
Hari sudah menjelang malam, tangan Reeneta masih pada genggaman Jordy. Reeneta juga sudah mulai merasa capek, meskipun teman temannya masih Kelihatan ceria dan tidak lelah. Ia mulai merasa pusing.
" Emm.. teman teman bisakah aku pulang duluan, rasanya aku capek sekali" , kata Reeneta. Jordy menatapnya , lalu melepaskan genggamannya.
" Oke Reen , aku antar yaa " , Qaila sudah siap siap dan berdiri, tapi Jordy juga langsung berdiri.
" Aku aja Qai, " Jordy langsung berdiri dan keluar menunggu Reeneta diluar cafe.
" Aku sama Jordy aja Qai. Mohon maaf yaa Jordy kayanya sedang dalam suasana hati yang buruk " kata Reeneta. Ia langsung berlari keluar setelah berpamitan dengan semua orang.
***
" Emm.. sebenarnya ada apa sama Jordy ? " Tanya Qaila pada Aldy.
" Dia ga terima sama perlakuan Boim ke Reeneta yang hampir nonjok Reeneta. " , Kata Cici.
" Lagian.. si Boim emang gila , ngapain coba pakai acara tengkar sama cewek dan sialnya itu Reeneta. Kalau dia tau siapa Reeneta aku yakin dia ga bakalan berani" , Aldy menambahi.
" Memang kenapa Reeneta? " , Qaila bertanya lagi.
" Awalnya mungkin mereka memilih berdasar kenyataan bahwa Reeneta memang cantik, tapi mereka ga sadar bahwa Reeneta pacar Jordy, kalau mereka tau mereka ga bakal berani sama Jordy " , Willy menambahi.
" Kenapa takut sama Jordy ? " , tanya Qaila lagi
" Kamu beneran ga tau siapa Jordy ? " , Tanya Aldy dengan wajah heran. Qaila hanya menggelengkan kepala.
" Jordy terkenal di kalangan atas, anak orang kaya dan jago kelahi" sambung Willy
__ADS_1
" Kalau kamu tau ada geng anak anak orang kaya, nah mereka pasti tau Jordy. Intinya kaya orang nomor satu lah di antara kita. Kalau kamu Gatau artinya kamu anak baik, heheh", Cici menjelaskan dengan senyuman.
" Qai, kalau pikiranku benar, apa Reeneta juga Gatau latar belakang kami ? " Wajah Willy menegang.
" Emmh, kayaknya gituu.. selepas SMP aku Gatau lagi urusan anak kelas atas", jawab Qaila.
" Sebentar, kamu dari SMA mana sih ? Masuk Global tapi ga kenal siapa kami ? Lucuuu " , kata Aldy
" Ahhh. Aku dari SMA pinggiran yang ga terkenal, masuk Global juga cuma ngikutin si Reeneta , upppsss.. tungguuu" , jawab Reeneta. Semua mata tertuju pada Qaila.
" Memang Reeneta sudah resmi pacaran sama Jordy ? " , Qaila memandang ketiga orang di depannya.
" Belum , " Cici menjawab ringan..
" Takutnya kalau Reeneta tau, dia bakal jauhin Jordy , dan Jordy. ...", Willy tidak melanjutkan perkataannya.
**
Sesampainya di Apartemen, Reeneta langsung masuk membiarkan Jordy mengikutinya dari belakang. Ia bingung harus ngomong apa pada Jordy yang masih saja diam membisu dan tak mau bicara apapun padanya. Reeneta melihat Jordy langsung duduk diam di sofa. Reeneta tak mau ambil pusing lagi, ia pergi mandi.
' dasar Jordy bodoh, kenapa malah bersikap dingin seperti ini, ahhh sudahlah aku memang belum pernah lihat dia marah, mungkin kalau marah dia jadi bisu. Dia pasti sudah tidur, besok pagi saja coba ku tanya' kata Reenata pada dirinya sendiri.
' ahh apa dia tak pulang malam ini ? Dia ga pernah menginap disini kan ? Gimana kalau dia udah pulang ? ' Reeneta mulai mempercepat mandinya dan keluar mencari Jordy. Jordy masih duduk terdiam. Ada perasaan lega di diri Reenata mengetahui
Jordy masih disana. Reeneta menghampiri Jordy, handuk yang setengah basah masih dipundaknya untuk mengeringkan rambutnya yang habis dikeramas. Reeneta duduk di sebelah Jordy, ia ingin mencairkan suasana yang dari tadi siang sangat buruk.
" Kalau dipikir pikir ini posisi yang membuat aku harus pindah kesini kan ? " Reeneta masih ingat, Jordy ingin dirinya pindah kesana agar bahu Jordy bisa terpakai. Cukup konyol memang . Tapi Reeneta pun jauh di dalam hatinya menginginkan hal yang sama.
__ADS_1
Reeneta memiringkan kepalanya dan bersandar pada bahu Jordy, rambut basahnya juga turut membasahi baju Jordy.
' Nyamannya' , kata Reeneta dalam hati.
" Sekarang sudah bisa kugunakan kan ? " , Reeneta sedikit tersenyum. Jordy memandangi Reeneta menegakkan badan Reeneta dan mengambil handuk kecil di bahu Reeneta.
" Ku bantu keringkan rambut mu, jangan sampai masuk angin" , kata Jordy sambil mengusap rambut Reeneta yang sekarang membelakanginya dengan lembut. Reeneta tersenyum lagi.
" Aku baru tau kalau kamu marah bisa jadi bisu " , kata Reeneta lagi. Jordy terdiam lagi.
" Rasanya aku sangat ingin memukulmu yang diam begitu" nada Reeneta sedikit meninggi karna kesal. Tapi Jordy mulai tersenyum.
" Bagaimana caranya kau memukulku ? " , tanya Jordy yang masing mengeringkan rambut Reeneta .
" Kau pilih mau dipukul dengan lembut atau pukulan yang sakit" , kata Reeneta .
" Yang sakit" , jawab Jordy. Lalu Reeneta berbalik ke arah nya , mendekat dan menatapkan keningnya ke Kening Jordy.
Duuukkkk... Jordy kaget tapi Reeneta sedikit tampak puas. Jordy meraih bahu Reeneta membenamkan nya pada pelukannya.
" Maaf yaa Reen " ,kata Jordy. Sekarang Giliran Reeneta yang diam membisu. Jantungnya kembali berdegup kencang, desiran aliran aliran darahnya dapat dirasakan dengan jelas, bulu kuduknya berdiri, Ia merinding.
" Aku marah pada diriku sendiri yang gagal menjagamu, bodohnya aku yang tak bisa jagain kamu, sampai tangan tangan kotor berani sentuh kamuu. Maafin akuu Reen... " Kata Jordy lagi.
Reeneta mulai melingkarkan tangannya ke badan Jordy. Lelaki yang tengah memeluknya dengan erat. Dirasakannya seluruh tubuh Jordy, mulai dari bau keringat, parfum bentuk badannya semua membuatnya Nyaman. Jordy pun semakin merasakan panas menjalar di tubuhnya. Jordy merenggangkan pelukannya, ia meraih wajah Reeneta yang masih melingkarkan tangan di tubuhnya. Perasaannya sudah campur aduk , dia memandang wajah Reeneta yang balik menatap nya dengan manis. Sekarang wajah keduanya berjajar, Jordy dapat merasakan aroma wangi sabun Reeneta dengan jelas. Dengan segera Jordy menciumm bibir Reeneta. Bibir keduanya bertemu dan saling menempel yang menciptakan gemuruh hebat di hati masing masing sejoli ini. Hanya dua detik setelahnya Jordy melepaskan ciumannya dan Reeneta juga melepaskan pelukannya. Keduanya membisu dan mematung merasakan gejolak pada hatinya masing masing.
**
__ADS_1