DI BALIK LAYAR

DI BALIK LAYAR
BAB 48 : PENGEJARAN FELYSIA


__ADS_3

"Kalau begitu, kita pulang bareng saja Mil. Agar Rafa dan Reya lebih aman pulang bersamamu." Ujar Melisa menimpali, karena kedatangannya kali ini bersama si kembar namun tanpa suami dan pengasuh.


Keesokan harinya sesuai rencana. Tampak Darel Emilio Aswindra bersama Pa Felix Simon Aswindra pun pergi ke perusahaan setelah hampir 2 minggu beliau tidak terlihat di perusahaannya.


Beliau sudah meminta semua direktur dan yang lainnya untuk berkumpul mengadakan rapat luar biasa dalam rangka pergantian kepemimpinan. Acara berlangsung dengan lancar, kini secara resmi Darel sudah menduduki jabatan sebagai presdir sebuah perusahaan garmen milik ayahnya.


Darel yang memang sudah sangat piawai dalam memimpin perusahaan tentu bukan masalah yang sulit baginya untuk melanjutkan pekerjaan sang ayah.


Di hari itu pula, Darel langsung mengadakan rapat bersama direktur dan manager di perusahaan tersebut.


Papa Darel yang sangat percaya dengan kemampuan anaknya tentu sangat merasa lega ketika Darel bersedia menggantikan posisinya. Sebenarnya sudah sejak Darel pulang dari LN papa memang sudah ingin menyerahkan perusahaan itu pada Darel, tetapi Darel lebih tertarik dengan tawaran Jordan ketimbang papanya.


Tetapi papa nya adalah orang yang sangat menghargai keputusan dan pilihan anaknya sendiri. Maka di biarkan nya lah Darel menjalani hal yang ia inginkan.


Di Surabaya


Anin dan Felysia tampak kembali sibuk dengan kegiatan pemotretannya. Felysia masih menjalani jadwal yang sudah di sepakati bersama beberapa agency yang sudah mengontraknya.


Felysia merasa aneh dengan sifat Darel yang tiba - tiba tidak ada kabar beritanya, Dennis yang sedang di Turki pun tidak menunjukkan perhatiannya lagi, membuat Felysia merasakan kesepian yang sangat panjang.


Untunglah ia kembali bekerja, sehingga ia merasa masih di perlukan, sedangkan untuk pulang kerumah pun ia sangat merasa enggan, rasa rindu sedikitpun tak pernah melanda hatinya, ia telah terlanjur benci dengan kedua orang tuanya.


Berbeda dengan Anin, yang kini makin tenggelam dengan proyek menyelesaikan desain Gaun Pengantin untuk kompetisi yang ia ikuti dengan antusias, besar harapan Anin untuk dapat memenangkan lomba itu. Seakan hanya dia yang merasa desainnya layak untuk menjadi pemenang, sehingga kadang muncul di pikirannya bagaimana nanti jika dia tinggal di Paris. "Bagaimana nasib ayah jika aku harus belajar di Paris?" Anin mulai berkhayal jika benar desainnya lah yang akan terpilih nantinya.


Di sudut hati kecil Anin pun sesungguhnya terbesit rindu akan kabar seorang Darel, yang diam - diam telah mampu mencuri hatinya.


Tetapi keingintahuannya ia tekan, karena sadar akan posisinya yang hanya lah seorang asisten. Belum lagi, ia juga telah menerima sejumlah uang dari Felysia, itu membuktikan bahwa Darel dan Felysia telah benar benar menjadi pasangan kekasih, seperti yang Felysia kehendaki.


Sehingga Anin benar benar ingin fokus pada pekerjaannya saja. Sembari menutup luka yang sebenarnya belum benar benar terjadi.


Tidak sekali tetapi berkali - kali Felysia telah berusaha menghubungi Darel. Tetapi memang tidak pernah sama sekali ia mendapat jawaban. Untuk itu, ia mendatangi kantor Darel untuk memastikan posisi kekasih hatinya itu.


"Maaf Nona, Pak Darel sudah 10 hari tidak masuk kerja. Jika memang ada urusan yang sangat mendesak sebaiknya Nona bertemu dengan pa Gerald saja. Dan sekarang beliau ada di ruangannya." Ucap wanita yang bertugas di depan pintu masuk menerangkan.


"Baiklah, saya akan bertemu Gerald saja." Jawab Felysia sambil melengos pergi ke ruangan yang di maksud.

__ADS_1


"Wow, ada angin apa sang model cantik ingin bertemu dengan ku?" ucap Gerald setengah bercanda.


"Katakan padaku kenapa Darel tiba - tiba tidak menghubungi dan tidak dapat aku hubungi lagi?" tanya Felysia dengan suara yang tidak bersahabat.


"Bukankah kalian pasangan kekasih mengapa kau malah bertanya kepadaku?"


"Sudahlah Gerald, jangan membuang waktuku, cepat katakan dimana dia sekarang?"


"Dia sedang di Bandung, mamanya mengalami kecelakaan, tapi katanya besok ia akan segera kembali ke sini." Jawab Gerald setengah berbohong.


"Baiklah, terima kasih informasinya." Jawab Felysia yang segera pergi meninggalkan Gerald.


Segera terlintas dalam pikiran Felysia untuk mengejar Darel, ia merasa perlu mengambil hati Darel di saat keadaan seperti ini.


Tampak Felysia menghubungi Anin melalui ponselnya.


"Anin, apakah jadwal pemotretan ku sudah selesai semua dengan agency Z?" tanyanya sembari memasuki mobilnya untuk beranjak pulang ke apartemennya.


"Iya, syuting yang kemaren merupakan yang terakhir, dan kontrak bersama agency Z pun udah berakhir. Sisa 1 kali syuting lagi di akhir bulan depan kerja sama dengan agency T, juga yang terakhir. Jadi jika kamu ingin libur lagi waktunya cukup panjang." Terang Anin yang memang mengurus jadwal milik Felysia.


"Oke bagus, sekarang pesankan aku tiket untuk ke Bandung. Untuk penerbangan hari ini juga."


"Ya, kemudian kamu segera ke apartemenku. agar kamu bisa mengantarku ke bandara dan mobil silahkan kamu pakai. Kemungkinan aku akan lama di Bandung, karena mama Darel baru saja mengalami kecelakaan, aku ingin ada untuk merawat calon ibu mertuaku." Ujar Felysia dengan penuh semangat.


"Siap laksanakan." Ujar Anin patuh


"Calon Ibu Mertuaku...oowwh so sweet nya" Umpat Anin kesal di dalam hati 🤭


Tidak berapa lama Tiket sudah di dapatkan. Anin pun tampak sudah dengan setia mengangkat koper milik Felysia, mengantar sang majikan menemui kekasih hatinya.


"Oke, Anin. Kasih kabar jika ada pekerjaan mendadak. Tetapi ku pastikan pekerjaan dengan perusahaan Darel tidak akan ada, selagi Darel sedang sibuk dengan mamanya."


"Iya, syukurlah. Jadi aku bisa fokus dengan lomba yang sebentar lagi berlangsung. Kamu jaga kesehatan ya Fe, aku akan merindukanmu." Ucap Anin dengan tulus.


"Baik terima kasih, semoga kamu berhasil dalam lomba." Doa Felysia yang bagi Anin ini adalah hal langka.

__ADS_1


Meraka pun berpisah di ruang tunggu bandara. Tanpa menunggu lama Felysia masuk ke gerbang keberangkatan, dan Anin pun kembali ke parkiran untuk melajukan mobil itu menuju rumahnya.


Sesampai di rumah, Anin segera membersihkan dirinya kemudian melaksanakan sholat azar nya.


Kemudian muncul rasa ingin taunya tentang keadaan mama Darel, tetapi Anin terlalu malu untuk menanyakan langsung pada Darel.


Maka ia pun mengirim pesan melalui Whatsapp ke nomor GePri yang sebenarnya itu adalah Darel.


"Bang Ge, repot?" ketiknya singkat.


Darel yang baru juga tiba di rumah setelah menyelesaikan urusan di kantor barunya pun segera membuka dan membaca chat dari Anin itu, seketika tersenyum. Ia baru menyadari bahwa sudah lama tidak saling bertukar kabar dengan Anin ataupun Felysia. Karena terlalu tegang dengan keadaan mama.


"Tidak Nin, baru selesai meeting. Ada apa?" tanya Darel langsung.


"Tadi, aku di minta Felysia membeli tiket pesawat ke Bandung untuk menjenguk mama nya Pak Darel yang katanya mengalami kecelakaan. Apakah itu benar?"


"Apa? Felysia ke Bandung?" tanya Darel yang benar - benar kaget mengetahui info itu dari Anin.


...Nah gaes,...


...Felysia serius kan ngejar cintanya...


...Gimana kita nikahkan saja mereka pas di Bandung....


Bersambung


...Mohon dukungannya šŸ™...


...Komen kalian...


...Sangat autor harapkan lho...


...Kasih šŸ‘šŸ’ŒāœļøšŸŒ¹...


...seikhlasnya yaa...

__ADS_1


...Biar makin semangat...


...Terima kasih...


__ADS_2