
Kurang lebih 30 menit sebelum Takumi mencapai tempat Ozaru, pertarungan sudah imbang semenjak awal. Tidak ada yang untung atau dirugikan, mereka mengalami kondisi yang sama di mana tak satupun mampu meletakkan serangan.
Dengan tongkat, kelincahan, dan ketangkasan Ozaru, baik Leviathan atau Sandalphone tak mampu mengatasinya dengan ringan. Pergerakannya begitu lincah sehingga sulit untuk melukai ataupun mendesaknya. Baik Sandalphone ataupun Leviathan tak ada niatan habis-habisan di sini. Mereka sampai kini hanya menggunakan setengah dari kekuatannya.
Saat Sandalnya mengatakan dengan lantang bahwa dirinya hanya menggunakan 50% dari kekuatannya, Leviathan hanya mendengus, sementara Ozaru dengan ringan memberikan jawaban yang polos.
“Kamu menggunakan 50% dari kekuatanmu namun masih sangat lemah? Bahkan aku belum mengerahkan setengah dari 50% kekuatan lemahmu.” Jawabannya tanpa maksud memprovokasi, hanya jawaban yang keluar dengan polos darinya.
Ozaru tidak pandai perkara lidah, silat lidah dan perang verbal bukanlah keahliannya sama sekali. Namun kata-katanya tersebut memiliki dampak bagi Leviathan dan Sandalphone. Entah bagaimana dia memancing kemarahan mereka. Mungkin rendah kesabaran atau mereka merasa diremehkan?
Tampaknya kepolosan dan kejujuran dari seseorang juga akan mampu memberikan luka kepada seseorang melebihi sebuah kebohongan.
Jujur adalah sifat yang baik namun bukan yang terbaik untuk dilakukan. Memang sulit dipahami namun kenyataannya, tergantung pada situasi, kejujuran mampu merenggut nyawa.
“Kamu sangat sombong sebagai makhluk tidak jelas!” Sandalphone bergerak ke langit dan menggunakan Axe Kick, cahaya raksasa yang padat jatuh dari langit dan menghancurkan medan perang.
Gempa bumi, tanah retak yang menyebabkan gunung api di dekat mereka meletus. Kehancuran luar biasa hasil dari pertarungan mereka. Jika berandai-andai pertarungan terjadi di sebuah negara, bukanlah hal mengejutkan jika negara itu akan lenyap dari peta.
“Kamu tahu? Selain benci orang yang menentang tuanku, aku juga membenci orang lemah yang mengklaim lebih kuat dariku.” Leviathan mengangkat tangannya dengan wajah tidak senang.
Dari retakan yang disebabkan Sandalphone, air mulai keluar membentuk bola air yang sangat besar. Leviathan menyuntikkan kekuatan kegelapan dan segera bola air itu meledak. Tetesan yang tersebar mencerna apapun yang disentuhnya, seperti halnya asam lambung.
Sandalphone bergerak cepat dan menepis semua tetesan air yang datang kepadanya. Sementara Ozaru melakukan upaya ekstrim memutar tongkat raksasanya dengan kuat, menciptakannya tornado dan membuat air serta magma letusan gunung api berputar di sekitarnya.
“Bahkan jika kalian kuat, Tuan Ozaru yang perkasa ini, masih jauh lebih kuat!” Pusaran tornado diarahkan kepada dua musuhnya dan dengan liar menghancurkan apa pun.
Leviathan berdecak kesal dan menjauhinya, dia tidak ingin menyia-nyiakan kekuatan untuk menghancurkan atau menahan serangan yang jelas merepotkan tersebut. Pilihan terbaik yang diambil Leviathan adalah menjaga jarak sebisa mungkin.
“Kamu pikir serangan sekelas ini hebat? Maka kehebatan yang kamu maksud adalah hal yang rendah di mataku! Kick!” Sandalphone bergerak cepat dan menendang tornado tersebut dengan kakinya.
Tornado terpental jauh dan terbelah dua akibat tendangan kuat tersebut. Bagian-bagian yang terbelah masih memiliki magma dan air kekuatan Leviathan, bagian tersebut mulai menghantam gunung dan menyebabkan mereka hilang.
__ADS_1
Mereka menyadari bahwa pertarungan akan semakin sia-sia dengan keadaan yang stagnan ini. Peningkatan kekuatan dari salah satu pihak akan menyebabkan perubahan arus namun memiliki risiko untuk mencapai tingkat kelelahan yang tinggi. Hal tersebut menjadi alasan tidak satupun dari mereka mencoba mengungguli situasi saat ini.
Ozaru sendiri tidak berniat menggunakan banyak kekuatannya karena Rigel juga memerintahkan dia untuk tidak menggunakan terlalu banyak kekuatannya kecuali situasi yang memojokkannya.
“Tahukah kalian betapa menjengkelkannya situasi ini? Mengapa tidak mulai serius sehingga pertarungan menjadi lebih menyenangkan.” Leviathan mencoba mendorong dua lawannya untuk memulai.
Namun dia tahu bahwa tidak ada yang cukup bodoh diantara keduanya. Mereka mungkin memiliki alasan yang sama dengannya yaitu menghemat banyak kekuatan, karena acara utama dari perang ini belum dimulai, ada kebutuhan untuk menyimpan kekuatan karena mungkin dibutuhkan saat bagian utama dari perang ini dimulai.
“Kamu sendiri hanya bicara tanpa mencoba menggunakan segenap kemampuan, aku lebih benci orang yang besar dengan mulutnya saja.” Sandalphone membalas dengan acuh tak acuh.
Sementara Ozaru yang berada di tanah menatap mereka berdua dengan tatapan aneh, dia tidak benar-benar tahu alasan mereka meributkan hal paling sederhana namun di sisi lain dia merasakan keberadaan rekan yang mendekat.
“Aku tidak masalah untuk menggunakan kekuatan penuh, tetapi kalian mungkin akan mati.” Kata-katanya cukup menusuk untuk memancing kemarahan dari keduanya, di waktu bersamaan dia tersenyum lebar, “Selain itu, tanpa perlu menggunakan kekuatan penuh, kalian sudah pasti akan mati.”
“Tombak Penghakiman!” Tombak raksasa jatuh diantara keduanya secara mendadak. Mereka tidak menyadari kehadiran pengguna dan sebelum sempat menyadari, Ozaru telah melompat menuju Sandalphone.
Di belakangnya terdapat pria lain yang muncul dan menghadapi Leviathan, pria itu tersenyum puas dan menunjukkan wajah yang sedikit nostalgia, “Kita bertemu lagi, Leviathan!”
Mereka pernah berseteru sekali di waktu Takumi pada kondisi yang lemah akibat sanksi pemotongan level karena menggunakan kutukan pemalas, hak tersebut cukup berdampak bagi statistik dan kekuatannya.
Namun situasi ini akan menjadi pembalasan bagi Takumi, dia tidak sama dengan dirinya yang dulu. Dia yang sekarang cukup yakin melakukan pertarungan jangka panjang sekalipun lawannya adalah Lucifer, keyakinannya tentu saja berasal dari kekuatannya.
Takumi dan Ozaru sama-sama menghempaskan lawannya, mereka telah memutuskan siapa yang akan dihadapi masing-masing dengan posisi saling memunggungi. Mereka tak punya waktu untuk berkomunikasi mengenai pengaturan ini tetapi kedua pihak saling memahami kebutuhannya.
“Merpati ini bergerak cepat seperti capung, sulit bagimu untuk mengenainya namun sangat mudah bagiku mengatasinya. Namun kelelawar di sana sangat berbeda, ada sesuatu yang dia sembunyikan dan membuatku berwaspada.” Ozaru mulai berbisik dan membagikan informasi yang dia dapatkan.
Takumi tersenyum kecut dan bersyukur bahwa kini Ozaru memiliki sebagian atau seutuhnya otak dari kepribadian pintarnya, meski terkadang amat menjengkelkan melihat sikap yang dia miliki saat ini.
“Terima kasih untuk itu. Mengenai capung di sana bernama Sandalphone, sepengetahuanku dia malaikat yang menggunakan sandal, aku tidak tahu makna pastinya namun kekuatannya mungkin ada di kakinya.”
Dalam kisahnya, malaikat dengan nama Sandalphone memiliki arti sebagai Dia Yang Memakai Sandal. Takumi sudah mengkonfirmasi hal tersebut dengan Rigel dan Yuri namun mereka tidak memahami hal seperti apa yang bisa dilakukan oleh Sandalphone.
__ADS_1
Kecurigaan mereka tertuju kepada dia memiliki kaki-kaki yang kuat karena tidak mungkin seseorang mengenakan sandal di tangan atau bagian lain tubuhnya, karena itu pastinya kekuatan Sandalphone berada pada kakinya.
“Aku tidak membutuhkan apa pun tentangnya karena dia lawan yang mudah, meskipun dia juga seorang Raja namun aku adalah Raja dari segala Raja!” Ozaru mulai memutar tongkat dan membuat postur uniknya sendiri, “Aku Raja Kera Agung dari Gunung Kera, yang paling perkasa dan hanya ada satu di dunia, akulah Tuan Ozaru yang perkasa!”
Ozaru berpikir akan ada kemewahan seperti tepukan tangan dan kekaguman dari orang-orang namun sayangnya hanya ada situasi hening tanpa makna. Berbeda di Region dan kerajaan lain, setiap kali memperkenalkan dirinya maka tentara Legion akan mulai bertepuk tangan dan memuji, tentunya karena mereka mungkin tidak memahami tindakannya.
Namun bagi Ozaru hal itu adalah puji-pujian yang ditujukan kepadanya.
“Monyet jenis apa kamu ini?” Sandalphone berkata dengan bermasalah, baru kali ini dia melihat monyet seperti Ozaru.
Ozaru hanya tersenyum tanpa menjawab, dia menghilang dari tempat dan muncul di depan Sandalphone. Melihat itu dia merasakan aura kuat dan mulai bergetar di hadapannya, Sandalphone seolah melihat bayangan monster raksasa berada di belakang Ozaru.
Dengan tergesa-gesa Sandalphone mencoba menjauh namun kaki Ozaru dengan cepat memukul kepalanya dan membuatnya terhempas ke tanah. Ozaru segera mengulurkan tongkatnya yang memanjang dan membesar ke tempat jatuhnya Sandalphone.
“Kergh! Pegasus!” Cincin di tangan Sandalphone menyala dan dia segera pergi dengan kuda Pegasus yang muncul entah dari mana.
Di sisi lain, pertarungan antara Leviathan dan Takumi juga dimulai. Hujan tombak mulai berjatuhan, Leviathan melakukan salto ke belakang dan menghindarinya dengan sempurna. Dia. juga menggunakan air yang terkumpul dan menciptakan ombak besar yang melelehkan segala benda.
Takumi memutar tombak dan melemparkannya, tombak cahaya berukuran besar muncul dan menghancurkan ombak tersebut. Tombak tersebut terus meluncur ke langit, saat menghilang di telan awan, Takumi memejamkan mata dan menyejajarkan tombak dengan wajah
Begitu membuka mata dan melafalkan mantra, hujan tombak raksasa mulai berjatuhan dari langit. Melihat pemandangan tersebut, Leviathan diam-diam tersenyum dan membentuk trisula air untuk menangis setiap hujan tombak tersebut.
Di tengah-tengah hujan dan benturan antara tombak dan trisula, Ozaru sedang bertarung dengan Sandalphone dengan kecepatan yang tidak masuk akal. Meski Sandalphone menjadi sangat cepat karena menunggangi pegasus, tetapi Ozaru tidak kalah cepat dan sampai saat ini berhasil menciptakan benturan dengannya.
Tanduk panjang Pegasus berusaha menembus dada Ozaru, tetapi tongkatnya adalah penghalang terbesar yang membuatnya tidak mampu menyentuh Ozaru. Setiap kali dia menyerang Ozaru akan membesarkan tongkatnya sampai tubuhnya tertutupi tongkat.
Sandalphone memerintahkan Pegasus melakukan serangan tipuan dengan datang dari depan dan begitu tongkatnya membesar, mereka akan bergerak cepat ke belakang dan menyerang Ozaru. Namun ketika itu terjadi Ozaru memanjangkan tongkat dan membawa dirinya ke udara.
Tindakannya membuat Sandalphone gemetar marah dan melakukan transformasi lain yang dia namakan Dewa Perang. Armor mengkilap berwarna emas menyelimuti tubuhnya dan terdapat bilah pedang di dua sendal yang dia gunakan.
Konfrontasi kembali dimulai, kedatangan Takumi jelas membawa arus perubahan pertarungan yang lebih besar. Tak satupun dari mereka menahan diri untuk tidak menggunakan banyak kekuatan dan benar-benar melakukan pertarungan untuk habis-habisan.
__ADS_1