DI BALIK LAYAR

DI BALIK LAYAR
BAB 123 : TERLALU MUBAZIR


__ADS_3

Dari dalam sebuah mobil tampak sepasang mata seorang wanita dengan sorotan penasaran memandang ke arah dua pasangan suami istri harmonis itu. Kemudian keluar untuk menyapa mereka.


"Selamat pagi Pak Darel." Ucap Nindy dengan begitu ramah.


"Pagi Nindy. Perkenalkan ini istriku Anindyta Kailila." Dare memperkenalkan Anin pada Nindy.


"Hai Nindy... Senang bertemu dengan mu. Dan terima kasih, kamu sudah sangat sering meringankan beban pekerjaan suamiku, sehingga dia bisa sering bolos kerja." Anin sambil mengerling manja ke arah Darel. Cup... tanpa malu Darel sudah langsung mengecup kecil bibir Anin.


"Oh...itu sudah menjadi tugas saya Bu Anin. Dan tampaknya, kalian pasangan yang sangat romantis dan serasi. Aku tidak menyangka jika orang seperti Pak Darel bisa berbuat semanis ini bahkan di tempat umum." Seloroh Nindy yang sangat senang melihat kemesraan pimpinannya itu.


"Mbak Nindy... jangan panggil pake bu. Cukup Anin saja, tiba-tiba aku merasa tua jika di panggil begitu." Ujar Anin yang belum terbiasa.


"Itu resiko menikahi seorang CEO mom." Jawab Darel dengan suara selembut mungkin.


"Mari pak sudah waktunya kita meeting." Ajak Nindy mengakhiri obrolan bas-basi pagi itu.


"Baiklah... ayo mom ikut kami saja. Sekali-kali aku mengantar istriku ke kampus." Ujar Darel menarik tangan istrinya menuju mobil yang di siapkan Nindy.


Cup tangan Darel hanya di kecup oleh Anin, kemudian berkata : "Tidak perlu Bee, kampusku dekat. Tuh, gerbangnya juga sudah terlihat, akan hanya merepotkan untuk memutar saja jika harus menggunakan mobil." Anin memberi alasan yang Darel bisa terima, sekilas lagi Darel mencium pucuk kepala istrinya untuk berpamitan.


Di mobil


"Sepertinya kalian sangat masih di mabuk cinta ya?" Nindy memulai obrolan.


"Usia pernikahan kami memasuki tahun kedua, tetapi perasaanku padanya seperti baru dua hari setelah jadian. Yang hanya rindu dan rindu, mungkin karena kami tidak selalu dekat."


"Yang tidak saling dekat kan hanya raga kalian, tetapi jiwa kalian aku yakin selalu menyatu. Hubungan kalian seperti sebuah lirik lagu jauh dimata tapi dekat di doa , aku senang melihat keharmonisan rumah tangga kalian, semoga samawa ya." Doa tulus Nindy pada Darel yang kini sangat ia hormati sebagai pimpinannya.


"Iya terima kasih Nindy, untuk rumah tanggamu juga. Semoga senantiasa mendapat berkah ya. Bagaimana rasanya bulan madunya?"

__ADS_1


"Jika tidak ingat jadwal meeting pagi ini, pasti aku lebih memilih bergelung manja dalam selimut yang sama bersama mas Wisnu sekarang...ha...ha...ha." Gelak Nindy yang tidak dapat menyembunyikan rasa senang di dalam hatinya.


"Kalau begitu, kita sepakat menambah satu hari lagi untuk bertahan di sini. Sebab proyek ranjang itu sama pentingnya dengan proyek yang akan kita laksanakan pada meeting ini." Tawar Darel yang tidak pernah merasa puas untuk berlama-lama dengan istrinya.


"Aku sih yess...!!!" ujar Nindi kegirangan


Hingga tidak terasa mobil yang mereka tumpangi telah sampa di perusahaan yang mereka tuju.


Mereka tampak telah di sambut oleh beberapa orang yang memang telah di utus untuk menyambut mereka sebagai tamu perusahaan itu.


Dalam ruang meeting itu, ternyata tidak hanya mereka yang hadir tapi ada beberapa perusahaan besar dan ternama di Indonesia yang juga ingin bekerja sama dengan perusahaan itu. Sebuah perasaan yang cukup besar di Paris yang ingin membuka cabang perusahannya dan menjalin kerja sama terlebih dahulu dengan perusahaan yang ada di Indonesia.


Suasana cukup tegang awalnya, saat beberapa CEO berkumpul ingin menarik simpatik sang pemilik perusahaan. Seketika suasana berubah, ketika tampak seorag wanita cantik, bertubuh sintal proporsional juga sexy, terkesan smart dan elegan yang terlihat dari caranya berpakaian juga perhiasan mahal limited edition yang ia kenakan.


Sungguh para calon kolega bisnisnya berdecak kagum melihat performa wanita yang terlihat hebat itu.


Tak terkecuali Darel pun sempat terkesima di buatnya, sebab Darel mengira pemilik perusahaan sebesar itu di pimpin oleh seorang pria berwibawa yang telah sangat berpengalaman. Tapi ternyata dugaannya salah, ia merasa semakin tertantang ingin bekerja sama dengan perusahaan ini, sebab ia ingin mencuri trik dan ilmu bisnis yang wanita ini miliki.


Belum habis habis keterkejutan mereka atas penampilan wanita itu, kini mereka yang berada di ruangan itu kembali di beri kejutan bahwa wanita itu berasal dari Indonesia. Sehingga tidak ada ketegangan lagi di ruang rapat tersebut, sebab mereka dapat dengan mudah berkomunikasi menunjukkan presentasi perusahannya masing-masing.


Rapat tersebut berakhir dengan makan siang yang hangat dan akrab di sebuah restauran mewah yang telah Santy siapkan untuk para tamu kehormatannya tersebut, menambah manis kesan pertama yang di tunjukkan oleh seorang CEO muda, cantik dan berbakat seperti Santy.


Pertemuan selesai, pihak perusahaan Santy tampak mengantongi beberapa berkas perusahaan yang akan di jadikan untuk menjadi patner. Mereka berjanji akan menghubungi kembali bagi perusahaan yang akan di


pilih untuk segera membuat sebuah kontrak perjanjian.


Urusan bisnis Darel selesai, sesuai janjinya pada Nindy mereka tampak masih bertahan untuk sekedar menikmati waktu lebih lama untuk bersama dengan pasangan halal mereka masing-masing.


Jika Nindy dan Wisnu menghabiskan waktu untuk berjalan dan berkeliling menikmati indahnya Kota Paris di musim dingin, berbeda dengan pasangan Anin dan Darel. Yang lebih memilih menghabiskan waktu bersama di rumah karena Darel sangat rindu dengan masakan buatan istrinya.

__ADS_1


"Mom...udah ketemu pilihan pekerjaan apa setelah ini?" Darel masih menuntut jawaban perihal kelanjutan pekerjaan istrinya nanti.


"Udah Bee... tapi belum dapat balasan , aku daftarnya via email. Hanya... belum bisa memilih di mana akan di tempatkan nantinya jika di terima." Jujur Anin pada suaminya.


"Emangnya mom melamar kerja apa...? Ga jadi mau punya butik sendiri kaya kak Melisa?" telisik Darel yang makin penasaran dengan jalan pikiran istrinya yang menurutnya belum tetap itu.


"Kalau cuma mau punya Butik siih... kayaknya khursus di sini pun aku tak perlu. Dan berhubung kini aku malah mengambil master. Rasanya mubazir. Jadi, aku telah mantap ingin menjadi seorang dosen Fahsion Design." Anin dengan percaya dirinya menyampaikan keinginannya.


"Subhanallah... istriku memang paling the best dah. Ku doakan kamu berhasil ya cintaku." Sambut Darel dengan penuh kekaguman atas pilihan istrinya.


"My Hubby serius tidak melarang aku menjadi seorang Dosen...?" ganti Anin yang tidak percaya dengan respon suaminya, karena dia mengira Darel tidak setuju dengan pilihannya.


"Kenapa aku harus marah, pilihanmu kali ini tepat. JIka istriku memilih menjadi pemilik butik lagi...apakah kamu sanggup menghitung berapa kekayaan yang akan kita miliki nantinya...hah? Dan ilmu yang kamu miliki terlalu mubazir jika hanya di gunakan untuk berjualan." Jawab Darel mantap.


"Ih...sombong amat. Pake acara ga bisa ngitung kekayaannya katanya. Itu namanya ria, Bee!!!"


Bersambung..


...Mohon dukungannya šŸ™...


...Komen kalian...


...Sangat author harapkan lho...


...Kasih šŸ‘šŸ’ŒāœļøšŸŒ¹...


...seikhlasnya yaa...


...Biar makin semangat...

__ADS_1


__ADS_2