DI BALIK LAYAR

DI BALIK LAYAR
BAB 103 : HOW I ADORE YOU


__ADS_3

Darel tampak cemberut karena dering telepon itu tentu sangat mengganggu kegiatan barunya, yang mungkin saja nanti akan jadi hobby nya.


Selesai menerima panggilan telepon itu, Anin tampak buru-buru mengancing kembali kancing kemeja yang tadi terbuka karena ulah Darel.


"Kenapa di tutup, abang belum selesai berurusan di situ neng." Ujar Darel sembari menunjuk lagi area dada itu.


"Issh...tuh perias ku sudah di depan kamar." Jawabnya sambil mencubit perut suaminya dengan lembut.


"Iih... Kacau.." umpatnya kembali melemparkan kembali tubuhnya ke atas kasur dengan suasana hati yang agak kesal.


Anin mengecup kecil bibir suaminya, sekedar sedikit menggoda.


"Ini DP nya dulu ya bang. Cicilan berikutnya di atur kemudian. Aku keluar dulu." Godanya.


"Hmm... Ntar malam abang terima cicilannya sampai eneng ga bisa jalan seminggu deh." Selorohnya...sembari mencoba untuk tidur, sebab kegiatan tadi memang telah berhasil membangunkan sesuatu yang sudah semestinya bangun.šŸ™„


Beberapa jam kemudian Anin tampak begitu mempesona. Anin yang sebenarnya memang memiliki wajah yang manis dan ayu. Di tambah jarang berdandan, sehingga penampilannya malam ini begitu menakjubkan. Jika biasanya Anin mengunakan pakaian serba tertutup dan sopan. Atas ijin Darel sebelumnya, berbeda dengan malam ini. Anin sengaja merancang gaun pengantinnya dengan memamerkan bagian leher dan dadanya. Dengan model leher yang terlihat agak turun sehingga hampir memperlihatkan belahan dadanya. Demikian juga dengan lekuk tubuhnya yang begitu tampak sempurna. Anin benar benar membuat gaun itu pres dengan badannya. Sampai bagian paha, tampak kain itu bertumpuk model sabrina, kemudian pada bagian bawah terlihat tumpukan kain itu ia buat model terompet bersusun.


"Cantik sekali istriku malam ini." Puji Darel sambil memegang dagu istrinya dengan lembut.


"Hanya malam ini...?" tanya Anin seolah cemberut.


"Mulai malam ini dan seterusnya lah." Jawabnya sambil mencuri-curi ciuman di kening Anin.


Sampai-sampai Anin di buatnya tersipu-sipu malu, karena sang MUA masih berada di sana untuk memoles wajah Darel, agar terlihat lebih glowing dari penampilan sebelumnya.


Giliran Anin kini yang tampak menunggu Darel di rias oleh MUA tadi.


"Bee... Aku takut lapar jika nanti tamu kita banyak. Kita makan sedikit ya..." Ajak Anin yang memang selalu memperhatikan isi perutnya. Dan kini sudah tampak menyuapi Darel dan dirinya bergantian sepiring berdua.


MUA yang masih tampak bekerja itu pun tersenyum melihat kemesraan pasangan kedua pengantin itu.


"Tadi sempat tidur Bee?" tanya Anin di sela kunyahan nya.


"Iya...lumayan untuk kekuatan lembur. Ada yang mau bayar cicilan nanti malam." Ujar Darel santai. Membuat Anin salah tingkah merasa tidak tepat dengan pertanyaannya tadi.


Kini Darel dan Anin tampak sudah siap memasuki singasana yang akan mereka duduki, acara itu di gelar di sebuah ruangan semi outdor sehingga bisa menampung bahkan 2000 orang.


Acara berlangsung dengan tertib sebab para tamu di manjakan dengan suasana yang di kemas dalam suasana asri dan nyaman, di tambah dengan alunan musik romantis menambah syahdunya malam resepsi itu. Belum lagi suguhan aneka makan ringan dan berat yang melimpah sangat memanjakan perut para tamu undangan yang hadir untuk memberikan doa restu untuk mereka berdua yang sangat amat berbahagia malam itu.


Benar saja tadi Anin dan Darel sempat makan, ternyata memang hampir saja mereka tak sempat duduk untuk menerima ucapan selamat dan doa restu untuk mereka. Tampak dari kejauhan, tamu yang sangat Anin dan Darel kenal.


"Mom, mantanmu tuh." Senggol Darel saat melihat Bimo bersama seorang wanita cantik bak seorang boneka yang sedari tadi di gandeng nya dengan mesra.

__ADS_1


"Cemburu niih." Goda Anin melempar senyum manisnya ke arah suaminya.


"Selamat ya bro." Peluk Bimo so akrab dengan Darel, yang di sambut dengan pelukan yang juga tak kalah hangat dari Darel.


"Dek Anin, ini Dwini istriku." Ujar Bimo memperkenalkan istrinya pada Anin masih di atas pelaminan itu.


Reflek keduanya pun langsung berpelukan, seperti telah saling mengenal lama. Keduanya pun saling mendoakan dan memberi selamat antara satu sama lain.


Kemudian pertemuan itu di tutup dengan sesi foto bersama. Dengan segera Bimo mengambil tempat di sebelah Anin, membuat Darel segera merapatkan tubuhnya dengan Anin dengan melingkarkan tangannya pada pinggang ramping istrinya, juga memberi jarak pada tubuh istri Bimo. Yang mengambil posisi di sebelah Darel. Sangat terasa ada aura tegang pada pengambilan foto itu.


Semakin malam, suasana di tempat itu semakin terasa romantis. Terdengar panggilan dari MC mempersilahkan kedua mempelai memberikan kejutan pada para tamu undangan untuk menampilkan Special performance mereka.


Darel dengan mesranya menggandeng tangan Anin menuju panggung yang telah di siapkan WO tampak sebuah piano putih yang sangat matching dengan tuksedo yang Darel kenakan malam itu.


Sebelum Darel memulai memainkan piano itu, dengan masih menggenggam tangan Anin, Darel pun berbicara. "Pada malam ini, kami ingin mengucapkan ribuan bahkan jutaan terima kasih sebesar besarnya untuk semua dukungan, doa dan restu dari para tamu, sahabat dan kerabat yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu. Sungguh, kebahagiaan kami semakin sempurna atas kehadiran kalian semua. Malam ini, ijinkan kami sedikit menghibur serta lebih mengungkapkan perasaan kami, melalui syair lagu yang akan istri saya lantunkan." Ucapnya menyerahkan mickropon pada Anin. Di sambut sorak tepuk tangan para tamu yang begitu antusias sekaligus penasaran dengan lagu yang akan Anin nyanyikan.


Sebuah lagu favoritnya milik Shania Twain


You got a way with me


Some how you got me to believe


In everything that I could be


You got a way it seems


You gave me faith to find my dreams


You'll never know just what that means


Can't you see, you got a way with me


It's in the way you want me


It's in the way you hold me


The way you show me just what love's made of


It's in the way we make love


You got a way with words


You get me smiling even when it hurts

__ADS_1


There's no way to measure what your love is worth


I can't believe the way you get through to me


It's in the way you want me


It's in the way you hold me


The way you show me just what love's made of


It's in the way we make love


Oh, how I adore you


Like no one before you


I love you just the way you are


Seketika dentingan piano itu terhenti, tatkala lirik terakhir pada overtune itu dengan sukses Anin lantunkan.


Darel tampak berdiri mendekati tubuh Anin, menarik pinggang Anin menempelkan tubuhnya tanpa jarak, kemudian ******* bibir Anin dengan lembut penuh perasaan. Tidak ada perlawanan dari Anin saat itu. Ia merasa tidak mempunyai alasan untuk menolak lagi. Hanya ada semburat rasa malu, karena ia masih sadar bahwa banyak mata di sana menonton ciuman dadakan dari suaminya itu. Seketika sorak tepuk tangan para tamu undangan yang ikut terbawa perasaan setelah menyaksikan special performance yang mereka suguhkan.


Anin cukup mencubit pelan perut Darel untuk menghentikan aksi Darel yang seperti tidak sadar mereka masih di atas panggung.


Sementara di salah satu meja pengunjung, tampak dua orang bergandengan berjalan terburu-buru ke arah luar acara itu berlangsung.



Bersambung...


...Author melayang pemirsaah 😘😘😘...


...Mohon dukungannya šŸ™...


...Komen kalian...


...Sangat author harapkan lho...


...Kasih šŸ‘šŸ’ŒāœļøšŸŒ¹...


...seikhlasnya yaa...


...Biar makin semangat...

__ADS_1


...Terima kasih...


__ADS_2