Dia Canduku..

Dia Canduku..
97.


__ADS_3

Leo berlarian kecil dan tertawa saat dikejar oleh Reeneta. Jordy yang melihat pemandangan itu tersenyum bahagia. Melihat Reeneta yang tertawa lepas mengingat kan dirinya akan masa lalu. Reeneta memang terlihat dingin tapi tidak ketika bersama Jordy. Ia merupakan wanita yang paling perhatian dan hangat yang pernah Jordy miliki.


" Nanti jatuh Le...", ucap Jordy sambil menangkap tubuh mungil Leo yang sedang berlari ke arahnya.


Leo tertawa dan Reeneta yang berlari di belakang Leo juga ikut tersenyum.


" Kamu gak capek ?", tanya Jordy pada Reeneta.


" Enggak, liat Leo seneng rasanya ikut seneng juga sih ", jawab Reeneta.


" Aku tadi dengar teman-teman kantor mu nginep di hotel. Hotel mana, kamu ikut menginap disana? ", tanya Jordy


" Kenapa? ", Reeneta terlihat mengkerutkan dahinya.


" Nanti malam aku antarkan kamu ", ucap Jordy.


" Gak perlu , jalan kaki dari sini cuma 10 menitan, tapi kenapa harus nanti malam , setelah ini juga aku maunya langsung balik ke hotel ", kata Reeneta.


" Ikut aku sebentar yaa Reen" , ajak Jordy.


" Kemana ? ", tanya Reeneta.


" Ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan", kata Jordy.


" Apa sih..", Reeneta nampak tidak peduli tapi ia juga sebenarnya penasaran, Jordy memang selalu punya cara untuk menenangkan hatinya.


" Kamu.. menginap saja di apartemen , tempat kita dulu... ", kata Jordy agak sedikit ragu.


Reeneta menoleh ke arah Jordy dan terlihat berpikir. Tapi tiba-tiba Leo merengek, sepertinya Leo merasa bosan di gendongan Jordy.


" Leo main kesana yuuk.. " , kata Reeneta sambil mengulurkan tangan untuk menggendong Leo dari dekapan Jordy.


Reeneta berjalan menjauh meninggalkan Jordy menuju taman tak jauh dari tempatnya kini berdiri. Jordy tersenyum kecut dan menyusul Reeneta. Tak lama Cici dan Willy keluar menghampiri Jordy dan Reeneta.


Leo yang melihat orang tuanya datang langsung berlari menghampiri Cici.


" Anak Mama pinter banget sih enggak nangis", ucap Cici sambil memeluk Leo.


" Sepertinya kamu berhasil memikat Leo Reen.. " , ucap Willy.


" Leo sangat lucu.. aku senang bermain dengannya", ucap Reeneta.


" Kalian kok sudah keluar, si Aldy mana?" , tanya Jordy.


" Katanya Aldy lagi bantuin Qaila, gak tau deh ngapain, ini aja kunci mobilnya aku bawa", kata Willy.


" Iyaa.. kami mau pulang duluan takut Leo rewel, karena tadi pun kita berangkat nebeng sama Aldy", ucap Cici.


" Mobilmu kenapa?", tanya Jordy lagi.


" Gapapa kok dirumah , cuma lagi males aja, hhha.. tadinya gue ngantuk banget Jord", ucap Willy.


" Reen.. mau ikut main kerumah engga? Kita kan lama gak ketemu aku ingin banyak ngobrol sama kamu", ucap Cici pada Reeneta.


" Sorry nih yaa.. Reeneta ada janji sama gue, kita pergi dulu yaa", Jordy langsung menarik tangan Reeneta tanpa izin.

__ADS_1


" Bye Leo", Reeneta melambaikan tangannya ke Leo.


" Ehh.. kalian mau kemana? " , tanya Cici , tapi Jordy dan Reeneta sudah berjalan terlalu cepat.


" Biarkan mereka .. banyak yang harus mereka bicarakan..", ucap Wiily yang menahan Cici.


" Selalu saja ada masalah di hubungan mereka, aku jadi ragu apa mereka bisa bertahan hingga akhir", kata Cici.


" Kita hanya bisa melihat dan mendoakan, membantu sebisanya.. biarkan saja takdir dan waktu yang akan menentukan ", ucap Willy yang mulai melangkah menuju mobil Aldy dan Cici mengikuti dari belakang.


##


Di mobil Jordy.


Reeneta masih diam duduk di samping Jordy yang sedang menyetir. Mobil Jordy juga sudah ganti , bukan mobil yang dulu lagi. Dulu Jordy juga enggan membiarkan sembarang orang masuk mobilnya kecuali sahabat -sabahat nya dan tentu saja Reeneta.


" Sorry yaa.. tangan mu sakit ?" , tanya Jordy yang melihat Reeneta masih memegang pergelangan tangannya.


" Hmm", ucap Reeneta singkat dan melepaskan tangannya karena tanpa sadar dari tadi ia menggenggam tangannya sendiri.


" Jangan marah yaa .. ", kata Jordy.


" Kita mau kemana ? " , tanya Reeneta tanpa memandang Jordy.


" More Coffee", ucap Jordy singkat sambil tersenyum.


Reeneta menoleh ke arah Jordy, sadar Reeneta sedang memandang nya, Jordy lalu berpura-pura fokus menyetir. Mobil melaju cukup cepat dengan jalanan yang agak lenggang. Waktu pun sudah semakin sore karena matahari juga sudah mulai bergerak kembali ke peraduannya. Mobil terparkir dengan santai di depan Cafe. Reeneta turun dan Ia lalu memandang ke seberang jalan, dimana ada kampus Global, tempat nya menghabiskan waktu hampir empat tahun untuk menyelesaikan sarjana, bersama semua kenangannya.


" Ayoo Reen...", ajak Jordy.


Lalu Jordy pergi menuju tempat pemesanan dan memesan sesuatu.


" Maaf menunggu lama", kata Jordy saat kembali.


Ada beberapa kumpulan remaja cewek di meja sebelah mereka yang terdengar tertawa cekikikan , Reeneta jelas mendengar mereka memuji ketampanan Jordy. Dari dulu selalu begini, saat Reeneta dan Jordy berada di tempat umum selalu saja ada orang yang membicarakan mereka, terutama Jordy yang memang penampilan nya terlihat menonjol dan bersinar.


" Kamu ingat.. ini tempat bersejarah untuk kita ? ", ucap Jordy memecah keheningan di meja mereka.


" Aku lupa", kata Reeneta yang terlihat dingin.


" Aku akan mencoba membantu agar kamu ingat kembali kalau begitu", kata Jordy sambil tersenyum.


Sekumpulan remaja tadi semakin histeris saat melihat Jordy dan ini membuat Reeneta sedikit tak nyaman.


" Dimana -mana begitu banyak penggemar", ucap Reeneta.


" Siapa ? Aku ?", tanya Jordy.


" Siapa lagi ?", Reeneta masih sedikit acuh tak acuh.


" Hhhaa.. apa kamu pikir aku suka dengan anak kecil seperti mereka? " , ucap Jordy sambil memandang ke meja mumpulan remaja cewek itu duduk. Mereka tertawa dan tersenyum saat Jordy memandanginya.


" Entahlah... Kamu belum pernah mencobanya kan?", kata Reeneta.


" Aku sedang mengejar seseorang , jadi tak ingin yang lain lagi", ucap Jordy.

__ADS_1


Reeneta paham , Jordy sedang menggoda nya, jadi ia memilih diam saja.


" Apa kamu juga gak dengar, lelaki yang di belakangku selalu memandangimu dan membicarakan mu ? ", tanya Jordy.


Reeneta mengangkat kepalanya untuk melihat ke arah belakang Jordy. Ada dua orang lelaki yang juga terlihat masih muda, mungkin anak sekolah menengah atas atau anak kuliahan. Mereka memang sedang melihat ke arah Reeneta dan mengangguk kan kepala saat Reeneta melihat ke arah mereka.


" Biarkan saja" , ucap Reeneta.


" Lalu kenapa kamu tidak membiarkan saja gadis- gadis itu, terserah mereka. Kamu gak perlu cemburu dengan yang seperti mereka" , kata Jordy.


" Siapa yang cemburu? Aku tidak" , kata Reeneta menyembunyikan rasa kagetnya.


Jordy tersenyum simpul. Kebiasaan Reeneta saat marah atau cemburu, selalu sewot dan seakan-akan ingin menyalahkan Jordy. Disaat seperti ini, Jordy hanya bisa bertahan saja.


" Aku mengajak mu datang kesini untuk mengenang masa lalu kita, aku ingin membuat kamu... ", Jordy menghentikan perkataannya karena waitress mengantarkan pesanan mereka.


" Kamu beliin aku apa?", tanya Reeneta.


" Americano", ucap Jordy.


" Aku gak suka pahit!", ucap Reeneta.


" Aku beli es coklat yang manis juga", ucap Jordy sambil tersenyum.


Mau tak mau Reeneta menerima coklat itu


" Kamu masih marah atau kesal sama aku? " , tanya Jordy.


" Kenapa harus marah ?", Reeneta segera meminum es nya.


" Reen.. bisa enggak kita bicara serius dulu.. jangan kaya gini terus", ucap Jordy.


Kali ini Reeneta tidak berani menatap mata Jordy, jika nekat ia tahu air matanya akan mengalir tanpa ia suruh.


" Kak.. ini ", seorang gadis yang ada di meja sebelah tiba-tiba datang ke meja Jordy dan memberikan secarik kertas untuk Jordy.


" Tolong hubungi aku, itu nomor ku", ucap gadis itu, masih memegangi kertasnya karena Jordy belum menerima nya.


" Nona bisa minta izin ke pacarku dulu", ucap Jordy dengan gesture menunjuk Reeneta yang ada di depannya.


Gadis tadi melihat ke arah Reeneta dengan wajah tampak kesal dan galak.


" Jangan ganggu dia, pergi saja...", kata Reeneta pada gadis itu, dengan wajah dingin khasnya. Gadis itu pergi dengan kesal.


" Sangat berani", ucap Reeneta masih dengan menyedot es coklat nya.


" Sudahlah , lupakan saja, ini juga bukan yang pertama bagimu melihat gadis-gadis tertarik padaku" , kata Jordy.


" Tapi umur mu , sudah tidak muda lagi", kata Reeneta.


" Apa kamu tidak lihat ? Semakin aku dewasa semakin


mempesonanya diriku ini" , Jordy tersenyum bangga, dan Reeneta membuang muka.


##

__ADS_1


__ADS_2