
"Berterima kasih lah pada Darel. Sebab aku hanya menjalankan semuanya sesuai permintaannya, untuk membantu, menjaga sekaligus mengawasi calon istrinya." Ucapan Alika yang begitu menohok dalam hati Anin.
Saat telah berada di dalam kamarnya, Anin kembali terngiang-ngiang akan ucapan Alika terkait kata 'calon istri'. Anin tidak berani menebak apa sesungguhnya yang Darel ceritakan tentangnya. Tetapi kata itu cukup membuat hati Anin berbunga-bunga.
Walau kenyataannya hingga kini ia tidak tau apa arti kedekatannya dengan Darel selama ini. Dan apa arti semua perhatian dan kepedulian Darel padanya, bahkan apa arti sebuah pelukan di bandara beberapa hari yang lalu, juga ucapannya bahwa ia adalah orang pertama yang menunggu Anin pulang. Tentu, semua itu membuat hati dan pikiran Anin melayang bahwa menganggap bahwa Darel juga mencintainya.
Tetapi kenyataannya, komunikasi terakhir mereka adalah hanya saat Anin memberi kabar bahwa ia telah tiba dengan selamat di Paris. Setelah itu, antara keduanya tampak tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan tidak saling bertukar kabar kembali.
Bukan hal yang sulit bagi Anin untuk melakukan perjalanan luar negeri, sebab sekarang semua hal dapat dilakukan dengan mudah. Kini Anin telah berada di Changi Airport yang juga sudah ada pak Topik supir keluarga Darel yang Melisa tugaskan untuk menjemputnya di sana. Perjalanan udara kurang lebih 13 jam yang Anin tempuh, tentu lagi - lagi sangat menguras tenaga Anin, tetapi Anin yang sudah tahan banting tentu akan tetap menunjukkan senyum ramah dan senangnya saat telah bertemu Melisa di sebuah apartemen yang memiliki 3 kamar tidur, 3 kamar mandi, ruang tamu dan dapur yang bisa digunakan maksimal untuk 15 orang. Dengan fasilitas yang cukup lengkap, seperti TV, sofa, kulkas, microwave, mesin cuci, pemanas air, dan masih banyak lagi, semua ada di sana termasuk bi Ratna yang tinggal di sana. Spesial untuk menyiapkan menu makanan sehat untuk papa Darel. Apartemen yang berada di pusat perbelanjaan di Singapura, yang hanya memerlukan waktu 3 menit untuk menuju Rumah Sakit Mounth Elizabet itu, juga sangat dekat dengan stasiun MRT Ochard dan Halte Bus, benar-benar lokasi yang strategis.
Anin hampir saja tidak dapat beristirahat di sana. Sebab, si kembar Rafa dan Reya terlihat langsung akrab pada Anin. Mereka tampak menyukai kehadiran Anin di sana.
Sesuai dengan tujuan awal Anin datang ke negara ini. Yaitu untuk menyaksikan even Fashion Steps Out menjadi salah satu acara tahunan yang digelar Singapura untuk memanjakan para wisatawan. Acara yang digelar pada akhir bulan Maret sampai pertengahan Mei ini akan digelar di Orchard Road yang merupakan pusat kawasan wisata perbelanjaan di Singapura. Jalanan yang cukup padat ini akan ditutup pada saat acara peragaan busana yaitu Orchard Fashion Runway digelar. Peragaan busana ini akan memperagakan aneka busana dari para desainer ternama di dunia dan juga Singapura.
Festival Fashion Steps Out ini juga dihiasi dengan aneka atribut yang berhubungan dengan dunia fashion. Mulai dari lampu-lampu berbentuk model wanita yang berada di sepanjang Orchard Road hingga pusat perbelanjaan yang memajang aneka pakaian keluaran terbaru. Tujuannya untuk memanjakan para wisatawan sehingga mereka memutuskan untuk berbelanja di sini.
Acara Orchard Fashion Runway menjadi acara yang dinantikan oleh para wisatawan dan anak muda Singapura. Jalan utama Orchard Road akan ditutup untuk kendaraan. Para pengunjung bisa memasuki Orchard Road melalui trotoar. Sementara jalan utama dijadikan catwalk bagi para model untuk memamerkan pakaian-pakaian terbaru dan yang sedang tren saat ini.
Anin dan Melisa juga telah bersepakat seolah tidak sengaja berjumpa di sana. Sebab, desainer Butik MJ yang di ikut sertakan ke sana ialah mereka yang berada pada posisi 5 besar. Dan ajang ini merupakan salah satu bentuk reywood bagi mereka para pemenang kompetisi itu.
Dan tentu mereka juga tau jika Anin gagal dalam kompetisi itu, sehingga mereka perlu sedikit berbohong. Karena, Melisa lebih merasa bersalah tidak memenangkan Anin. Juga tidak meluruskan sebuah kebenaran, atas keinginan Anin sendiri yang tidak ingin membawa kasus ini ke ranah hukum, seolah lelah untuk memperjuangkan yang nyata-nyata desain miliknya lah yang menjadi juaranya.
__ADS_1
Nicole tentu tampak hadir juga di sana.
Dan, Melisa juga tampak telah mengatur pertemuan mereka, sehingga tampak begitu natural dan tidak di sengaja. Nicole tampak salah tingkah saat bertemu dengan Anin.
Namun, Anin selalu berupaya untuk tampil dan berprilaku setenang mungkin pada orang yang telah nyata berbuat jahat padanya.
"Hai... Anin. Wah, ga nyangka kita bisa ketemu di sini." Ujar Dinda yang ternyata juga masuk dalam kategori 5 besar.
"Hai...Dinda, Nicole. Senang bisa jumpa di sini." Anin tak kalah riang saat bertemu mereka di sana.
"Kok, kamu bisa berada di sini, Nin...?" tanya Dinda mengorek sesuatu.
"Wah ... kebetulan banget ya Nin. Pas ada festival seperti ini lagi. Kan lumayan nambah - nambah inspirasi kita "
"Iya, karena aku memang harus banyak belajar dalam hal ini. Oh, iya... selamat ya buat kalian pemenang kompetisi. Terutama kamu Nicole. Kamu pasti senang sekali, karena akan mendapat belajar di Esmod. Turut bahagia atas prestasimu." Sindir Anin, pada Nicole yang dari tadi hanya memasang wajah datarnya.
"Iya tuh, si Nicole beruntung banget ya Nin. Kamu tau, mulai bulan depan ia sudah harus tinggal di Paris untuk belajar. Butik MJ memang TOP, biaya selama mengikuti khursus, makan dan asrama tempat tinggalnya semua di tanggung oleh pihak Butik. Luar biasa kan Nin " Terang Dinda yang tidak tau, bahwa dalam hati Anin dan Nicole kini sama-sama bergejolak.
"Iya, Butik MJ benar-benar memberi kesempatan untuk menggali dan memperdalam ilmu di bidang desainer, makanya nanti jangan heran jika karya Nicole akan lebih spektakuler lagi setelah ia menyelesaikan khursusnya. Karena Nicole adalah desainer yang luar biasa dan berbakat." Anin makin memuja muji akan kemampuan Nicole yang sesungguhnya Anin tau itu adalah nol besar.
'Tetapi, jangan salah Nin. Semua biaya itu hanya berlaku untuk 1 tahun. Jika lewat dari itu, maka akan di tanggung Nicole sendiri nantinya.
__ADS_1
Sedangkan yang aku tau, di sana akan di adakan tes dahulu sebelum masuk kelas untuk mengetahui kemampuannya. Dan kamu tau Nin, tenyata Nicole cuma bisa menggambar tapi belum fasih dalam urusan menjahit. Ha...ha...ha..., terancam bahaya nasib Nicole di Paris nanti." Dinda terus saja meracau kegirangan. Karena memang tidak tau bahwa ada perseteruan tak kasat mata antara Anin dan Nicole
Bersambung...
...Eng...Ing...emg...!!!...
...Gimana tuh perasaan Nicole, si pencuri karya...?...
...Mohon dukungannya 🙏...
...Komen kalian...
...Sangat author harapkan lho...
...Kasih 👍💌✍️🌹...
...seikhlasnya yaa...
...Biar makin semangat...
...Terima kasih...
__ADS_1