
Alam bergejolak kuat, badai tercipta dan pepohonan berayun-ayun seakan memberikan peringatan akan kemarahan penguasa alam. Rerumputan, pepohonan hidup terbentuk dan terus menyerang Acnologia tanpa henti.
Dengan segenap kemampuannya Acnologia menghindari seluruh serangan dan amukan alam yang tertuju kepadanya. Pohon yang nampaknya berjalan seperti manusia melemparkan duri-duri tajam.
Akar yang seperti tangkai mawar berusaha menjeratnya, sementara cahaya berwarna-warni yang rupanya pasukan peri melontarkan serangan tak terhitung jumlahnya.
Kekuatan alam yang tak terbatas dilepaskan yang membuat Acnologia semakin terpojok. Ditambah, keberadaan dua mahkluk yang seukuran dengannya dan satu manusia pengguna tombak yang teramat merepotkannya.
“Tombak Penghakiman!” empat tombak hijau raksasa yang menembus dimensi muncul.
Acnologia tidak mampu menghindarinya, dia terpaksa harus menerima serangan yang mampu menggores Dragon Core miliknya.
“Monyet besar, peri, Pahlawan dan keturunan terakhir Legia. Kalian benar-benar berhasil memojokkanku.” Acnologia berniat mengumpat, namun saat ini hal itu bukanlah pilihan bijak.
Jauh dari siapa pun, dia yang paling menyadari kondisi tubuhnya. Dengan Dragon Core yang tersisa setengahnya akan sulit baginya bertahan. Jika dia sampai kehilangannya, kekuatannya akan lepas kendali dan dia mengamuk selama beberapa tahun.
Dia tidak ingin mengalaminya lagi, tidak untuk kedua kalinya. Terakhir kali dia mengamuk karena kehilangan Dragon Core miliknya adalah peperangan para naga.
‘Jika itu terjadi, aku akan kehilangan diriku tanpa pernah kembali.’
Mimpinya, segala yang ingin dia capai dengan tangannya sendiri tidak akan terwujud jika dia kehilangan jati diri.
Jika memang harus berakhir di sini, jika memang perlu kehilangan jati dirinya sendiri, maka tidak apalah. Ada hal yang lebih utama ketimbang kehilangan jati dirinya, hal yang lebih baik ketimbang menanggung kekalahan!
“Jika ini terakhir kali diriku melihat dunia, maka tidak apa. Akan kuserahkan kepada tubuh tanpa jati diriku untuk meneruskan jalan kehancuran!” Acnologia melepaskan semua kekuatannya, membiarkan energi dari Dragon Core terserap.
Acnologia menghilang, dalam sekejap mata dia sudah berada di belakang Takumi dan menggunakan cakarnya untuk mencabik-cabik Takumi.
Naif berpikir hanya dengan Kutukan pemalas dia mampu mengimbangi gerakan Acnologia, namun pada kenyataannya dia tetaplah tidak mampu mengikutinya.
“Awas!” Gahdevi berteriak dan melindungi Takumi dengan mengorbankan tubuhnya.
Cakar Acnologia cukup tajam untuk mengoyak hingga tulangnya terlihat. Seakan mendapatkan tujuannya sejak awal, Acnologia mengulurkan cakar lainnya.
“Sudah kuduga kamu akan maju!” Acnologia menusuk tempat jantung Gahdevi berada.
__ADS_1
Gahdevi memuntahkan darah, membuat Takumi yang di depannya bersimbah darah. Matanya melunak lembut, untuk terakhir kalinya menggunakan tenaga dan memberikan wasiat terakhir.
“Sampaikan pada tuan Rigel ... Aku telah ... Berusaha dengan baik.”
Gahdevi memejamkan mata tanpa pernah bisa membukanya lagi, tubuhnya mendingin dan napasnya segera terhenti. Dia segera memulai sesuatu yang akan dilakukan semua kehidupan, tidur abadi dalam keabadian.
Wajarnya Takumi akan berteriak marah dan menyerang Acnologia dengan gila. Namun tindakannya kini berbanding terbalik dengan dirinya yang biasa.
“Kamu ...” dia menatap mayat Gahdevi yang tergeletak.
Dia mati karena kebodohannya sendiri untuk melindungi orang lain, tidak perlu menangisi kematiannya. Jika saja dia mau berusaha lebih baik, nyawanya tidak akan melayang.
Jika dia benar-benar berniat melanjutkan hidup, apa salahnya berusaha sampai akhir? Lantas sosok sejati Gahdevi, dia—
“—benar-benar pemalas, ya.” setetes air mata jatuh dari bola mata yang tertutupi cahaya kehijauan itu.
Terlalu merepotkan menahan air matanya, terlalu merepotkan juga untuk menangis. Rasanya sungguh malas melakukan apapun, sungguh malas pula tidak melakukan apapun.
Segalanya sudah terlalu merepotkan, sekedar bernapas juga sama menyusahkan. Keinginan terbesar kutukan pemalas, berada di tempat yang tidak perlu melakukan apapun baginya.
Tidak perlu untuk hidup, bernapas, makan dan mendendam. Meskipun begitu, tidak ada salahnya memenggal kepala naga pengacau tersebut.
Segera sosok Takumi menghilang dan saat muncul dia sudah berada tepat di depan wajah Acnologia. Takumi melemparkan tombaknya dan mengenai tepat moncong mulut Acnologia.
Dengan satu tombak tersebut, Acnologia terhempas sangat jauh dari tempatnya berada. Sylph tidak ingin melewatkan kesempatan itu dan memerintahkan seluruh pasukannya menyerang Acnologia.
Ozaru juga tidak ingin melewatkannya, dia menggunakan tongkat besarnya dan membanting Acnologia ke tanah dengan sangat keras.
“Rage Of Forest!”
Pohon yang berjalan dengan akar-akarnya melemparkan ranting tajam yang menembus sisik tajam Acnologia. Cahaya kecil yang merupakan para peri melemparkan serangan dengan afinitas elemen yang bermacam-macam.
“Yamikari Territory : Black Horizon!”
Dikarenakan tidak akan sempat menghindari serangan bertubi-tubi, Acnologia memilih menggunakan Territory miliknya dan menghapus segala serangan serta ancaman yang mendekat.
__ADS_1
“Tanpa manusia Rigel itu, Territory-ku tidak akan bisa dihancurkan!”
Dengan keberadaan Territory, Acnologia mungkin bisa mengistirahatkan tubuhnya meskipun hanya sebentar. Tidak akan mudah bagi Sylph, Ozaru dan Takumi menembus Territory kuat miliknya.
Dia tidak tahu seperti apa kekuatan Sylph yang sesungguhnya. Seribu tahun yang lalu, dia pernah melihat dan merasakan kekuatannya secara tidak langsung.
Jujur saja, hanya ada kengerian yang dapat menggambarkan fenomena tersebut. Bahkan kemarahannya yang sekarang ini terbilang menggelikan ketimbang yang terjadi seribu tahun lalu.
KRAK!
“Hm?” Acnologia mendengar sesuatu yang tidak menyenangkan.
Bersamaan dengannya, energi besar sedang berbenturan dengan Territory miliknya. Dia memiliki perasaan yang tidak menyenangkan, sesuatu yang mengerikan sedang berusaha menembus Territory miliknya.
KRAK!
Sesuatu yang retak semakin terdengar dan segera, tongkat besar menghantam punggungnya dengan sangat kuat. Acnologia terhempas beberapa meter dan berniat mengambil posisi.
Akan tetapi, sebelum sempat melakukannya dia sudah mendapatkan serangan lain. Kali ini tombak hijau raksasa menghantam tubuh bagian depannya.
“Kragh! Bagaimana bisa?!” Acnologia mengumpat dan tidak mengerti mengapa serangan dari luar mampu menembus Territory miliknya.
“Kamu lupa? Tombak ini mampu menembus dimensi ruang. Kamu, benar-benar pemalas, ya?” suara Takumi terdengar dari sisi lain Territory.
Meskipun begitu, hal tersebut tidak cukup untuk menjelaskan mengapa tongkat Ozaru mampu menembusnya.
“Naif, kamu sangat meremehkan diriku, kadal menjijikkan.” suara Sylph terdengar dari tempat tongkat Ozaru.
Segera, Territory Acnologia hancur karena Territory yang lebih kuat berbenturan dengan miliknya. Untuk pertama kalinya, Acnologia merasakan sesuatu yang disebut ketakutan.
“Seharusnya kamu pernah sekali merasakan sensasi semacam ini, kekuatan sesungguhnya peri ...” Sylph memancarkan cahaya kemerahan yang haus darah.
Kemarahannya bukanlah main-main, dia bersungguh-sungguh dengan kemarahannya. Ampunan tidak akan diberikan, ganjaran atas dosa akan dilimpahkan.
“Fairy Territory—”
__ADS_1
Cahaya kehijauan menggantikan dinding kegelapan, hutan lebat dengan akar-akar seukuran rumah yang tidak terhitung jumlahnya. Wujudnya perlahan terbuka dan memperlihatkan jati dirinya, pohon raksasa yang teramat besar membentang di dalam Territory-nya.
“—Pohon Dunia!”