Creator Hero : The Last Hero

Creator Hero : The Last Hero
Ch. 119 — Takdir Yang Kamu Pilih


__ADS_3

“Lama tidak bertemu, Rigel.” Azartooth menyambut Rigel dengan senyuman lembut namun sebaliknya, Rigel menerjang maju dengan tendangannya.


Dengan mudah Azartooth menangkapnya, mengangkat Rigel dan melemparkannya dengan mudah.


“Apa kamu membenciku? Kita sudah lama tidak bertemu dan kupikir kamu akan merindukan kamu.” Senyumannya masih sama tak berubah sedikitpun.


“Tidak setelah aku memahami semua rencanamu. Tak peduli apa yang kamu katakan, semua yang terjadi, semua yang aku alami-!” Rigel berniat meluapkan semua kemarahannya namun Azartooth memotong kalimatnya.


“Tenang dulu. Aku akan menjelaskannya secara rinci. Apa yang kamu ketahui dan apa yang tidak kamu ketahui, semuanya akan terjawab.”


Rigel tak lagi bisa mempercayai kata-kata yang keluar dari mulutnya. Jika dirinya bisa pergi ke masa lalu, Rigel ingin menampar dirinya yang dulu dengan bodohnya menerima uluran tangan tersebut.


“Aku melakukan ini untuk tujuanku pribadi. Kamu takkan tahu alasannya, sebagai makhluk berusia singkat mustahil merasakan apa yang telah aku rasakan. Waktu terus berputar dan bergerak, berulang-ulang, dalam kesendirian dan keabadian aku mencari sebuah jawaban.”


Dewa abadi, meski mereka terbunuh dan tubuhnya hancur kelak mereka akan kembali bereinkarnasi dengan ingatan yang sama. Siklus hidup-mati berlaku bahkan diantara para dewa namun meski mati mereka tak benar-benar mati. Mudahnya mereka hanya tertidur selama beberapa waktu.


Azartooth yang sudah hidup lebih lama dari siapapun memahami dengan betul bahwa hidup bukanlah sebuah berkah untuknya, tetapi malapetaka kutukan.


“Jawaban?” tanya Rigel dengan emosi tertahan.


“Ya, sebuah jawaban. Aku yang terlahir dari kehampaan telah menyaksikan terbentuknya alam semesta tanpa batas. Dimulai dari sebuah bola super besar yang utuh, menjadi hamparan galaksi tak terbatas. Aku mengaguminya, memujanya. Sampai para Dewa terlahir, seluruh kehidupan lahir, sebuah pertanyaan muncul dalam benakku ... Siapakah engkau yang menciptakannya, siapakah engkau yang menciptakanku?”


Sampai pada sebuah kesimpulan di mana Azartooth meyakini bahwa kehampaan bukanlah sesuatu yang ada lebih dulu, dan dirinya bukanlah makhluk pertama. Azartooth meyakini, terdapat seseorang atau suatu makhluk maha hebat yang bahkan menciptakan sebuah kehampaan.


Tak hanya kehampaan, bola besar yang membentuk alam semesta juga ciptaan makhluk yang lebih tinggi darinya, tak terlihat dan tak tergapai.


“Aku sudah lama gila mencari jawaban. Tak peduli apapun yang aku lakukan, sosok yang lebih agung dariku dan menciptakanku tak pernah muncul. Pada akhirnya hanya satu hal yang terbesit di dalam pikiranku. Bila mana kekacauan besar terjadi, mungkin aku akan mendapatkan jawabanku.”


“Jadi kamu memulai peperangan diantara para dewa? Itu benar-benar tidak masuk akal!” Rigel mengutuk keras tindakan yang diperbuat Azartooth.


Melibatkan banyak hal hanya untuk keegoisannya belaka, tak seorangpun akan percaya bahwa ada sosok seperti itu di dunia ini.


“Jadi artinya, putra dan istri yang kamu pernah sebut namanya hanya mainan belaka?” lanjut Rigel.


Azartooth hanya membuat wajah sama dengan senyuman yang sama, “Begitulah. Kamu pikir aku yang terlahir dari kehampaan akan memiliki kesempurnaan seperti hati? Tentunya tidak, mereka kugunakan untuk kepentinganku. Meski begitu tak peduli seberapa besar kekacauan yang aku buat semuanya tak berarti apa-apa. Sampai suatu ketika aku muak dan melenyapkan mereka para Dewa, membuat anakku mengembara jiwanya. Saat itulah keinginanku hanya satu yakni lenyap dan dunia ini aku temukan.”

__ADS_1


Dia mengungkapkan bahwa Earthland bisa membantunya dan membuat sesuatu seperti Ragnarok. Dengan kemampuannya tak sulit menanamkan bahwa Ragnarok akan terjadi. Baik manusia, malaikat ataupun iblis mampu terlibat karenanya dengan mudah. Rigel tidak tahu pasti bagaimana tepatnya Azartooth melakukannya.


Ketika menemukan Earthland Azartooth menciptakan senjata kuat dari tubuh anaknya dan itulah waktu ketika Pahlawan terlahir.


“Ada beberapa hal terjadi terutama Aludra yang jadi anomali besar sebelumnya. Siapa yang akan menduga? Senjata yang tak bisa dihancurkan manusia mampu dia hancurkan.”


Mendengar fakta aneh lain Rigel terkejut bukan main. Aludra bisa dibilang adalah Ayahnya Rigel yang juga terserempet ke dunia ini. Rigel tidak tahu bagaimana riwayat hidupnya semasa di dunia ini namun dari berbagai poin yang terungkap dia adalah pembuat onar yang sangat kuat.


“Karena itu aku menghapus sosok itu dari dunia, semua catatannya menghilang kecuali dari mereka yang tetap hidup hingga kini. Namun berkat dia, aku menemukan jawaban bahwa memang ada sosok yang sudah ada lebih dulu dan menciptakanku. Saat itulah ketika kamu, Pahlawan yang tanpa senjata dan memiliki sesuatu yang tidak pernah kumiliki, Creator.”


Sejak saat itulah Azartooth mulai tertarik kepada Rigel yang juga memiliki bagian dari jiwa Antares dalam dirinya. Takdir kian terhubung dan saat meyakini kehadiran yang lebih tinggi dari para Dewa, Azartooth tak memiliki keinginan apapun selain lenyap, alias mati.


Meski tidak memiliki hati, dia memiliki kemauan dan keegoisan yang kuat. Sampai akhir Rigel takkan mengerti hal itu.


“Jadi apa kamu ingin aku membunuhmu? Dengan kekuatan yang tidak pernah kamu berikan dan kekuatan Void yang kamu berikan? Maka sejak awal tak perlu basa-basi!” Rigel siap membunuhnya kapanpun tetapi Azartooth belum menunjukkan ketersediaannya.


“Jika kamu membunuhku, aku hanya akan bereinkarnasi. Kekuatan Void yang kamu terima bahkan tidak ada setengahnya karena aku tak bisa menyerahkannya sampai kamu membuktikan padaku bahwa kamu memang utusannya.”


“Utusan?”


Azartooth mulai menggila, tubuhnya gemetar hebat dan dengan suara keras menceritakan delusi miliknya.


“Kalian manusia tidak akan bisa menerima kebenaran suatu keberadaan. Memahaminya? Sama sekali tidak akan bisa. Aku, makhluk yang hidup lebih lama dari alam semesta ini sangat mengagumi sosok Pencipta. Melaluimu Pahlawan yang tak pernah aku berikan kekuatannya, dia menunjukkan kuasanya padaku. Itulah, CREATOR!”


Creator bukanlah kekuatan yang hanya menciptakan alat dan senjata ataupun material, tetapi Creator adalah bagian dari kekuatan yang menciptakan asal-usul keberadaan, hingga yang paling awal yakni kekosongan.


“Aku telah puas, kekosongan ini sudah terisi dan aku ingin menghilang. Ini pertama kalinya aku merasa memiliki hati, saat ini yang aku inginkan adalah kembali kepadanya.” Azartooth kembali tenang dan tersenyum damai selagi merentangkan kedua tangannya, “Void mampu membunuh Dewa, tetapi Void tak mampu membunuh Pencipta. Kekuatan yang aku berikan takkan bisa melukaiku, tetapi bisa menyerapku.”


Saat Void yang dimiliki Azartooth berpindah sepenuhnya kepada Rigel, maka disaat itu kemampuan reinkarnasi akan menghilang, Azartooth akan menjadi manusia biasa.


“Itu sama artinya aku yang memberimu imbalan meski selama ini aku yang tersiksa? Haha, jangan. bercanda. Sampai akhir menjemputku, aku takkan—”


“Kamu akan. Habisnya, kekuatan itu milikku.” Azartooth menggerakkan jarinya dan saat itulah Rigel bergerak mendekat tanpa pernah menginginkannya.


Dia bagaikan boneka yang digerakkan oleh Azartooth. Tak peduli seberapa keras Rigel memberontak, tubuhnya tak menurut seakan bukan miliknya.

__ADS_1


Ketika itulah, tangan kanan yang bersinar oleh rune Void menembus dada Azartooth dan kekuatan besar mengalir masuk. Rigel sudah pasrah, sesuatu di dadanya seakan mengecil dan lenyap.


“Pada akhirnya sejak aku menerima Void, aku telah terjebak ke dalam rencanamu.” Rigel tak lagi memiliki kemarahan di hatinya, wajahnya kini benar-benar kosong melompong.


“Lebih jauh dari itu. Sejak kamu lahir, kamu telah jatuh ke dalam genggamanku ... sudah waktunya aku mati.” Azartooth menerima kematiannya dengan penuh kedamaian.


Tubuhnya perlahan retak dan hancur menjadi debu, selama proses kematian tersebut, ada beberapa patah kata yang dia sampaikan.


“Kamu akan abadi, sebagai manusia yang menerima kekuatan Dewa. Ingatlah, kamu bukan yang terkuat meski memegang kehampaan. Ada begitu banyak dunia dan Dewa-dewi di hamparan alam semesta. Kamu mungkin bukan satu-satunya manusia yang memiliki kekuatan Dewa. Selama peperangan terakhir ada sosok dari dunia lain datang dengan kekuatan yang bahkan sedikit lebih kuat dariku, Salazar.”


Rigel sama sekali tidak benar-benar peduli dengan perkataan tersebut. Dia tidak peduli tetapi tetao mengingatnya. Dengan kekuatan tersebut di tangannya, Rigel takkan mati, dia tak bisa bunuh diri.


Selamanya Rigel akan melakukan perjalanan di alam semesta yang tak terbatas dan menghabiskan waktunya dalam kesendirian juga kesedihan.


Sepenuhnya sosok Azartooth lenyap dan menemukan akhir yang dia inginkan. Rigel terdiam, dia berharap dia menangis namun seribu usaha berakhir kegagalan.


“Apa yang akan terjadi selanjutnya ... aku mencintai jadi manusia ketimbang Dewa ...”


Barangkali ada suatu cara untuk menggantikan posisinya, Rigel akan melakukan apapun untuk itu.


Ketika dirinya jatuh dalam laut ketidaktahuan, pemandangan di depannya berubah. Hamparan galaksi yang muncul dan menjauh, serta dua buah tangan raksasa yang terbuat dari nebula dia lihat.


Saat itulah cahaya terang yang bahkan belum pernah Azartooth lihat juga kunjungi menghampiri Rigel, memberikannya sebuah tugas terakhir yang juga sebuah kutukan abadi.


—Note—


Kalian berpikir mungkin ini ending yang cukup absurd, ya. Saya akan membantu kalian. Intinya semua yang terjadi, masalah yang ada di cerita ini adalah sebuah benang panjang yang ditebarkan oleh Azartooth. Segala hal yang Rigel hadapi adalah bagian dari benang yang dia buat.


Datang ke dunia lain untuk jadi Pahlawan, pergi Ke Labyrinth Neraka, Malapetaka dan Ragnarok. Lalu ada lagi pahlawan generasi sebelumnya, Aludra, dkk.


Lalu inti dari apa yang dicari oleh Azartooth. Dia ingin membuktikan bahwa kekosongan bukanlah awal dan kekosongan itu sendiri adalah sesuatu yang diciptakan. Seperti sebelum ada nomor 2, selalu ada nomor 1. Segala sesuatu pasti ada yang menciptakan.


Sampai di sini saja dulu. Masih ada chapter lain yang akan saya upload karena saya belum menunjukkan beberapa bagian terutama mengapa sekuel kedua memiliki judul The Last Hero.


Kemungkinan besar besok atau lusa, meski saya ingin menuliskannya hari ini. Namun dikarenakan jam tidur yang kacau membuat saya kembali ke diri yang dulu, orang yang tidak konsisten.

__ADS_1


__ADS_2