DI BALIK LAYAR

DI BALIK LAYAR
BAB 61 : HOW DEEP IS YOUR LOVE


__ADS_3

"Ya, kan aku masih terdaftar sebagai desainer tetap di butik Bu Melisa." Jawab Anin dengan mantap.


"Oh, gitu. Ga sempat jadi pengangguran dong." Ujar Darel lagi.


"Alhamdullilah, sepertinya begitu."


"Tapi, jika kamu menang kompetisi awal tahun depan udah mulai masuk lho Nin belajarnya."


"Gubrak, emang Anin pemenangnya?"


"Ya kan kalo aku jurinya, iya lah kamu juaranya."


"Udah ah Bang, jangan gombalin Anin. Ntar kalo ga nyata, aku patah hati."


"Berdoa Nin, semoga kesampaian cita-cita luhur mu itu."


"Iya, tapi misal Anin ga juara. Kayaknya Anin tetap melanjutkan belajar di sana deh."


"Mahal lho itu, uang mu cukup?


Aku aja yang kasih beasiswanya Nin."


"Makin parah aja obrolan ini bang. Udahan aja deh, Anin ngantuk." Ucap Anin menghindar obrolan yang makin ga jelas arah dan tujuannya itu.


"Ha... ha... ha... , oke oke, baiklah. selamat malam ya Anin. Semoga beruntung." Ucap Darel mengakhiri sambungan telepon itu walau dengan rasa enggan di dalam hatinya.


Darel nampak mengacak-acak rambutnya kemudian mengusap wajahnya dengan kasar. Ia semakin tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada hatinya sendiri. Akan perasaannya yang kian candu untuk hanya sekedar mendengar suara Anin.


Seiring banyaknya waktu yang ia habiskan bersama Anin walau tidak intens berjumpa bahkan tanpa status, tapi hatinya semakin yakin bahwa Anin adalah gadis yang baik hati dan sangat cocok untuknya.


Malam minggu di Bandung dalam kesendiriannya membuat Darel merasa kesepian di rumah milik orang tuanya itu. Ia pun beranjak masuk keruang perpustakaan yang berada di rumah kediaman keluarga Aswindra yang lumayan besar dan memiliki fasiltas lengkap.


Darel masuk, tetapi bukan untuk membaca buku di sana. Melainkan mendekati sebuah piano putih miliknya, yang sudah sangat lama tidak ia sentuh. Setelah tinggal dan menetap di Surabaya.


Ya, Darel yang sejak duduk di bangku SMP sudah sangat mahir memainkan alat musik berpapan ketik, memiliki tangga nada yang dapat menghasilkan suara berdasarkan ketukan sesuai pijatan sang pemain itu, tiba - tiba membuatnya rindu untuk kembali menekan tuts hitam putih pada benda kesayangannya itu.


Tak berapa lama suasana hatinya mengantarkan jari jemarinya memainkan sebuah tembang romantis lawas dari 'Bee Gees'


How Deep Is Your Love


Liric


I know your eyes in the morning sun


I feel you touch me in the pouring rain


And the moment that you wander far from me


I wanna feel you in my arms again

__ADS_1


And you come to me on a summer breeze


Keep me warm in your love, then you softly leave


And it's me you need to show


How deep is your love?


How deep is your love?


How deep is your love?


I really mean to learn


'Cause we're living in a world of fools


Breaking us down when they all should let us be


We belong to you and me


I believe in you


You know the door to my very soul


You're the light in my deepest, darkest hour


You're my savior when I fall


When you know down inside that I really do


And it's me you need to show


How deep is your love?


How deep is your love?


How deep is your…


Setelah irama lagu itu berhasil Darel mainkan dengan jari yang kaku akibat lama tak menekan benda itu.


Ia mengira suasana hatinya akan lebih baik.


Namun, ternyata tidak. Lagu itu justru membuatnya semakin ingat dengan Anin. Membuat hatinya semakin bertanya pada dirinya, sedalam apa perasaan Anin padanya, atau sebaliknya.


Buru-buru Darel menutup kembali piano itu dan meninggalkan ruang perpustakaan yang kali ini ternyata tidak mampu menenangkan pikirannya.


Sementara di kamar Anin.


Yang tadinya beralasan mengantuk saat mengakhiri panggilan teleponnya dengan Darel, juga tidak benar benar mengantuk. Mata Anin masih besar seperti biji kelereng, pikiran Anin pun masih mengembara yang jika di ukur mungkin kini telah sampai puncak. Karena, masih bingung dengan sikap Darel, yang menurutnya aneh untuk seorang pria yang sudah memiliki kekasih.

__ADS_1


"Apa aku sudah masuk dalam kategori penggoda pacar majikan?" tanya Anin di dalam hatinya.


Tetapi Anin tidak pernah merasa menggodanya.Walaupun Anin mengakui bahwa sejak pertama berjumpa dengan Darel di Butik MJ, saat pertama ia mulai bekerja jadi pegawai magang, hatinya memang telah berdebar - debar disko melihat sosok seorang Darel.


Belum lagi jika Anin merunut rangkaian kebersamaannya bersama Darel pun, semacam ada sesuatu yang tidak wajar atas hubungan mereka berdua.


Namun, siapakah Anin yang hanya seorang pekerja di balik layar seorang model. Lagi, pikiran Anin di buat kacau oleh perlakuan seorang Darel.


"Ya, Allah jika dia bukan untukku, maka sadarkan lah aku dari semua kedekatan yang tak wajar ini. Sebab, hamba tak ingin menjadi pendosa, yang telah menginginkan seseorang yang bukan milik hamba. Hamba meyakini, bahwa di luar sana, di tempat lain, Engkau telah persiapkan seseorang untuk hamba tanpa hamba harus bersusah payah menemukannya, Amin." Hanya membawa kegalauannya dalam doa, satu - satunya cara yang bisa Anin lakukan untuk menenangkan jiwanya, untuk tidak berlarut-larut dalam perasaan yang tidak tepat ini.


Beberapa hari kemudian di tempat syuting. Kini sudah tampak pasangan serasi antara model dan asisten yang begitu bersemangat melakukan pekerjaan terakhir mereka. Felysia dan Anin, sudah kembali pada tugas dan pekerjaan mereka. Dan kali ini Felysia tampak sangat berbeda dari bisanya, ia tampak lebih ramah dari biasanya. Membuat sebagian kru memandang aneh akan hal itu.


"Tumben sang model ramah, mau minta lanjut kerjasama ya?" tanya manager Agency T yang tau betul watak sombong Felysia.


"Justru karena ini adalah proyek terakhirku, maka aku sangat bersemangat. Kalian tau setelah ini, aku akan melakukan perjalanan liburan ke 10 negara, untuk menikmati hasil kerja kerasku selama ini." Jawab Felysia terdengar sombong.


Dan jawaban Felysia itu hanya di tanggapi dengan senyum smrik dari mereka yang mendengarkannya.


Mood Felysia yang baik, sangat mempengaruhi penyelesaian sesi foto tersebut. Sehingga syuting yang di jadwalkan memakan waktu 1 minggu itu, ternyata dapat selesai dalam waktu 3hari saja.


Dan pada hari ke empat adalah hari dimana Felysia menyelesaikan semua kontrak dan penyelesaian administrasi juga tentunya.


Anin yang juga selalu memantau dana yang masuk pada rekening pemasukan Felysia sontak terkejut, melihat nominal yang begitu signifkan dalam rekening itu.


"Fe, mengapa nominal di rekening ini sangat jauh berbeda dengan isi di dalam kontrak?" ujar Anin yang bingung.


Dengan cepat Felysia mengambil rincian transferan dana pada rekeningnya tersebut. Dan dengan cepat Felysia berpikir. Ini tentu ulah Darel yang menepati janjinya untuk memutuskan kerjasama dengannya.


Felysia tersenyum dengan mengangkat sebelah sisi bibirnya. Kemudian mengambil ponsel di dalam tasnya untuk menelpon seseorang.


Bersambung.


...Siapa hayooo yang di telpon Felysia?...


...tetap ikuti...


...kelanjutan kisah ini ya reader....


...Semoga tidak bosan 🤗🤗🤗...


...Mohon dukungannya 🙏...


...Komen kalian...


...Sangat autor harapkan lho...


...Kasih 👍💌✍️🌹...


...seikhlasnya yaa...

__ADS_1


...Biar makin semangat...


...Terima kasih...


__ADS_2