
Waktu yang panjang berlalu, lebih dari dua bulan semenjak diskusi terakhir tentang pembahasan Natalia kepada sosok misterius yang dia temui dan selama itu pula Rigel tidak kunjung sadar dari tidurnya.
Kekacauan perlahan dibereskan dan berita duka kematian Ratu peri yang dibunuh Ras yang berpartisipasi perang serta kebahagiaan dari lenyapnya Monster Malapetaka sudah mencapai seluruh pelosok dunia ini. Berita itu disusuli dengan identitas pengganti Pahlawan pengganti yang disembunyikan dari dunia luar kini telah disebarkan.
Cambuk dan Pisau yang gugur dalam pertarungan sebelumnya kini memiliki pengganti yaitu Merial dan Ray. Mengenai Pahlawan Pedang, hanya disebutkan bahwa calon sudah terpilih dan hanya menunggu waktu sampai penganugrahan dilaksanakan.
Tentunya penganugerahan tersebut dirahasiakan karena letaknya berada di hutan peri di mana tidak sembarang orang bisa masuk. Awalnya penganugrahan ingin dilaksanakan meskipun Rigel belum sadarkan diri, lagipula Takumi telah menandai tempat itu di titik teleportasi.
Namun dikarenakan adanya gejolak diantara peri berkat kematian Ratu mereka, sekarang ini bukan waktu yang baik untuk pergi. Mungkin ada gadis yang dikatakan Putri dari Ratu Peri namun sampah kini sosoknya belum muncul.
Dunia sedang dalam pemulihan, sementara kini manusia mulai menyatukan kekuatan. Orang-orang dan negara yang tidak mau terlibat dengan Pahlawan atau dunia ini mulai memperlihatkan diri mereka.
Sosok-sosok hebat yang berpikir bahwa tidak masalah manusia kalah perang. Banyak pendekar hebat berpikir bahwa Dua Belas Pahlawan begitu lemah sampai beberapa mati dan berkhianat. Pemikiran bahwa umat manusia telah berakhir tidak dapat dihindari dan memilih hidup bebas seperti yang biasanya mereka lakukan.
Namun sekarang mereka mulai mengubah pikirannya. Hal itu bukan dikarenakan pencerahan yang datang begitu saja, tetapi mereka mendapatkan harapan besar dari Pahlawan yang mereka anggap mengecewakan.
Lenyapnya seluruh Monster Malapetaka memberikan mereka harapan besar untuk kemenangan. Bagian penting yang menjadi titik balik adalah penaklukan terakhir yang menyebabkan kegemparan bagi dunia.
Ras naga di dunia kini punah tanpa terkecuali berkat pertempuran terakhir. Meski awalnya ada sebagian naga yang tidak tinggal di hutan naga, namun mereka menerima panggilan dari para komandan dan Kaisar Naga, panggilan yang menandakan dimulainya perang pembalasan.
Pejuang yang bersembunyi merasa haru akan fakta tersebut dan mulai mengagumi Pahlawan yang melakukannya. Namun yang menjadi pendorong besar bagi mereka adalah kematian Ratu Peri yang menyebabkan keseimbangan alam hancur. Lantas kemarahan tak terhindarkan kepada ras yang menjadi kambing hitam, Ras Iblis.
Fakta tentang Michael turun ke dunia ini masih dirahasiakan karena akan menimbulkan pertanyaan yang bahkan tidak diketahui jawabannya.
Di tengah masa umat manusia saling menggandeng tangan, Batu Ramalan menuliskan sebuah pesan berupa nama seseorang. Tidak perlu dipertanyakan, nama yang terukir adalah nama dari orang yang akan menjadi Kaisar Surgawi.
__ADS_1
“Sosok yang terpilih menjadi Kaisar Surgawi, Asoka Van Yurazania!”
Pengumuman diberikan dan dunia dikejutkan oleh fakta lainnya. Saat Kaisar Surgawi terpilih maka Ragnarok sudah di depan mata, alhasil manusia yang sedang dalam proses bersatu meningkatkan kecepatan mereka.
Pelatihan tempur mulai dibangun, pasukan dikumpulkan dan dengan wewenangnya sebagai Kaisar Surgawi Asoka membebaskan dunia dari perbudakan serta menjadikannya ilegal.
Bagi mereka yang masih melakukan jual-beli budak akan dihukum mati sampai seluruh keluarganya. Hal itu menjadi pendorong besar bagi pejuang Demi-human yang bersembunyi untuk mengabadikan diri kepadanya karena memberikan kebebasan bagi seluruh ras Demi-human.
Di tengah umat manusia yang bersatu dan menjalin hubungan dengan ras Demi-human, pasukan-pasukan terbentuk yang dibagi menjadi empat bagian. Empat bagian tersebut dikenal dengan Sparta, Berserker, Hetairoi, dan pasukan keempat yang berisi Demi-human memiliki lambang kepala singa menyebut diri mereka dengan nama Herakles.
Menggantikan Rigel sebagai Pahlawan yang pantas memberikan pidato kepada dunia, Takumi mengambil tanggungjawab tersebut lantaran Rigel masih tak sadarkan diri.
“Terpilihnya Kaisar Surgawi menjadi pertanda mendekatnya akhir. Sejujurnya aku takut, apa yang akan terjadi? Apakah aku sanggup membawa beban umat manusia di punggung ini? Peperangan besar yang belum pernah kita umat manusia saksikan akan mendekat. Aku takut—”
—semuanya tentu ketakutan terhadap perang mengerikan hasil tindakan para Dewa. Mereka yang hanya seorang manusia berusaha keluar dari peperangan itu, siapa mereka? Bisa apa mereka yang hanya manusia biasa??
Baik mereka yang menyaksikan langsung atau dari layar proyeksi yang ditampilkan ke seluruh dunia, dia membiarkan semuanya melihat.
“Hanya benda yang satu ini menjadi pembeda diriku dengan kalian, terlepas darinya aku hanya manusia biasa tanpa kekuatan. Meski aku tidak seharusnya memikul tanggungjawab dari dunia yang bahkan bukan tempatku lahir, kekuatan besar jatuh kepadaku dan bersamaan dengan kekuatan besar ada pula tanggung jawab.”
Dia tentu bisa melarikan diri dari semua ini, bersembunyi di suatu tempat yang tidak dapat terjangkau oleh mahkluk hidup. Para Pahlawan tentunya bisa melakukan itu semua lantaran dunia ini bukan milik mereka.
“Meski aku takut dan lemah, aku tidak akan lari. Aku tidaklah sendirian, aku bersama Pahlawan lain dan kalian semua akan di sisiku melawannya. Kami tidak akan lari meski dunia ini bukan milik kami. Di dunia ini aku menemukan apa yang tidak kumiliki sebelumnya, tempat ini menjadi rumah bagiku dan untuk melindungi rumahku, AKU TIDAK AKAN LARI!”
“Kita memang lemah, tidak memiliki keabadian seperti malaikat dan iblis. Namun kita punya ini! Hati yang peduli pada sesama, hati yang mencintai dunia ini!”
__ADS_1
“YA!”
“Baik Demi-human dan manusia itu lemah namun kita tidak sendirian! Dengan bergandengan tangan kita akan kuat, sekalipun menantang Dewa dan musnah bersama, aku akan dengan bangga mati sebagai manusia! Membusungkan dada dengan bangga mati sebagai manusia yang melawan takdir, melawan Dewa!”
Meskipun peperangan yang dilalui menghadapi Iblis dan Malaikat, pada intinya para Dewa menjadi penyebabnya. Bahkan mereka mengabaikan manusia yang terkena imbasnya dan hanya sebagian kecil bantuan dari Dewa berupa Dua Belas Pahlawan dan Artifak Kuno.
Meski itu hanyalah pemberi harapan kecil belaka, namun harapan kecil itu justru menentang penciptanya.
“Siapa mereka memangnya?! Mahkluk rendah egois yang menganggap diri sebagai mahkluk tertinggi! Tak Sudi sekalipun aku menganggap tinggi mereka yang mengacaukan tanah kita, RUMAH KITA! Bersamaku, acungkan senjata kepada langit untuk membebaskan diri, untuk kebebasan!”
“YAA!”
“LANGIT DAN BUMI AKAN MENJADI SAKSI BISU, DARI TUMPAHNYA DARAH PEMBERONTAKAN! DARAH DARI PERLAWANAN UMAT MANUSIA, LEGION OF LIBERATION!!!”
“Hidup Legion of Liberation!”
“Hidup Legion Of Liberation!”
Kala itu, pasukan terbesar dunia tercipta. Di bawah pengawasan para Pahlawan Legion Of Liberation meningkatkan kekuatannya sampai hari di mana pemberontakan kepada Dewa di mulai.
***
The Final Arc: Great War Of Ragnarok.
Prelude I — Mengungkap Batu Ramalan (Reveal Augury Stone).
__ADS_1
...“Mimpi tanpa akhir dari keabadian Pahlawan Terakhir.”...