Creator Hero : The Last Hero

Creator Hero : The Last Hero
Ch. 11 — Ozaru Vs Acnologia


__ADS_3

Matanya terbuka lebar, tubuhnya bersimbah darah berkat cakar menembus dada hingga perutnya, kehangatan serta cahaya perlahan meninggalkannya, kendati yang lain belum bisa mencernanya, Misa memahaminya, ‘Ah~, seperti ini rasa sebuah kematian.’ Pikir Misa saat melihat cakar di perutnya dan memuntahkan darah.


Butuh waktu yang tidak sedikit sampai semua orang berhenti dari keterkejutannya, sepak terjang Acnologia membuat semua orang jelas terguncang, terutama Ozaru seketika melihat Misa menerjang cakar dan mengorbankan nyawanya.


"BERANINYA KAU!" Ozaru berteriak marah dan memanjangkan tongkatnya yang membuat Acnologia terhempas jauh.


Para Pahlawan segera mengejarnya dan melancarkan serangan habis-habisan kepada Acnologia, kemarahan jelas juga terpancar dari raut wajah mereka, sementara Acnologia mengumpat karena tidak bisa menyentuh Rigel.


“Bertahanlah, Misa!” Ozaru memeluk tubuh Misa dengan sedih selagi mencari orang yang mampu menggunakan sihir penyembuhan.


Misa mengulurkan tangannya ke pipi Ozaru dengan perasaan sedih. Dia jelas tahu bahwa Ozaru memiliki perasaan tertentu kepadanya, lagipula Misa adalah orang yang merawat Ozaru saat pertama kali Rigel membawanya ke Region.


Natalia datang dan berusaha menutupi lukanya, tetapi keadaan Misa tidak akan bisa pulih kembali, organ dalamnya hancur, dia juga telah kehilangan sangat banyak darah sehingga yang menantinya adalah tidur abadi.


“Sebagai..., seorang Pahlawan, dirimu tidak diberi hak menangisi kematian. Angkat kepalamu, selamatkan manusia, hancurkan kejahatan..., rebut kebebasan..., aku—” Misa berhenti bicara karena tidak lagi memiliki tenaga untuk mempertahankan kesadarannya sehingga harus memulai tidur panjang tanpa pernah membuka mata, ataupun bernapas.


—mencintaimu. Satu patah kata terakhir yang tak akan pernah bisa dia ungkapkan kepada Ozaru mungkin akan meninggalkan penyesalan mendalam baginya, tetapi Misa sudah merasa terpuaskan dengan Ozaru yang menangisi kematiannya. Baginya itu sudah cukup untuk menunjukkan bagaimana perasaan Ozaru terhadapnya.


‘Dengan ini, aku akan menemuimu, Nisa...’ kesadaran Misa secara bertahap ditelan kegelapan, setetes air mata jatuh sampai akhirnya Misa terlelap dalam kematian.


“Maaf, dia telah pergi...” Natalia hanya bisa menggigit bibirnya yang bergetar karena sedih dan marah.


Ozaru memejamkan mata Misa dengan tangannya, pandangan Ozaru tertunduk, perasaan di dadanya bukanlah sesuatu yang dia kuat menanganinya, justru titik terlemahnya ada di perasaan sekarang ini, karena itulah—

__ADS_1


“—sudah cukup.” Ozaru mulai gemetar dan air mata jatuh di wajah Misa yang terlelap, ”Akan aku akhiri semua ini!”


Matanya memiliki kobaran kemarahan, hatinya tercabik-cabik akan kematian gadis terkasih, Ozaru tidak lagi peduli dengan kehidupan, bahkan jika harus menodai langit untuk membalas dendam, maka Dewa sekalipun akan ditumbangkan.


Para Pahlawan yang bertarung sengit dengan Acnologia dan orang yang tersisa merasakan perasaan tidak menyenangkan dari Ozaru. Ozaru menyerahkan mayat Misa kepada Natalia, dengan tongkatnya, dia berjalan dalam hening dan menatap Acnologia.



“Kematianmu, akan kujamin!” Ozaru menggenggam kuat tongkatnya yang kian bersinar terang, tubuhnya membengkak, luapan kemarahan meledak dan alam bersorak hebat layaknya merayakan kebangkitannya.


Kartu terakhir yang pernah satu kali dia gunakan saat bertarung dengan Tortoise namun perbedaannya terdapat di kepribadian yang menggunakannya, seandainya Ozaru yang menggunakannya dan bukan Ozaru sebelumnya, perbedaan kekuatan Wujud Sejati akan jauh berbeda.


Son Ozaru, Raja kera yang memiliki dua kepribadian dan dua Wujud Sejati, wujud pertama sudah dia tunjukkan, tetapi tahap selanjutnya dari wujud itulah yang membuatnya disegani sebelum datang ke dunia ini.


Ozaru berlari dan melompat tinggi, pandangannya tertuju pada Acnologia, hatinya membara berkat amarah yang begitu besar, hatinya terluka dan merasakan sesuatu yang dia lemah terhadapnya, patah hati.


“Mohon sampaikan permintaan maafku untuk Rigel, aku payah berurusan dengan hati, biarlah diriku yang bodoh menanggungnya.” Ozaru sedikit tersenyum sebelum menajamkan matanya.


Tubuhnya yang membengkak kian membesar dan membentuk kera raksasa dengan bulu emas, mata merah darah dan tongkatnya yang ikut membesar. Son Ozaru menggunakan kartu terakhir untuk menghabisi Acnologia dan membiarkan kepribadian satunya lagi mengambil alih dikemudian hari.


“Itu..., wujudnya jauh berbeda dari yang terakhir kali, wujud kali ini lebih besar dan mengerikan...” Takumi melihat ke pertarungan Ozaru dan Acnologia yang penuh kehancuran selagi berlari.


Takumi tidak sendiri, semua Pahlawan berlari mundur dari pertempuran, mereka tahu bahwa Ozaru berniat berubah menjadi raksasa, karena itu mereka mundur dan meminta Hazama menarik kekuatan kutukannya.

__ADS_1


“Kita harus segera membantunya, mau ditaruh mana wajah kita jika tidak memiliki kegunaan dalam pertempuran ini!” Marcel memapah Hazama yang kelelahan dan tubuhnya bersimbah darah karena efek dari kutukannya.


Kutukan Kebanggaan, ketimbang sebuah bayaran, kutukan tersebut justru memberikan bantuan tambahan berupa percepatan kinerja tubuh Hazama sampai tingkat yang dapat membuat tubuhnya meledak, efek sampingnya adalah sistem kerja tubuh Hazama menjadi tidak beres, contohnya adalah darah yang bahkan keluar melalui pori-pori, mata dan bahkan hidung.


Kondisinya mungkin patut disyukuri, malah efek Kutukan Pemalas milik Takumi lebih berbahaya saat terakhir kali dia gunakan. Tidak hanya penurunan level, tetapi tubuhnya memancarkan aura kemalasan yang membuat orang disekitarnya malas, bahkan sekedar bernapas mereka malas dan akhirnya akan mengalami kematian konyol.


“Maaf, bahkan dengan kekuatan kutukan..., aku tidak membantu banyak hal.” Hazama merasa kecewa akan keputusan tergesa-gesa yang dia ambil.


“Tidak perlu meminta maaf, bahkan aku yang sejak awal tidak melakukan banyak hal biasa saja, sebaiknya pilihkan kekuatanmu karena tidak ada yang lebih baik menahan serangan selain kau.” Aland berlari di dekatnya selagi bersiaga kalau saja terdapat serangan lepas.


Mereka kembali berkumpul dengan Sylph dan yang lainnya, ketimbang langsung menyerangnya, Sylph langsung menahan mereka dan menunggu waktu yang tepat karena Ozaru sendiri nampak tidak terkendali.


“Misa... Apakah dia tidak terselamatkan?” Ray dengan sedih memandang mayat Misa.


Dia tahu bahwa Misa memiliki luka yang cukup parah namun dia bersikeras agar Misa tetap selamat, tetapi kenyataannya sangatlah kejam, Misa tidak terselamatkan dan Rigel masih tidak menunjukkan tanda-tanda akan keluar dari bola cahaya.


“Korban jiwa pada awalnya sangatlah sedikit namun semuanya lenyap saat orang ini sekarat dan melakukan hal misterius yang membuat semua orang lenyap selain kita.” Altucray menatap sinis Rigel yang berada di dalam cahaya.


Tidak seorangpun memahami kekuatan yang digunakan Rigel, mereka bahkan tidak mengenal kekuatan yang bisa melenyapkan kehidupan.


“Apakah kekuatan itu benar-benar Creator? Tidak sekalipun muncul dalam kepalaku bahwa kekuatan Creator sangat mengerikan.” Rudeus menatap tempat Rigel dengan penasaran, dia tidak pernah melihat kekuatan seperti itu selama hidupnya.


ROAARRRRWWWRRR!

__ADS_1


Teriakkan yang sangat menyakiti telinga bergema, mereka melihat Ozaru dan Acnologia saling menggigit leher, pertarungan mereka benar-benar brutal dan mengerikan.


__ADS_2