Creator Hero : The Last Hero

Creator Hero : The Last Hero
Ch. 18 — Babak Baru


__ADS_3

“Terus menerus, lagi dan lagi, kalian para kecoa benar-benar berkembang biak dengan sangat menjengkelkan!” Acnologia mengumpat.


Kedatangan Sylph dan Takumi jelas akan mengubah arus pertempuran. Bantuan satu orang dapat mengubah arus, namun kali ini dua bantuan sekaligus yang datang.


Pahlawan tersebut mungkin bisa diatasi, namun Sylph yang paling bermasalah dan merepotkan. Tidak peduli di manapun dia berada, selama itu di dunia ini maka Sylph tidaklah terkalahkan.


‘Mengalahkan mereka tanpa menghabiskan setengah Dragon Core sangatlah mustahil sekarang ini!’ batinnya, mengumpat keras.


Dia benar-benar naif karena berpikir Sylph tidak akan campur tangan terlalu jauh terhadap persoalan manusia, meskipun telah memilih pasangan manusia.


Menyadari sesuatu yang tidak pada tempatnya, Acnologia menyadari sesuatu yang dia lewatkan.


‘Jika dia telah mengutus Raja peri, maka seharusnya dia khawatir dirinya akan terbunuh. Namun karena alasan apa bertindak demikian?’


Awalnya Acnologia berpikir bahwa Sylph takut terbunuh olehnya. Namun setelah dipikir-pikir lagi, keadaan sesungguhnya bukanlah itu.


‘Jika dia tahu aku lebih kuat darinya, tidak mungkin dia turut membantu para manusia ini bahkan jika itu hanya seekor peri.’


Masuk akal untuk menghindari bahaya yang mampu memusnahkannya dengan tidak mengusiknya. Namun tindakan Sylph kali ini sudah lebih dari sekedar mengusik.


Acnologia mulai merasa semakin kesakitan dengan tubuhnya yang dijerat dan kekuatannya yang perlahan diserap habis. Dia tidak boleh terus terjerat, karena itulah dia melepaskan kekuatan kegelapan untuk meracuni tanaman tersebut dan menarik sedikit kekuatan yang tersedot.


Acnologia terbang menjauh dari daratan, akan berbahaya baginya untuk memijak tanah dengan keberadaan seperti Sylph.


‘Benar juga, jika aku ingat lagi tidak jarang wanita itu menginjakkan kaki di tanah naga.’


Acnologia sempat beberapa kali merasakannya, namun dia terus mengacuhkannya karena khawatir dirinya sedang membuat persiapan untuk memerangi peri. Lagipula Sylph tidak melakukan hal berarti saat mendatangi tanah para naga, yang memperkuat pemikiran Acnologia.


“Begitu ya, ternyata begitu dasar, ******. Kamu menginjakkan kaki di tanahku tanpa melakukan kekacauan bukan karena takut, namun kamu sama sekali tidak menganggapku sebagai musuhmu.” Acnologia menatap dengki Sylph, menantikan jawaban darinya.


Sylph menahan napasnya sejenak, segera setelahnya dia tersenyum lembut yang membuat Acnologia merasa dipermainkan.

__ADS_1


“Sepertinya kamu memang memiliki otak, ya? Memangnya bagaimana bisa aku takut kepada teri kecil sepertimu?” Sylph mengejek.


Jika harus jujur, Sylph tidak dapat menyatakan dirinya seratus persen dapat mengalahkan Acnologia. Tentunya dia memiliki peluang yang lebih besar bahkan dari Rigel sekalipun. Namun hal itu hanya berlaku jika lokasi pertempurannya tetaplah sama.


Selama lokasinya termasuk wilayahnya, tidak ada masalah besar yang dapat terjadi.


‘Sepertinya dia memang tidak menyadari, bahwa terdapat sebuah gerbang yang terhubung dengan hutan peri.’ Sylph bersyukur di dalam hatinya.


Alasannya mengunjungi tanah naga karena dia memantau gerbang peri yang berada di tanah naga. Hal yang tidak dia inginkan adalah Acnologia mengetahui gerbang tersebut dan membuat kekacauan yang memancing kemarahan pohon roh.


Jika kemarahannya muncul dan dia mengamuk, tidak dipungkiri dunia akan kiamat. Bukan karena dia menghancurkannya, tetapi saat pohon roh murka, seluruh tumbuhan yang seharusnya tidak dapat bergerak akan bergerak layaknya manusia.


Pepohonan, bahkan rumput sekalipun akan berjalan dan menghancurkan mahkluk yang mereka benci. Monster yang menginjak dan menjadikan mereka samsak, manusia yang menebang dan membakar mereka. Satupun tidak akan terlewatkan.


Monster bisa sedikit ditakuti, namun tidak dengan manusia. Tidak peduli seberapa keras dia memperingati dan menakuti mereka, manusia tetap akan terus merusak alam untuk hasrat kekayaan mereka.


Tidak ada mahkluk yang lebih ganas selain manusia, mereka tidaklah seperti para monster. Manusia sama sekali tidak takut dengan kemurkaan alam.


Acnologia tentu dengan mudah melenyapkan semua akar yang datang kepadanya. Meskipun nampak seperti serangan sia-sia, dia tidak bisa lengah karena keberadaan Takumi, Gahdevi dan Ozaru mengintai seperti hewan buas.


“Bantuan tidak terduga? Sepertinya kamu tahu siapa orangnya ... Ah~ benar juga. Peri kecil yang berada di Mirror Prison adalah manusia yang kamu berikan cinta sampai menjadi setengah peri.” Acnologia tersenyum lebar..


Sylph sedikit mengerutkan alis saat mengetahui tebakannya benar dan fakta tentang Priscilla yang terjebak. Sedikit dari reaksinya membuat Acnologia yakin akan perkataannya.


‘Aku mungkin bisa memanfaatkannya!’ dia memikirkan rencana untuk mengatasi Sylph.


“Hahaha, nampaknya hal itu benar. Kira-kira apa yang akan terjadi jika aku menghancurkan cermin itu, ya? Oh benar! Gadis itu akan terjebak selamanya tanpa pernah bisa keluar. Wah, gawat ini. Jika seperti itu, dia harus amerta di penjara.” Acnologia menunjukkan wajah liciknya.


Sylph semakin berkerut, dia mengirimkan sedikit lebih banyak akar untuk dihancurkan Acnologia.


“Bagaimana bila kuberi kau kesempatan, Sylph? Jika kamu diam dan tidak menggangguku, akan kujamin tidak akan menghancurkannya.” Acnologia mengulurkan tangannya yang telah tumbuh.

__ADS_1


Sesaat melihat wajah Sylph yang kaku, Acnologia tersenyum puas dan sudah merasa di atas awan. Dia sudah yakin berhasil menipunya, bahkan dia sudah tertawa dengan lepas.


“Tidak terduga, nampaknya otakmu bahkan. lebih kecil dari kacang dan goblin.” Sylph menyela dan tersenyum saat tawa Acnologia berakhir.


“Hah? Apa maksudmu, sialan?” ujar Acnologia.


“Kamu bodoh karena berpikir aku cukup bodoh untuk dibodohi. Jika kamu memang memilikinya, sepatutnya sudah sejak awal kamu gunakan untuk mengancamku menarik pasukanku ataupun memusuhi manusia. Namun kamu tidak melakukannya, bagiku lebih dari cukup untuk menyimpulkan kamu tidak memilikinya. Selain itu ...“ Sylph menunduk.


Dia tidak ingat kapan merasakan ini. Dia juga tidak ingat pernah merasakan gejolak di dadanya yang penuh membara. Meskipun dia belum lama ini merasakannya saat malam pertama dengan Rigel, namun hal ini jauh lebih berbeda.


Jika perasaan sebelumnya penuh penantian, tidak sabar, ***** dan kasih sayang. Perasaan yang dia rasakan saat ini benar-benar terbalik dengan hal itu.


Kebencian, kemarahan dan pembantaian, semuanya berputar-putar dalam dadanya. Untuk pertama kalinya setelah ratusan tahun, Sylph benar-benar murka dan menunjukkan wajah kebencian.


“Siapapun yang menyakiti orang berharga bagiku, termasuk Dewa yang menciptakanku sekalipun, akan merasakan kemurkaanku!”


Tidak hanya Acnologia, Gahdevi dan para peri yang menyaksikan tercengang melihat Sylph menunjukkan wajah garang, tidak seperti wajah lembutnya yang biasa.


Para peri pernah merasakannya ratusan tahun lalu. Perasaan yang sama saat penyegelan Tortoise yang penuh tipu muslihat seorang manusia biadab terjadi, perasaan akan haus darah dan pembantaian.


“Wahai alam, pasukanku. Mari kita punahkan para naga yang berusaha merenggut orang yang kucintai. Semuanya, tanpa terkecuali—”


Baik itu Priscilla, ataupun Rigel- keduanya sangat berarti untuknya saat ini. Meskipun sadar diri bahwa dia mungkin tidak akan menjadi yang pertama di hati Rigel, namun cinta tidak dapat dimusnahkan.


Karena itu, mengetahui orang terkasih hendak direnggut darinya, maka hukuman yang harus dijatuhkan kepada mereka—!


“Bantai para naga, kita lenyapkan keberadaan mereka dari muka bumi ini!”


Sorot mata, pakaian dan rambut yang awalnya berwarna hijau nan menenangkan, kini berubah menjadi semerah api dan tatapan yang dipenuhi haus darah.


Kini, dunia yang seharusnya damai dipaksa merasakan kemurkaan Ratu peri.

__ADS_1


__ADS_2