
Menyisakan ruang untuk Rigel dan Samael berkonfrontasi, baik dari pihak malaikat atau iblis tampak tak berniat mengganggu. Rigel juga telah mengidahkan para Pahlawan untuk tak mengganggunya saat ini dan meminta Takumi juga Ozaru bersiap jika dipanggil.
Rigel bertujuan mencari tahu kedalaman kekuatan Samael dan rupanya pihak lain juga bertujuan sama.
“Sangat langka bagi Seraphim— Malaikat memiliki kekuatan segelap itu. Kupikir mereka adalah sekumpulan kuman yang hanya hidup di bawah matahari.”
“Aku sendiri bermasalah karena tak ada yang berasal dari naungan bulan sepertiku. Hal ini menyebabkanku menjadi penyendiri karena yang cahaya di sana sangat membosankan. Ah, mungkin hanya Lucifer yang pernah membuatku berminat padanya. Dan sekarang kamu, makhluk yang ada diantara bulan dan matahari membuatku tertarik.”
“Itu menyebalkan karena aku tak memiliki hati mencintai seorang pria.” Rigel mengumpulkan kekuatan di tangan kirinya dan bersiap atas segala kemungkinan, “Jika kamu berkata demikian, maka Michael di sana tidak membuatmu tertarik sama sekali?”
Dari sekali lihat sudah jelas bahwa Samael tampak lebih kuat dari siapapun diantara Seraphim. Meski Rigel tidak tahu banyak tentang Michael namun jika dari auranya Samael adalah yang tertinggi.
Sangat wajar jika orang lemah akan mengikuti yang kuat namun Samael adalah keanehan yang tidak dipahami Rigel. Dengan kekuatannya yang mungkin lebih besar itu, dia seharusnya menjadi pemimpin pihak sana.
“Kamu pasti bertanya-tanya tentang mengapa aku yang berada dua langkah di atas Michael malah menurutinya bukan memimpin.” Samael tersenyum tipis dan mengangkat kedua tangannya.
“Seperti yang aku katakan, semakin terang cahayanya, semakin gelap bayangannya. Michael lebih lemah dariku namun juga lebih kuat dariku. Lebih dari apapun, tidak ada malaikat yang lebih dicintai langit selain dia.”
“Begitu, ya. Kekuatanmu akan semakin kuat jika Michael menjadi kuat dan selain itu surga ada di pihaknya. Bahkan jika kamu lebih kuat darinya tetap saja mustahil mengalahkannya.”
“Kamu menangkap dengan baik. Jika kamu ingin membunuhku, sebisa mungkin buat Michael melemah atau tidak bertarung karena jika dia bertambah kuat, kekuatanku akan meningkat lebih besar darinya. Untuk catatan, meski Michael mati kekuatanku takkan melemah.”
Rigel merasa yakin bahwa Samael adalah lawan paling merepotkan yang mampu bertambah kuat kapanpun. Dari kata-katanya, dapat disimpulkan hadirnya Michael atau tidak akan mampu memberikannya kekuatan.
__ADS_1
“Jika Michael mati maka cahayamu akan redup dan saat itulah kegelapan menjadi penguasa. Baik sekali kamu memberitahukannya padaku.”
“Aku hanya tidak suka menyembunyikan sesuatu, aku juga benci untuk berbohong atau menutup-nutupi kebenaran. Dan karena itulah, hadapi aku tanpa ada kebohongan.” Samael menurunkan gravitasi tubuhnya dan mengambil ancang-ancang.
Rigel bertindak sama dan dia melebarkan telapak tangan kirinya, sementara tangan kanan membentuk tinju. Tubuhnya masih menyala-nyala karena Void yang tak dia tarik meski hanya sedetik saja.
“Sebelum mulai biarkan aku mengatakan ini.” Rigel menunda perkelahian sesaat dan Samael mengangkat alisnya.
“Asal tahu saja aku bukan orang yang akan menahan diri di awal dan aku sangat benci berbicara saat bertarung. Jadikan ini pertukaran kata terakhir.” Samael menunjukkan ketidaksenangannya.
Rigel sedikit tersenyum dan menunjukkan kekuatannya, “Selama aku melayanimu, berusahalah untuk tidak mati.”
Ucapan yang tampak seperti provokasi namun Samael memahaminya dan merasa dirinya tidak salah datang ke sini. Untuk pertama kalinya sejak sekian lama bibirnya membentuk senyuman lebar dan perasaan yang dipikir telah mati mulai bergejolak.
“Aku menantikannya, Rigel!”
Keduanya bergerak dengan sangat cepat seperti cahaya hitam dan biru yang berbenturan ke segala tempat. Rigel menggunakan tangan kirinya untuk menciptakan misil yang langsung ditelan oleh bayangan Samael. Rigel merasa yakin bahwa Samael juga mampu meniadakan segala sesuatu seperti halnya Void.
Bedanya jika Void menghapusnya tanpa jejak, bayangan milik Samael akan menelannya dan membiarkannya berada di tempat lain. Misil yang dia buat sebelumnya pasti meledak di dalam bayangan tersebut.
Rigel mencoba berpikir untuk membuat celah namun Samael tak tinggal diam, dia berada di belakang Rigel dan mengulurkan tinju kuatnya. Rigel dengan sigap menggunakan kedua tangan untuk menahannya, tangan kanan yang menerima secara langsung tampaknya memiliki tulang retak.
‘Aku tak percaya ini. Tulangku seharusnya sangat keras sehingga kekuatan fisik jarang mampu meretakkannya. Orang ini jelas berada di tingkat berbeda dari lawan yang pernah aku hadapi.’
__ADS_1
Mengabaikan rasa sakit yang dia terima, Rigel segera pergi dari jangkauan serangan Samael yang menyerang dengan tinju. Kekuatan fisiknya sejak awal tidak pernah perlu untuk diragukan lagi.
“Soul Eater.” Bayangan ungu gelap dengan taring-taring tajam di depan seperti mulut melesat menuju Rigel.
“Kembalilah menuju ketiadaan.” Rigel hanya melambaikan tangannya dan melenyapkan serangan tersebut namun dia tidak sadar bahwa itu hanya umpan.
Samael muncul tepat di depannya, mata mereka saling bertemu yang mana Samael membuat raut wajah seperti orang gila yang kesenangan.
“Nightmare!”
Visi Rigel menjadi gelap seutuhnya, tak lama dia melihat pemandangan mengerikan yang tidak pernah ingin dia lihat lagi. Itu ketika dirinya membantai rekan-rekannya hingga membunuh Priscilla ketika menerima Void untuk pertama kalinya.
Jeritan-jeritan menusuk melalui telinga dan Rigel mulai kesulitan bernapas. Dia ingin berteriak namun tak kuasa karena sesuatu tampak mencekiknya, dia ingin melarikan diri tapi tak mampu karena rantai mengikat dan bilah seperti kunai menusuk setiap persendiannya.
Rigel mengambil sedikit kendali dirinya dan meledakkan kekuatan Void sehingga apapun yang mempengaruhinya hancur. Bola hitam yang menyelimuti dirinya telah lenyap, hal pertama yang dilihatnya adalah Samael yang bersemangat.
Memiliki tubuh yang penuh luka, tampaknya apa yang dia lihat sebelumnya tidak hanya memperlihatkan ilusi tetapi juga menyerang dengan sadis.
‘Tch! Dari mana dia tahu aku lemah terhadap serangan mental?’
Rigel paling membenci kekuatan seperti itu karena dirinya takkan pernah bisa terbiasa meski serangan yang dia terima adalah sihir dasar. Siapapun yang telah mengalami hal-hal kelam takkan pernah bisa mengatasi serangan yang terfokus pada mental.
Memulihkan dirinya dengan sihir, Rigel menarik napas dalam dan bergerak cepat, karena Samael tak memilih untuk terbang dan berlari menghampiri Rigel. Tinju mereka saling beradu menyebabkan gempa besar dan retakan pada tanah. Rigel mencengkram tangan Samael dan memelintirnya dengan kuat.
__ADS_1
Tanpa menunda lagi tangan Rigel menjadi panas dan suhunya meningkat, ledakan besar terjadi menyebabkan Samael kehilangan tangannya. Namun seolah tak ingin terluka sendirian, dia meraih tinju kanan Rigel namun gagal. Tak pernah kehabisan akal dia menginjak bayangan yang dimiliki Rigel dan melenyapkan bagian kanan tubuhnya.
Seiring dengan lenyapnya bayangan tubuh Rigel, kini rasa sakit menghampiri dan tubuh bagian kanan benar-benar hilang seperti halnya bayangan yang dia miliki. Rigel tidak tahu apa yang terjadi namun untuk saat ini dia harus beralih menuju tahap empat dari kekuatan Void.