
Qaila tak butuh waktu lama telah sampai di kos Reeneta. Ia disambut senyum hangat Reeneta, gadis cantik uang selama ini jarang sekali tersenyum.
" Aku nginep sini yaa, fix ", kata Qaila sambil melempar tasnya di kursi dan masuk ke kamar Reeneta.
Sempit, kamar Reeneta yang mungkin hanya seluas kamar mandi di rumah Qaila. bahkan ranjangnya cuma berukuran single, akan sangat tidak nyaman jika dipakai tidur berdua.
" Gamuat Qai, kecuali kamu mau tidur dibawah, gimana ?" kata Reeneta, terlihat banget raut bahagia di wajahnya.
" Peduli setan ahh, pokoknya aku penasaran banget, jadi gimana? udah jadian ?", tanya Qaila
" Engga lah, mana ada , kita juga baru kenal ini ", jawab Reeneta.
" Tapi dia kok nekat banget sih, kamu juga lagian ga mau sok jual mahal dikit gituu?? ", ucap Qaila.
" Gimana caranya jual mahal ? ", kata Reeneta heran.
" Tarik ulur kaya main layangan Reen, aduuh.. susah kalau ngomong sama orang lugu " , Qaila terlihat pasrah, Reeneta tersenyum tipis.
" Aku tuh yaaa, niru semua gaya kamu, mungkin Jordy jg ngerasa akuu kaku banget, Dann... gada tuh kamu tarik ulur sama cowo.. semua libas abis ", kata Reeneta.
" Gilaaa kan gue expert, jadi wajar, nahh eluu.. pemula jg kagak! bisa dibilang pengetahuan mu soal cowo tuh mines " , kata Qaila bangga.
" Iyaaa , jadi ceritanya karna aku ga paham yaa udah niru kamu seingetnya aja, tau gak, ternyata dia juga gitu, kagok sekali, katanya sih karna jg niru temennya, jadi bisa dibilang kita sama lah" , Reaksi Qaila sedikit syok
" Masa ? dia juga begoo soal beginian? ga ccok ihh sama muka, mukanya sangar sekali kek ketua Genk gitu" , sambung Qaila.
__ADS_1
" Dia ga bego Qai", Reeneta membela Jordy.
" Oke. oke, lalu gimana ? dia nyatain cinta engga?", tanya Qaila.
" Engga, kita berdua memutuskan untuk menjalani dulu, apa adanya, ga usah keburu-buru ", kata Reeneta datar.
" Yaah, aku pikir udah jadian" , raut wajah Qaila berubah datar
" Kamu sendiri yang. bilang, kita baru kenal, masa langsung jadian? " , Reeneta meninju bahu Qaila.
" Soalnya cowok macam Jordy , biasanya ga suka basa-basi, langsung ke intinya. mau jadiin pacar yaa jadi, toh mana ada cewe yang sanggup nolak orang sekeren itu" , kata Qaila
" bisa dibilang memang begitu", jawab Reeneta.
" Karena dia juga amatiran , sama kaya aku, ga pernah pacaran ga pernah dekat sama seseorang, kumpul jg sama sahabat Deket doang ", Reeneta tertawa. Qaila tersenyum, dibalik senyumnya ada perasaan waspada, ia sedikit takut Reeneta terlalu lugu.
" Yaa pokonya sebagai sahabat aku doakan yang paling terbaik buat kamu. Kamu dah cukup menanggung semuanya sendiri, sekarang walaupun ga denganku, aku ingin kamu bisa bersandar Reen , " Qaila memeluk Reeneta.
Qaila sedikit berkaca-kaca , tanpa Ragu Reeneta memeluknya. sahabat terbaik yang ia punya, meski sangat ceroboh tapi Qai adalah orang pertama yang sangat baik padanya.
" Pokoknya kamu harus bahagia Reen, " kata Qaila sambil menepuk punggung Reeneta.
" Pasti" ucap Reeneta. Bunyi pesan masuk di hp Reeneta.
" Jordy? " tanya Qaila
__ADS_1
" Kok tau ?" tanya Reeneta. tapi Qaila hanya tersenyum.
'emang siapa lagi yang tau no.mu itu selain aku dan jordy' bisik Qaila dalam hati.
" Ada apa ? " tanya Qaila.
" Jordy cuma bilang nyuruh aku tidur aja sih,. ngucapin selamat malam "
" Siih, kaya anak SMP lagi pacaran " kata Qaila dan langsung merebahkan diri di kasur, sedangkan Reeneta masih sibuk mengetik sesuatu.
***
" Baru liat Jordy senyum senyum sendiri " Cici berkata pada Willy.
" Liat.. hp nya sekarang berguna, " Aldy menimpali.
" Benar, biasanya hp canggih itu cuma buat nge-game aja kan ? wahh.. Jordy benar- benar berubah ", jawab Willy.
Jordy hanya menoleh dan tersenyum ke arah mereka.
Masih dengan kesibukan masing- masing, malam itu berjalan amat damai di hati dua insan yang sedang jatuh cinta, Mereka menceritakan isi hati pada teman teman terdekatnya, tawa- canda menghiasi. Mungkin tak pernah terpikirkan bagi Reeneta dan Jordy , takdir membawa mereka berdua bertemu, singkat dan sangat berkesan.
Khayal tapi begitu nyata, dipertemukan pada ketidaksengajaan terketuk oleh rasa penasaran dan berakhir pada kenyamanan. Tapi ini bukanlah akhir, mereka berdua sama sama berjuang menghidupkan dan mewarnai hati yang terlalu lama tandus .
###
__ADS_1