
Gahdevi dan Ozaru melesat dan mendesak Acnologia untuk menjauh dari medan tempur sebelum. Mereka segera telah berada di lokasi yang cukup jauh dari medan tempur utama, dengan begitu mereka tidak perlu khawatir Acnologia melancarkan serangan kepada Rigel.
Gahdevi bisa merasakan dengan jelas terdapat dua sosok yang mendekati arena pertempuran, perkiraan dibutuhkan tiga puluh menit bagi kedua sosok itu sampai ke sini.
Aura dua sosok itu jelas tidaklah asing, mereka adalah Leo dan Garfiel. Dari yang dia rasakan kekuatan kedua bocah itu meningkat secara signifikan semenjak memasuki peperangan ini.
Senyuman segera tumbuh di bibirnya, disertai perasaan sedih dan ingin melindungi bibit berharga untuk masa depan.
“Ada hal yang harus aku perjuangkan!” dengan senyumannya, Gahdevi meningkatkan kecepatan dan memberikan pukulan kuat kepada Acnologia.
Gerakannya tidaklah begitu cepat, sangat mudah bagi Acnologia menghindari namun keberadaan Ozaru jelas masalah. Karena hal itulah dia memilih menerima pukulannya dengan kedua tangannya.
‘Para kutu sialan! Mereka terus saja mengganggu!’ Acnologia hanya bisa mengumpat di dalam hatinya.
Bila harus jujur, kekuatannya benar-benar lemah saat ini. Pertarungan lebih lama dari ini maka peluang kekalahannya akan semakin meningkat, bahkan setiap detik berlalu meningkatkan presentasi kekalahannya.
Hal itu dikarenakan dia meregenerasi kepalanya yang harusnya sudah putus. Butuh usaha yang tidaklah sedikit untuk melakukannya, mengingat hal itu menjadi kali pertama dia berada di titik kematian dan kehidupan.
‘Seperempat Dragon Core-ku lenyap karena menumbuhkan kepalaku dan bahkan sekarang seperempatnya lagi perlahan lenyap karena pertempuran berlanjut ini!’ Acnologia mulai menyesali tindakannya yang. berperang tidak dengan strategi matang.
Rencana awalnya adalah menunggu saat perang Ragnarok tiba. Ketika perang itu mencapai *******, dia akan datang menyerbu dan menjatuhkan seluruh ras tanpa terkecuali malaikat dan iblis.
Jika rencananya berjalan sempurna, maka tidak ada keraguan dirinya akan menjadi penguasa absolute di dunia ini.
Namun rencana yang dia susun bertahun-tahun berubah karena kedatangan ‘Sosok itu’ dan merevisi keseluruhan rencananya.
“Si bangsat itu berkata akan membantu ketika keadaanku memburuk, namun hidungnya saja tidak lagi kelihatan. Tidak seharusnya aku mempercayainya!” dia hanya bisa mengumpat dan menyesali keputusannya.
__ADS_1
Lagipula sejak awal alasannya menerima perubahan rencana dikarenakan kebutaannya akan kekuatan. Saat pertama kali ‘Sosok itu’ datang, dia memberikan kekuatan aneh yang membuat kekuatan cahaya Acnologia bertambah kuat.
Saat itulah dia tidak berpikir dirinya bisa dikalahkan sehingga perubahan rencana terjadi dan dia mulai mengorganisir pasukannya.
Namun tidak terduga, dia tidak pernah berpikir Pahlawan manusia dapat sekuat ini. Meskipun terdapat beberapa dari mereka yang tewas menghadapi Malapetaka lain, namun nyatanya kekuatan mereka masih lebih dari yang diharapkan.
Tidak peduli bagaimana caranya, dia harus membereskan ini sebelum Dragon Core miliknya tersisa setengah.
Dia harus menyimpan sebanyak mungkin kekuatan untuk menghadapi Pahlawan bernama Rigel dan kawan-kawan, terakhir adalah sosok itu ditambah dengan tamu tidak diundang.
“Yamikari : Kehancuran Surga!” Cahaya hitam dan putih yang saling mengejar, melesat dan menghadang Gahdevi.
Menerimanya secara langsung jelas akan memberikannya luka yang tidak ringan. Gahdevi juga tidak begitu bernafsu untuk menerimanya, karena itulah dia menyerahkan tugas itu ke sosok lain, Ozaru.
Dengan tongkatnya yang mengecil dan diperbesar lagi, mereka dapat menghindari dampak ledakan yang teramat destruktif tersebut.
“Sepertinya dia berniat mengakhiri pertarungan di sini. Kita harus mengerahkan seluruh kekuatan. Mohon jangan mengkhawatirkan soalku, Pahlawan Ozaru.” Gahdevi meminta, mengabaikan formalitas dan semacamnya.
Semenjak mengucapkan sumpahnya kepada Rigel, jiwa dan raga bukan lagi miliknya. Bagi para raksasa, sumpah lebih berharga ketimbang nyawa mereka. Sumpah adalah kebanggaan dan harga diri para raksasa, bila dilanggar maka kematian sekalipun tidak cukup untuk dijadikan hukuman.
Tidak yakin apakah Ozaru memahaminya, namun dia mengangguk dan segera melompat tinggi dengan tongkatnya. Gahdevi menganggapnya sebagai persetujuan, segera dia juga menyiapkan senjatanya.
“Kemarilah Gleipnir, aku membutuhkanmu.” Gahdevi mengulurkan tangannya yang kosong.
Dari tempat lain, Gleipnir di tangan Odin bersinar dan lekas terbang menuju tuannya. Pemandangan tersebut jelas memukau, namun semua orang sudah cukup terpukau dengan medan perang bak neraka.
“Rantai itu pasti pergi ke tempat raksasa itu. Aku akan pergi ke sana dan membantu!” Sylph tergesa-gesa dan berniat pergi seorang diri.
__ADS_1
Awalnya dia tidak berencana membuang kekuatan berharganya untuk membantu para Pahlawan lebih jauh. Bukan tanpa sebab, selain tidak memiliki kewajiban dan tanggung jawab melakukannya, lawan yang hanya memantau— penculik putrinya bukanlah cecunguk atau sejenisnya.
Jika perlu dibandingkan, mereka perlu empat belas orang Sylph untuk mampu mengimbanginya. Bahkan jika ada tambahan empat orang dengan kekuatan segila Rigel, presentasi kemenangan tidak mencapai tujuh puluh.
Rencana awalnya adalah dia pergi menuju lokasi itu selagi Rigel dan yang lain sibuk berhadapan dengan para naga dan Acnologia. Namun kondisinya jauh melampaui yang dia harapkan.
Kekuatan Acnologia dan pasukannya meleset dari perkiraannya, karena khawatir dengan Rigel, Sylph memilih mengetahui enam ribu tentara peri. Namun tetap saja, situasi tidak segera berpihak kepada mereka.
Rigel sekarat dan cahaya biru yang berasal dari mayat dan kehidupan sekitar menyelimuti tubuhnya. Entah itu berasal dari kekuatan rune di tangannya atau sesuatu yang lain, jelasnya tidak jelas.
Baik atau buruknya hal itu akan ditentukan saat Rigel keluar darinya. Akankah sosok yang keluar masihlah manusia dari dunia lain, Pahlawan Creator, Amatsumi Rigel?
Atau mungkin akan ada jelmaan lain yang bersemayam dalam dirinya? Bahkan mungkin terdapat sosok jahat misterius yang mengambil alih tubuhnya??
Segala kemungkinan terburuk bisa saja terjadi, tidak ada jaminan hasil baik bisa keluar, begitu pula sebaliknya. Belum lagi, situasi saat ini semakin dan jauh di luar kendali.
‘Mengapa keparat itu selalu datang disaat yang tepat?!’ Sylph hanya mengumpat di dalam hatinya.
Kedatangannya memang sudah diramalkan, memang mustahil mengharapkannya tidak datang. Namun apa yang tidak terduga adalah dia membawa seluruh punggawanya yang tersisa.
Jika Acnologia tidak segera dikalahkan, kemusnahan para Pahlawan dan bahkan dirinya sendiri tidak akan terelakkan. Karena alasan itu membuat Sylph dengan paksa mengulurkan tangannya. Selagi bisa, mereka perlu menghabisi musuh yang ada sebelum menghadapinya.
“Tunggu, biarkan aku ikut ...” panggil Takumi, segera energi sihir hijau terang merembes keluar dari tubuhnya.
Sylph segera berhenti, menatap Takumi dengan tatapan yang sangat terkejut. Selain Rigel dan Ozaru, nampaknya terdapat taring lain yang bersembunyi dengan baik.
Sylph tersenyum masam, dia mulai mengejek dirinya yang bodoh dan naif. Hidup panjang sepertinya tidak membuat dirinya berubah, dia masih sama dengan dirinya yang sebelumnya.
__ADS_1
‘Hahaha, sepertinya Pahlawan generasi ini tidak jauh berbeda dengan sebelumnya, tidak masuk akal.’ Sylph hanya bisa menilai bahwa kekuatan Takumi saat ini mungkin setara atau sedikit di atas Ozaru.
Takumi yang duduk sila mulai membuka matanya yang sepenuhnya dipenuhi cahya putih kehijauan, mulutnya yang memiliki cahaya yang sama menyeringai lebar dan sinis, “Persiapanku sudah siap!”