Creator Hero : The Last Hero

Creator Hero : The Last Hero
Ch. 67 — Lawan Merepotkan


__ADS_3

Di tempat yang jauh dari lokasi medan perang, seorang pria tengah duduk dengan angkuh di hadapan pasukan yang berlutut di hadapannya. Di setiap sisinya terdapat para iblis tinggi termasuk para Bangsawan Iblis.


Di waktu yang langka mereka semua merasakan sesuatu yang asing, bahkan Lucifer sendiri mengerutkan alisnya dan segera tersenyum setelahnya.


“Tuan Lucifer, aura ini ...” Zenos datang dan bertanya kepadanya.


“Ya. Tidak salah lagi. Manusia sialan itu mengundang kita untuk perang habis-habisan.” Lucifer merasa geli karena mendapatkan undangan secepat ini.


“Sepertinya dia menjadi tidak sabaran karena kematian salah satu Pahlawan.” Iblis bertanduk besar dengan kepala seperti banteng bergabung dalam percakapan diantara keduanya.


Iblis setinggi empat meter yang mencolok menunjukkan taring tajamnya, bahkan tinggi dan besar badannya mampu menghalangi Lucifer sepenuhnya. Kulitnya hitam semua meninggalkan mata berwarna merah, dia lebih seperti perwujudan sejati dari iblis. Bisa dibilang orang ini termasuk kartu yang coba disembunyikan olehnya.


“Itu sungguh lucu mengingat pihak kita kehilangan dua Pilar. Kurasa ada alasan lain untuk itu, Asmodeus.” Zenos membantah.


“Ya. Lagi pula manusia itu bukan tipe orang yang akan berduka meski orang tuanya meninggal. Pastinya dia memiliki alasan untuk melakukannya.” Lucifer sendiri meyakini bahwa Rigel memiliki rencana liciknya sendiri.


Dia tidak mau mengakuinya namun fakta bahwa mereka memiliki kemiripan untuk membuang apapun yang tidak berguna. Perbedaan tipisnya adalah Lucifer tidak akan pernah menggunakannya, sementara Rigel akan mengalokasikan sampah ke hal lain.


“Kalau begitu apa yang harus kita lakukan, Tuan Lucifer?” Tanya Asmodeus selagi berlutut dan menghadap.


Diam dan berpikir Lucifer mencoba menebak niat Rigel. Orang sepertinya tidak melakukan tindakan seperti itu hanya karena emosional, sekalipun benar pastinya ada trik tertentu di baliknya.


‘Apa yang direncanakan manusia ini?’ Lucifer semakin waspada karena di gelombang pertama serangan dengan skala yang sangat besar dilepaskan oleh Rigel.


Dia belum pernah melihat siapapun menjatuhkan matahari seperti itu, meski ukurannya terbilang kecil namun daya ledaknya mampu menghancurkan sebuah gunung. Dengan tingkat kekuatan seperti itu bahkan bagi Rigel sekalipun dia tampaknya tidak mampu menggunakannya secara terus-menerus.


“Aku sudah mengirim Leviathan, Capella dan Hektor. Sejujurnya aku tertarik menyelesaikan perang ini dengan cepat namun tampaknya masih ada kartu truf yang dijaga baik-baik olehnya.” Lucifer bangkit dari kursinya dan melipat tangan ke punggung, dia menatap lautan iblis yang menyerahkan jiwanya.

__ADS_1


“Tidak peduli apa tujuan yang ingin dia capai dengan deklarasi perang itu, selama aku yang tertawa di akhir maka baik saja.”


“Lalu kita akan tetap diam saja atau mengirimkan lebih banyak pasukan, kalau berkenan saya dengan sukarela siap untuk pergi sebagai bantuan.” Asmodeus jelas tidak sabar ingin bertarung, lagi pula dia sudah menantikan hari ini dan sengaja membuat kekacauan seminim mungkin.


Pada kenyataannya tidak hanya dia tetapi Pilar Iblis lain yang hanya diam ingin segera bertarung, akan tetapi mereka sadar diri bahwa tergesa-gesa akan buruk. Mereka khawatir akan terlewat bagian bagus dari peperangan ini.


“Tidak, mengirim lebih banyak tidak akan merubah apa-apa. Lagi pula dari pihak malaikat yang turun adalah yang berbahaya bagi kalian.” Lucifer tersenyum sinis selagi menatap tempat yang jauh.


Perkataannya tidak bisa diabaikan, jika dia sendiri yang mengatakannya maka artinya ada sosok yang mampu menghabisi Pilar Iblis dalam sekali gerakan. Lucifer awalnya bukan orang yang mengkhawatirkan pengikutnya, namun jika ada kesempatan dia mengkhawatirkan pengikut adalah ketika terdapat bencana yang mampu memusnahkannya.


“Apa mungkin Malaikat Tertinggi, Michael sendiri turun tangan pada gelombang kali ini?” Zenos mengungkapkan pikirannya, orang yang bisa dipikirkan hanya Michael yang sudah lama bersaing dengan Lucifer.


“Dia memang salah satunya. Namun bahkan Michael sendiri akan kesulitan jika menghadapi Seraphim yang satu ini. Bahkan ketimbang melawannya aku lebih memilih menghadapi semua Pahlawan seorang diri.”


Apa artinya ada Seraphim yang lebih kuat dari Lucifer dan Michael? Pertanyaan tersebutlah yang terlintas dalam benak semua iblis yang mendengarkan. Mereka cukup penasaran dengan sosok yang bisa membuat Lucifer berpikir demikian.


Lucifer hanya tertawa selagi berjalan ke belakang podium, “Hahaha, dia tidak begitu kuat sampai aku tidak bisa melawannya. Masalahnya adalah kekuatannya yang sangat merepotkan. Belum lagi kekuatannya sangat cocok untuk dirinya, bahkan aku sendiri tidak tahan dengan kebisingan.”


“Kebisingan?” Asmodeus memiringkan kepalanya, dengan otaknya yang mungkin sebesar biji kacang tidak akan mampu memahaminya.


Sementara Zenos yang memiliki sedikit pengetahuan tentang para Seraphim mulai berpikir. Hanya ada satu hal yang bisa diartikan kebisingan namun dia tidak begitu memahami mengapa hal tersebut mampu membuat Lucifer kerepotan.


“Sepertinya saya memiliki gambaran kasar tentang kekuatannya. Jika apa yang saya pikirkan benar maka mengirim Hektor dan Capella adalah pilihan yang tepat.”


“Ya. Mereka adalah musuh alami dari malaikat bodoh itu. Meski aku sedikit ragu dengan Capella yang lebih sinting dari Marionette, setidaknya Hektor bisa diharapkan.” Lucifer sendiri meragukan kombinasi yang dia pilih mengingat kepribadian mereka sangat berlawanan.


“Saya masih tidak memahaminya Tuan. Hektor dam Capella masih mungkin, tetapi Leviathan adalah pilihan yang buruk jika dipasangkan dengan mereka.” Asmodeus terlihat mengerutkan alis dengan khawatir, “Saya khawatir dia membunuh rekannya sendiri.”

__ADS_1


Pilar Iblis yang membunuh Pilar lainnya adalah tindakan konyol dan memberikan kerugian besar bagi kaum iblis. Leviathan adalah orang yang seperti itu, sikapnya sendiri lebih buruk dari Pilar Iblis yang ada.


Selain Behemoth tidak akan ada satu orang pun yang tahan dengannya, bahkan Zenos yang terkuat memilih mengabaikan segala tindakan yang dilakukan Leviathan selama dia tidak membunuh Pilar Iblis lain.


“Kamu tidak perlu khawatir. Aku tidak bodoh dan semuanya berada dalam pengaturanku. Apa kamu sekarang mulai meragukanku, Asmodeus?” Lucifer memberikan tatapan dingin dan tidak senang kepadanya.


Melihat tangan kiri Lucifer yang membara tersebut membuat Asmodeus menelan ludah, lebih dari apapun yang paling tidak ingin dia lawan adalah tuannya sendiri. Terutama dengan kekuatan barunya yang sangat mengerikan.


“Tidak, Tuan. Saya hanya cemas.” Asmodeus segera berlutut dan berhenti menanyakan apapun lagi.


Bertindak lebih jauh maka sama artinya dia mencari kematiannya sendiri. Lucifer segera mengabaikan Asmodeus dan kembali duduk di tahtanya dengan tenang selagi merasakan arus pertempuran yang berubah-ubah.


“Sekarang mari lihat ... Tindakan seperti apa yang akan kamu ambil, Rigel. Entah kamu memiliki trik atau tidak, yang manapun tidak masalah karena aku yang akan berdiri sebagai pemenang.”


Keyakinan tersebut tidak tergoyahkan dan kesombongannya membuat orang tidak akan bisa berkata-kata. Lucifer diam-diam juga menantikan tindakan Michael saat menerima deklarasi perang dari Rigel.


...*****...


Tempat tinggi yang tidak memiliki tanah, tetapi awan putih yang menjadi pijakan dan langit biru yang tidak akan dilihat manusia di dataran bawah. Tempat yang memiliki kolam susu mengalir sederas air terjun, patung emas serta istana yang seutuhnya emas.


Satu-satunya tempat yang memiliki pemandangan menakjubkan seperti itu hanya ada satu disetiap dunia. Tempat setiap kehidupan baik akan tuju, Surga.


Di istana berlapis emas tersebut terdapat singgasana yang di duduki oleh Michael. Sementara jauh di belakangnya lagi terdapat hamparan malaikat dan sebuah pohon raksasa yang berkali-kali lebih besar dari langit dan bumi.


“Mereka sudah turun ke dunia fana. Namun aura besar sebelumnya ...” Seorang malaikat cantik dengan otot-otot tubuh kekar seperti pria dan juga Perisai di tangan kiri, pedang di tangan lainnya berkata demikian.


“Itu pasti berasal dari manusia bernama Rigel. Dia melakukannya untuk menantangku melaksanakan pertempuran habis-habisan.” Michael tersenyum selagi bersandar pada tangannya.

__ADS_1


__ADS_2