
Langit tak berubah warna dan matahari serta bulan tidak berpindah dari posisinya, namun semuanya tahu bahwa sekarang adalah hari yang penting. Hari yang akan menentukan masa depan umat manusia.
Di perang bagian pertama pasukan Iblis di bawah kendali Diablo terdapat 100 ribu pasukan iblis, sementara malaikat belum menunjukkan dirinya hanya manusia yang sudah ada di sana lebih dahulu sebelum iblis.
“Apa-apaan ini, kamu benar-benar menganggap remeh peperangan dengan datang seorang diri?!” Diablo mengumpat keras karena Rigel berdiri dengan angkuh tanpa membawa pasukan apapun, “Apa kamu pikir bisa memenangkan perang dengan hanya sendirian?!”
Kedatangannya sendirian tanpa membawa pasukan adalah sebuah provokasi yang sangat berani dari Rigel, nyatanya tidak hanya Diablo tetapi bangsawan iblis yang lainnya juga tampak menggertak giginya dengan kuat.
“Bukankah jelas bahwa hal ini menunjukkan betapa lemahnya kalian?” Rigel melemparkan provokasi murahan lainnya.
Diablo menggertak dan berniat menyerang akan tetapi pilar iblis bernama Regulus menepuk bahu dan menahannya, “Kamu tak seharusnya hilang kesabaran, Diablo.”
“Lepaskan aku, kamu tak memiliki hak menghentikanku.” Diablo menatap tajam Regulus dan menunjukkan aura permusuhan.
Tidak hanya diam Regulus justru menatapnya balik dengan lebih dingin, tidak hanya situasi diantara mereka tetapi udara disekitar ikut mendingin, “Kecerobohanmu akan membawa nama Tuan Lucifer jatuh, sekalipun itu kamu aku takkan segan membunuh.”
Diablo perlahan mendapatkan ketenangannya dam menepis tangan Regulus, jika itu menyangkut kehormatan Lucifer mereka tak segan-segan menelan harga diri karena lebih dari apapun kemuliaan Lucifer di atas segala-galanya bagi ras iblis.
*Tong ... Tong ...
Gema lonceng yang keras berbunyi seantero dunia, gerbang raksasa keemasan yang melayang di udara perlahan terbuka, sinar putih keluar dan mahkluk agung nan suci yang terbuat dari cahaya, malaikat mulai turun bagai hujan ke dunia ini.
Dengan pedang yang disejajarkan di wajah, sepasang sayap merpati putih yang indah dan pakaian putih bergaris emas menghiasi tubuh. Diantara banyaknya malaikat terdapat yang paling mencolok dengan enam sayap.
Dua malaikat dengan enam sayap tersebut memimpin di depan malaikat lainnya. Salah satunya malaikat perempuan dengan rambut keemasan yang cantik, mata terpejam, pakaiannya yang nyaris terbuka sepenuhnya. Malaikat perempuan yang cantik tersebut membawa tongkat keemasan dengan lambang merpati.
Sementara di sisi lain adalah malaikat pria dengan janggut dan perawakan kekar, hanya menggunakan selendang untuk menutupi dadanya, dan sigil salib terukir di kedua tangannya.
Tatapannya yang sepenuhnya cahaya tertuju pada Iblis dan segera beralih kepada Rigel, dia merasa aneh dengan keganjilan situasi pihak manusia.
“Aku telah mendengar dari Michael bahwa ada Pahlawan manusia yang patut diwaspadai, tetapi siapapun tidak akan menduga bahwa manusia menantang perang sendirian.” Malaikat pria bernama Kemuel bergumam dengan ketidakpercayaan.
__ADS_1
“Dia pasti cukup kuat hingga bisa bersikap sombong.” Malaikat perempuan yang bersamanya yaitu Rafael memeluk tongkatnya selagi mengamati situasi meski matanya tetap tertutup.
“Kemuel dan Rafael, lama tidak berjumpa dan sebentar lagi kita akan berpisah karena aku akan membunuh kalian!” Regulus berteriak dengan penuh antusias, tangannya membentuk cakar dan aura dingin keluar darinya.
“Kamu yang menyuruhku menahan diri namun dirimu tidak bersikap demikian. Namun untuk kali ini aku setuju karena ingin menghabisi mereka semua.” Diablo tersenyum sinis dan memanjangkan kuku-kukunya.
Menyadari bahwa situasinya bisa pecah kapan saja, seseorang memecahkannya dengan bertepuk tangan, “Bagus sekali, semua orang telah berkumpul dan mengantarkan nyawanya.”
Baik Pilar Iblis ataupun Seraphim tak terima dengan perkataannya, Rigel yang bertepuk tangan dengan riang dan tersenyum mengejek orang-orang di depannya.
“Jangan memaksakan keberuntunganmu, manusia.” Kemuel bergetar dan wajahnya dilipat marah.
Bahkan Seraphim sekalipun akan tersinggung dengan provokasi rendahan tersebut, berkat itu Rigel memahami bahwa mereka memiliki kesabaran yang sangat dangkal.
“Manusia sungguh bodoh karena tak menyadari bahwa dirinya sedang terpojok.” Rafael mengerutkan alisnya saat Rigel melontarkan perkataan sombong.
“Sebenarnya aku bertanya-tanya akan satu hal.” Rigel menyela dan angkat bicara, kian lama senyumannya semakin menjengkelkan bagi Seraphim dan Pilar Iblis, “Aku tidak tahu di mana letaknya diriku terpojok? Aku tidak ingat kawanan monyet menang melawan naga.”
“Habisi dia!” Diablo segera memerintahkan pasukannya untuk maju saat dia terbang menuju Rigel.
“Ini bagus. Sebagai hadiah akan kutunjukkan kembang api yang memukau.”
Diikuti dengan kata-katanya ratusan misil segera melesat dan ratusan ribu tentara manusia muncul di belakang Rigel pada waktu yang bersamaan, kejutan tersebut cukup membuat dua ras lainnya diam membatu.
Diablo dan Regulus pernah melihat misil yang digunakan Rigel bahkan diantara banyaknya senjata ada yang mampu membunuh Dante, mereka segera menggunakan sihir pelindung dan menutupi tubuh dengan sayap.
“Tampaknya benda misterius itu berbahaya, Kemuel.” Rafael memperingati dengan risau dan meminta Kemuel untuk bertindak.
“Aku tahu ...” Kemuel menghantamkan kedua tangannya, salib di kedua tangan bersinar terang dan perisai cahaya raksasa tembus pandang melindungi para malaikat, “Holy protection!”
Misil yang menuju mereka menghantam perisai tak terlihat dan gagal menyentuh malaikat, meski begitu dampaknya tetap dirasakan dan beberapa mulai tumbang.
__ADS_1
“Holy Heal!” Rafael segera mengangkat tongkatnya tinggi-tinggi dan menyembuhkan pasukan yang tumbang.
Para iblis di sisi lain tidak memiliki perlindungan apapun. Mereka mulai berjatuhan seperti daun namun dengan kegilaan yang mereka miliki, para iblis yang sekarat sekalipun bernafsu membunuh malaikat dan manusia di belakang Rigel.
Meski banyak yang tidak mencapai Rigel namun ada satu iblis bangsawan berhasil mencapai tempat Rigel dan berniat mengoyaknya.
“Mati manusia!” Dengan cakar tajamnya yang mengayun vertikal ke arah Rigel, dia meneteskan air liur dan dalam ayunannya angin kencang menyertai.
Rigel tak menghindarinya dan menerima serangan tersebut. Iblis itu tersenyum senang namun hanya berlangsung selama beberapa detik sebelum dia sadar bahwa baik itu Rigel dan pasukan di belakangnya palsu.
“T-tembus?!” Iblis itu menemukan tangannya tidak merasakan daging atau hangatnya darah, sementara orang yang coba dia bunuh tersenyum puas.
“Sudah kubilang kalian semua bodoh, sangat bodoh sampai tidak menyadari bahwa yang kalian lihat hanya hologram atau ilusi.” Hologram Rigel dan pasukannya mulai berkedip saat Rigel mengatakan demikian, “Jangan pernah meremehkan manusia, mahkluk kotor.”
“Apa itu?!” Salah satu iblis berteriak dan menunjuk ke arah langit.
Hujan misil telah berhenti namun sesuatu yang lebih mengerikan mendatangi mereka. Baik Diablo dan Regulus, Kemuel dan Rafael tak bisa untuk tidak terkejut dengan pemandangan yang mereka lihat.
“Apa-apaan manusia ini!” Kemuel segera mengerahkan kekuatannya untuk melindungi pasukan, dia sendiri tidak memiliki kepercayaan diri penuh mengatasinya.
“Seperti kata Michael, Pahlawan manusia satu ini penuh kejutan.” Bahkan Rafael yang tenang untuk pertama kali merasakan keringat mengalir di kening.
“Diablo, perintahkan pasukan untuk berlindung, jika dibiarkan mereka akan lenyap!” Regulus mulai panik saat menatap langit, “Sebelumnya hujan ledakan sekarang apa, hujan matahari?!”
Empat matahari yang cukup besar jatuh dari langit diiringi anak panah cahaya dan enam tombak hijau berukuran besar tengah jatuh menuju mereka.
Diablo pernah melihat yang serupa ketika dia merasakan energi panas yang besar dari lokasi Rigel melawan Hydra, kali ini tidak hanya satu namun empat darinya muncul sekaligus. Bahkan ledakan yang digunakan untuk membunuh Dante tidak bisa dibandingkan.
“Sungguh tidak lucu untuk kalah di babak awal! Teritory — Domain of Despair!” Diablo memfokuskan kekuatannya untuk membuat Territory dan membiarkan pasukan iblis terjebak di dalamnya.
Tak banyak cara bisa dilakukan, dengan menggunakan Teritory pasukan iblis terlindungi meski Teritory hancur karena ledakan tersebut.
__ADS_1
“Pesta kembang api baru saja dimulai! Solar Eclipse!” Dengsn senyuman gila hologram Rigel menyuguhkan pengantar.
Kartu truf yang sudah lama dia nantikan akhirnya kembali mengguncang dunia, ledakan super panas menggetarkan seantero dunia sebagai pertanda bahwa Great War Ragnarok sudah dimulai.