DI BALIK LAYAR

DI BALIK LAYAR
BAB 130 : KEJUTAN UNTUK ANIN


__ADS_3

"Jika saja kamu sudah berada di mobil, mungkin aku semalam sudah berhasil menidurinya. Berhubung waktunya singkat, aku hanya sempat membuat stempel saja di dadanya...haa...haa...ha...!!" Gelak tawa Gerald penuh kemenangan.


"Memang pintar dalam memanfaatkan kesempatan kamu Ger. BTW kamu masih suka main di Club...?"


"Udah ga... aku sudah serius sama Elianora. Kami, akan segera bertunangan. Pria yang ia maksud calon suaminya itu, ternyata pria yang di jodohkan ibunya dan mamaku. Ya sudah lah, berakhirlah masa jombloku." Urai Gerald.


"Kalo memang sudah serius. Ngapain masih buat cap stempel di dada Santy...?"


"Mubazir Dar, semalam dia sudah setengah bugil. Kan sayang untuk aku lewatkan begitu saja."


"Ger... percayalah. Pasangan halalmu nanti akan lebih indah dan nikmat dari berapapun wanita yang pernah kamu tiduri."


"Ia pak Ustatd." Jawab Gerald meledek Darel yang sudah tampak turun dari mobilnya untuk segera menuju lobby dan masuk ke gerbang keberangkatan menuju Bandung.


Diperjalanan, Darel memutar otak untuk memikirkan hal apa yang dapat ia akukan untuk menebus semua kesahannya atas ketidakhadiranya menjemput Anin.


Maka ketika ia tiba di Bandung ia tidak langsung pulang kerumah mama di mana Anin juga kini berada.


Ia hanya menghubungi mama untuk membantunya bekerja sama memberi kejutan pada istrinya tersayang.


Walau rasa rindunya telah membuncah, Darel memilih untuk sedikit lagi bersabar untuk bertemu Anin dan calon anak mereka.


Darel kini berada dirumah baru mereka, tampak sibuk mempersiapkan segala sesuatunya.


Ia memilih untu memepercepaat proses kepindahannya dan Anin hari ini.


Darel mulai dari menguhubungi RT setempat dan pemuka agama yang berada di lingkungan rumahnya. Agar selepas magrib nanti mereka akan mengadakan pengajian syukuran menempati rumah baru tersebut.


Tentu saja kedatangan Darel itu di sambut baik oleh ketua RT dan warga setempat.

__ADS_1


Pukul 5 sore, rumah itu telah tersulap bak sebuah rumah yang tengah mengadakan perhelatan besar. Tidak sulit bagi seorang CEO kaya raya memesan semuanya dalam hitungan jam. pada bagian depan rumah itu memang tampak sepi sekali, namun di taman belakang rumah itu kini di penuhi gerbang bunga dan susunan meja yang penuh dengan jamuan aneka makanan dan minuman. Tampak di tengah ruangan rumah itu juga telah di penuhi oleh anak anak panti asuhan yang sengaja Darel minta untuk datang agar mereka dapat saling berbagi dengan anak-anak yang bernasib tidak beruntung itu.


Sementara Anin tampak uring-uringaan mendapati ponsel suaminya yang selalu tidak aktif ketika ia hubungi. Ingin bertanya pada mama, tetapi ia malu. Maka hari itu hanya Anin gunakan untuk memanjakan dirinya saja, kebetulan mama mengajaknya ke Spa khusus ibu hamil. Agar badan juga suasana hatinya rilex ujar mama. Yang sebenarnya hanya modus. Sebab saat Anin tidak di rumah, Darel bisa dengan leluasa memindahkan beberapa barang dan pakaian untuk di bawa kerumah baru mereka.


Saat pulang dari tempat Spa yang memakan waktu hampir seharian itu, Anin agak bingung dengan arah jalan yang berbeda dengan arah jalan menuju rumah mertuanya.


Dan ketika mobil yang di kemudi oleh Pak Dito, itu memasuki sebuah komplek, tersadarlah Anin. Bahwa jalan itu menuju rumah baru mereka.


"Mah... ini kan menuju rumah kami. Mengapa kita kesini. Aku tidak punya kunci rumah ini... jadi kemungkinan kita hanya bisa melihat dari luar saja. Ga bisa secara detail melihatnya." Anin menatap mama dengan tatapan bingung.


"Ah... ga papa. Mama juga tidak sabar melihat sudah berapa persen proses selesainya rumah kalian Nin." Ujar mama dengan santainya.


Hingga mobil itu berada di depan gerbang, Pak Dito hanya cukup memencet klakson satu kali.


Gerbang itu sudah lagsung dii buka oleh dua orang sekaligus.


Setelah mobil masuk dengan pelan, suasana sepi dan hening yang tampak di kediaman itu. Tidak ada hiruk pikuk dan tanda-tanda kehidupan di sana. Membuat Anin bersedih melihat rumah semegah itu, seperti tak bertuan.


Anin dan mama telah berdiri di depan pintu, dan saat belum sempat Anin mendorong pintu itu mencoba memastikn apakah pintu itu terkunci. Pintu itu telah terbuka dari dalam di sambut suara Darel dengan penuh samangat.


"Surpise" Ucapnya langsung menghambur memeluk rindu Anita pujaanya itu.


Dalam pelukan Darel Anin diperhadapkan dengan pemandangan mengharukan di mana banyak anak anak kecil yang telah memegang balon disertai huruf, berjalan berbaris dan ketika di baca terdapat sebuah bacaan.


" SELAMAT DATANG IBUNDA RATU"


Anin sontak memukul pelan punggung suaminya, di sana bahkan sudah berjeret para tamu undangan Darel yang siap mengikuti pengajian seperti yang telah Darel rencanakan.


Anin belum bisa berkata-kata, hanya airmata yang mengurai dari sudut matanya. Karena terharu akan kejutan dari suaminya.

__ADS_1


Belum banyak yang bisa mereka ungkapkan, karena acara pun segera di mulai di akhiri sholat berjamaah.


Sebelumnya Anin di ajak Darel kekamar mereka dan di sana sudah ada sepasang pakaian gamis couple yang suaminya siapkan untuk nanti mereka gunakan menghadapi tamu mereka.


Sebelum berwudhu, Anin sempat saja mengecup bibir suaminya sebagai tanda bahwa ia sangat senang dengan yang suaminya lakukan.


Acara demi acara telah selesai, tampak riuh dan ramainya anak-anak panti tersebut saling berebutan untuk memilih hadiah yang juga telah Darel siapkan untuk mereka semua tanpa terkecuali. Tampak kepala yayasan juga sangat bahagia, melihat kebahagiaan yang terpancar pada raut wajah anak-anak panti tersebut.


Darel juga menyerahkan sebuah cek kosong untuk kepala yayasan tersebut, untuk di isi sendiri berapapun yang mereka butuhkan untuk menunjang kebutuhan anak-anak panti tersebut. Darel sekaligus telah di tetapkan sebagai donatur di Panti Asuhan itu.


Sebab, selama ia menikah dengan Anin. Dapat di hitung dengan jari istrinya menggunakan blackcardnya. Dengan kata lain, istrinyaa bukan tipe wanita yang suka berfoya-foya. Maka Darel menarik kesimpulan, mungkin dengan bersedekah istrinya akan bahagia dan sangat mendukungnya.


"Pasti mama telah bekerja sama untuk memberiku kejutan ini." Ucap Anin pada mama dan papa mertuanya yang juga sangat bangga dengan acara yang Darel buat ini.


"Ya... mama selalu mendukung semua pekerjaan yang baik. Emil, Anin kami permisi pulang dulu ya. Besok, mama kirim Bi Ratih terlebih dahulu untuk membatumu di sini. mama ga mau mantu mama capek dan kelelahan. Jaga cucu mama dan papa. Oke sayang..." Pamit mama dan papa pada keduanya.


Di balas pelukan dari Anin yang benar-benar telah melupakan kekesalannya seharian ini oleh kejutan yang suaminya berikan.


Bersambung..


...Mohon dukungannya šŸ™...


...Komen kalian...


...Sangat author harapkan lho...


...Kasih šŸ‘šŸ’ŒāœļøšŸŒ¹...


...seikhlasnya yaa...

__ADS_1


...Biar makin semangat...


__ADS_2