
"Mengapa lagi -lagi aku bertemu lelaki ini?" Seolah semesta ingin selalu mempertemukan ku dengannya. Ah, tetapi Felysia terlihat akrab dengannya. Berarti dia teman dekat Felysia dong." Anin membatin.
Anin melirik ke arah Felysia yang tampak bahagia
"Echem .... echeem, ada ketemu mantan niih." Canda Anin memulai pembicaraan.
"Apaan sih Nin, kaya paranormal aja deh." Jawab Felysia.
"Artinya bener dong. Cowok tadi ya?" selidik Anin yang sebenarnya penasaran dengan lelaki itu.
"Bukan mantan pacar, Anin. Tapi mantan fans." Jawab Felysia.
"Wow.. cakep gitu cuma masuk daftar fans kamu?" tanya Anin kepo
"Iya..., dulu kan dia ga secakep itu Anin. Mana kere lagi." Imbuhnya.
"Trus sekarang gimana?" tanya Anin lagi
"Kayaknya aku harus kejar dia lagi deh, mumpung kita belum ada job. Tugas kamu cari info tentang dia deh Nin." Pinta Felysia
"Boro-boro info. Namanya aja aku ga tau." Gumam Anin samar yang masih bisa di dengar oleh Felysia.
"Namanya Darel Emilio Aswindra, untuk pekerjaan dan lain lain, aku juga belum tau. Tapi aku dah bertukar no pribadi dengannya jadi yaa. Nantilah kita sama sama cari infonya." Ujar Felysia
"Semoga dia masih jomblo ya Fe." Ujar Anin lagi.
"Semoga-semoga. Tapi, apa dia masih mau sama aku. Dulu tuh... aku nolak dia, udah menghinanya juga dengan kasar, aku ga yakin dia akan memaafkan aku, Nin." Ucapnya lirih.
"Ya di coba aja dulu neng. Oke Udah sampai niih." Ujar Anin lagi.
"Anin, udah malam banget hampir jam 11 ini. Kamu bawa mobilku aja ya. Motor mu biar di tinggal di sini, aman kok." Tawar Felysia.
Anin memang sering mambawa pulang mobil Felysia, apalagi jika biasanya ia pulang hampir pagi.
"Baiklah. Tapi besok aku ke butik dulu ya, baru ke rumahmu." Ujar Anin.
"Ga usah, papi besok datang ke sini. Kayaknya 1 minggu dia di sini. Jadi kamu ga usah ke apartemen dulu deh." Terang Felysia.
"Tapi, aku ga enak lama lama bawa mobilmu. Besok aku tukar deh sama motorku." Ucap Anin sungkan.
"Ga usah. Nanti ada ku kabari deh kalo aku perlu kamu. Lagian papi Dennis nyambi perjalanan dinas, jadi pasti ada cela kita bisa ketemu."
"Segitunya ya kalo ada papi mu itu, ga bisa keluar atau ga boleh keluar?" tanya Anin.
"Ga mau keluar... soalnya yang dia berikan adalah sorga dunia. Ha... ha... ha..." Gelak tawa Felysia mengisi ruang kedap mobilnya.
__ADS_1
"Oke, sampai jumpa ya, Fe..." Pamit Anin.
"Oke.. bye." Ujar Felysia sembari masuk ke apartemennya.
Sudah sepekan Anin memakai mobil Felysia. Sebab ia sama sekali tidak dapat menghubungi Felysia. "Mungkin dia benar benar di kurung papi nya itu. Gila, Darel mau di kejar, siapa itu Dennis ? Ga mau di lepas. Benar benar kemaruk tu orang."
Pikir Anin. Yang tiba - tiba terkejut mendengar notifikasi chat di hapenya.
"Anin, besok kita makan siang ya. Kita mau bahas tentang promo baju yang kamu rancang bulan lalu." Isi chat dari Wilna
"Oke baik, di mana?" tanya Anin singkat.
"Di kantin butik saja, kita makan bareng bu Melisa, kak Melati dan mungkin pak Emil juga." Balasnya.
"Iya, sampai jumpa besok ya." Balas Anin.
"Akhirnya aku ketemu CEO itu juga." Batin Anin.
Keesokan harinya, karena Anin tidak bekerja. Ia langsung saja datang ke kantin dan memarkirkan mobil milik Felysia di sana.
Dan saat dia keluar dari mobil itu, ia bertemu dengan lelaki yang Felysia bilang namanya Darel. Walau tidak pernah berkenalan secara langsung. Tetapi akhirnya Anin tau jika nama pria itu Darel. Lama mereka bertatapan. Tetapi keduanya hanya saling menganggukan kepala.
Deg deg.
Sempet sempetnya hati Anin berlonjak kegirangan, setelah bertemu pria itu. Kemudian Anin masuk ke kantin butik, dan Darel masuk ke mobilnya.
"Ia, maaf. Aku terlambat ya?" ujar Anin karena melihat Melisa ,Wilna dan Melati sudah tampak duduk di meja yang sama.
"Tidak, belum terlambat. Hanya kami yang memang lebih dahulu sampai, karena hanya menuruni lift." Jawab Wilna.
"Oh." Jawab Anin singkat.
"Tadinya kita mau rapat, memilih model yang akan kita kontrak untuk mempromosikan busana busana di butik kita ini." Terang Melisa.
"Tetapi, kata adikku dia sudah punya calon modelnya sendiri. Ya sudah... ku percaya saja dengan pilihannya. Jadi kita hanya makan bareng saja. Ayo Nin, pilih menunya." Tawar Melisa sambil menyodorkan buku menu.
Anin hanya tersenyum sambil menyambut buku menu yang di sodorkan padanya.
"Anin, kamu tadi langsung masuk lewat pintu kantin? Mestinya kamu ketemu Emil dong ya..?" tanya Melisa.
"Iya, saya tadi lewat depan Bu. Saya tadi ketemunya sama Darel."Jawab Anin
"Ha .. ha ... ha... Darel itu Emil, Anin. Itu adikku. Dialah CEO butik ini." Jawab Melisa sambil tertawa.
"Jadi, Darel Emilio Aswindra itu. Pak Bos..?" tanya Anin terkejut.
__ADS_1
"Tuh, kamu tau nama lengkapnya, berarti kamu kenal dong."
"Engga, aku cuma tau namanya dari temanku. Bos ku tepatnya." Ujar Anin
"Bos mu...? Emangnya kamu kerja apa selain disini?" tanya Melisa.
"Aku asisten seorang model, bu." Ujar Anin.
"Lho kok bisa?" Setau saya jadi asisten itu sibuk banget. Mana bisa nyambi jadi desainer juga?" tanya Melisa
"Kebetulan jadwalnya tidak begitu padat dan aku berniat hanya sampai akhir tahun ini saja. Lagi pula di sini aku juga ga harus selalu masuk kerja. Semoga tidak terbentur." Ujar Anin menjelaskan.
"Iya, kamu boleh ijin kok Nin, jika memang repot. Misal nanti pekerjaan mu sedang padat." Ujar Melisa.
Ditempat lain
Felysia nampak sedang makan siang bersama seorang lelaki tampan.
Darel...!!! Ia berhasil membuat janji ketemuan dengan Darel. Ia nampaknya serius ingin menjalin hubungannya dengan seorang Darel.
"Kamu masih aktif di dunia permodelan Fel?" tanya Darel di sela sela makannya.
"Iya, tapi sekarang kebetulan sedang ga ada job. Bulan depan baru ada jadwal." Jawab Felysia jujur.
"Bagaimana jika kita bekerja sama, kebetulan Butik kakakku membutuhkan seorang model untuk mempromosikan desain barunya." Tawar Darel pada Felysia
"Benarkah...? Oke, Kalau gitu nanti akan ku sampaikan untuk asistenku untuk mengurus semuanya." Jawab Felysia.
"Oke, kalau begitu silahkan kalian atur dengan orang yang ada di kartu nama ini." Ucap Darel sambil menyodorkan sebuah kartu nama bertulis nama Gerald Alexio.
"Ini siapa?" tanya Felysia setelah membaca nama di kartu nama itu.
"Dia manager promosi dan pemasaran. Dia yang akan mengurus semuanya. Terkait urusan kontrak perjanjian." Jawab Darel.
"Oke, baiklah. Terima kasih untuk tawaran kerja samanya ya Darel." Ucap Felysia menutupi rasa senangnya atas tawaran kerja sama yang tidak di duganya.
Bersambung
...Mohon dukungannya š...
...Komen kalian sangat autor harapkan lho...
...****Kasih ššāļøš¹****...
...****seikhlasnya yaa****...
__ADS_1
...Biar makin semangat...
...Terima kasih...