Dia Canduku..

Dia Canduku..
7.


__ADS_3

' ahh sial, kenapa Reeneta diam saja, dia yang memancingku hingga sejauh ini ' Jordy bicara dalam hati


" Jordy.. aku akan anggap semua yang tadi ucapkan aku tidak dengar", kata Reeneta.


" Padahal kau mendengar dengan sangat baik", jawab Jordy.


" Apa? Cuma ga ingin kamu malu aja ", kata Reeneta.


" Aku Serius, kenapa harus malu", Jordy menoleh ke arah Reeneta.


" Heii.. kita baru bertemu 2 hari ini kan ? ", Reeneta juga kini menatap Jordy.


" Oh yaa? kupikir kita sudah lebih 1 abad saling mengenal" , canda Jordy.


" Mana ada ? " Reeneta tersenyum,


'syukurlah Jordy tadi pasti hanya bercanda, tapi kenapa aku kecewa, rasanya aku ingin dia memintaku lagi , ahh.. tidak, aku pasti sudah gila... kenapa Jordy mau jadi pacarku ?'


" Kenapa ? Ayoo , kita akan telat ke toko kalau kau hanya bengong saja ", kata Jordy.


" Baik, " Reeneta berdiri, diikuti Jordy dan mengantar nya ke toko baju tempat nya part time .


' Aku, kenapa sangat ingin dia memperjuangkan aku ? Aku ingin dia melindungi ku. ahh aku benar benar ingin dia jadi pacarku kah ? Bangun Reen... kamu ga boleh mimpi' sepanjang jalan hanya ada penyesalan di diri Reenata.


Tak tau kenapa, ia merasa sangat membutuhkan Jordy, apa karna dia mapan ? apa karna dia tampan ? atau ?


***


' lucuu sekali, sekarang ia pasang wajah sedih begitu. Dasar.. cewek ini manis sekali. Aku benar benar ingin memeluknya , menciumnya . Ahh, Gila kenapa aku ingin sekali menyentuhnya ? apa karna dia cantik ? apa karna dia mengenaskan? Atau karna aku sudah ga waras ? dia orang pertama yang membuatku gila..'


Jordy tak berhenti mengumpat dalam hati.


***


" Benar ini tokonya ? ", tanya Jordy.


" iya aku turun sekarang, terimakasih sudah antar aku ", Reeneta turun diikuti Jordy.


" Mana bosmu ? ", tanya Jordy.

__ADS_1


" Kenapa ? ", belum selesai Reeneta bertanya Jordy menghampiri meja kasir .


" Maaf, anda pemilik toko ini ? Jordy bertanya sangat sopan pada bos nya.


" Iyaa ada yang bisa di bantu ? ", tanya pria paruh baya di meja kasir


" Ahh.. aku mewakili Reeneta untuk mengundurkan diri. Reeneta akan segera masuk kuliah, jadi ia akan fokus untuk kuliahnya ", kata Jordy.


Reeneta terbelalak, dia kaget sekali Jordy bisa mengatakan itu pada bosnya.


" Ahh aku sudah menduganya, Reeneta tidak punya kontrak kerja jadi dia bisa sewaktu-waktu keluar ", Ternyata Bos itu sangat ramah, ia mengeluarkan amplop coklat.


" Naah Reen, ini tanda terimakasih dari ku, terimakasih sudah bergabung disini 3 tahun ini, kau anak yang baik sekali", kata Bosnya lagi.


Reeneta tak bisa berkata apa apa lagi. Ia berpamitan dengan bosnya dan semua temannya. Meskipun ia sangat pendiam tapi ia bekerja dengan rajin . Ia melangkah keluar dengan berat, Jordy sudah menunggu di depan pintu dan tersenyum puas.


" Kau ini kenapa ? Aku masih bisa dapat bayaran 1 bulan lagi sebelum keluar, tapi kau mengacaukannya ", Reeneta terlihat kesal.


" Aku kan sudah bilang , mau membiayai hidupmu, kenapa ga percaya ", jawab Jordy.


" Sudahlah, aku mau pulang saja", kata Reeneta.


" Ku antar ya ? ", Jordy masih memelas


" Oke.. aku temani... ", jawab Jordy.


" Pulang lah.. ", Reeneta kini mulai tak sabar


" Aku sedang berjalan pulang " kata Jordy yang membuat Reeneta berhenti melangkah.


" Maksudmu ? ", tanya Reeneta.


" Rumah mu Rumahku, bukan kah kita pasangan sekarang? ", Jordy tersenyum puas.


Reeneta masih mematung , jantungnya berdegup kencang . 'Jadi Jordy Serius atas ucapannya tadi.'


ada sepercik kebahagian dalam dirinya , ada kelegaan yang tidak bisa digambarkan.


Jordy tersenyum kecil, ia melihat Reeneta sudah tak canggung lagi dengannya, tidak seperti semalam .

__ADS_1


Sampai didepan kos Reeneta.


" Mau mampir ?", Jordy bertanya pada Reeneta.


" Apa apaan kau? bukannya aku yang harus bilang begitu ? ", Reeneta membuka pintu kosnya.


Mereka berdua masuk ke rumah , Jordy duduk lagi di bangku usang di rumah itu. Reeneta ganti baju dan kembali dengan jaket milik Jordy.


" Jaketmu tadi malam, terimakasih, " kata Reeneta.


" Kau sudah cuci ? kapan ? ", tanya Jordy.


" Pagi tadi, hari ini amat panas, jadi sdh bisa langsung kering ", ucap Reeneta.


" Tapi aku gak berniat mengembalikan kaosmu, boleh kumiliki ? ", Jordy melipat jaket miliknya.


" Ambil saja", jawab Reeneta.


" Lalu kau , kapan bisa kumiliki ? ", ucap Jordy dengan senyuman manja.


Reeneta kaget lagi, jantungnya tak beraturan lagi, 'orang ini sangat berbahaya, haruskah ku balas? ' ucap Reeneta dalam hati.


Mereka duduk amat dekat, bangku kecil dan ruangannya yang sempit memberi kesan kedekatan yang nyata. Reeneta mendekatkan wajahnya pada Jordy.


" Saat ini juga ", Reeneta tersenyum manis sekali pada Jordy.


' Sial, Reeneta begitu dekat seperti ini . Cantik Sekali ' bisik Jordy dalam hati. Jantungnya berdegup kencang mereka berdua terdiam.


Sadar Jordy mulai mengikuti alur permainannya Reeneta mulai menarik diri, tapi terlambat tangan Jordy sdh di dagunya. Jordy jg semakin mendekatkan diri pada Reeneta.


" Pacaran ? " Jordy bertanya pada Reenata.


' ini dekat sekali aku ga bisa berpikir' pekik Reenata dalam hati.


Mereka berpandangan dalam jarak kurang dari 3 centimeter.


' Sial, aku ingin menciumnya ' kata Jordy dalam hati .


" Jordy, sadar tidak ? Kita dekat sekali , aku gabisa menahan jantung ku, " Kata Reeneta tanpa basa - basi.

__ADS_1


Reeneta memegang dada Jordy, dirasakannya detak jantung yang sama dengan miliknya... berdegup dengan kencang.


###


__ADS_2