DI BALIK LAYAR

DI BALIK LAYAR
BAB 128 : BUKANKAH NAMA ANIN TIDAK HANYA SATU DI DUNIA


__ADS_3

Nindy berbicara dengan nada marah.


Semetara Darel masih diam mematung belum bisa berkata-kata.


"Nindy... terima kasih kau sudah menolongku. Untuk itu aku memanggilmu kemari. Sedikitpun tidak ada niat aku ingin merusak rumah tanggaku. Dan kontrak itu... aku sedang mencari cara untuk menolaknya, dengan cara halus."


"Menurutku tidak usah dengan cara halus... langsung saja tolak mentah-mentah. Orang seperti dia tidak akan mempan di ajak main halus, yakin saja padaku." Ujar Nindy yang kini telah terbakar emosinya demi Anin yang sangat ia kagumi dari kisah Darel.


Tidak ada jawaban dari Darel, kemudian ia tampak terburu-buru pergi ke mushola yang terdapat di kantornya, untuk menenangkan diri. Bagaimanapun, ia tetap merasa perbuatan Santy tadi mungkin saja akan merusak rumah tangganya. Dan dalam hatinya mulai di hantui rasa bersalah pada Anin dan anak yang kini masih dalam rahim istrinya.


FASHBACK OFF


Anin yang tadinya hanya ingin beristirahat ternyata justru tertidur di kamar mereka, tanpa mandi dan berganti pakaian. Ia terbangun saat mendengar dering telepon yang begitu bertubi-tubi ingin segera di angkat olehnya.


Tampak panggilan VC dari suaminya.


"Assalamulaaikum mom... kaka. Maafin daddy ga bisa jemput kalian ya." Ucapnya dengan nada sangat sedih dn bersalah.


"Walaikumsallam, ga apa Bee. Sepertinya ... kamu sedang sibuk sekali." Ucap Anin terdengar lembut tetapi tetap terasa bahwa ia sangat kecewa.


"Maaf...ya. Maaf banget. Aku usahakan pulang secepatnya mom."


"Iya... hati-hati. Sudah makan malam Bee?" tanya Anin berusaha memberi perhatian pada suaminya.


"Ini sedang menunggu makanan di antar. Mom aku sedang di Surabaya. Nih... ada Gerald juga." Lapor Darel yang kini mmengarahkan kamera pada wajah Gerald.


"Hai Anin... selamat datang kembali di Indonesia ya." Geral menyapa dengan sangat ceria.


"Hai Bang Ge... iya terima kasih ucapannya."


"Anin... liat perut mu dong. Udah buncit kan?" tanya Gerald yang langsung di toyor Darel dan kamera ponsel itu kembali ke wajah tampan seorang Darel.

__ADS_1


"Mom... sudah dulu ya. Klien kami sudah datang niih. Love you mom...muach." Darel mengakhiri panggilan VC itu bersama dengan datangnya Santy yang sepertinya sempat melihat kemesraan Darel pada istrinya, yang membuatnya seperti terbakar api cemburu.


Ya... Santy Kallie Nafeesa yang sejak pertama bertemu dengan Darel di Paris akhir tahun lalu telah jatuh cinta pada padangan pertama dengan Darel. Karena itulah ia memilih perusahaa Darel lah yang di jadikannya patner bisnisnya di Indonesia.


Awalnya Darel sangat antusias dan merasa bangga dengan keberhasilannya dapat berpatner dengan perusahaan itu, yang artinya perusahaaannya lebih unggul dari perusahaan lain sehingga, perusahannya terpilih untuk bermitra. Namun bersama dengan seiringnya waktu, Darel semakin menyadari. Jika niat wanita ini meminta lebih dari patner bisnis. Tetapi justru lebih mengarah ke patner ranjang.


Sering terlihat dari isi obrolan melalui WA yang mereka lakukan, tak sekali Santy mengajaknya bertemu di luar kantor di hari-hari libur.


Padahal sejak awal Darel pun sudah mengatakan jika ia telah menikah, bahkan kini mereka sedang menantikan kelahiran anak pertama mereka. Tetapi Santy tampak tidak perduli.


Dan malam ini, mereka tampak membuat janji temu dengan Gerald di Surabaya, dengan maksud agar perusahaan Santy bekerja sama dengan perusahaan yang di pimpin Gerald saja di Surbaya. Untuk menghindar selalu bertemu dengan wanita ular ini. Awalnya Santy tidak setuju, dengan alasan ia hanya ingin berpatner dengan perusahaan Darel, tetapi Darel berhasil meyakinkan, bahwa justru perusahaan yang di Surabaya lah yang benar miliknya yang sedang di pimpin oleh sahabatnya. Maka dengan cepat mereka pun melakukan janji temu di Surabaya bersama Gerald. Darel juga yakin bahwa Gerald pasti bisa menghadapi jenis wanita seperti Santy ini.


"Wah... kenapa di tutup sambungan teleponnya. Padahal aku juga ingin sekali-kali berkenalan dengan istri mu Pak Darel." Sapa Santy dengan manja dan terkesan di buat seramah mungkin.


Lontaran itu membut Darel dan Gerald saling berpandangan.


"Oh...nanti jika kamu di Bandung lagi. Kamu akan ku perkenalkan pada istriku tercinta." Jawab Darel dengan santai.


"Dar... mengapa aku tidak kau ijinkan melihat perutnya tadi. Aku penasaran melihat Anin yang biasa ramping, kini tentu berpenampilan lebih gemuk." Ujar Gerald di sela makan malam mereka bertiga.


Sementara Santy, tampak makan dengan pelan dan sesekali tertangkap oleh netra Gerald, tengah mencuri-curi tatap pada Darel. Jelas dan nampak bagi seorang Geral bahwa Santy sangat menyimpan kekaguman yang berlebihan di sana.


Selesai makan, ketiganya masih tampak asyik dalam obrolan seputar rencana kelanjutan bisnis mereka, sampai obroln ketigamya terhenti setelah mendapat sapaan dari pelayan restoran itu yang membawakan menu penutup untuk mereka nikmati berupa Caramel Custard mirip dengan puding, sama-sama berbahan dasar produk olahan susu yang dikentalkan dan bercita rasa manis dan lembut.


Santy tampak dengan sigapnya menyambut kudapan itu dan memberikannya pada Darel terlebih dahulu, sebagai tanda bahwa ia sangat ingin melayani Darel dengan perlakuan khususnya.


Tiba- tiba Gerald mendapat telepon mendadak dari seseorang. Yang kemudian ijin permisi, akan lebih dahulu meninggalkan restoran itu dan tampak dengan terburu-buru.


Sisa Darel dan Santy yang masih belum beranjak pulang, karena masih menikmati hidangan penutup tadi.


"Kapan kau akan kembali ke Bandung?" tanya Santy yang dengan cueknya mendekatkan kursinya denngan kursi yang Darel duduki.

__ADS_1


"Besok pagi... dengan penerbangan paling pagi. Sebab aku sudah sangat merindukan istriku. Perjalan ini bahkan telah membuatku tidak dapat menjemputnya, saat pulang dari Paris."


"Oh... maaf jika aku yang membuatmu tertunda berjumpa dengan istrimu. Apa aku boleh tau... dalam rangka apa istrimu di Paris...?" tanya Santy yang mulai meremas jemari Darel.


Membuat Darel menarik cepat tangan yang dalam genggaman Santy tersebut.


"Dia melanjutkan studinya di sana, dan kemarin sudah berhasil menyelesaikannya. Sehingga kini kami akan kembali berkumpul lagi."


"Wow... kurasa istrimu adalah wanita yang luar biasa. Pants saja kau tampak begitu mencintainya. Sampai-sampai kau mengacuhkaan setiap rayuanku. Siapa dia...? aku benar-benar ingin mengenalnya." Ucap Santy yang kini bahkan sebelah tangannya telah menjalar di atas paha Darel di balik meja makan mereka tersebut. Membuat Darel tersulut emosi.


"Ya... aku pasti mengenalkan Anin istriku pada mu. Dan ku peringatkan padamu...!!! Agar berhentilah berusaha menggoda ataupun merayuku." Ucap Darel dengan wajah memerah menahan marahnya atas perlakuan Santy yang baginya sudah keterlaluan. Kemudian berdiri meninggalkan Santy yang tersenyum smrik.


"Anin... mengapa namanya seperti wanita yang aku kenaal di Paris. Apakah itu orang yang sama...? Jika Iya... oh. Mengapa begitu baik nasibya memiliki suami setampan, tajir, cerdas juga penyayang seperti Darel? Tidak...!! kurasa hanya nama yang sama, bukankan nama Anin tidak hanya satu di dunia ini...?" Santy bermonolog dalam hatinya seraya melangkah masih mengikuti Darel dengan diam-diam.



Bersambung..


...Titip wajah cantik si Santy Kallie Nafeesa ya...


...Agar pembacaku ga susah untuk berhalu ria...


...😁😁😁...


...Mohon dukungannya šŸ™...


...Komen kalian...


...Sangat author harapkan lho...


...Kasih šŸ‘šŸ’ŒāœļøšŸŒ¹...

__ADS_1


...yang banyak yaa...


...Biar makin semangat...


__ADS_2