
Pemandangan menakjubkan di mana tongkat raksasa yang dikelilingi tiga patung Buddha raksasa, dari tempat yang jauh sekalipun mampu dilihat. Takumi hanya tersenyum masam dan menjadi bersemangat, ada perasaan di mana dirinya tidak ingin kalah dengan Ozaru.
Namun untuk saat ini dia perlu menekan rasa bersemangat itu. Ozaru berkata hanya menyegel Sandalphone sebelumnya, dia tidak berkata telah membunuhnya. Maka ada kesempatan bagi Sandalphone untuk membebaskan dirinya dari segel tersebut meski terlihat sangat mustahil.
“Kamu hanya menyegelnya dan tidak membunuhnya? Dari mana datangnya kepercayaan diri itu seolah dia takkan pernah bisa membebaskan diri??”
Seraphim adalah sekumpulan makhluk tidak masuk akal seperti halnya Pilar Iblis, sesuatu yang tampak mustahil bisa jadi bukan apa-apa bagi mereka. Bahkan jika berbincang lebih dalam tentang tidak masuk akal, dikalangan Pahlawan masih ada orang seperti Rigel dan Ozaru.
Segel tersebut tampaknya kuat namun apakah benar-benar kuat untuk menahan Sandalphone dalam waktu lama? Pastinya Ozaru tidak bisa membiarkan kondisinya tetap seperti itu karena dia menggunakan tongkatnya sebagai bagian utama dari segel.
“Dia mungkin memang bisa membebaskan diri namun kamu harus tahu, semakin lama dia berada di segel semakin kecil kemungkinannya hidup.”
Segel tersebut tidak hanya membatasi pergerakan target hingga batas maksimal, tetapi juga menyerap segala kekuatan dari targetnya sampai batas di mana mereka menghilang karena kekeringan. Mau itu mana atau darah, segalanya akan dihisap sampai tidak menyisakan apa pun.
Selain itu bagian utama dari segel adalah pemasangan belenggu yang membuat seseorang tidak bisa menentang pemilik dari belenggu tersebut. Seperti yang terjadi antara Ozaru dan Rigel, belenggu serupa yang sampai akhir tidak akan bisa dilepaskan.
Tak ada kekurangan, tak ada juga cacat dalam segelnya. Selama tongkatnya tidak dihancurkan maka segelnya tidak akan bisa hancur. Berhubung tongkatnya adalah senjata Pahlawan maka tidak ada keraguan bahwa tidak ada yang bisa menghancurkannya.
“Ada beberapa persyaratan sulit yang harus dipenuhi namun ketika aktif tak ada cara bagi monyet manapun terlepas.”
Ozaru tidak berniat untuk mengungkapkan lebih banyak, perhatiannya teralihkan kepada Leviathan yang ternyata diam-diam mengumpulkan air. Dia tampaknya menyerap air dari material di sekitarnya dan mampu membuat sungai hanya dengan menyerapnya. Melihat itu Takumi ikut berwaspada.
__ADS_1
Dia masih cukup kesal karena momentum yang dia pegang hancur hanya karena kemunculan Ozaru. Namun sekarang tidak lagi masalah, sebagai ganti hancurnya momentum, kekuatan tempur Ozaru memberikan keuntung, tetapi Takumi tidak tahu apakah dia bisa bertarung tanpa tongkatnya. Yah, selama Ozaru tidak mati maka semua baik saja.
“Aku mengubah evaluasiku tentangmu, monyet. Kamu lebih dari apa yang aku perkirakan namun hanya sampai situ saja, kalian takkan mampu mengalahkank.” Leviathan berada di ketinggian ombak besar dari air yang telah dia kumpulkan selama ini.
Kekuatannya jelas semakin berbahaya, di wilayah yang memiliki air, Leviathan jelas sangat diuntungkan sementara Takumi dan Ozaru amat dirugikan. Takumi tidak akan mampu menjaga keseimbangannya jika berada di atas air, nasibnya akan sama dengan melawan Hydra.
Jika tanpa sihir pembeku laut atau skate yang meluncur di air, Takumi benar-benar tidak akan memiliki kegunaan di air. Pengguna tombak sangat butuh pijakan yang seimbang, menjaga keseimbangan adalah dasar dari pengguna tombak. Hilang sedikit keseimbangan akan membuat serangannya meleset dan tidak mampu bertarung dengan baik. Kerugian tersebut tidak bisa diatasi tak peduli seberapa keras Takumi sudah mencoba.
Sementara di sisi lain, Ozaru tidak menggunakan senjata andalannya. Dia hanya bisa bertarung dengan tangan kosong di situasi ini yang mana akan sulit untuk mendekati Leviathan yang kini memegang keuntungan besar. Takumi tidak begitu tahu kemampuan Ozaru jika tanpa tongkatnya.
Namun masih ada kartu truf andalan di mana dia mampu berubah menjadi kera raksasa dan meningkatkan kekuatan bertempur dengan sangat pesat. Untuk beberapa alasan, tentu ada kekhawatiran dia akan hilang kendali seperti halnya ketika melawan Tortoise.
“Sombong itu tidak baik bagi monyet yang tidak bisa mendekatiku. Kamu jangan hanya bermulut besar tetapi tunjukkan padaku jika kamu bisa.” Ozaru mengorek telinganya dan terlihat malas berurusan dengan Leviathan.
Ozaru melompat tinggi sementara Takumi terpikirkan sesuatu, dia menciptakan tombak raksasa dan berseluncur di atasnya. Meski hanya sebagian kecil dari kemampuan pemalas yang dia pelajari, kenyataannya mampu mengendalikan satu tombak cukup berguna namun dia hanya bisa melakukannya selama kurang dari 10 menit.
“Teknik Tombak Ganda ... Pergerakan Dewa!”
Takumi bergerak dengan sangat cepat dan menebas tangan Leviathan, tetapi hal itu tidak cukup kuat untuk membuat lengannya putus. Selagi Takumi menjaga jarak darinya, sesuatu mulai jatuh dari langit.
“Woiiyaaa!” Ozaru melompat turun dengan tinjunya yang berapi-api, dia juga memanggil awan keemasan yang membantunya bergerak di tengah-tengah air.
__ADS_1
Kedua tinjunya tampak seperti meteor yang jatuh dari langit dan menghantam Leviathan. Benturan diantara keduanya begitu hebat sampai membuat gempa, Takumi tidak tinggal diam dan memberikan dukungan dengan menyerang titik buta Leviathan.
“Naga Air!” Leviathan mulai geram dan menciptakan banyak naga air untuk mengalihkan perhatian salah satunya.
Ozaru diserang oleh banyak naga air, tetapi dengan tenang dia menggesekkan telapak tangannya. Debu emas muncul dan bersinar sangat terang, energi alam berkumpul dan membutakan tempat sekitar dengan cahaya emas.
Cahaya yang berlangsung kurang dari 5 detik menghilang bersamaan dengan hancurnya naga air. Tidak ada yang tahu apa yang baru saja terjadi, tetapi Leviathan memahami bahwa Ozaru memiliki lebih banyak dari yang sudah dia tunjukkan.
Kembali terbang, Ozaru menggaruk rambutnya dan membiarkan bulu emas beterbangan. Bulu tersebut berubah menjadi pasukan kera, mereka juga memanggil Kinton dan mulai menyerang Leviathan. Takumi memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggunakan tahap lain dari kemampuannya.
“Tombak Dewa!”
Mengacungkan tombaknya ke langit, ratusan tombak berukuran besar mulai menjatuhi lokasi pertempuran. Leviathan kian lama merasa terpojokkan karena keduanya memiliki kemampuan yang nian merepotkan.
“Tak ada pilihan.” Leviathan merobek jantungnya sendiri, air hitam mulai keluar dari dalam tubuhnya dan membanjiri pertempuran ini.
Dari kejauhan, air laut dalam jumlah besar datang ke medan perang selayaknya tsunami. Pemandangan mengerikan yang tidak terpikirkan siapapun. Leviathan yang merobek jantungnya berubah menjadi air dan menyatu dengannya, wujud mengerikan monster air raksasa terwujud.
Di tempat lain, saat air laut yang dalam jumlah besar muncul dan mampu menyapu semua pasukan manusia, dua orang melompat ke arahnya, menimbulkan kilatan yang cantik dan menghancurkannya menjadi air hujan.
Bersamaan dengan kemunculan dua orang itu, hujan anak panah mulai berjatuhan. Pesawat tanpa awak yang memiliki beberapa penembak jitu dan juga senjata modern mulai menembak. Lautan manusia dalam jumlah besar muncul dari lubang dimensi yang cukup besar.
__ADS_1
Di sisi lainnya lagi, pasukan Iblis mulai berdatangan seperti bencana, langit menjadi gelap karena tentara hitam memenuhinya, juga dari arah berlawanan tentara emas keluar dari gerbang langit. Kekuatan penuh dari ketiga ras mulai memasuki medan perang.