Creator Hero : The Last Hero

Creator Hero : The Last Hero
Ch. 9 — Bangkitnya Si Kebanggaan


__ADS_3


Pertarungan demi pertarungan menghiasi hutan para naga, Tanah Naga Yang Terlupakan, surga para naga yang kini dihiasi kehancuran dan kematian.


Udara polusi, berkat mayat naga, monster gagal, manusia, peri dan pepohonan yang terbakar hangus oleh lahapnya api, Sambaran petir bahkan cahaya.


Pertarungan yang mungkin menjadi sebuah pembukaan besar menuju pertarungan yang jauh lebih besar dari yang bisa dibayangkan seseorang. Melihat kehancuran hebat di depannya, dia tersenyum senang.


Tidak sekalipun dia kecewa karena telah menunggu sangat lama untuk mempersiapkannya dan meyakinkan diri apakah 'Itu' benar-benar aman untuk dilalui, meskipun hanya akan menjadi gerbang satu arah.


Dikarenakan hal itu, dia perlu berhati-hati mempertimbangkan waktu yang tepat untuk datang dan kembali membuat kekacauan di dunia ini.


"Pemandangan yang benar-benar layak dilihat setelah seribu tahun lamanya. Kamu juga lihatlah, banyak yang datang mencari kematian, bahkan peri yang kau anggap ibu rela menikahi seseorang untuk memberikan pria yang dia nikahi otoritas terhadap peri. Yang artinya, sejak dia datang ke sini, dia sudah siap mati."


Dari sudut pandang lain, dia hanya terlihat seperti orang aneh yang menggunakan jubah dan berbicara dengan cermin, layaknya sakit jiwa. Tetapi pada kenyataannya, cermin itu bukan sembarang cermin.


Cermin itu dapat menyerap dan menyegel segala bentuk objek fisik maupun abstrak ke dalamnya. Cerminnya tidak dapat dibuka dari dalam, hanya ada satu jalan keluar saja.


"Bagaimana menurutmu, peri kecil? Hebat, bukan? Indah, bukan? menakjubkan, bukan?MENGAGUMKAN, bukan?"


Senyumannya nampak gila, meski samar sorot matanya memancarkan kegilaan yang sama. Peri kecil yang dimaksud memberikan tatapan tajam dan menggedor dari balik cermin itu.


"Apa sebenarnya tujuanmu, bajingan keparat! Sampai memojokkan ibuku dan umat manusia seperti itu, kamu benar-benar keparat!"


Sedikitpun dia tidak pernah menyimpan kemarahan dan kebenciannya. Semuanya murni dia keluarkan atas kehendaknya.


Gadis itu adalah putri angkat Ratu peri yang tersegel di dalam tubuh Tortoise selama seribu tahun dan jiwanya mengembara ke tempat aneh, hingga akhirnya diakhiri oleh seorang Pahlawan, dialah Priscilla Flamesword.


"Sudah aku katakan, bahwa kedatanganku hanya untuk bersenang-senang. Sungguh bosan jika hanya memperhatikan, sesekali aku akan bergabung dengan permainan bodoh kalian."


Sungguh jenaka melihat para manusia mencoba menantang ras yang lebih tinggi dari mereka. Sungguh jenaka bagi mereka yang berusaha menghindari masa depan kelam. Kehancuran di depannya sungguhlah jenaka, tidak terpikirkan bahwa mereka akan selemah ini.


"Meski begitu, aku tidak menyangka orang itu dapat membuat celah di Valhalla, dia benar-benar orang yang menarik. Bahkan aku sendiri sangat meragukan apakah dia benar-benar telah mati atau tidak. Orang sepertinya adalah orang yang tidak dapat dipastikan masih hidup sampai sekarang ataupun tidak."


Kenangan akan hari itu begitu membekas dalam ingatannya, sebuah kesenangan hebat yang diberikan manusia kepadanya, dan satu-satunya manusia yang berhak mendapat penghormatan darinya.


"Kepribadianmu benar-benar lebih buruk dari Lucifer ataupun orang itu!"


Mereka sama-sama kejam dan tidak memiliki perasaan. Mereka bukanlah sosok yang ragu untuk mengorbankan ribuan, bahkan miliyaran kehidupan hanya untuk mencapai tujuannya.


Keberadaan mereka sendiri lebih buruk dari empat malapetaka— bahkan mungkin yang terburuk. Kiamat dunia berjalan merupakan kata yang tepat untuk menggambarkan sosok mereka.


Setiap kali Lucifer ataupun orang itu mengunjungi suatu tempat, sangatlah mustahil tidak ada kejadian apapun yang tertinggal.


"Lucifer tidaklah masalah, namun diriku tidak jatuh seburuk itu sampai-sampai menyamai tindakan orang itu. Orang yang memiliki berkah Pahlawan, namun menolaknya dan menghancurkan manusia, bahkan membuat skenario hebat seperti menumbalkan Pahlawan di masa lalu. Ah, benar kalau tidak salah itu dikenal..., Penyegelan Tortoise."

__ADS_1


Priscilla menajamkan sudut matanya. Mengingat kembali peristiwa itu membuatnya geram, entah kepadanya ataupun pria itu. Dia yang dengan bodohnya mau melakukannya dan mengorbankan jiwanya adalah kesalahan bodoh yang sangat hebat.


"Aku dan wanita itu sama-sama bersalah karena mempercayai orang itu...," gumam Priscilla dengan frustasi.


"..."


Dia terdiam, bukan karena apa yang dikatakan Priscilla ataupun tindakannya. Melainkan sesuatu yang lebih hebat lagi mungkin tengah terjadi. Dia merasakan kehadiran— kekuatan aneh yang menyerap energi tengah berkumpul.


"Apaan itu?" bertanya kepada dirinya sendiri, dia tidak mengetahui jawabannya sama sekali.


Rasa-rasanya, perkara kelewat bahaya terjadi saat aku menggoda peri kecil ini.


Dia mulai mempertimbangkan untuk turun ke kekacauan itu atau tetap memperhatikan dari sisi ini, sampai dia merasakan sosok lain mendekat, sosok yang membuat nostalgia akan kehancuran dan penghinaan.


"Aura ini—"


— tidak salah lagi itu dia.


Hatinya melompat kegirangan karena kekacauan sesungguhnya baru akan dimulai.


Kembali ke beberapa menit sebelumnya, Amatsumi Rigel sedang berada di ambang kematian.


"Rigel!"


"Bertahanlah, Rigel!" Sylph secepat mungkin mencapai Rigel.


Rigel hanya menatap mereka dengan mata yang sebentar lagi kehilangan cahaya dan ditelan kegelapan. Tubuhnya mulai mendingin, rasa sakit dan lelah meninggalkan tubuhnya yang kehilangan cukup banyak darah.


Ah~, entah bagaimana aku akan ikhlas menerima kematian ini. Sudah cukup bagiku berjuang, sudah terlalu keras aku berjuang, tidak apakan jika aku beristirahat dalam waktu yang sangat panjang? Tetapi—


—ada orang yang menangisinya, ada orang yang menanti kepulangannya, ada orang yang perlu dia selamatkan. Dia tidak dapat berakhir di sini, tidak akan pernah.


Dia harus bangkit, menyerah tidak akan pernah menjadi sebuah pilihan baginya. Dia akan mengakhiri segalanya dan mendapatkan kehidupan damai yang diimpikan, dirindukan, diharapkan dan diinginkan!


Segala yang dia lihat kini hanya siluet samar, dirinya hampir tenggelam di dalam kegelapan abadi. Meskipun dirinya ikhlas menerima, jiwanya menolak untuk menemukan akhir. Lantas yang terjadi—




"!!!"


Sebuah garis yang mengubah segalanya, sebuah garis misterius yang memiliki kekuatan misterius, sebuah garis yang mengukir garis tertentu yang dikenal dengan, Rune.


Rune biru itu merambat, dari tangan ke tubuhnya, diikuti dengan tiga garis lainnya dan menyebar hingga ke separuh tubuhnya. Rasanya tidak seperti terbakar, tetapi dingin, dingin, sesuatu yang dingin merasuki tubuhnya dari luar ke dalam.

__ADS_1


Suara-suara yang meninggalkannya perlahan kembali, tubuhnya yang lemah melayang di udara, cahaya menyerupai gelembung biru mulai menyelimuti tubuhnya dan menelannya. Kendati hal itu ulah Acnologia, tidak mungkin mereka akan diam saja, tetapi—


"—Rune di tangannya, memiliki empat garis?" gumam Sylph, jelas terguncang dengan pemandangan di depannya.


Bahkan para Pahlawan tahu, tidak, mereka tidak tahu bahwa ada tahap selanjutnya dari kekuatan misterius Rigel. Sejauh yang mereka ketahui, Rigel hanya pernah menggunakan sampai tahap tiga, lantas mereka berasumsi bahwa itu tahap terakhir.


Tetapi kini, terdapat empat garis, mungkinkah itu tahap ke empat dan ada tahap selanjutnya lagi? Berapa banyak tahap yang dibutuhkan untuk mencapai kekuatan maksimal? Entahlah, tidak seorangpun tahu, bahkan Rigel tidak dapat menjamin lima adalah akhir.


Takumi dan Yuri telah mendengar pertaruhan terakhir milik Rigel, kekuatan keempat yang sebaik mungkin dia coba hindari telah diaktifkan.


"Ugh, apa yang terjadi?! Tubuhku, tubuhku perlahan hilang?!" teriak seorang prajurit yang tangannya berubah menjadi butiran cahaya kebiruan.


Tidak hanya prajurit manusia, tetapi monster, mayat, tumbuhan dan bahkan peri perlahan menghilang, menjadi partikel cahaya ambient dan terbang menuju Rigel— lebih tepatnya diserap.


Sontak hal itu membuat semuanya bingung, bahkan Kandidat Kaisar dan Evankhell sama sekali tidak tahu apa yang terjadi. Mereka lebih terlihat seperti orang bodoh yang sedang menyaksikan pembentukan dunia.


Para Pahlawan dan Sylph hanya terperangah menatap peristiwa di depannya, mereka tidak dapat menutup mulut mereka akan keterkejutannya.


"Itu..., berapa banyak kehidupan yang lenyap? Berapa banyak nyawa yang harus dia ambil?" gumam Yuri, bergetar ketakutan.


Dia tahu tentang pertaruhan Rigel, Takumi juga sama dengannya. Membiarkan teman— sahabatnya menanggung dosa besar seorang diri, sungguh menyayat hatinya.


"Kamu pikir aku akan diam saja? Tentunya TIDAK!"


Acnologia mengumpulkan kekuatan dalam jumlah besar, saking besarnya sampai-sampai kekuatan penghancurannya gila.


Energi kuat, campur aduk antara gelap dan cahaya melesat cepat, memotong udara dan menghancurkan tanah tempatnya melaju.


"Lindungi Rigel!" bentak Takumi.


Terhadap kata-kata singkat nan jelas, sontak membuat seluruh orang yang terperangah kembali sadar kepada kenyataan.


Mereka memahami dengan jelas, Rigel tidak akan bisa bergerak atau melakukan apapun dalam waktu dekat. Bukti bahwa partikel cahaya yang diserap dari nyawa dan tubuh mahkluk hidup menjadi bukti nyata.


"Sial! Aku tidak ingin menggunakannya setelah mendengar apa yang terjadi pada Takumi saat menggunakan kekuatan ini, tapi...—"


—tidak ada pilihan lain!


Mau tidak mau dia harus menggunakannya, Hazama harus melakukannya jika ingin menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa yang tersisa. Alhasil, dia menggertak giginya dengan kuat, sampai-sampai gigi gerahamnya patah dan mengeluarkan darah.


Dengan perisainya yang terulur dan memiliki cahaya merah gelap yang jahat, Hazama mengambil posisi yang bagus untuk menahan serangan Acnologia dan melindungi. Dia mulai melantunkan mantra yang tidak pernah dia gunakan karena efek sampingnya mungkin berbahaya, tetapi, mau bagaimana lagi


"Wahai engkau yang menganggap diri paling benar, sosok yang menolak idealisme dan memaksakan idealisme sendiri, patuhilah keinginanku dan berikanlah kekuatanmu padaku..., Curse Series : Curse Of Pride..., Pride Of Lion!"


Cahaya keemasan menyelimutinya, perisainya berubah menjadi kepala singa keemasan yang melambangkan kebanggaannya. Hewan dengan penuh angkuh dan kebanggaan akan dirinya menjadi perwujudan kutukan Kebanggaan, akhirnya terbangun.

__ADS_1


__ADS_2