Creator Hero : The Last Hero

Creator Hero : The Last Hero
Ch. 110 — Yuri Vs Seraphiel


__ADS_3

Yuri saat ini melawan Seraphiel di mana pertarungan keduanya tidak ada yang unggul atau mundur. Sejak beberapa menit lalu mereka hanya saling melemparkan sihir dan anak panah kuat.


Situasi keduanya tidak berubah sama sekali dan berada di situasi di mana salah satu pihak melakukan tindakan ceroboh dan berakhir dengan malapetaka.


“Sepertinya Samael telah mati. Aku terkejut karena dia sangat kuat namun hanya sampai sana saja batasnya, ya?” Seraphiel memejamkan matanya sedikit sebagai bentuk duka atas kematian Seraphim lain, “Apa yang akan kamu lakukan, manusia? Rekan Pahlawanmu yang menggunakan tombak sedang sekarat.”


Tanpa perlu bagi Seraphiel menjelaskannya karena Yuri sudah mengetahui situasi tersebut secara kasar. Dia merasakan energi kehidupan Takumi kian memudar dan melemah. Energinya seakan-akan bisa menghilang kapan saja tanpa pernah disadari.


Tidak mungkin ... kamu itu kuat, tidak mungkin jika kamu sedang berada ... di ujung tanduk kematian, kan? Nah, Takumi, itu tidak mungkin, kamu berjanji untuk tidak mati. Pikirnya.


Yuri merasa gemetar, napasnya berhenti selama beberapa detik dan matanya bergetar. Dia ingin segera pergi ke tempat Takumi namun Seraphiel mengirimkan sihir peringatan yang sengaja dibuat meleset.


“Kamu harus tahu bahwa aku tidak akan membiarkanmu berpaling dariku. Dicampakkan, bahkan oleh manusia rendahan sepertimu rasanya tidaklah menyenangkan.” Seraphiel menatap Yuri seolah melihat sesuatu yang menjijikan.


“Jangan menggangguku ...”


“Hah? Aku tidak mendengar suaramu seperti halnya aku tidak melihat sesuatu yang berharga dimiliki oleh manusia.”


“... aku bilang ... jangan ... MENGHALANGIKU!” Yuri melebarkan matanya yang menangis, wajahnya sangat marah dan dia menarik anak panahnya dengan segenap kekuatannya.


Tiga anak panah ungu meluncur cepat namun Seraphiel menahannya dengan sihir perisai. Ledakannya cukup kuat namun sama sekali tidak memiliki dampak apapun kepada Seraphiel. Saat berpikir bahwa serangan tersebut sangat lemah, Seraphiel dikejutkan dengan fakta anak panah lain muncul dari arah berlawanan.


Seraphiel kembali menciptakan perisai namun anak panah terus berdatangan dari berbagai arah yang tidak bisa dia tebak dengan mudah.


Bagaimana caranya berpindah dengan waktu secepat ini. Sekalipun Jahoel telah menarik penghalangnya, seharusnya mustahil dia berteleportasi sesering ini. Pikirnya.

__ADS_1


Namun kenyataannya Yuri terus menembakkan anak panah dari berbagai arah. Seraphiel tidak mampu melihat situasi yang sebenarnya terjadi karena anak panah yang dia tangkis meledak dan mengeluarkan asap hitam.


Perlahan serangan mengendur dan berhenti, Seraphiel menghilangkan perisainya dan tersenyum mengejek, “Apa kamu sudah mulai lelah? Sepertinya Pahlawan memang tidak ada apa-apanya, ya!”


Saat dia sibuk mengejek, Seraphiel mendadak merasakan niat membunuh kuat yang datang dari atasnya. Menengadah dia menemukan Yuri sudah bersiap dengan anak panahnya, bertepatan dia menyadari kehadirannya Yuri menembakkannya.


“Aku akan membunuhmu, dan pergi ke tempat Takumi! Siapapun yang menghalangiku, akan kubunuh dia!”


Anak panahnya melesat secepat cahaya dan berhasil melukai sedikit dada Seraphiel. Berdecak kesal Seraphiel menjauh selagi mengamati Yuri baik-baik.


Aku berada di udara dan cukup tinggi, bagaimana bisa dia melompat melebihi ketinggianku? Ini sangat aneh. Pikirnya


Saat Seraphiel mencari alasannya, dia terkejut dengan fakta bahwa Yuri menembakkan anak panah ke tanah dan tubuhnya ikut tertarik sesuai laju anak panah tersebut.


Misteri dari Yuri yang mampu menembak dari berbagai arah karena dia memiliki kekuatan di mana anak panahnya mampu membawanya pergi, seperti dirinya ditarik oleh anak panah tersebut. Kekuatannya hampir seperti teleportasi namun milik Yuri adalah versi paling rendahnya.


Yuri menembakkan panahnya ke sisi lain yang cukup jauh, Seraphiel tersenyum penuh kemenangan dan kelancaran serangan kuat ke arahnya.


“Aku mendapatkanmu!” Dia tersenyum senang namun segera menyadari bahwa itu hanya tipuan karena Yuri berada tepat di punggungnya saat ini.


“Magic Arrow!” Dia menembakkan tepat di punggung Seraphiel dan membuatnya terluka.


Tak berniat untuk berada di jarak dekat terus Yuri segera menembakkan panah lainnya dan menjauh. Seraphiel yang memiliki lubang di punggung kanannya segera memulihkannya, wajahnya berkerut sangat marah.


“Beraninya kamu melukaiku, takkan pernah aku maafkan!”

__ADS_1


“Aku tak peduli lagipula aku tidak mencoba meminta maaf.”


“Jalang brengsek!” Seraphiel menggunakan sihir api dan menyemburkannya dari telapak tangan, dia membakar seisi medan perang keduanya sehingga Yuri kesulitan mencari tempat yang nyaman untuk menembak.


“Apa kamu tahu bahwa aku mampu menembak di manapun dan apapun kondisinya. Karena itu, meski kamu bersembunyi di ujung dunia, anak panahku tidak pernah meleset!”


Dengan matanya yang penuh niat membunuh, Yuri menembakkannya dari jarak yang sangat jauh meski postur tubuhnya jatuh dari langit dengan kepala lebih dulu. Tangannya menarik erat tali busurnya dan Yuri menembakkan panah besar ke arah Seraphiel.


“Tidak meleset bukan berarti tidak mampu ditangani?” Seraphiel menciptakan pintu besar yang melindunginya dari serangan tersebut.


Panah milik Yuri meledak ketika menghantam gerbang besar tersebut, Yuri berdecak kesal sebelum menembakkan anak panah lain dan berpindah. Dia segera menembakkan panah beruntun agar Seraphiel semakin kerepotan karena akan berbahaya jika dia memiliki waktu untuk menggunakan sihir lain yang merepotkan.


Aku harus melakukan sesuatu dan cepat menyelesaikannya. Takumi dalam bahaya. Pikirnya.


Energi yang dimiliki Takumi kian memudar dan sampai titik di mana api akan padam hanya dengan hembusan angin dan sedikit gerakan. Yuri tidak akan mampu merelakan kepergian Takumi jadi karena itu dia harus menyelesaikan pertarungan dengan Seraphiel secepat mungkin.


“Terus-menerus anak panah menjengkelkan. Kamu tampaknya sudah berada di atas angin. Ikutlah aku dan kembali turun ke bawah!” Seraphiel mengangkat tangan kanannya dan mengayunkan dengan lembut ke bawah.


Hujan cahaya mulai berjatuhan sehingga Yuri harus terus berlari dan menghindar. Serangannya tidak pernah berhenti seakan hujan yang terlalu banyak menampung air. Menunggu Seraphiel kelelahan karena kehabisan sihirnya jelas tindakan bodoh.


Ini semakin menyebalkan! Seberapa banyak kekuatan yang dia miliki? Aku terlalu meremehkannya. Pikirnya.


Yuri mencari celah dan sesekali menembakkan panahnya ke arah Seraphiel namun tidak satupun yang bisa mendekat karena hujan cahaya yang menghalanginya. Meski begitu Yuri tidak kehabisan akal dan dia sudah menebar benih di beberapa tempah sampai-sampai Seraphiel tidak menyadarinya.


“Kamu berlari seperti tikus. Jika keadaannya seperti ini kekasihmu akan mati. Aku yakin merasakan bahwa ada sosok yang menuju ke arahnya meski tidak yakin siapa itu.” Seraphiel berkata dengan nada senang.

__ADS_1


Provokasi yang bisa diterima Yuri adalah berita tentang Takumi, Seraphiel jelas tidak kehabisan akal untuk memancing emosi lawan dan menuntunnya mengambil langkah ceroboh.


__ADS_2