Creator Hero : The Last Hero

Creator Hero : The Last Hero
Ch. 96 — Kemenangan Ozaru vs Leviathan


__ADS_3

Takumi menemukan sesuatu yang membuatnya menyangkal untuk menggunakan kekuatan kutukan. Terdapat sebuah bola cahaya yang melayang di langit, bola yang memiliki mana padat dalam jumlah yang besar.


Dia merasa tidak yakin namun kejadian klise seperti ini sering muncul dari banyak cerita yang ada. Jika mengikuti pola maka Takumi harus menghancurkannya untuk menghentikan serangan halilintar hitam tersebut.


“Tak ada jalan selain mencobanya langsung.” Takumi melemparkan tombak cahayanya dengan kuat.


Saat tombak tersebut menyentuh bola hitam muncul kilatan emas di sekitarnya, meski daya serang tombaknya tak cukup kuat untuk menghancurkannya namun Takumi menjadi yakin dengan menghancurkan bola tersebut akan mampu menghentikan halilintar hitam yang menghujaninya.


Dia butuh sebuah serangan yang lebih kuat untuk menghancurkannya namun tidak mudah karena Leviathan terus menyerangnya dan tak memberikan waktu untuk beristirahat walau hanya satu detik. Takumi tak mampu menyiapkan serangannya jika tidak melakukan sesuatu untuk mengatasi Leviathan.


Takumi memutar tombaknya dan mengatasi naga air yang mendatanginya. Ada banyak dari mereka dan semakin dihancurkan semakin kuat yang datang kepadanya. Menggunakan Langkah Dewa, Takumi membasmi semua serangan Leviathan dan tanpa istirahat menyiapkan serangan lainnya.


“Teknik Tombak Ganda — Taring Naga!” Takumi melesat terbang dengan kecepatan tinggi, dia membelah dua bola hitam yang melayang di atasnya.


Petir hitam mulai menghilang dan tak diduga bahwa hujan dengan curah yang tinggi berhenti. Takumi tidak lagi merasa terbebani dengan tetesan air yang menyakitkan tersebut, dia cukup lega karena bola hitam tersebut bukanlah perangkap yang disiapkan oleh Leviathan.


“Bajingan kau.” Leviathan mengerang dan mengerahkan seluruh air di bawah kekuasaannya untuk membentuk paus raksasa.


Takumi yang tidak memiliki pijakan atau sempat memprediksinya dengan sukarela masuk ke dalam mulut paus raksasa tersebut. Tekanan air yang tinggi membuat kepala dan seluruh tubuhnya ingin meledak, dia banyak menelan air hitam tersebut dan tubuhnya merasa sangat panas.


Jelas bahwa air tersebut mengandung racun berbahaya bagi tubuhnya. Takumi merasa kesal dengan kebodohannya sendiri, dia tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan kutukan namun masih ada keraguan dalam diri untuk menggunakannya.


Singkatnya dengan bergantung kepada Kutukan Pemalas sama artinya dengan Takumi mengakui bahwa dirinya bukan apa-apa dan tidak bisa mengalahkan musuhnya tanpa menggunakan doping bernama Kutukan Pemalas.


Saat rasa sakit menghantam seluruh tubuhnya, Takumi melihat secercah cahaya keemasan yang menyapu bersih air di medan perang. Dia mulai batuk-batuk dan memuntahkan air yang dia telan, begitu menyadari ada sosok yang ditutupi debu emas datang menyelamatkannya.

__ADS_1


Takumi melihat bahwa itu Ozaru yang mengulurkan telapak tangannya dan menyapu air laut hingga benar-benar menghilang seolah-olah hanya ilusi. Dengan kemunculannya di sini Takumi tersenyum dan senang karena berhasil membeli waktu yang cukup. Dia tak mencoba untuk membantu dan memilih duduk mengawasi.


Ozaru berkata bahwa dia bisa mengalahkan Leviathan dengan sekali serang, karena itu Takumi tak perlu ragu untuk diam dan melihat apakah ucapannya hanya omong kosong atau kenyataan.


Pertarungan antara Ozaru dengan Leviathan mulai berlangsung. Melihat kehadiran tersebut membuat Leviathan menggigit bibirnya dengan penuh amarah.


“Monyet sialan yang buruk rupa! Berani-beraninya kamu—”


“Berani apa? Orang mati tidak perlu bicara!” Tatapan Ozaru sedingin es, dengan kelopak emas tersebut dia menatap Leviathan dengan penuh nafsu membunuh.


Ozaru melompat dan mengayunkan telapak tangannya dengan kuat, tak lama telapak tangan emas muncul dan mendorong Leviathan beberapa meter jauhnya. Merasa tak cukup, Ozaru menepukkan tangan beberapa kali dan menunjuk Leviathan, dia membalikkan jari-jarinya ke tanah.


“Hantaman.”


Ratusan telapak tangan jatuh dari langit dan membawa Leviathan ke dalam tanah. Hantaman kuat yang menyebabkan gempa bumi dari rangkaian serangan yang dibuat oleh Ozaru.


Darah tersebut naik dan melayang di udara, sedetik kemudian mulai menyebar dan melubangi apapun yang dilaluinya. Takumi ingin menghindar karena tempatnya berada pada jarak serangan tersebut namun Ozaru bertindak cepat dan memunggungi Takumi.


“Aku Raja Kera Agung, dari gunung kera. Sebuah aib dan tak pantas kera melayaniku jika tidak mampu memberikan perlindungan kepada makhluk lemah sepertimu.”


Disatu sisi kata-katanya seperti sesuatu yang akan diucapkan oleh orang lain karena baik Ozaru yang manapun takkan pernah mengatakan perkataan keren seperti itu. Laku di sisi lain lagi, kalimatnya tampak cocok dengan kekuatan penuh keagungan yang dia gunakan.


“Tch! Keparat, katakanlah lebih awal jika masih banyak hal yang kamu miliki.” Takumi tertawa geli dan mulai terlentang menghadap langit yang merah.


Takumi mulai merindukan langit gelap dan juga cerah. Entah sudah berapa lama waktu berlalu semenjak siang dan malam bersatu dan langit darah menyelimuti dunia ini. Meski mungkin belum mencapai lebih dari empat hari namun pikiran semua orang sudah sangat lelah.

__ADS_1


Satu menit di medan perang ini akan terasa seperti satu hari waktu yang sudah berjalan. Takumi mulai kesal dengan peperangan ini dan ingin secepat mungkin mengakhirinya. Untuk mengakhiri perang ini, membunuh Leviathan adalah salah satu langkah.


“Habisi dia, Ozaru.”


Seiring dengan kata-kata Takumi, Ozaru yang mengumpulkan semua cahaya dan debu emas di tangannya tersenyum. Dia mengulurkan energi dan debu tersebut, membiarkannya meledak dan memenuhi seluruh medan perang mereka.


“Debu Bintang ...” Dalam radius empat kilometer semua makhluk jahat akan berubah menjadi debu dan tidak akan pernah bisa terlahir kembali. Kekuatan yang mampu membedakan kawan dan lawan sangatlah ditakuti di dunianya.


Kekuatan mengerikan yang tak sepantasnya ada. Ozaru mendapatkan kekuatan tersebut karena berkah telah lahir sebagai Raja dari para kera.


Cahaya dan debu emas mulai menghilang dari seluruh tubuhnya. Ozaru berbalik dan membuat pose dirinya yang khas seperti biasa. Dengan senyuman penuh percaya diri dia mengumandangkan:


“Raja Kera Agung dari gunung kera! Monyet perkasa yang berdiri dengan yang lemah dan melawan kejahatan. Raja yang akan berpihak kepada kera lemah. Akulah, Ozzzaruu!”


Takumi mendesah lelah dan tidak menanggapinya. Dia sudah sering mendengarnya sampai bosan dan tidak akan terkejut lagi dengan tindakan aneh yang dibuat Ozaru.


...****...


Yo, saya di sini.


Sedikit info, saya ingin kalian membaca cerita yang baru saja saya publikasikan dengan judul, Tujuh Kunci Pleiades.


Kamu tahu? Bahwa saya memiliki kepercayaan diri penuh ketika menyusunnya, seperti ketika saya menyusun Creator Hero. Dalam artian saya merasa ini ide yang bagus menurut saya pribadi, karena mau bagaimanapun ada beberapa bagian yang saya jamin tidak akan bisa ditebak seperti halnya Creator Hero yang memiliki misteri di mana-mana dan plot hole di banyak chapternya.


Mengenai Tujuh Kunci Pleiades, entah bagaimana saya berharap mampu mencapai prestasi tertentu dengannya. Yah, itu urusan lain. Ketika ada banyak waktu luang yang kalian miliki, mohon jika berkenan silahkan baca Tujuh Kunci Pleiades.

__ADS_1


T-tentunya saya akan tetap coba konsisten menyelesaikan Creator Hero jadi tak ada kekhawatiran.


Cukup sekian dan sampai jumpa.


__ADS_2