
Para Pahlawan tengah berhadapan langsung dengan Seraphim, di bawah pimpinan Rigel mereka telah menghabisi dua Seraphim, Zadkiel dan Gabriel. Saat ini pertarungan sengit terjadi.
Jahoel yang berusaha menikam Rigel terus dihalangi oleh Leo yang mengejutkan bertarung imbang. Sementara Khamael berusaha menyerang Rigel, Hazama terus menahannya dan Aland membantu menyerangnya. Yuri berdebar sihir dengan Seraphiel sementara Ray dan Rigel mencari celah untuk menghajar Raphael.
“Manusia rendahan memang sampah, memilih menyerang wanita di atas apapun.” Selafiel berkata selagi menerbangkan cahaya besar kepada Rigel.
“Aku penganut kesetaraan gender, menghajar bahkan menendang wanita aku takkan memiliki keraguan tentang itu.” Rigel tersenyum dan membuat senjata api, dia menembakkannya dengan liar.
Rafael membuat perisai suci di sekitar dirinya dan Selafiel. Melihat itu Rigel menyadari bahwa para Seraphim sudah mengetahui tentang Adamantite namun dia sudah menduga cepat atau lambat akan terbongkar.
Jika sudah terbongkar maka sudah waktunya Rigel berganti ke rencana lainnya. Dia melesat cepat dan berada tepat di belakang Rafael, tetapi sebelum sempat melakukan apapun Kemuel bergegas dan melindunginya.
“Aku mulai menghargai manusia berkat Pahlawan bernama Hazama, namun kamu yang menyerang wanita saja sungguh sampah!” Kemuel membentak Rigel dan menunjukkan tatapan merendahkan.
“Dan kamu berdalih seperti itu, karena kamu menyadari bahwa diriku tahu apa yang disembunyikan oleh wanita ini, kan?” Rigel tersenyum lebar dan mengejeknya, tanpa mempedulikan reaksi Kemuel, Rigel segera bergerak cepat ke arah lain dan memancing Kemuel pergi.
Diantara para Seraphim mungkin keberadaan Kemuel akan menjadi penghalang besar untuk menghabisi mereka. Seperti halnya Hazama yang sangat berguna peperangan ini, Kemuel jelas memiliki peran yang sama penting bagi para malaikat.
‘Baik defensif dan ofensifnya sangat bagus, bahkan sedikit lebih kuat dari Hazama. Orang ini jelas berbahaya untuk ke depannya. Maka dari itu aku perlu untuk membunuhnya.’
Ray di sisi lain yang mendapat sedikit celah berusaha menyerang tetapi Selafiel tampak sengaja membuat celah tersebut dan mulai memunculkan puluhan duri menuju Ray. Kehilangan pijakannya, Ray tak mampu pergi untuk menghindar. Hanya ada dua cara untuk mengatasinya yaitu menerima atau menahannya.
__ADS_1
Pilihan pertama jelas sangat bodoh untuk dimiliki dan karena itu yang kedua adalah jalannya. Untuk menahan serangan tersebut sesungguhnya dia tidak perlu bertindak apa-apa karena ada orang di bidangnya yang akan memberikannya.
“Bubble Shield!” Hazama menyempatkan diri dengan melemparkan skill-nya ke Ray. Perisai gelembung menelan dirinya dan menangkis semua serangan yang datang kepadanya.
Melihat waktu yang tepat tersebut membuat Selafiel geram namun dia tidak memiliki waktu karena Ray tidak menyerah untuk menyerangnya. Ray memberikan tebasan cepat dan membuat Selafiel terbang mundur, semakin merapatkan diri kepada Rafael.
“Sepertinya memang sulit.” Ray tersenyum masam saat mendarat dengan mulus.
Selafiel yang saling memunggungi dengan Rafael melakukan telepati kecil dengannya. Dia mencoba menyampaikan situasi terkini yang mana para Pahlawan berusaha memojokkan Seraphim.
“Para manusia itu sepertinya mengkhawatirkan keberadaanmu. Tampaknya secara kasar mereka meyakini bahwa kamu memiliki sesuatu yang berbahaya di tanganmu.”
“Ya. Pahlawan bernama Rigel ini benar-benar masalah, pantas saja Michael meminta kita untuk tidak berdebat dengannya sebisa mungkin. Dari kekuatannya jelas hanya Barakiel dan Michael sendiri yang bisa menghadapinya.”
“Kamu terlewat satu. Jika itu Samael maka aku yakin dia mampu.”
Percakapan yang berlangsung di dalam kepala mereka terus terjadi sampai Selafiel sedikit tertegun oleh kata-kata Rafael. Dia tidak tahu mengapa Michael, Barakiel, Kemuel hingga Rafael sangat memperhitungkan kekuatan Samael.
“Aku masih tidak mengerti. Kupikir hanya Michael, Barakiel dan Kemuel yang benar-benar memperhitungkannya. Namun kamu juga?”
“Mereka berempat adalah Seraphim yang sudah ada sejak Lucifer masih seorang Pembawa Cahaya. Ketika dia menjadi angkuh, untuk mengusirnya dari surga, baik Michael, Kemuel dan Barakiel tak sanggup melawan Lucifer yang memiliki kekuatan penuh atas surga. Karena itu, kehadiran Samael sangat membantu mereka. Dari yang aku baca di sebuah arsip, saat itu adalah pertama kalinya surga gelap gulita.”
__ADS_1
Tentunya Rafael dan Selafiel tidak bisa mempercayainya meski arsip yang ada di surga adalah kebenaran dari seluruh dunia. Apapun yang terjadi pada dunia ini akan tercatat dengan sebenar-benarnya. Terkecuali sesuatu yang diganggu oleh dewa, cerita tidak akan bisa dibohongi.
Selafiel hanya menelannya mentah-mentah dan kembali memfokuskan diri kepada lawannya. Dia merasakan getaran hebat dan menemukan Kemuel sedang sangat kesulitan menghadapi Rigel.
“Hebat juga. Tidak hanya sangat keras namun seranganmu berkali-kali lipat dari Hazama!” Rigel mengulurkan tinjunya dengan kekuatan penuh, tanah tempat mereka berpijak hancur dan membuat lubang, sementara Kemuel yang menerima bogem mentah tersebut sama sekali tidak bergeming namun kedua tangannya terlihat sedikit gemetar karena benturannya.
“Benar kata Michael. Hanya ada satu manusia yang harus aku awasi secara penuh, manusia yang paling tidak masuk akal di dunia ini. Manusia itu adalah kamu, Pahlawan Creator.” Kemuel tersenyum masam dan menegakkan kembali kuda-kudanya.
“Ini gawat karena tidak hanya diantara manusia dan iblis, sekarang aku juga populer diantara para malaikat!” kata-katanya terdengar seperti khawatir namun senyuman di wajahnya membuat kata-katanya sekedar omong kosong.
Dia jelas sama sekali tidak merasa khawatir sekalipun bisa dianggap menjadi musuh cahaya dan kegelapan. Seharusnya seseorang tidak akan bisa berdiri di bawah cahaya atau bersembunyi di dalam kegelapan saat keduanya memburu seseorang. Namun hanya Rigel yang ada pada kondisi berdiri di tengah cahaya dan gelap.
Sikap ceroboh tersebut diambil dari kekuatan hebat yang membuatnya tidak memiliki keraguan untuk menjadi musuh dari seluruh dunia.
“Kamu tahu, bahwa awalnya aku tidak ingin menggunakannya dengan cepat. Selain merepotkan, kekuatan ini pernah merenggut segalanya dariku.” Rigel mengulurkan tangan kanannya dan dari tangan tersebut, tiga garis biru menyebar ke seluruh tubuhnya.
Awalnya Rigel ingin sebanyak mungkin tidak memanfaatkannya karena kekuatan ini yang menjadi rasa takut besar Malaikat dan Iblis. Karena keadaannya sudah seperti ini Rigel tidak lagi ragu, lagipula kekuatan penuh dari ras lainnya mungkin akan tiba.
Selain itu dia masih punya kartu truf di saku celananya, dan juga wujud sebenarnya dari kekuatan Creator. Jika berpikir Kekuatan Creator hanya mampu menciptakan benda dan fenomena sihir, maka siapapun di dunia ini tidak akan membayangkan bahwa kekuatan Creator memiliki makna lebih mendalam dari yang terlihat.
“Void Tahap Tiga — Kelahiran Para Dewa ...”
__ADS_1