DI BALIK LAYAR

DI BALIK LAYAR
BAB 145 : AKHIR BAHAGIA ( TAMAT )


__ADS_3

"Oh... Pak Erik. Sudah tiba rupanya." Tampak lelakiyang Darel sebut Erik tadi memberi hormat pada Darel.


"Iya.. pak. Silahkan di cek interiornya dan mungkin mau tes drive dulu." Ujarnya sambil menyerahkan sebuah kunci mobil.


"Oh... saya tidak berhak mengecek dan melakukan tes drive nya Pak Erik. Ini bukan milik saya. Ini punya istri saya." Jawab Darel dengan entengnya.


Lalu melangkah mendekati Anin yang mengurungkan niatnya untuk masuk saat mendengar percakapann tadi.


"Mom... ini hadiah yang daddy janjikan sebelum kita ke Paris minggu lalu." Ujarnya yang langsung meraih tangan istrinya dan meletakan kunci mobil itu di telapak tangan Anin. Kemudian tanpa mealunya mengecup kening istrinya dengan lembut.


Sontak Anin serasa tidak berpijak dengan keduanya kakiknya di atas bumi, menyadari bahwa suaminya telah benar-benar memanjakannya dengan barang yang terlalu mewah baginya.


"Ga... mau Bee. Mommy malu pake mobil begituan. Terlalu mewah, balikin aja boleh...? Ku maunya yang biasa aja Bee. Yang sederhana." Bisiknya pada suaminya, menghindar agar perkatanya tidak di dengar oleh tamu mereka. Agar suaminya tidak merasa malu atas penolakan Anin.


Darel tidak memperdulikan ucapan istrinya.


"Baiklah... saya periksa sebentar ya Pak Erik." Ujar Darel yang kemudian menarik dengan sedikit memaksa Anin untuk masuk ke dalam mobil itu. Untuk mereka lihat dan periksa bersama interior dalam mobil tersebut.


"Yakin mom ga suka?" tanya Darel dengan menaik turunkan alisnya memandang ke arah Anin, saat mereka sudah duduk di dalam mobil itu.


"Suka...Bee suka lah pasti, tapi ini kemahalan Bee. Ga sesuai dengan pekerjaanku yang hanya sebagai seorang dosen baru." Tukasnya dengan sedikit nada tinggi.


"Tapi... ini sudah terlanjur daddy beli bahkan pakai namamu, mom." Darel memelas agar Anin mau menerima hadiah darinya. Sambil mencium lembut punggung tangan istrnya.


"Ini buat Daaddy aja, nanti aku ke kampusnya pake punya daddy aja...!!!


Iih... tapi, punya daddy juga mobil sportπŸ˜”." Anin benar-benar merasa tidak pantas menggunkanan fasilitas yang di miliki suaminya.


"Mom... kamu itu istri seorang pengusaha kaya. Ya wajar saja jika menggunakan fasilitas mewah. Apa kata dunia... seorang istri CEO pake mobil butut. Tapi...Ok Deal!!


Mom ngampus pake mobil Daddy dan statusku cuma pinjam selama pake mobil ini. Oke Mom. cup." Darel mengakhiri perdebatan mereka degan kecupan kecil di bibir istrinya.


Anin masih diam, benar-benar merasa hadiah ini terlalu berlebihan. Ia pun masuk ke dalam rumah mereka, meninggalkan Darel yang masih tampak melanjutkan obrolannya dengan Pak Erik tamunya tadi.

__ADS_1


"Istriku wanita sederhana berhati luar biasa, di saat banyak wanita di luar sana menginginkan fasilitas mewah dari suaminya. Ia malah tampak marah ku manjakan dengan segala kemampuan yang ku punya." Batin Darel yang kemudian sudah tampak rapi berpakaian koko membentang sajadahnya untuk mereka melakukan sholat magrib berjamaah.


"Ya Allah... terima kasih untuk wanita yang kau kirimkan dalam hidupku, sebagai malaikat tak bersayapku, selain mama. Jaga hatiku agar selalu semakin gila untuk mencintai dan membahagianya juga membahagiakn keluarga kecilku, Amiin." Untaian doa Darel saat menutup sholatnya.


Dan akhirnya keluarga kecil Darel Emilio Aswindra dan Anindyt Kailila pun berjalan, sesuai seperti doa-doa yang mereka pinta.


Walau tak selalu mulus, kadang ada kerikil dan badai yang mereka temui dalam menjalankan hidup mereka. Tetapi kini mereka tampak semakin dewasa untuk menyingkapi masalah itu. Dengan saling terbuka, berusaha menghargai pendapat satu dan lainya, saling jujur memberikan saran dan pendapat demi kebaikan keduanya. Mereka tampak benar-benar telah menjadi orang tua yang dapat menjadi panutan anak-anak mereka.


Darel semakin sukses dalam memimpin perussahaan papanya yang kini telah sah menjadi miliknya.


Anin tak kalah sukses menjadi seorang doesn yang terkenal lembut dan baik hati di Universitas XX. Walaupun ternyata pekerjaan Anin tidak sesuai seperti yang ia cita-citakan sebelumnya, yang ingin menjadi seorang perancang busana. Tetapi Anin merasa justru lebih bermanfaat jika ia bekerja sebagai, pencetak orang-orang yang akan tumbuh menjadi perancang-perancang hebat di waktu mendatang. Sehingga hobby nya tetap tersalurkan melalui pekerjaannya sekarang.


Aluna yang selalu di panggil kakak sejak dari kandungan Anin pun, kini telah benar telah menjadi kakak dari Adnan Ghurafa Aswindra dan Atyla Fayola Aswindra. Mereka adalah bayi kembar seperti Raffa dan Reya.


Dan untuk jumlah anak mereka, Darel sendiri yang meminta untuk Anin berhenti melahirkan buah hati untuk mereka. Tatkala melihat betapa sulitnya Anin membagi waktu untuk pekerjaan yang semakin digemarinya, juga waktu untuk ketiga anak mereka. Di tambah lagi suami yang kadang masih terlihat manja dan butuh perhatian itrinya.


Dan Anin tentu selalu mematuhi permintaan imamnya itu. Sebab sedikitpun ia tidak lagi memberi celah bagi wanita-wanita di luar sana yang ingin memberi perhatian lebih untuk suaminya. Sebab ia tidak ingin berbagi cinta pada wanita lain di luar sana. Kecuali dengan Aluna dan Atyla.


...❀️T A M A T ❀️...


Segala bentuk dukungan berupa komen, like vote dan hadiah yang telah kalian berikan merupakan kekuatan bagiku yang hanyalah penulis pemula ini.


Sungguh apalah author tanpa pembaca.


Banyak hal yang terjadi saat penulisan novel ini 😁😁😁😁


Suka, duka, deg-degan saat menunggu notif dari pihak NT untuk meluluskan kontrak Novel ini. Semua terjadi selama kurang lebih 3 bulan.


Terima kasih untuk kebersamaan dalam kisah ini, author juga mohon maaf jika dalam penulisan banyak typo, juga ga sesuai PEUBI, belum lagi bahasa dalam tulisan ini yang author akui masih amburadul dan masih harus banyak belajar lagi.


Juga mungkin jalan cerita yang ga sesuai dengan keinginan para pembacaku yang baik hati.


Namun walau demikian, author masih minta dukungan. Waku Novel ini telah END, kiranya Novel ini tetap bisa berwara- wiri di beranda depan, sebagai novel yang di sukai dan di cari-cari oleh pembaca.

__ADS_1


________________________________________________


Sedikit pesan moral yang ingin author sampaikan pada kisah ini yaitu :


Kecantikan, ketenaran, dan kekayaan seperti yang Felysia miliki tidak menjamin kebahagian. Juga tidak selamanya dapat di pertahankan, dan tidak menjanjikan untuk mendapatkan pasangan seperti yang ia inginkan.


Tetapi dengan kesabaran, kegigihan, keuletan dan pantang meyerah seperti hati Anin lah yang akan mengantarkan kita pada gerbang kesuksesan yang sebenarnya. Bahkan bagi seeorang yag bekerja di balik layar sekalipun.


Ketekunan dalam doa adalah kunci suksesnya.


Kita mungkin sempat down dengan sifat Darel yang tampak lamban untuk mengakui dan menyatakan cintanya, tetapi waktu yang panjang dalam mengambil keputusan juga merupakan langkah yang benar untuk memutuskan dan menjatuhkan pilihan hatinya. Yang dengan sungguh-sungguh ia pikirkan.


Dan semua ini hanya kita temui di dunia Novel saja, mungkin ada yang mirip tapi tak serupa. Tapi, kita bisa sedikit meniru cara mereka menyelesaikan masalah dan meredam emosi.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Kemudian tak lupa author juga numpang promo untuk karya selanjutnya.


Author tertarik mengangkat kelanjutan kisah percintaan seorang Bimo Aswatama dan Roro Dwini Hadiningrat pada novel yang akan liris di akhir bulan depan.


"MENUNGGUMU JATUH CINTA"


Tentu saja nasib karya author selanjutnya ada di tangan reader semua.


Author berusaha untuk selanjutnya akan selalu berikan kisah yang tidak sepanjang kisah


DI BALIK LAYAR ini.


Alasan klasik ya gaes... author masih newbi.


Akhir kata :


Salam peluk cium dari jauh buat para pembaca setia DI BALIK LAYAR di manapun berada.

__ADS_1


Kiranya maha besar Tuhan saja yang membalas semua kebaikan yang kalian semua berikan.


Semoga kita semua di sehatkan, limpahkan berkat dan rejeki yang berlimpah. AmiiinπŸ™


__ADS_2