
***
" Reen , Reeneta" , Ririn berteriak memanggil Reeneta .
" Aku sudah dengar, jadi jangan berteriak lagi", kata Reeneta.
" Ada kabar baik soal Bos Besar lhoo.. ", kata Ririn sangat bersemangat.
" Apa ? Bisa tidak jangan membuat penasaran ", ucap Reeneta memandang Ririn.
" Bos Bi, pernikahannya dimajukan.. bulan depan!!", kata Ririn.
" APA? ", Reeneta nampak kaget.
" Spesialnya lagi, kita semua karyawan BA Management diundang langsung ke kota Global lho.... Untuk menghadiri pesta pernikahan bos Bianca ", ucap Ririn.
Reeneta masih tidak mengerti, kenapa tiba-tiba pernikahan Bianca diajukan menjadi secepat ini.
" Akhirnya Reen.. aku bisa pergi keluar negeri hahaha,. mana biaya transportasi dan penginapan lalu akomodasi semua ditanggung perusahaan, ini seperti liburan gratis..", kata Ririn yang terlihat amat bahagia.
Tapi tidak dengan Reeneta, Ia nampak gelisah dan segera mengeluarkan hp nya untuk menghubungi Bianca.
" Siall,. HP kak Bianca mati ", kata Reeneta yang menaruh kembali HP nya.
" Kenapa Reen?", tanya Ririn mendekati Reeneta, ia menyadari Reeneta sedang khawatir.
" Tentu saja harus Ku tanyakan apa yang sebenarnya terjadi, hingga pernikahan mereka harus dimajukan seperti ini, bukankah menurut mu ini terlalu mendadak?", ucap Reeneta.
" Bos Bi pasti sibuk Reen.. jadi jangan mengganggunya lagi", ucap Ririn.
Reeneta hanya diam pikirannya nampak kacau.
" Atau Reen.. jangan jangan bos Bianca?" , Ririn menghentikan perkataan nya.
" Apa ? " , tanya Reeneta.
" Hamil duluan? " , kata Ririn.
" Jangan ngacau.. mereka saja baru bertemu sekali dalam setahun terakhir.. Apalagi mereka berdua sudah sama-sama dewasa, gak mungkin berbuat aneh aneh begitu", kata Reeneta.
__ADS_1
" Aku kan hanya menebak", ucap Ririn yang merasa bersalah.
" Sudahlah.. itu apa yang sedang kamu bawa? ", tanya Reeneta memandang amplop berwarna cokelat yang kini dipegang Ririn.
" Ahh ini, Aku juga ingin menyerahkan planning kerja kita di kuartal kedua tahun ini. Ini langsung dari asisten Bos Bi, katanya ia dapat email tadi pagi dan langsung di cetak, tiap divisi katanya dapat job desk nya masing-masing Reen dan berbeda lhoo Reen", kata Ririn sambil menyerahkan amplop.
"Kenapa firasat ku jadi buruk yaa", ujar Reeneta sambil membuka amplop itu.
" Kenapa?", tanya Ririn. di
" Kamu tahu kan.. Bos Bianca selalu memberikan planning yang aneh untukku", ucap Reeneta.
" Reen.. coba ikut lihat", kata Ririn yang langsung menuju samping Reeneta.
" Sialll, benar dugaan ku", kata Reeneta.
" Mana coba lihat", Ririn merebut kertas dari tangan Reeneta.
" Pengangkatan Reeneta jadi direktur cabang kota Global, Wahh.. ini si gila banget Reen", ucap Ririn tak percaya.
" Apa kantor cabang di Global sudah jadi ya? ", ucap Reeneta pada dirinya sendiri.
" Entah Reen.. yang pasti kamu langsung naik jabatan kan!!" , kata Ririn.
" Aku lebih suka jadi asisten mu Reen.. bagaimana kalau aku ikut ke Global saja bersama mu? ", tanya Ririn memandang Reeneta.
" Itu akan mengacaukan kantor disini" , ucap Reeneta singkat.
" Tapi .. aku masih bisa berkonsultasi denganmu kan? Aku takut jika bekerja sendiri...", pinta Ririn.
" Tentu saja... Aku tetap bosmu tau!", kata Reeneta sambil tersenyum.
" Siap boss!! Tapi.. Reen.. kamu yakin bisa kembali kesana? Bukannya kemaren kamu menolak mentah-mentah usul dari bos Bianca?", tanya Ririn.
" Bukannya ku tolak.. aku ingin memikirkan dulu sebenarnya, tapi sepertinya memang kak Bianca sudah merencanakan ini, jadi mau tak mau harus mengelola BA di kota Global", jelas Reeneta.
" Semangat Reen.. kamu pasti bisa ", kata Ririn.
Reeneta hanya mengangguk dan tersenyum pada Ririn. Pikirannya melayang jauh , memikirkan apa yang harus dikatakan nya jika bertemu dengan Jordy. Meskipun sangat merindukannya , rasanya pasti sudah berbeda.
__ADS_1
##
Jordy masih termenung sendiri di dalam ruangan nya, memandang kosong ke arah laptopnya.
" Aku yakin ini memang kamu Reen.. aku bukannya salah lihat.. ", kata Jordy sambil memandang foto seseorang di layar laptopnya.
" Jord", Aldy masuk ruangan Jordy tanpa permisi.
" Kenapa Al ? ", Jordy memandang Aldy dengan ekspresi datar.
" Tebak berita bagus apa yang sedang ku bawa", kata Aldy dengan senyum lebarnya.
" Apa Al ?", Jordy tetap berekspresi datar.
" BA Management akhirnya menyetujui bekerja sama dengan kita lho", ucap Aldy.
" Tau dari mana ? Kantor disini saja bukannya mereka blm punya?" , tanya Jordy.
" Itu gampang kak Arnold akan segera mencarikan nya dan kata Qaila, Kak Bianca tengah mengundang karyawan terbaiknya untuk menjadi pimpinan kantor BA disini", kata Aldy.
" Tu kan.. kamu baru dapat kabar dari Qaila . . Itu belum pasti Al", kata Jordy.
" Ahh.. pokoknya kamu harus bersiap-siap", kata Aldy lagi.
" Al, coba kamu lihat ini", ucap Jordy yang memutar laptopnya ke arah Aldy.
" Reeneta... ", kata Aldy yang serasa tak percaya.
" Itu benar Reeneta kan Jord...", tanya Aldy.
" Entahlah Al.. aku melihat dia di seminar daring kemarin, pihak panitia memang menyediakan video live streaming nya juga ", Jordy menyandarkan bahu di bangkunya.
" Jadi Reeneta selama ini bersembunyi di New J ? Pantas kita tak pernah bisa menemukan nya disini", kata Aldy.
" Aku ingin kamu merahasiakan ini dari yang lain terlebih dulu yaa... Aku ingin memastikan dulu, ini benar Reeneta atau tidak", kata Jordy.
" Tentu saja... Aku mengerti, apa kamu butuh bantuan ku?", tanya Aldy memandang Jordy dengan serius.
" Bisa kuurus sendiri Al, fokus saja ke pekerjaan mu, " kata Jordy.
__ADS_1
" Oke.. tapi jika kamu butuh bantuan, segera hubungi aku Jord. . ", Aldy meninggalkan ruang kerja Jordy.
***