
Kini Anin telah benar benar menyelesaikan khursusnya. Tetapi, untuk ujian akhir masih harus menunggu beberapa minggu lagi. Bagi teman-temannya yang lain tentu memilih menunggu dan bertahan di sana. Mengingat mahalnya tiket pesawat, juga telah membayar sewa kamar untuk hidup di sana.
Berbeda dengan Anin, yang di Indonesia undangan pernikahannya sudah di cetak dan siap di sebar. Dan semua persiapan sudah hampir selesai dengan baik.
Winda tampak masih tertatih, tatkala baru sebulan yang lalu melahirkan seorang anak perempuan yang mereka beri nama Lyra Putri Winandra. Yang tentu saja melewati pergolakkan hebat sebelumnya dengan sang ibu, yang sebenarnya tidak mengijinkan mereka pergi ke Surabaya, untuk ikut menghadiri pernikahan Anin. Tetapi, Jovan pun ikut meyakinkan mertuanya bahwa Winda hanya hadir sebentar saat Ijab dan resepsi, maka ibunya pun dengan terpaksa mengijinkan, tetapi dengan membawa 1 pengasuh dari Desa.
Pada Minggu ke tiga di bulan dua belas tahun itu bertepatan dengan ulang tahun Anin ke 25.
Mereka jadikan sebagai hari yang sangat bersejarah bagi hidup Anin dan Darel.
Kini kedua keluarga mempelai telah berada di sebuah mesjid besar yang masih berada di lingkungan tempat Anin berada untuk melaksanakan akad nikah.
Akad nikah merupakan kunci dari sebuah pernikahan. Bisa dibilang, akad nikah adalah upacara keagamaan untuk menyatukan kedua mempelai menjadi sepasang suami istri secara sah di hadapan Tuhan. Akad nikah digelar dengan penuh sakral, bahkan seringkali menguras air mata. Terlebih Anin yang kini merasa begitu nelangsa mengingat ibu yang melahirkannya tidak bisa ikut serta menjadi saksi hari bahagianya tersebut.
Namun, kemarin sore ia dan Darel sudah sama sama pergi ke makam ibu, untuk meminta restu dan ijin jika kini Anin benar-benar akan menyerahkan dirinya mengabdi menjadi istri seorang Darel Emilio Aswindra.
Acara di mulai dengan pembukaan yang di pandu oleh pembawa acara yang semuanya di siapkan oleh pihak WO yang mereka percayakan untuk mengatur semuanya sesempurna mungkin.
Terdengar pembacaan ayat suci Alquran dengan alunan yang indah dan merdu, di lanjutkan dengan khutbah nikah yang di sampaikan oleh petugas dari KUA atau penghulu.
Kemudian sampai pada proses ijab qobul yang merupakan puncak dari semua persiapan pernikahan.
Tampak pak Pujo Arseino mengucapkan dengan yakin bacaan ijab sambil menggenggam tangan Darel. Sama halnya dengan ayah Anin, kini Darel telah malafalkan kabul dengan satu tarikan nafas, yang kemudian di sambut dengan kata 'SAH' secara serempak dari semua orang-orang yang hadir di dalam mesjid itu.
Setelah ijab kabul diucapkan dengan lancar, maka penghulu memimpin doa akad nikah.
Dilanjutkan dengan acara penandatanganan buku nikah. Dengan begini keduanya dinyatakan sah menikah di mata hukum.
Darel maupun Anin tampak tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia yang mereka pancarkan lewat binar mata dan senyum yang tidak pudar dari rona wajah mereka berdua.
__ADS_1
Acara serah terima mahar pun telah terlaksana, di lanjutkan dengan tukar cincin kedua mempelai. Kemudian keduanya bersalaman, Anin tampak dengan penuh hormat mencium punggung pria yang kini telah jadi imamnya, sama dengan Darel yang begitu dengan segenap rasa sayangnya, mencium kening Anin yang kini telah sah menjadi istrinya.
Setelah sesi itu terdengar penghulu masih memberikan nasihat pernikahan soal hal dan kewajiban seorang suami atau istri. Agar mereka semakin mengetahui apa saja yang boleh dan tidak boleh di lakukan pasangan suami istri.
Kemudian acara pun di tutup dengan doa yang di lakukan oleh Ustad yang ada di dalam prosesi akad nikah itu.
Sebelumnya tampak Darel dan Anin, melakukan sungkem kepada Kedua orang tua Darel, Melisa dan suaminya. Pada ayah Anin, juga pada Jovan dan istri yang tampak hadir juga sangat tampak berbahagia atas pernikahan Anin dan Darel.
Rangkaian akad nikah sudah terlaksana dengan hikmad, khusuk dan sakral. Selanjutnya mereka akan menggelar acara resepsi di salah satu hotel bintang lima di Surabaya.
Resepsi tersebut di laksanakan pada malam hari, agar ada jeda untuk beristirahat setelah akad nikah di laksanakan.
Darel tentu sudah menyewa sebuah kamar Suite Executive, berukuran 50m² yang lengkap dengan balkon menghadap pemandangan kebun, dengan fasilitas mewah lainnya. Selain kamar tidur berisi kasur King size, juga terdapat ruangan keluarga di dalamnya.
Sehingga pihak MUA yang mendandan Anin pun tampak leluasa dan nyaman berada di sana.
"Bee...kamu benar sudah latihan kan untuk memainkan lagu yang ingin ku nyanyikan nanti.. ?" Ucap Anin saat mereka tampak sama-sama merebahkan diri dikasur dalam kamar hotel itu.
"Sudah dong, aku malah ga yakin. Apa kamu akan benar benar bisa membawakan lagu itu." Terdengar seperti sebuah ejekan.
"Oh...Lov, memang belum pernah dengar permainan jariku di atas tuts piano ya. Baiklah akan ku tunjukkan nanti sebagai kejutan untukmu. Dan untuk sekarang aku tunjukkan dulu keahlian jariku bermain di sini." Ujar Darel yang kini sudah menyergap benda kenyal di dada Anin. Seketika Anin terkejut dan menepis tangan yang menggerayang dari area itu.
"Kenapa...? Kita sudah halal mom." Ucapnya dengan sorot mata yang sangat sendu bak meminta ijin untuk melanjutkan aksinya.
Dan belum sempat Anin menjawab, kini bahkan tubuh Darel sudah berada di atas tubuh Anin, dengan membenamkan bibirnya pada bibir yang sudah lama ia rindukan.
******* demi ******* berhasil Darel lakukan pada bibir Anin yang baginya sangat manis itu.
Sesekali mereka berdua tampak berhenti untuk sama - sama menarik nafas, kemudian kembali menikmati pertautan bibir, dengan sensasi jari jemari Darel sudah bergerak mengelus, meraba dan sedikit menekan pada bagian-bagian tertentu, yang sangat menggoda Anin bahkan merasa nyaman.
Tadinya mereka hanya ingin tidur siang berdua agar bisa memiliki kekuatan dan lebih fresh saat resepsi nanti malam.
__ADS_1
Tapi... kegiatan mereka sekarang justru membuat keduanya tampak seperti adu balap lari, bahkan 2 kancing kemeja Anin tampak terlepas oleh ulah Darel.
"My hubby... to be continue ya. Nanti kebablasan loo..."
"Takut bablas apanya... udah halal ini. Pa Haji Udah ga bisa berkata lagi sekarang Mom."
Jawab Darel yang kini malah membenamkan kepalanya dan menggigit-gigit kecil ke arah dua bukit kembar milik Anin.
"Jadi resepsi ga siih ini...kalo gini terus bisa bobol pertahanan gawang momy...Dad" Mendengar kata Anin seperti itu Darel justru lagi meraih wajah Anin untuk mencumbui kekasih hatinya yang memang sudah halal itu.
Sampai akhirnya, terdengar dering telepon Anin berbunyi. Sehingga Anin memiliki kesempatan untuk keluar dari kungkungan suaminya itu, tersenyum penuh kemenangan.
Bersambung...
...Akhiirnya SAH juga......
...Berarti di eps berikut...
...Edisi jebol gawang dong...
...🥰🥰🥰...
...Mohon dukungannya 🙏...
...Komen kalian...
...Sangat author harapkan lho...
...Kasih 👍💌✍️🌹...
...seikhlasnya yaa...
__ADS_1
...Biar makin semangat...
...Terima kasih...