Dia Canduku..

Dia Canduku..
65.


__ADS_3

Jordy memasuki apartemen Reeneta, tapi tak di temui gadisnya itu tempat.


' Kemana perginya Reeneta yaa? Gak biasanya dia pergi tanpa izin padaku, Ahh..tadi juga gak tanya sama Qaila', Jordy bicara sendiri.


Jordy mencoba untuk menelepon Reneeta tapi nihil, telepon berdering dan tak diangkat. Lalu Jordi membuka laptop untuk mencari tahu hal apa yang terakhir dilakukan oleh Reeneta.


' Skripsi... Apa dia ke kampus yaa, Ahh sial, pasti dia mengira aku di luar kota beneran dan tak bisa mengantarnya, mana hujan masih deras begini?', Jordy segera memakai kembali jaketnya dan keluar dari apartemen.


Ketika sampai di lantai bawah ia melihat dari jalan raya di kejauhan Reeneta tengah berjalan dalam derasnya hujan. Reflek Ia berlari untuk menghampiri Reeneta.


" Reen.. kenapa hujan-hujanan begini sih", Jordy melepaskan jaketnya dan segera menutupi kepala Reeneta dari guyuran air hujan.


Jordy melihat senyum Reeneta disana, tapi entah mengapa ia merasakan ada kepiluan di wajah Reeneta.


" Kamu sudah kembali?", tanya Reeneta parau.


" Iyaa.. ayoo cepat masuk, kamu bisa masuk angin, bisa sakit" , kata Jordy yang dengan segera menarik Reeneta dan membawanya masuk Apartemen.


" Segera mandi dan ganti bajumu!", perintah Jordy yang sedang khawatir.


Reeneta menurut karena ia pun memang sudah kedinginan sejak tadi.


Jordy segera menghidupkan kompor untuk memasak air, ia ingin membuatkan teh jahe hangat untuk Reeneta.


Sesaat kemudian Reeneta keluar dari kamar mandi, Jordy menyiapkan tehnya .


" Ini minum dulu biar hangat , Aku ganti baju dulu . Bajuku juga basah", kata Jordy. Reeneta mengangguk dan meminum sedikit teh hangat itu.


Tak lama juga Jordy sudah keluar, dan segera duduk disamping Reeneta.


" Kamu ngapain hujan hujanan kayak barusan?", kata Jordy sambil mengeringkan rambut Reeneta yang masih basah dengan handuk kecil.


" Cuma ingin saja.. dan sudah lama juga enggak main air hujan" , kata Reeneta.

__ADS_1


" Jangan bercanda, kamu bukan anak kecil lagi.. ", Jordy berdiri dan mengambil kan selimut untuk Reeneta.


" Pakai jangan sampai kedinginan lagi" , Jordy memberikan selimut untuk dipakai Reeneta.


" Memang kamu bawa baju ganti yaa?", tanya Reeneta.


" Enggak.. ini dapat di almari mu", kata Jordy.


" Emmh, aku lupa dulu pernah menyuruhmu untuk membawa nya saat kita mau pergi ke pantai dulu yah sepertinya", kata Reeneta.


" Iyaa Kalii.. aku juga lupa ", ucap Jordy.


" Sini dong, biar kamu juga hangat", Reeneta menyuruh Jordy ikut masuk ke dalam selimut.


Jordy menurut, ia segera kembali duduk disamping Reeneta dan berada di dalam selimut yang sama.


" Sekarang cerita kan ke aku, habis dari mana kamu?", tanya Jordy yang nampak marah.


" Kemana? Aku enggak kemana-mana!", Jawab Reeneta sambil menyandarkan kepalanya di bahu Jordy.


" Emm.. ", jawab Reeneta singkat. Jordy sebenarnya ragu tapi ia sedang tak ingin mendebat kekasihnya itu.


" Skripsi mu seperti selesai kah?", tanya Jordy.


" Sedikit lagi... ", ucap Reeneta asal


" Kamu habis menangis Reen, matamu merah", kata Jordy.


" Mana ada .. ini cuma kena air hujan", kata Reeneta.


" Sayang...kamu jangan coba bohong padaku yaa", kata Jordy.


Reeneta terdiam.

__ADS_1


" Kamu mau cerita enggak ", tanya Jordy. Reeneta kini melepaskan sandaran nya pada bahu Jordy.


" Bisa kamu janji satu hal padaku Jord? ", ucap Reeneta.


" Tentu, ada apa ", Jordy kini menatap Reeneta dengan serius.


" Bisa janji satu hal padaku Jord. Apapaun yang terjadi bisa enggak kamu jangan sampai meninggalkan aku", kata Reeneta.


" Tanpa berjanji pun.. aku sudah pasti akan melakukan itu Reen", ucap Jordy.


" Janji dulu", kata Reeneta.


" Iya.. Janji, selamanya gak akan pernah melepaskan kamu, gak akan pernah meninggalkan kamu. Apapun yang terjadi... ", Jordy memegang tangan Reeneta.


" Aku .. lebih baik mati saja jika kamu ninggalin aku. Jadi apapun itu, mau aku dalam kesulitan, mau aku dalam bahaya bahkan jika aku menghilang pun , kamu gak boleh meninggalkan aku yaa. Janji!!. Kamu hanya bisa punya pikiran untuk mencari pengganti ku jika kamu sudah benar-benar melihat jasadku " , ucap Reeneta.


" Sstt.. kamu bicara apa sih!! ", Jordy sedikit berteriak.


" Aku janji Reen... Sumpah demi cinta kita, kamu hanya satu satunya ...", sambung Jordy.


" Jika kamu melanggar!! Itu artinya kamu sudah melepaskan aku, dan mungkin aku akan mati karena itu", kata Reeneta.


Jordy menncium kening Reeneta


" Sudah jangan ngomong yang aneh aneh lagi, Aku janji dan kamu bisa percaya padaku", kata Jordy mencoba meyakinkan Reneeta.


Reeneta tersenyum lalu memeluk Jordy.


" Hanya kamu yang bisa ku percaya", kata Reeneta.


Jordy membalas pelukan Reeneta dengan erat.


" Malam ini bisa disini saja Jord? Aku kangen sekali padamu", kata Reeneta

__ADS_1


" Tentu saja, aku memang malas untuk pulang," Jordy tersenyum.


***


__ADS_2