DI BALIK LAYAR

DI BALIK LAYAR
BAB 70 : HARI PERNIKAHAN


__ADS_3

"Di Bandung sepi, kalau di rumah ga ada mama. Ga ada yang bawel dan suka masak buat Emil." Curhatnya manja bagai seorang anak kecil yang sedang protes.


"Makanya nikah, supaya ga kesepian lagi...!!" seru papa Darel.


"Gimana mau nikah, mama masih gini." Ucap Darel sedih sambil kembali beranjak mendekati ranjang pasien.


"Memang sudah punya calon...???" pancing papa yang juga mendekat ke arah ranjang tempat mama tidur.


"Sudah lah pa. Akhirnya Emil memilih Anin untuk jadi calon istri Emil." Jawab Darel dengan lantang.


Darel dan papa terkejut karena tiba-tiba mata mama yang biasa hanya bisa mengeluarkan air mata, kini terbuka dengan lebar. Terbelalak !!! Segera papa memanggil perawat melihat perubahan respon dari mama tadi.


Nampak dokter di dampingi perawat tergopoh-gopoh memeriksa keadaan mama. Mata itu masih terbuka, terlihat dokter itu memberikan berbagai rangsangan, seperti cahaya ke mata, ketukan dan tekanan pada bagian tubuh tertentu untuk menilai respon.


Agak lama dokter di sana, kemudian terlihat mata itu tertutup kembali. Dokter menyimpulkan bahwa tingkatan kesadaran pasien sudah pada dapat membuka mata. Respon selanjutnya nanti adalah sampai pada tahap pasien dapat mengeluarkan suara dan dapat melakukan gerakan atau sebaliknya. Jika telah sampai fase itu, maka mama Darel hanya perlu melakukan terapi untuk mengembalikan sistem organ organ pada tubuh.


Ada secercah senyum di wajah dokter pada papa dan Darel melihat respon pasiennya yang mulai menunjukkan kemajuan.bDokter meminta, agar mereka terus melakukan komunikasi dengan mama, agar proses kesadarannya semakin cepat.


Setelah itu dokter mohon pamit, dan meninggalkan ruang rawat mama Darel. Darel dan papa tentu sangat senang mendengar keadaan mama yang berangsur mengalami kemajuan itu.


Hari terus bergulir berpacu dengan waktu.


Siang dan malam datang silih berganti dan terus berputar setiap detik ke menit. Anin yang tidak pernah menyia-nyiakan sedikitpun waktunya untuk melakukan hal yang positif. Karena ia tau waktu itu tidak akan mau menunggu, tidak bisa berhenti, dan tak akan terulang.


Sejak Darel berpamitan untuk pergi ke Singapura bulan lalu, mereka tidak lagi saling bertemu. Hanya sesekali Darel mengirim pesan chat, yang isinya hanya menanyakan kabar yang juga di balas seadanya oleh Anin. Yang Anin rasa hanya sebagai formalitas saja.


Anin menganggap Darel masih sebagai kekasih Fely, tentu tidak berani memberi respon lebih, walau kadang di sela chat itu, terselip ungkapan rindu dari Darel. Yang tidak di tanggapi Anin dengan serius.

__ADS_1


Anin sudah mengambil keputusan untuk menggunakan uang dari Felysia untuk membeli sebuah mobil Mazda CX-5 berwarna putih. Hanya itu yang sesuai dengan uang yang Anin miliki. Sebab ia juga harus mempersiapkan dana untuk biaya khursus nya nanti di Paris.


Dengan persiapan yang matang untuk mengendarai mobilnya sendiri. Kini Anin dan ayah telah berada di sebuah Kecamatan tempat Jovandra bekerja.


Jovandra cukup lama bekerja di Kecamatan itu, sehingga wajar saja jika dulu ia hanya tinggal asrama polisi yang di sediakan, tetapi kini Jovandra telah mempunyai rumah pribadi.nYang terletak tidak jauh dari pusat keramaian Kecamatan tempat Jovan bekerja. Sebut saja Kecamatan itu adalah Desa Bumiraya. Sedikit demi sedikit Jovan mulai mencicil dari membeli tanah hingga kini terdapat bangunan rumah yang terdapat 3 kamar tidur, 1 ruang tamu, ruang tengah juga dapur yang minimalis.


Ayah sangat bangga melihat kesuksesan anaknya. Tidak sia - sia seorang Jovan yang sejak kecil memang bercita - cita jadi polisi itu benar benar mencintai pekerjaannya.


Suasana tempat tinggal di Desa Bumiraya ini pun terasa sejuk dan nyaman. Tampak tetangga juga merespon baik kedatangan Anin juga ayah.


Jovandra tak berbeda jauh dengan Anin, mereka memiliki pribadi yang mudah akrab dan ramah dengan siapa saja. Karena pribadinya yang hangat, sopan juga bijaksana itulah yang membuat Winda anak pak Camat jatuh hati pada seorang polisi yang kini berpangkat Brigadir Polisi Kepala ( Bripka ), yang kehidupan kesehariannya adalah sosok yang sederhana dan bersahaja.


Sesuai dengan kesepakatan antara kedua belah pihak, tibalah waktunya Winda dan Jovandra meresmikan hubungan mereka dalam satu ikatan pernikahan.


Winda tampak cantik memukau dengan busana kebaya hijab yang di buat sendiri oleh Anin. Jovandra terlihat tak kalah tampan mengenakan pakaian pasangan yang juga di buat dengan penuh rasa sayang Anin kepada kakak lelaki tersayangnya ini.


Bulan lalu di Kabupaten Batu, Malang. Jovan dan Winda telah mengikuti sidang yang wajib dilaksankan dan merupakan salah satu syarat kelengkapan berkas pengajuan pernikahan di KUA. Sidang ini untuk memberi izin nikah dari pimpinan kepada setiap anggota Polri yang akan melaksanakan pernikahan


Kemudian pada siang hari di gelar acara resepsi di Aula Kecamatan Desa Bumiraya, yang lumayan mewah untuk ukuran orang orang di desa yang masih kental dengan jiwa gotong royong nya, dengan istilah rewang. Apalagi yang punya hajatan adalah orang nomor satu di Kecamatan itu. Para tamu datang silih berganti untuk memberikan doa dan restu kepada kedua mempelai.


Winda yang juga seorang guru SD di desa setempat, tentu memiliki banyak siswa dan orang tua siswa yang juga ingin ikut menghadiri perhelatan akbar tersebut.


Tak jauh berbeda dengan Winda, Jovandra yang seorang polisi juga telah memiliki banyak teman. Bahkan kini tampak beberapa pria berbadan tegap berisi nan gagah memasuki Aula Kecamatan. Ia adalah seorang Kapolsek beserta beberapa anggotanya, yang sangat akrab dengan Jovandra. Terlihat mereka tampak sesekali mengabadikan foto mereka sebagai bukti kehadiran juga kenangan.


Jovan dan Winda sangat merasa bangga atas kedatangan tamu kehormatan tersebut.


Tak pernah luntur senyum bahagia dari wajah kedua mempelai. Begitupun juga kedua orang tua Winda yang ikut duduk di pelaminan raja dan ratu sehari itu. Sama dengan ayah yang di dampingi Anin ikut duduk di sisi pelaminan pengantin tersebut.

__ADS_1


Sesekali Anin mengusap dengan tisue wajah ayah yang tampak keluar peluh. Tidak sekali juga Anin mondar mandir turun naik pelaminan untuk mengambil beberapa makanan dan cemilan buah untuk ayahnya. Juga di sela sela tamu, Anin menyempatkan memberi minuman juga kue pada Jovan dan Winda yang sebenarnya sudah nampak lelah melayani tamu undangan tersebut.


Pukul 4 sore acara besar itu, benar benar sudah berakhir. Tampak semua warga dengan sigapnya membersihkan sisa sisa pesta.


Untuk sementara Jovan tidur di rumah mertuanya atas permintaan ayah Winda. Sebab sesuai rencana dari awal, setelah menikah Winda akan tinggal bersama Jovan yang kini telah resmi menjadi suaminya.


Selama Jovan di tempat mertuanya. Tinggallah Anin dan ayah kini yang menempati rumah Jovan yang menurut ayah sangat nyaman ini.


Bersambung


...Anin......


...Kapan nyusul Kak Jovan ke pelaminan?...


...Mohon dukungannya šŸ™...


...Komen kalian...


...Sangat autor harapkan lho...


...Kasih šŸ‘šŸ’ŒāœļøšŸŒ¹...


...seikhlasnya yaa...


...Biar makin semangat...


...Terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2