
Penghalang yang menghancurkan penghalang, wilayah atau Territory kuat menghancurkan Territory milik Acnologia. Sebuah kekuatan mengerikan yang diperlihatkan seribu tahun lalu.
Pohon dunia, tempat di mana asal muasal para peri termasuk Pohon Roh lahir. Tidak ada yang mengetahui di mana letak ibu para peri itu, bahkan Roh pertama yang tercipta dalam bentuk pohon raksasa tidak mengetahuinya.
“Kamu mungkin lupa tentang ini, Acnologia!” Sylph merentangkan tangannya dan mengerahkan akar-akar besar untuk menjerat Acnologia.
Acnologia terbang menjauh dari akar-akar yang dikerahkan, meskipun tahu bahwa sia-sia. Di dalam sebuah Territory hampir tidak ada kesempatan untuk melarikan diri. Dia perlu menghancurkannya dengan kekuatan kuat atau Territory yang lebih kuat.
“Percuma saja.” Sylph mengukur tangannya, segera pohon besar bergerak, apa yang tampak seperti wajah muncul dari batangnya yang besar.
Pohon yang bahkan ukurannya mencapai langit, kini bergerak menyerangnya. Sesuatu yang bahkan dapat mengguncang Acnologia, keberadaan pohon itu menjadi rasa takut terbesarnya.
Dalam sekejap, puluhan akar menusuk tubuhnya, bahkan Dragon Core miliknya tertembus oleh akar tersebut. Mengerikan, satu kata yang cocok menggambarkannya.
“Tidak ... hanya menghancurkan ... intiku ... namun juga menghisapnya ...” Acnologia tidak bisa berbicara dengan baik.
Rasa sakit menyebar ke penjuru tubuhnya, pengalaman yang sangat jarang untuk dia dapatkan. Selama tahun-tahun keheningan ini, dia hanya menghabiskan waktu untuk tidur dan mengumpulkan kekuatan.
Berharap mampu mengalahkan Dewa sekalipun, nyatanya dia kehilangan seluruh kekuatan yang dikumpulkan seribu tahun untuk satu pertempuran ini. Sungguh, bila dia tahu akan seperti ini jadinya, dia akan menyiapkan strategi yang sangat ampuh dan matang.
Benar adanya bahwa kelalaian menyebabkan kekalahan, meremehkan membuatnya terbunuh. Benci mengakuinya, manusia ternyata sangat kuat dari bayangannya.
“Ini adalah akhir darimu, Acnologia.” Sylph mengulurkan tangannya dan mencengkram udara dengan kuat.
Bersamaan dengan tangannya yang terkepal, sesuatu dalam diri Acnologia hancur. Kekuatannya yang tersimpan di dalamnya meledak keluar dan segera diserap oleh pohon raksasa tanpa tertinggal sedikitpun.
“Pohon Dunia, ibu dari seluruh tumbuhan dan peri di dunia ini. Kekuatannya mampu menyerap kekuatan lain dan bahkan jiwa targetnya. Kamu tidak akan lolos.”
__ADS_1
Pohon pertama di dunia ini, pohon raksasa yang berada diantara surga dan neraka. Bisa dibilang, dari pohon inilah benih-benih pepohonan di dunia berasal. Mereka yang lenyap akan kembali kepadanya, bahkan Pohon Roh juga berasal darinya.
Yggdrasil, pohon dunia. Berbagai nama dimilikinya, tapi semua mahkluk hidup di dunia akan langsung mengenalnya bila itu Yggdrasil. Bagaimana tidak? Mahkluk yang terbuat dari cahaya lahir darinya.
“Jika malaikat adalah buah dari pohon dunia atau yang dikenal Yggdrasil, kami peri adalah bunga yang gagal menjadi buah. Pepohonan yang tumbuh di alam semesta adalah hasil dari dedaunannya yang berjatuhan, ujar Sylph.
Peri setingkat Undine dan Sylph berasal dari bunga yang gugur sebelum sempat menjadi buah, karena itu mereka cocok disebut mahkluk yang gagal menjadi malaikat.
Tidak banyak yang mengetahui kisah tersebut, hanya para peri dan mereka yang lolos dari insiden kejam seribu tahun lalu yang mengetahuinya.
Meskipun Sylph teramat senang tidak menjadi eksistensi seperti itu, tapi karena hal itu juga yang membuat mereka tidak bisa menentang langit.
Menjadi netral bukan keinginan mereka. Namun ikut andil dalam perang Ragnarok juga bukan keinginan mereka. Dikeadaan ambigu semacam itu, netral mungkin bukan pilihan buruk.
“Padahal ... Hanya produk ... Gagal dari Pohon Dunia. Bagaimana bisa ... Menjadikannya sebagai ... Territory!” Acnologia bersimbah darah.
Dari tempat akar yang menusuk tubuhnya, hingga darah yang keluar dari mulutnya, dia mendekati keadaan sekarat. Sebelum mencapai tahap selanjutnya, dia ingin mendengar apa yang ingin dia ketahui.
Namun Pohon Dunia, sungguh tidak masuk akal bila itu adalah wujud realisasi kekuatan Sylph. Ibu dari tumbuhan dan malaikat, bagaimana bisa terbentuk dalam sebuah Territory?
“Aku tidak memintanya demikian, tapi dia yang memberiku kekuatan ini. Territory bukan hal sulit di dapatkan. Ada banyak cara, dimulai dari sebuah skill, R**une Stone, bahkan perubahan jiwa serta kekuatan asing seperti Rigel.”
“Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, tetapi bunga yang gagal menjadi buah juga demikian. Pohon Dunia menyayangi kami para peri, dia memberikan sebagian kecil kekuatannya kepadaku melalui Pohon Roh, untuk melindungi kaumku.”
Singkatnya Pohon Dunia bukan bentuk realisasi kekuatannya, melainkan bagian kecil dari kekuatan Pohon Dunia dalam bentuk skill Pengendali Alam dan berkembang hingga mewujudkan Territory.
Seperti halnya Rigel yang memiliki tiga Territory. Penguasaan Laut dari Hydra, Tanah Kematian yang berasal dari kemampuan Necromancer, serta Kehampaan dari Void.
__ADS_1
Sylph kemungkinan memiliki kemiripan dengannya, ada banyak bagian kekuatan yang dia sembunyikan. Entah apa alasannya, Sylph tidak ingin mengungkapkan kartunya lebih jauh dari ini.
“Kharghahaha, begitu adanya. Sayang sekali ... Asal kamu tahu, ini ... Belum ... Berakhir ...”
Seiring dengan suara Acnologia yang melemah, Sylph berbalik melambaikan tangannya, segera akar yang tertancap menumbuhkan duri kecil dari darah Acnologia dan membuatnya tercabik-cabik.
Tidak cukup sampai di sana, tombak cahaya raksasa menembus Territory dan membelah dua tubuh Acnologia. Pohon Dunia memudar, Sylph yang kembali ke keadaan normal berlutut hormat, tersenyum lembut kepada Pohon Dunia ibunya.
Tidak perlu menjadi dramatis, pertemuan dan perpisahan mereka sangat singkat sehingga tidak ada gejolak emosi apapun.
Sylph menyadari bahwa Pahlawan tombak, Takumi telah menarik kekuatannya. Dia tidak menerima kutukan karena tidak menggunakan sepenuhnya kekuatan kutukan. Entah bagaimana caranya, dia tampak telah mengendalikan sebagian Kutukan Pemalas.
Untuk Ozaru, dia masih belum kembali ke wujud humanoid, beruntungnya dia tidak mengamuk dan menyebabkan kekacauan. Namun, ini bukanlah kebahagiaan. Di pertarungan ini, mereka harus menyaksikan kepunahannya ras Raksasa.
Sylph menghampiri Gahdevi. Tubuh raksasanya mulai berkepul asap dan retak, kematiannya sudah dipastikan. Sylph memandang sedih, seandainya dia tahu bahwa keturunan terakhir Legia masih tersisa, tidak akan mengejutkan jika Sylph akan membantunya tetap hidup.
“Raksasa terakhir, keturunan Legia, Gahdevi. Aku bersumpah akan membuat namamu, rasmu, sebagai mahkluk berjasa yang memusnahkan Acnologia dan berperan besar dalam perang Ragnarok kelak. Aku berjanji akan membuat dunia tetap mengenang bahwa kalian pernah ada.” Sylph memberikan penghormatan terakhirnya.
Bertepatan dengannya, Garfiel dan Leo mencapai lokasi. Mereka sangat terlambat, menyaksikan tubuh raksasa dengan wajah tidak asing bagi mereka, air mata berlinang.
“Tidak mungkin, kan? Paman Gahdevi, tewas? Orang sekuat dia dikalahkan oleh kadal itu?” Garfiel yang paling tidak bisa menerima kematiannya.
Di kota bawah tanah, Darkness. Sangat sedikit orang yang cukup peduli kepada para budak. Gahdevi yang juga seorang petarung sepertinya, kerap menggunakan uang yang dia dapat untuk memberi makanan dalam jumlah besar kepada budak.
Dia tidak membeli budak dan membebaskannya, dikarenakan pada akhirnya mereka akan tertangkap lagi. Karena hal itulah, dia memilih membagikan makanan dan perawatan kepada budak lainnya.
Bagi orang seperti Garfiel yang bertarung untuk menyelamatkan kakaknya, Gahdevi seperti penyelamat.
__ADS_1
“Andai aku lebih cepat, ini tidak akan terjadi!”
Tangisannya semakin jadi, Leo yang sedikit menangis hanya bisa diam membatu. Sylph memberikan simpatinya. Mau bagaimanapun siapapun akan tahu bahwa air mata tidak akan mengembalikan nyawa.