
Catatan.
Saya mengucapkan terima kasih kepada kalian semua yang telah mendukung karya ini sampai titik ini. Meski ada banyak sekali kekurangannya dan saya tak ada usaha membetulkan kata-kata typo, tetapi kalian masih senantiasa membacanya. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih.
Dan teruntuk akun dengan nama @King Fonsi ... Saya merasa terhormat untuk menerima saweran kamu hingga dua kali dan terima kasih yang sebesar-besarnya. Hal tersebut menambah motivasi saya untuk menamatkan cerita ini sebaik-baiknya. Sekali lagi terima kasih.
Tak lupa juga saya ucapkan kepada kalian yang memberikan vote dengan rutin seperti @Ray Varent @Andi Narayana @Labib Abyan dan juga banyak lagi. Saya bisa menyebutkannya satu persatu namun akan terlalu panjang jadinya.
Kepada siapapun kalian yang membaca cerita ini, sekali lagi, Terima kasih!
Oh, dan juga, jangan lupa mampir ke karya lain saya, ya. Memang mungkin hanya bentuk promosi namun ada juga kemungkinan saya akan membiarkannya tetap di sini. Entah bagaimana saya yakin cerita ini akan mampu menarik minat kalian.
...*_______________________________________*...
Rune menyala dan membuat Kemuel berwaspada penuh, dia tahu bahwa Rigel memiliki kekuatan mengerikan seperti itu namun tidak pernah menduga kekuatannya akan sebesar ini. Energi mengerikan yang misterius tersebut seakan bertambah besar sehingga Kemuel menurunkan titik gravitasinya.
‘Ini lebih kuat dari yang terlihat di cermin. Jika dia mengatakan tahap tiga, maka ada tahap lainnya.’
Sejauh yang diperhatikan kekuatan tersebut baru mencapai tahap empat dan tidak dapat dipastikan ada berapa tahap lagi sampai kekuatan tersebut mencapai kekuatan maksimal. Kemuel menduga bahwa jika ada tahap lainnya maka itu tidak akan banyak.
Namun mencapai tahap tiga sendiri sudah sekuat ini dan Kemuel sudah menyaksikan tahap empat. Kekuatan mengerikan yang bahkan mampu meregenerasikan tubuhnya.
“Persiapkanlah dirimu atau kamu akan mati tanpa pernah menyadarinya.” Rigel mengulurkan tangan kanannya dan menjentikkan jarinya.
Cahaya biru berkedip dan segera Rigel menghilang dari tempatnya, Kemuel pergi mencari namun sebelum sempat bereaksi sebuah tendangan kuat menghantam wajahnya. Dia terhempas beberapa meter karena serangan kuat tersebut.
Kemuel mengambil pijakan dan menatap Rigel yang menjentikkan jarinya, dia kembali menghilang dan kali ini Kemuel berhasil menahannya. Rigel melebarkan matanya dan menjentikkan jarinya lagi.
Dia terus menghilang dan berada di udara. Rigel mengulurkan jarinya, membentuk pistol dengan telunjuk dan Ibu jarinya, segera cahaya berkumpul dan melesat seperti laser.
Kemuel menyilangkan tangannya dan membentuk perisai cahaya, dia menahannya sampai perisainya retak namun berhasil selamat. Dia berdecak kesal dan menatap Seraphim lain yang tampak berdebat hebat dengan Pahlawan lainnya.
‘Aku tidak bisa mengharapkan bantuan mereka.’,
__ADS_1
Untungnya dia hanya melawan satu karena jika ada orang lain selain Rigel maka dia akan kesulitan untuk bertarung, tidak ada kesempatan untuk memenangkan pertarungan ini. Bahkan hanya berhadapan dengan Rigel tidak menjamin dia menang karena ada presentasi lebih besar untuk kekalahan.
“Sepertinya trik kecil takkan mempan kepadamu. Maka bagaimana dengan ini ...”
Rigel yang melayang di udara mengulurkan tangannya ke langit dalam diam. Langit mulai bergemuruh dan halilintar biru menyambar tangan Rigel. Kemuel menatapnya dengan kejutan, dia jadi teringat seseorang dengan kekuatan yang sama dengan Rigel.
“Itu serupa namun tak sama. Kamu memiliki kemampuan merepotkan seperti Barakiel.”
“Ya, dan aku masih memiliki banyak hal lainnya.” Rigel tersenyum penuh makna.
Selama waktu damai menantikan peperangan, Rigel telah pergi ke tempat terpencil untuk memahami lebih lanjut kekuatan Void. Dia mempelajari setiap tahapannya dan menemukan ada banyak kelebihan yang tidak pernah dia sadari.
Void Tahap Satu — Kehampaan. Tidak hanya mampu meniadakan segala bentuk benda apapun, kemampuan ini juga mampu meniadakan hal-hal yang tidak bisa dilihat mata. Rigel telah melakukannya sebelumnya dan benar adanya.
Untuk tahap dua yaitu penciptaan dunia. Kekuatan yang sangat cocok dengan kemampuan Creator, karena mampu membentuk suatu unsur yang benar-benar baru. Contohnya sihir termasuk unsur dari kehidupan, dan Rigel bisa menciptakan unsur lain meski memiliki batasan yang sangat ketat.
Sementara tahap ketiga, Kelahiran Para Dewa. Dengan tahap ini Rigel mampu menggunakan sebagian kecil kekuatan para Dewa tanpa syarat. Tentunya dia tidak bisa menggunakan semuanya terutamanya Dewa menempa Hephaestus. Rigel telah mencobanya karena dia ingin membuat Artifak namun gagal karena suatu hal yang tidak dia pahami.
Meski begitu Rigel tak banyak mengeluh karena dia mampu menggunakan sebagian kecil Kekuatan Dewa.
Kemuel meremehkannya karena tubuhnya memiliki resistansi tinggi terhadap sihir apapun. Ketika dia menerimanya secara mentah, tubuhnya terasa terbakar dan mengeluarkan asap hitam. Sekujur tubuhnya lemas tak mampu berdiri, dia berlutut dan menatap Rigel marah.
“Apa-apaan itu ...”
Rigel hanya menjatuhkan halilintar lainnya dan kali ini dalam jumlah yang besar. Kemuel melakukan upaya terbaik untuk menghindar dan bertahan, kali ini dia tidak mencoba menerimanya secara mentah karena tau betapa besar kekuatan penghancurannya.
“Akan kuberitahu untukmu yang bodoh ini ...”
Halilintar yang Rigel gunakan adalah halilintar yang dimiliki Dewa dan berbeda dengan sihir biasa. Umumnya untuk menciptakan fenomena sihir diperlukan penggunaan mana, semakin besar fenomenanya maka semakin besar konsumsinya.
Namun kekuatan para Dewa berbeda karena tidak membutuhkan mana apapun sebagai energi untuk menciptakan fenomena tersebut. Rigel sendiri tidak tahu energi apa yang digunakan namun tak peduli sekeras apa dia berpikir, misteri ini tidak akan pernah bisa dia pecahkan.
Kemuel menatap dengan tidak percaya, hanya di peperangan ini dia terus-menerus dikejutkan baik oleh Rigel ataupun Hazama Namun bedanya, jika dengan Hazama membuat Kemuel memberikan rasa hormat dan dedikasinya di pertempuran mereka, hanya dengan Rigel Kemuel merasa takut.
“Kekuatan semacam itu tidak seharusnya dimiliki manusia. Dari mana kamu bisa mendapatkannya?!!” Kemuel murka dan melompat dengan sangat cepat.
__ADS_1
Rigel terbelalak, tinju Kemuel tepat di depan wajahnya namun dia sempat bereaksi dan menahannya dengan tangan meski tetap terhempas dengan sangat kuat. Rigel berhasil menahan kejatuhannya namun bibirnya sedikit meneteskan darah.
Pukulan Kemuel tidak secara langsung mengenainya namun jelas cukup kuat untuk melukai tanpa menyentuh, entah apa jadinya jika Rigel menerima bogem mentah tersebut, mungkin wajahnya sudah hancur sedemikian rupa.
“Dari mana aku mendapatkannya bukan urusanmu. Tugas anjing hanya menerima makanan dari majikannya tanpa perlu tahu dari mana asalnya. Itu sama denganmu yang hanya harus menerima seranganku untuk mati, tanpa perlu mengetahui apapun.”
“Keyakinanmu mutlak, ya? Namun apakah benar bahwa kamu bisa membunuhku bukan sekedar omong kosong?”
Rigel mengumpulkan listrik di tangannya dan beradu tinju dengan Kemuel. Pemandangan di udara akan tampak seperti dua kilatan biru dan emas saling berbenturan dengan hebat. Atmosfer bergetar dan siapapun yang melihatnya akan memiliki keinginan untuk tidak berada dekat dengannya.
Dalam pertarungan cepat tersebut Rigel merasakan keringat dingin mengalir melalui punggungnya. Dua kekuatan besar sedang bergerak cepat ke arahnya. Tidak perlu ditanyakan lagi karena dua kekuatan tersebut adalah kekuatan penuh pasukan Iblis dan Malaikat.
Jika mereka bergabung sebelum Rigel sempat membunuh Kemuel dan sisa Seraphim yang ada sebanyak mungkin maka keadaannya akan sangat sulit, mereka kekurangan orang untuk menghadapi situasi tersebut.
Alasan Rigel bergerak lebih cepat dari jadwal karena perhitungan tersebut yang amat merugikan. Membiarkan Ozaru dan Takumi menghadapi Leviathan dan Sandalphone bukan pilihan buruk karena pertarungan mereka sudah selesai.
‘Namun hanya dengan itu tidak memutarbalikkan fakta bahwa kami kalah jumlah untuk orang-orang yang bisa bersaing.’
Nadia masih dalam pemulihan karena kutukannya dan Petra tak lagi mampu bertarung. Rigel bisa meminta Leo menggunakan Phoenix Tear untuk memulihkan Petra namun kepergian Leo disituasi sekarang ini hanya akan memperburuk.
‘Mungkinkah aku harus menitipkannya kepada Natalia? Itu memang bijak namun Leo tidak tampak pada kondisi bisa melepaskannya.’
Pertarungannya dengan Jahoel sangat sengit dan Leo memiliki beberapa sayatan di wajahnya. Meski mereka hanya beradu teknik pedang murni namun kecepatan keduanya sungguh tidak masuk akal, sampai tahap di kana Rigel takkan mampu mengikuti gerakan tersebut.
Rigel khawatir sesuatu terjadi kepada Leo karena mau bagaimanapun dia akan menjadi tokoh penting setelah peperangan ini berakhir. Hanya dia yang mampu mengakses Ciel dan mengendalikannya, Rigel tak mampu mempercayakannya kepada siapapun selain Leo.
‘Aku dan Hazama masih memiliki Blood Of Phoenix, seharusnya tak ada masalah jika membawa Nadia atau Petra ke medan perang ini. Seandainya salah satunya mendekati kematian, Blood of Phoenix akan mampu menyelamatkan.’
Tak tanggung-tanggung Rigel mengirim telepati kecil ke Natalia meski dia berada dalam pertarungan menegangkan. Tentunya dia bisa menggunakan radio kecil yang digunakan setiap pemimpin pasukan dan eksekutif lain namun jika begitu rencananya akan segera terbongkar. Selain itu, tampaknya ada gangguan tertentu karena aktifitas benturan sihir sehingga gelombang radio tak bisa ditangkap.
“Natalia, bawa Nadia dan Petra ke pertempuran. Selama mereka bisa bergerak bebas tak masalah namun jika tidak sadarkan diri dan butuh Pemulihan mental lebih jauh tinggalkan saja.”
“Dimengerti, saya akan segera kembali.”
Natalia memutuskan telepati dan menjalani perintah Rigel dengan sigap. Memiliki banyak orang cakap di sekitarnya Adalah berkah ketiga setelah Creator dan Kerajaan Region. Dia tidak menganggap Void sebagai berkah karena kekuatan tersebut pernah merenggut segalanya darinya, dan peristiwa tersebut, siapa yang bisa menjamin tidak akan terulang lagi?
__ADS_1