai cahaya yang menyelimuti Michael. Akar itu kemudian menyerap kekuatan perisainya dan menumbuhkan mawar merah yang cantik.


Perisai milik Michael mau tidak mau harus dihancurkan karena kekuatannya yang terus diserap. Akar mawar sebelumnya segera melilit Michael, tapi hanya beberapa detik sebelum terbakar oleh cahaya.


“Sylph, ya. Begitu, kamu berani menentang kehendak langit, kehendak Yggdrasil!”


“Seandainya kamu tidak melakukan sesuatu kepada Putriku, aku tidak akan sampai pada keadaan ini, MICHAEL!”


Lebih dari apapun dia sudah memiliki dugaan ada campur tangan dari pihak tidak terduga seperti Michael. Untuk menghadapi kemungkinan terburuk yang bisa terjadi, Sylph menyiapkan antisipasi yaitu dengan menobatkan Rigel sebagai Raja Peri.


Persyaratan yang diberikan oleh Pohon Roh untuk mengangkat Raja Peri sangatlah merepotkan karena Rigel seorang manusia dan bukan peri. Persyaratan yang diberikan adalah tujuh hari berhubungan.


Hal itu guna memberikan tanda kepada Rigel bahwa dia memiliki otoritas untuk memerintah peri, bahkan sekalipun Sylph tidak lagi bisa memerintah.

__ADS_1


Dengan sayapnya yang berubah kemerahan, Sylph memasuki mode tempurnya dan menyerang Michael dengan kecepatan luar biasa.


“Aku akan menarik diri seandainya Priscilla kembali! Magicforest!”


Memberikan pukulan kuat yang membuat Michael terhempas meski sudah menahannya, akar-akar raksasa tumbuh dan menyerang Michael. Meski kekuatannya tidak ada apa-apanya, tapi jumlahnya sangat merepotkan.


“Sakit rasanya diabaikan, Black Hole! Hellfire — Scorching Fire!”


Black Hole diarahkan kepada Sylph, sementara api neraka dikerahkan menuju Michael dan membantu akar milik Sylph memberikan damage yang lebih besar kepadanya.


Sylph berniat mengumpat karena Lucifer mengganggu. Dia tidak bisa bereaksi tepat waktu, mengingat gaya tarik Black Hole sangatlah kuat. Berpikir dirinya harus mengorbankan sebagian tubuhnya, namun pria mengejutkan memblokirnya.


“Jangan lupakan keberadaanku!” Rigel memblokir serangan dengan kedua tangannya, menghapusnya tanpa banyak masalah.


Sebagian dari dirinya ingin mengumpat karena pertempuran ini, sementara sebagian dirinya bersemangat untuk mencoba kekuatan yang baru saja dia pahami.


Void Tahap Empat — Kehidupan, memiliki kemampuan yang nyaris sama dengan Necromancer. Meski sedikit berbeda, tapi singkatnya kemampuan ini memanggil kehidupan yang telah dia bunuh.


Dengan senyuman lebar dan penuh semangat, Rigel menyerukan kekuatannya.


“Summon ... Spirit Of Phoenix!”


Siluet cahaya mulai berkumpul dan membentuk wujud burung api yang mulai memekik keras. Segera, si burung api melesat menuju Lucifer untuk meledak dan segera menghilang.


Ledakan Phoenix menghasilkan api putih kebiruan dan gelombang besar seperti halnya nuklir dengan area jangkauan yang diperkecil. Tidak perlu dipertanyakan, api itu adalah Purgatory.


Melihat itu jelas mengundang rasa penasaran tentang bagaimana Rigel bisa membangkitkan burung itu. Sylph sendiri bertanya-tanya, tapi memilih menanyakannya nanti.


“Keparat ... Kartu truf macam apa yang kamu miliki.” Lucifer keluar dari api yang dihasilkan dari ledakan Phoenix.


Dilihat dari sayapnya yang sedikit terbakar, tampak jelas serangan Phoenix memberikan hasil memuaskan.


Void Tahap Empat — Kehidupan, memungkinkan Rigel untuk membangkitkan mahkluk hidup yang pernah dia bunuh dan membuatnya menggunakan satu kekuatan pamungkasnya.


Seperti halnya Phoenix, kekuatan pamungkas burung itu adalah api Purgatory dan daya ledak dahsyat yang dia miliki. Sepertinya benar-benar tidak sia-sia mengalahkan Monster Malapetaka, karena Rigel bisa menggunakan serangan pamungkas mereka dengan tahap empat.


“Hahaha, kekuatan yang menarik, manusia. Dari mana kamu mendapatkannya?” Michael yang berada di kejauhan, segera terbang dan menatap Rigel tepat di wajahnya.


Tanpa rasa terkejut atau apapun, bomb muncul dari ujung telapak tangan kiri Rigel.


“Coba tebak ... Dari mana ini berasal?” Dengan senyuman sepenuhnya mengejek, Rigel menciptakan api dari tangannya dan meledakan bomb tepat di depan Michael.

__ADS_1


__ADS_2