Creator Hero : The Last Hero

Creator Hero : The Last Hero
Ch. 28 — Pertukaran Nyawa


__ADS_3

Melihat pemandangan di depannya, Sylph sedikit sedih karena menghancurkan sebagian alam yang indah dengan menggunakan kekuatan dari kemarahannya.


Sebagai sosok yang seharusnya menjaga alam dia justru menghancurkannya. Cukup baginya merasa menyesal atas tindakannya. Namun mau bagaimana lagi? Bertarung setengah hati tidak akan membuatnya membawa kembali Priscilla.


Menyipitkan matanya, Sylph segera terbelalak dan sangat terguncang. Meski awan debu belum menghilang, cukup jelas baginya merasakan kekuatan besar itu masih hidup, tidak memiliki tanda-tanda sekarat.


“B-bagaimana bisa?”


Tidak seperti dirinya yang tenang seperti biasanya, kini Sylph lebih banyak terkejut dan hampir kehilangan dirinya sendiri.


“Itu karena kamu lemah, aku tidak akan terluka dengan orang lemah sepertimu.”


Melihatnya lebih jelas lagi, Michael masih terbang di tempat yang sama meskipun tanah di bawahnya berubah menjadi lubang yang sangat dalam berkat serangannya.


Jika itu orang biasa, atau Pahlawan lain selain Rigel pasti akan mati tanpa perlu memastikannya lagi. Serangan yang digunakan Sylph memiliki area yang sangat luas dan cepat, mustahil sempat melarikan diri bahkan dengan teleportasi.


Sylph yang sebelumnya di atas angin, dijatuhkan oleh kesombongan, keyakinan, serta harapannya sendiri. Tidak ada yang lebih buruk selain dikhianati harapannya sendiri.


Dirinya begitu sombong hanya karena berada di dunia ini, tanah tempatnya berkuasa, Sylph merasa bisa membunuh Michael dan merenggut Priscilla jika berusaha dengan sihir terkuatnya.


Namun apa daya, terlalu menilai tinggi sihirnya adalah kesalahan besar yang pernah dia lakukan. Sylph menyadari kesalahannya yang lain, fakta bahwa Michael mampu meminjam kekuatan Seraphim yang lain.


“Perisai itu ...” Sylph tampak mengenali perisai salib berwarna emas di tangan Michael.


“Sepertinya kamu mulai ingat dengan siapa aku, dan apa kekuatan yang hanya aku miliki. Tidak bisa kubiarkan kamu tetap hidup karena bahkan Lucifer tidak mengetahui tentang ini.”


Perisai di tangannya bersinar terang sampai nyaris menghilangkan bentuknya. Sylph merasa firasat buruk, dengan cepat terbang ke arah acak dan benar saja instingnya.


Tempatnya berada sebelumnya menjadi tempat Michael menyerang dengan cahaya perisainya. Serangan dari perisainya membuat lubang di langit, sungguh serangan mengerikan.


Sylph kini tahu dengan jelas apa itu. Bukan berarti kemampuan Michael sebatas itu, dia bahkan belum menggunakan kekuatannya sama sekali m Perisainya juga, bukanlah apa yang dia miliki.


“Tidak salah lagi, itu milik Seraphim yang menjaga gerbang langit, Kemuel.”


Seraphim. Seperti yang diketahui semua mahkluk bahwa mereka adalah 12 Malaikat yang menjadi punggawa Michael. Berbeda dengan manusia yang memiliki 12 jagoan di peperangan. Iblis dan malaikat memiliki 13 pejuang jika menyertakan Lucifer dan Michael.


Diantara para Seraphim mereka memiliki julukan yang melambangkan kepribadian dan kekuatan yang mereka miliki. Contohnya saja Kemuel yang memiliki julukan, Penjaga Gerbang Langit.


Sebagai penjaga gerbang dia tentunya memiliki pertahanan kuat seperti halnya gerbang langit itu sendiri. Wajar pertahanannya sangatlah kuat, bukan omong kosong menyebutnya Perisai Malaikat.


“Benar, seharusnya kamu tahu bahwa Perisai ini tidak akan kalah dengan Pahlawan manusia, belum lagi kekuatannya sangat kuat di siang hari.”


Matahari adalah pemasok kekuatan malaikat yang tidak bisa diatasi oleh siapapun. Sekalipun itu Rigel mustahil melenyapkannya, begitu yang terpikirkan oleh Sylph.


“Fakta bahwa kamu sampai menggunakan kemampuan yang kamu sembunyikan, yaitu menggunakan kekuatan Seraphim lain adalah bukti kamu tidak mampu mengatasi seranganku tanpa bantuan!”


Tidak berniat menyerah, delapan lingkaran sihir terbentuk dan mengirimkan laser kehijauan menuju Michael. Sekalipun serangannya tidak berguna, jauh lebih sia-sia hanya berdiam diri saja.


“Kamu cukup banyak bicara, meski hanya produk gagal.”

__ADS_1


Michael dengan tenang mengangkat perisainya, menahan delapan serangan dengan satu gerakan paling sederhana.


Pada kenyataannya, alasan dirinya tidak menggunakan kekuatan karena ingin menyembunyikannya. Lucifer mungkin sudah mengetahui sebagian kekuatannya saat pertempuran di masa lalu, tetapi ada banyak yang tidak diketahuinya.


‘Manusia, dan Lucifer memiliki rahasia yang masih tersimpan. Dengan kekuatan misteri si manusia dan tangan Hades milik Lucifer, tidak baik bagiku menunjukkan kartu truf.’


Mampu menggunakan kekuatan Seraphim lain termasuk kartu terkuatnya, sampai kini hanya Sylph yang mengetahui fakta akan hal itu. Seperti yang dia katakan sebelumnya, tidak akan ada kesempatan membiarkannya hidup lebih lama.


“Tidak bisakah kamu menyadari bahwa semua ini sia-sia? Berbangga dirilah dan menyerah untuk di bunuh.”


Perisai di tangannya kembali bersinar dan menerbangkan cahaya yang mencapai langit. Dengan mudah Sylph menghindarinya, tetapi segera babak lain dari serangan berlanjut.


Empat cahaya kuat melesat cepat dan dihindari. Dari empat bertambah delapan, puluhan, bahkan ratusan serangan mulai beterbangan ke langit.


Seperti halnya kupu-kupu yang dikejar ratusan predator, Sylph hanya bisa terus terbang cepat selagi menghindari setiap serangan yang ada. Dalam pelariannya tak lupa Sylph mengamati pergerakan Michael.


‘Apa yang sedang dia lakukan?’ Pikirnya saat menyadari keanehan Michael.


Selain terus menggunakan perisai untuk menyerangnya, di tangan lain Michael terdapat cermin di mana Priscilla terjebak. Michael tampaknya berbicara dengan cermin itu, lebih tepatnya orang yang berada di dalam cermin itu.


“Berbahagaialah, kamu akan menjadi orang yang berkontribusi besar untuk membunuh Ratu para peri.” Michael tersenyum lebar, tampaknya sangat bahagia.


“Apa yang kamu rencanakan, hentikan! Aku bersumpah akan membunuhmu!” Priscilla menggedor-gedor dari balik kaca, wajahnya benar-benar murka.


Michael tidak pernah menghiraukannya, sejak awal dia tidak memperhitungkan Priscilla sebagai ancaman. Selayaknya dia merendahkan Sylph, selain Rigel dan Lucifer mereka hanyalah sampah yang tidak bernilai.


Bahkan Acnologia yang dia manfaatkan dengan membeli kepercayaannya menggunakan buah Yggdrasil hanyalah alat yang sangat sedikit memiliki nilai.


Meski begitu faktor penentu dari peningkatan kekuatan tidak masuk akal itu ada pada kekuatan Raphael yang menyembuhkan dan meningkatkan kekuatannya lagi. Tanpa dia, tidak mengejutkan Acnologia dengan mudahnya mati di tangan para Pahlawan meski pada akhirnya dia tetap mati.


“Sampai kapan kamu mau terus berlari?” Michael mengirimkan lebih banyak cahaya.


Beberapa mengenai Sylph dan melubangi sayapnya, tetapi tidak membuatnya kehilangan manuver. Sylph membalas, menyerang dengan akar pohon dan mengerahkan para peri untuk melukai Michael.


“Kamu cukup putus asa rupanya. Jika kamu menginginkan gadis di dalam cermin ini, maka ambillah!” Michael tersenyum lebar, melemparkan cermin di tangannya ke arah yang berlawanan dengan Sylph terbang.


“Priscilla!”


Dalam perjalanannya Sylph menabrak beberapa serangan Michael. Untuk pertama kalinya tubuh miliknya berdarah


Sesuai keinginan Michael, Sylph dengan cepat berputar arah dan mengejar cermin tersebut. Senyuman di bibirnya tidak pernah menghilang sampai beberapa patah kata dikeluarkan:


“Berikan aku petirmu, Barakiel.”


Langit mulai bergemuruh, listrik keemasan tiba di tangan Michael yang kosong. Bukan berbentuk energi, melainkan benda fisik yang mampu disentuh dengan tangan beberapa orang saja.


Dengan benda yang baru tiba di tangannya, Michael mengangkatnya tinggi-tinggi.


“Dengan ini, terlahir dan rasakan amukan dari Halilintar Dewa!”

__ADS_1


Langit bergemuruh, petir emas paling besar menyambar ke arah cermin tempat Priscilla terjebak. Menyadari hal itu Sylph sudah menduga bahwa antara dirinya atau Priscilla harus mati.


Seandainya dia tidak menyelamatkan cermin itu, Priscillia akan selamanya terjebak di dalam cermin tanpa pernah bisa keluar, sementara jika menyelamatkannya, Sylph sendiri yakin tidak mampu bertahan.


Kondisinya tidak begitu baik. Bila harus jujur, Warth Of Fairyqueen memiliki risiko dan beban besar bagi tubuhnya. Risiko yang dimaksud adalah kekuatan kehidupan tidak akan menyelimuti tubuhnya, saat ini terbilang kondisi terlemahnya.


‘Tidak apalah, aku sudah menduga hal ini. Karena itulah kujadikan dia Raja Peri. Meskipun sangat disayangkan karena aku masih ingin bersamanya lebih lama lagi, jika bisa aku ingin Priscilla memiliki adik dariku.’


Namun mimpi kosong, harapan yang tidak lagi memiliki kesempatan. Di sini, di tempat ini, sekarang juga akan menjadi waktu terakhirnya melihat jalannya dunia ini.


Lantaran sudah terlalu lama hidup, mungkin ini waktu yang tepat untuk mengakhirinya. Mati demi sosok yang dia cintai ... bukan pilihan buruk.


Dengan uluran tangan kanan menggenggam cermin, tangan lainnya menggunakan sihir yang mampu melepas segel apapun.


“Apa yang kamu lakukan, abaikan aku dan selamatkan dirimu sendiri, Ibu!” Dari balik cermin Priscilla menggedor-gedor dan menangis, menolak keras fakta bahwa Sylph mengorbankan hidupnya.


Melihat wajah putrinya yang tidak pernah berubah, Sylph tersenyum lembut, setetes air mata membasahi pipinya. Air mata seorang ibu yang merindukan putrinya.


Hari-hari yang dia lalui bersama putrinya, waktu di mana Priscilla semasa kecil memanggil ‘Ibu!’ terus menggema di telinganya. Kilas balik akan kenangan kehidupannya berputar dengan cepat.


“Aku sangat bersyukur membawamu, sangat bahagia membesarkanmu. Memang tidak pernah bagiku mengandung anak, tetapi kamu mengajarkanku menjadi seorang Ibu, memberitahuku arti sebuah cinta. Jangan pernah menyalahkan dirimu, hiduplah dengan bangga, aku—”


Ada sangat banyak hal yang ingin dia bicarakan, ceritakan kepadanya. Namu sepertinya waktu tidak mendukung, karena itulah, cukupkan dengan beberapa patah kata.


“—sangat mencintaimu sebagai putriku. Maaf dan—sampai jumpa.” Mengerahkan semua kemampuannya, Sylph tersenyum senyuman paling lebar yang bisa dia buat.


Sebagai Ratu peri yang menghabiskan waktunya dalam kesepian, kehadiran Priscilla bagaikan hadiah, buku belajar yang membantunya lebih bahagia.


Awalnya sangat merepotkan merawatnya, tetapi seiring dengan waktu kasih sayang seorang ibu tumbuh di dalam dadanya. Sungguh, dia ingin menghabiskan waktunya lebih lama lagi, tetapi waktunya tidak lagi bisa terselamatkan.


“Lepaskan segel, UNSEAL!” Mengerahkan seluruh usahanya untuk melepaskan Priscilla dari cermin yang memenjarakannya.


Sylph segera menjauhkan Priscilla dari serangan Michael, membiarkan dirinya seorang yang terkena dampak. Sengatan petir mencapainya, tubuhnya menjadi kaku, terpanggang dan bagian perut ke bawah terpotong, lenyap.


“Tidak, IBU!”


Hal pertama yang dilakukan Priscilla ketika terbebas, adalah terbang dan meraih tubuh bagian atas Sylph, apa yang tersisa darinya.


Melihat putrinya mendekat di saat-saat terakhir hidupnya, senyuman Sylph tak kunjung hilang meski darah keluar dari bibirnya. Bahkan tidak ada rasa sakit dari kehilangan sebagian tubuhnya, yang dia pikirkan hanyalah putrinya.


‘Seandainya ada kehidupan kedua, aku ingin hidup dan membesarkanmu lagi, Priscilla.’ Harapan terakhir Sylph menjelang kematiannya.


Jika kehidupan kedua ada, dia ingin Priscilla sebagai anaknya lagi, bahkan jika bisa Rigel sebagai suaminya. Maka tidak perlu diragukan lagi bahwa dia akan menjadi wanita paling bahagia di dunia ini.


Air mata menetes untuk terakhir kalinya, momen di mana dia menggendong Priscilla dan membesarkannya adalah apa yang terakhir kali muncul di ingatannya.



note author.

__ADS_1


QUESTION! Adakah dari kalian yang menginginkan trilogi yang menceritakan tentang Aludra? Berhubung dengan adanya YAAWS6 motivasi muncul untuk menerbitkan kisah Aludra. Jika ada yang berminat maka akhir November mungkin saya akan menulisnya. Mohon berkomentar, ya.


__ADS_2